Ciamis news,indotipikor-
RSUD Kawali terus memperkuat peran pelayanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan RSUD Kawali dalam kegiatan pengajian Badan Kontak Majelis Taklim (BKMM) Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, yang diisi dengan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan edukasi kesehatan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Di tengah suasana kegiatan keagamaan, para jamaah memperoleh kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka sekaligus mendapatkan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Tim medis RSUD Kawali memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada para peserta. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali kondisi tubuh secara lebih awal, terutama berkaitan dengan faktor risiko penyakit tidak menular yang sering berkembang tanpa disadari.
Direktur RSUD Kawali, drg. Evie Triyanti, MM., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala perlu menjadi kebiasaan karena sejumlah penyakit dapat berkembang tanpa menunjukkan keluhan yang berarti pada tahap awal.
“Diabetes melitus dan hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena pada tahap awal dapat tidak menunjukkan gejala yang khas. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi sangat penting untuk mengetahui kondisi tubuh lebih dini,” jelasnya, Rabu (16/9/2026).
Dalam sesi edukasi, tim RSUD Kawali juga memberikan pemahaman kepada jamaah mengenai faktor risiko diabetes melitus dan hipertensi. Masyarakat diajak untuk tidak menunggu munculnya keluhan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan, tetapi mulai membangun kesadaran melakukan deteksi dini sebagai bagian dari pola hidup sehari-hari.
Selain pemeriksaan kesehatan, peserta mendapatkan edukasi mengenai langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan untuk menekan risiko penyakit tidak menular. Di antaranya menerapkan pola makan bergizi dan seimbang dengan membatasi konsumsi gula, garam, serta lemak secara berlebihan.
Masyarakat juga didorong untuk rutin melakukan aktivitas fisik, menjaga berat badan tetap ideal, menghindari kebiasaan merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri maupun berkala di fasilitas pelayanan kesehatan.
Menurut drg. Evie, pola hidup sehat tidak cukup hanya dipahami, tetapi perlu diterapkan secara konsisten. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat.
“Deteksi dini memberikan peluang bagi seseorang untuk mengetahui kondisi kesehatannya lebih cepat, sehingga apabila ditemukan faktor risiko atau gangguan kesehatan, dapat segera dilakukan langkah penanganan dan tindak lanjut medis yang diperlukan,” ujarnya.
RSUD Kawali berkomitmen untuk terus memperluas kegiatan promotif, preventif, dan edukatif melalui berbagai kesempatan di tengah masyarakat. Kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, maupun berbagai unsur masyarakat dinilai penting dalam membangun kesadaran kesehatan secara bersama-sama.
Melalui kegiatan tersebut, RSUD Kawali berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sebelum muncul penyakit. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin, diharapkan terbentuk masyarakat yang lebih aktif menjaga kesehatan, produktif, serta memiliki kepedulian terhadap kesehatan diri dan keluarga.Editor (Yan.P/M.Robby).





