Kamis, September 17, 2026
Beranda KEMENTERIAN Diduga Pekerjaan Revitalisasi SMAN 7 Kota Tasikmalaya Penuh Misteri” Tidak Nampak...

Diduga Pekerjaan Revitalisasi SMAN 7 Kota Tasikmalaya Penuh Misteri” Tidak Nampak Adanya Pengawasan Tim Teknis Dan P2SP Sehingga Material Asal Terapkan.

0
5

TASIKMALAYA–INDOTIPIKOR.COM—-Dalam perjalanan pekerjaan program revitalisasi sma negeri 7 kota tasikmalaya di duga asal asalan mengenai material yang terapkan dalam pelaksanaan yang mana pekerjaan asal jadi.

Dengan khawatiran dalam pelaksaan tersebut Tentunya  akan mengalami kualitas yang tidak maksimal padahal dengan hitungan pemerintah anggaran yang di turunkan ke sekolah tersebut itu sudah perhitungan yang secara benar benar maksimal agar kualitas pembangunan maksimal kuat dengan jangka panjang.

Kalau seandainya program revitalisasi 2026 itu asal asalan siapa yang akan bertanggung jawab…?

Selasa. 15/9/2026 kami sebagai tim awak media melakukan sosial kontrol SMA Negeri 7 Kota yang di bawah naungan Cadisdik KCD Wil _ XII Prov. Jawa Barat mendapatkan Program Revitalisasi Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Direktorat Jenderal Sekolah Menengah Atas dengan Nilai Rp. 675.567.000 (Enam Ratus Tujuh Puluh Lima Juta Lima Ratus Enam Puluh Tujuh Ribu Rupiah) dari Sumber Dana Anggaran Pendapatan dan Belanjaan Negara (APBN) 2026 yang sangat di ragukan dengan hasil fisik yang sudah terapkan.

Di antara pekerjaan yang sedang berjalan dalam pelaksanaan mengenai pembangunan tersebut yang di ragukan penerapan pembesian yang terpasang bukanlah memakai besi yang full, tapi hanyalah dengan kenyataan itu besi KW/Banci dan juga ruanga Perpustakaan yang sudah tertutup rapih kisaran 95% untuk pemerapan baja ringan diduga kuat memakai bajaringan KW/Banci, di karnakan sama sekali dengaan publikasi spesikasi lisensi perusahaan juga baja ringan tersebut belum jelas, yang mana bahan baja ringan sangat lembek dan mudah akan terjadinya ke tidak setabilan kekuatan.

Dengan pelaksanaan yang sedang berjalan diduga pula itu program revitalisasi kementerian tidak adanya pengawasan yang extra dan petunjuk arahan teknis pun juga tidak ada (Gambar) yang jelas dengan all hasil pekerjaan kurangnya pengawasan baik dari Tim Teknis Perencana (Konsultan) atau pun juga dari pihak Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang mana sebagai pertanggung jawaban pelaksana lapangan Molor.

Kenapa bisa sedemikian fisik pembangunan tidak memiliki kualitas yang sebenarnya, di karnakan ketika tim awak media di lokasi pembangunan memang sama sekali tidak adanya tim teknis, panitia pembangunan, gambar arahan petunjuk dan pula kepala sekolah pun juga tidak ada di tempat, hanya saja mengandalkan seluruh para pekerja bangunan.

Jum,at. 17/9/2026 Kami bertemu dengan salah satunya kepengurusan P2SP yang sebagai pertanggung jawaban dari program tersebut inisial P yang mana beliau menyampaiakn, Bahwa bila mana dengan adanya kekurangan mengenai pemasangan tiang kolom praktis itu tidak apa apa, si karnakan ini pekerjaan rehabilitas, jadi kalau tidak di pasang juga tidak bermasalah dan yang mana pekerjaan rebitalisasi ini kami di kerjakan sesuai dengan aturan teknis, Katanya.

Menurut keterangan dari pihak p2sp jelas dengan penyampaiannya, tapi bagi kami awak media bila mana sudah sesuai aturan yang ada itu kenapa untuk pembesian tidak memakai besi yang full…? dan juga mengenai baja ringan itu kenapa pakai baja ringan yang lembek KW/Banci.

Maka dengan ini Cadisdik Wil _ XII Prov. Jawa Barat agar sidak dan audit pekerjaan yang asal asalan terapkan, kalau di biarkan dengan begitu saja jelas, siapa yang di rugikan…? dan siapa yang akan bertanggung jawab sepenuhnya…? dalam program revitalisasi 2026.

Untuk hal itu tayangnya pemberitaan ini merupakan sebagai bentuk sharing baik dengan pihak sekolah p2sp atau pun dengan pihak Cadisdik KCD Wil XII. Prov. Jawa Barat.
Bersambung…

A. Firmansyah.