“Kalau dulu kepala desa suka meriang kalau ditelepon jaksa, sekarang langsung Jamintel yang mengawasi desa,” kata Dedi

0
10
JABAR—INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PEMPROV JABAR—-Peringatan keras dilontarkan Dedi Mulyadi kepada kepala desa dan pemerintah daerah. KDM menegaskan pengawasan dana desa kini makin ketat dan penyimpangan tak akan dibiarkan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali membuat pernyataan yang menyita perhatian publik saat menghadiri pelantikan pengurus ABPEDNAS Kabupaten Subang, Rabu 13 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Dedi tidak hanya menyoroti lambannya respons pemerintah daerah terhadap persoalan masyarakat, tetapi juga memberi peringatan kepada perangkat desa terkait pengelolaan dana desa.
Menurut Dedi, anggaran desa harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan warga, mulai dari pembangunan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Ia menegaskan praktik penyimpangan dana desa tidak boleh lagi terjadi. Bahkan, saat ini pengawasan terhadap desa disebut semakin ketat karena melibatkan aparat penegak hukum.
“Kalau dulu kepala desa suka meriang kalau ditelepon jaksa, sekarang langsung Jamintel yang mengawasi desa,” kata Dedi di hadapan peserta acara.
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan karena dianggap sebagai sinyal kuat agar aparatur desa lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran.
Dedi berharap kepala desa dan pemerintah daerah bisa bekerja lebih transparan serta mengutamakan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.–RED