Mahkamah Agung (MA) RI melalui perwakilan Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia (BPHPI), Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI), menghadiri kegiatan Women in Leadership

0
14

Adelaide,–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA FORSIMEMA RI— Australia – Mahkamah Agung (MA) RI melalui perwakilan Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia (BPHPI), Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI), menghadiri kegiatan Women in Leadership Program dan International Association of Women Judges (IAWJ) Asia Pacific Regional Conference 2026, di Adelaide Marriott Hotel, Adelaide, Australia.

Kegiatan yang berlangsung sejak Rabu (13/05/2026) sampai dengan Jumat (15/05/2026), dipimpin langsung oleh Ketua BPHPI, Nani Indrawati. “Bagi para hakim perempuan, forum tersebut menjadi forum yang penting untuk membahas penguatan kepemimpinan perempuan di lingkungan peradilan, pemanfaatan teknologi dalam pengadilan, hingga perlindungan terhadap kelompok rentan”, ucap Nani saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Dalam konfrensi ini, Nani Indrawati hadir bersama sejumlah tokoh peradilan Internasional diantaranya Ms. Sarah E. Tuberville, Executive Director of the International Association of Women Judges, Justice Maria Theresa Mendoza – Arcega dari Philiphina Women Judges Association, Chief Justice Tetiro Semilota Maate

Moaniba, President of the Pasific Association of Women Judicial Officers, serta Judge Talasa Saaga dari District Court Samoa dalam sesi Stepping Up: Women Advancing Judicial Leadership in the Asia Pacific.

Para hakim, akademisi, dan praktisi hukum dari berbagai negara turut mengikuti konferensi tersebut membahas berbagai isu strategis dalam dunia peradilan modern.

“Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah dampak perubahan iklim terhadap masyarakat Pasifik dan pentingnya perspektif perempuan dalam perlindungan hak asasi manusia dan lingkungan hidup”, jelas Hakim Agung Kamar Perdata ini.

Ia melanjutkan para peserta juga membahas perkembangan penggunaan artificial intelligence (AI) dalam dunia peradilan. “Manfaatnya dalam mendukung administrasi peradilan dan antisipasinya”, terang Nani.

Sementara itu, dalam menghadapi tantangan etik. Persoalan kekerasan dalam rumah tangga, eksploitasi seksual anak berbasis digital, dan pentingnya pendekatan peradilan yang lebih sensitif terhadap korban juga tidak luput disoroti dalam forum tersebut.

“Para pembicara berbagi pengalaman mengenai penanganan perkara kekerasan berbasis gender dan perlindungan anak di berbagai yurisdiksi kawasan Asia Pasifik”, kata Alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada tersebut.

Pada konfrensi itu, Nani Indrawati, juga berkesempatan membahas perkembangan kepemimpinan hakim perempuan dan pentingnya penguatan program mentorship bagi perempuan di lingkungan peradilan.

“Dalam mendorong Penguatan Kepemimpinan Hakim Perempuan, Mahkamah Agung melalui BPHPI telah menyusun Program Mentoring”, ujarnya.

Menurutnya, Program Mentoring yang dibentuk oleh BPHPI tersebut menekankan bahwa dukungan kelembagaan, jejaring profesional, dan pembinaan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendorong penguatan kepemimpinan hakim perempuan.

“Program ini diharapkan menjadi langkah lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan di lembaga peradilan”, harap Nani.

Konfrensi Internasional Hakim Wanita se Asia Pasific ini juga dihadiri oleh Carly Schrever, seorang pengacara dan juga peneliti yang ahli dalam bidang psikologi khususnya mengenai Judicial Wellbeing, yang sekaligus merupakan penelitan empiris pertama di Australia yang berfokus khusus pada stres kerja dan kesejahteraan hakim.

Materi tersebut juga pernah disampaikan oleh Dr. Carly Schrever dalam Seminar Wanita Internasional yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung tahun 2024 serta dalam Seminar Hakim Internasional yang diselenggarakan oleh MA RI pada April 2026 di Denpasar, Bali.

Delegasi Indonesia juga berkesempatan melakukan kunjung ke Federal Circuit and Family Court of Australia (FCFCOA) di Adelaide untuk melihat bagaimana Hakim di Australia menangani kasus perselisihan hak asuh anak yang ditangani dengan pendekatan keadilan restoratif dan berorientasi pada kepentingan terbaik baik anak.

Partisipasi Mahkamah Agung RI dalam forum internasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat reformasi kelembagaan peradilan guna menjawab tantangan global, dan membangun peradilan yang inklusif.

“Selain memperluas kerja sama dalam taraf internasional, tetapi juga diharapkan mampu mendorong penguatan kepemimpinan hakim perempuan di Indonesia serta membangun budaya kerja peradilan yang profesional, dan berkeadilan”, ujar Nani.

Selain mengikuti Konferensi IAWJ Regional Asia Pasific di Adelaide, BPHPI akan melanjutkan kegiatannya di Melbourne pada 18-19 Mei 2026 atas undangan dari FCFCOA, lanjutnya.

“Kegiatan tersebut akan membahas mengenai kepemimpinan Perempuan, program mentoring dan kebijakan lingkungan kerja yang aman”, pungkas Nani.

Perempuan di Garda Peradilan: MA Bawa Isu Kepemimpinan hingga AI ke Forum Dunia

Melissa – Dandapala Contributor
Jumat, 15 Mei 2026