Beranda blog Halaman 7

Kolaborasi Budaya Saat I Wayan Gede Rumega Pimpin PN Makassar Usung Konsep Aparatur Peradilan BERAKHLAK, Tri Hita Karana, dan Taro Ada Taro Gau

0

​MAKASSAR,—INDOTIPIKOR.COM-MEDIA FORSIMEMA RI—Minggu  16 Agustus 2026

Tanguk kepemimpinan Pengadilan Negeri (PN) Makassar Kelas IA Khusus resmi berganti. Putra terbaik asal Pulau Dewata Bali, Dr I Wayan Gede Rumega, S.H., M.H., secara resmi memimpin PN Makassar dengan membawa visi penguatan integritas, pelayanan publik berstandar tinggi, serta penyelarasan nilai-nilai kearifan lokal dalam tata kelola peradilan.

​Dalam memimpin salah satu pengadilan kelas utama di Indonesia Timur ini,
I Wayan Gede Rumega mengusung formulasi kepemimpinan yang progresif dan berkarakter.

Beliau memadukan core values ASN BERAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) dengan filosofi hidup Bali Tri Hita Karana serta kearifan lokal Bugis-Makassar Taro Ada Taro Gau.

​Integration tiga pilar ini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan badan peradilan yang agung, akuntabel, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

​Tiga Pilar Kepemimpinan PN Makassar

Core Values BERAKHLAK
Menjadikan aparatur PN Makassar profesional, sigap, dan berintegritas tinggi dalam memberikan pelayanan hukum yang transparan dan bebas dari korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN).

* ​ Filosofi Tri Hita Karana
Menerapkan tiga hubungan keseimbangan hidup—menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan (Parahyangan), antarsesama manusia (Pawongan), dan lingkungan kerja (Palemahan)—guna menciptakan suasana peradilan yang kondusif, humanis, dan berkeadilan.

* ​ Prinsip Taro Ada Taro Gau
Memegang teguh komitmen kearifan lokal Bugis-Makassar yang bermakna “satunya kata dengan perbuatan”. Setiap kebijakan, janji pelayanan, dan penetapan hukum dilaksanakan secara konsisten, jujur, dan penuh tanggung jawab.

​Melalui sinergi nilai-nilai nasional dan kultural ini, I Wayan Gede Rumega berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan (Forkopimda), insan pers, serta masyarakat luas.

Langkah ini diambil guna memastikan PN Makassar terus menjadi benteng keadilan yang terpercaya, modern, dan melayani dengan sepenuh hati

Penulis : Syamsul Bahri
Ketum FORSIMEMA

Kodam III/Siliwangi Gelar Fun Game Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Perkuat Kebersamaan

0

Bandung –—INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI— Kodam III/Siliwangi menyelenggarakan kegiatan Fun Game dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Lapangan Serka Dedy Unadi, Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang diikuti Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E. M.M., tersebut turut dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Kodam III/Siliwangi, di antaranya Kasdam III/Siliwangi, Irdam III/Siliwangi, Kapoksahli Pangdam III/Siliwangi, Asrendam III/Siliwangi, para Asisten Kasdam III/Siliwangi, Danrindam III/Siliwangi, para Pamen Ahli Pangdam III/Siliwangi, para Dansat/Kabalakdam, serta para Dandim jajaran Kodam III/Siliwangi beserta istri.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri Pa Liaison Officer TNI AL dan TNI AU, Pakor Kowad Kodam III/Siliwangi, Ketua dan Wakil Ketua Persit KCK Daerah III/Siliwangi beserta para pengurus, serta para prajurit dan PNS jajaran Kodam III/Siliwangi. Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta dengan mengusung tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Rangkaian kegiatan diawali pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan senam serta aerobik. Suasana semakin meriah saat peserta mengikuti berbagai perlombaan, di antaranya makan kerupuk, sepak bola corong, memasukkan pensil ke dalam botol, serta memecahkan balon air.

Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan, meningkatkan kekompakan, dan memperkuat silaturahmi keluarga besar Kodam III/Siliwangi sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung meriah, tertib, aman, dan lancar hingga selesai pada pukul 14.00 WIB.
(Pendam III/Siliwangi).

Panglima TNI Hadiri Pidato Kenegaraan Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026

0
JAKARTA–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS MABES TNI—(Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, MPR/DPR/DPD RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa upaya mewujudkan kemandirian pangan perlu dilakukan dengan menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi petani, antara lain akses pupuk, harga gabah, serta aturan yang berbelit-belit. Pemerintah, menurut Presiden, terus mencari solusi agar birokrasi tidak menjadi penghambat kebijakan yang berpihak kepada rakyat. “Birokrasi tidak boleh menghambat keputusan yang baik. Kita harus mengakui masalah bangsa kita adalah antara lain masalah birokrasi yang berbelit-belit,” ujar Presiden.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya pembenahan birokrasi agar bekerja secara efisien dan bebas dari praktik penyalahgunaan kewenangan, negara harus hadir untuk memudahkan masyarakat melalui Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah. “Ini memerlukan persatuan di antara semua pemimpin dan kelompok politik. Karena birokrasi yang tidak efisien, birokrasi yang korup, akan menghancurkan suatu bangsa. Negara harus memudahkan rakyat, bukan mempersulit,” tegas Presiden.
Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para petani, penyuluh, pemerintah daerah, TNI dan Polri, koperasi, serta BUMN pangan atas kerja keras dan gotong royong dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Presiden menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam satu tahun terakhir dan menargetkan swasembada bawang putih dalam tiga tahun mendatang. “Kita telah menghasilkan capaian yang besar, dan kita kadang-kadang harus menyadari bahwa kita, bangsa kita mampu mencapai hal-hal yang besar dan jangan kita selalu rendah diri. Jangan selalu kita kalah sebelum bertarung,” tutur Presiden.
Foto: BPMI Setpres

Pangdam III/Siliwangi Kunjungi Situ Cisanti, Ajak Jaga Kelestarian Lingkungan

0

Bandung —INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI—– Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., melaksanakan kunjungan kerja ke Situ Cisanti Sektor 1 Citarum Harum, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jumat (14/8/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan meninjau pelaksanaan program Citarum Harum sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber mata air Sungai Citarum.

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam melaksanakan penebaran benih ikan dan eco enzyme, penanaman pohon Kidamar di KM 0 Citarum, mengunjungi petilasan Prabu Siliwangi, melaksanakan salat Duha, serta menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat setempat.

Pangdam III/Siliwangi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian sungai. “Mari kita jaga alam, karena alam akan menjaga kita. Jangan merusak alam,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan limbah ternak agar tidak dibuang langsung ke sungai, tetapi diolah sehingga dapat memberikan manfaat.

Kegiatan yang berlangsung pukul 07.56–09.48 WIB tersebut dihadiri sekitar 400 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, Satgas Citarum Harum, pelajar, tokoh masyarakat, dan warga.

Turut hadir dari unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Provinsi Jawa Barat, serta pejabat terkait dari Pemerintah Kabupaten Bandung, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung dan jajaran perangkat daerah terkait, Hadir pula unsur instansi terkait, mitra swasta, dan komunitas lingkungan.

Kunjungan ini menjadi momentum memperkuat sinergi TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan sumber mata air Sungai Citarum.
(Pendam III/Siliwangi)

Penutupan TMMD Ke-129 Kodim 0601/Pandeglang Resmi Digelar, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat

0

Pandeglang –INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI—– Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., memimpin upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 Kodim 0601/Pandeglang yang digelar di Alun-Alun Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Kamis (13/8/2026).

TMMD yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 tersebut melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat dalam rangka mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga pelaksanaan TMMD dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan tepat waktu. Ia menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud pengabdian TNI melalui kegiatan pembangunan fisik dan nonfisik yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, serta kesejahteraan masyarakat.

Pelaksanaan TMMD Ke-129 juga mendukung lima program unggulan TNI AD, yaitu Ketahanan Pangan, TNI Manunggal Air, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan MCK, percepatan penurunan stunting, serta program Bersatu dengan Alam.

Rangkaian penutupan ditandai dengan pembacaan laporan hasil TMMD, penandatanganan naskah hasil program, penyerahan hasil kegiatan dari Dandim 0601/Pandeglang kepada Bupati Pandeglang, penanggalan tanda peserta, serta pernyataan resmi penutupan TMMD.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Danrem 064/MY Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M., Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, S.I.P., Bupati Pandeglang Hj. RD. Dewi Setiani, S.Sos., M.A., unsur Forkopimda, TNI-Polri, serta perwakilan instansi dan organisasi kemasyarakatan.

Dengan berakhirnya TMMD Ke-129, keberlanjutan serta pemeliharaan hasil program menjadi tanggung jawab bersama sebagai upaya mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pandeglang.
(Pendam III/Siliwangi).

Lantik 1.361 Pejabat ATR/BPN, Sekjen: Amanah Baru untuk Jadi Motor Penggerak Perubahan

0

Jakarta –INDOTIPIKOR.COM-MEDIA FORSIMEMA RI—– Rotasi kerja di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) merupakan langkah yang dilakukan untuk memperkuat organisasi dan mutu sumber daya manusia (SDM). Di momen Pelantikan 1.361 Pejabat Manajerial dan Non Manajerial yang berlangsung di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta pada Kamis (13/08/2028), Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menitipkan pesan kepada pejabat terlantik agar menggali potensi diri untuk menjalankan peranan baru.

“Selamat kepada pejabat yang dilantik atas amanah dan jabatan baru. Ini adalah kepercayaan besar yang membawa tanggung jawab untuk menjadi motor penggerak perubahan, melahirkan gagasan-gagasan yang inovatif, dan tentu saja memberikan pelayanan yang jauh lebih baik kepada masyarakat,” ujar Sekjen ATR/BPN.

Pejabat yang dilantik dalam kesempatan ini, terdiri dari 497 Pejabat Manajerial atau Struktural dan 864 Pejabat Non Manajerial atau Fungsional. Sekjen ATR/BPN meyakini, seluruh pegawai yang di pusat maupun daerah bisa menjadi penggerak dalam transformasi pelayanan pertanahan yang sedang dilakukan Kementerian ATR/BPN.

“30.000 orang pegawai yang ada di ATR/BPN akan menjadi kunci penggerak transformasi kita. Saya menginginkan agar seluruh pegawai menjadi SDM yang kompeten, yang profesional, dan memiliki semangat pelayanan yang menempatkan masyarakat sebagai prioritas utama,” tutur Dalu Agung Darmawan.

Untuk mendukung kelancaran transformasi pelayanan pertanahan, Kementerian ATR/BPN menetapkan aturan baru terkait pengelolaan SDM, yaitu Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 9 Tahun 2026 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan. Dengan diberlakukannya aturan tersebut, kini 10 Kantor Pertanahan mulai menerapkan nomenklatur Jabatan Pengawas yang membidangi kewilayahan, yakni Seksi 1 hingga Seksi 6 sesuai dengan tipologi masing-masing Kantor Pertanahan.

“Kita berharap perubahan ini mampu mendukung layanan pertanahan dengan lebih cepat dan lebih prima, serta meningkatkan kualitas jalannya proses pelayanan publik kepada masyarakat,” ucap Sekjen ATR/BPN.

Di hadapan jajarannya yang mengikuti proses pelantikan secara luring dan daring dari penjuru Indonesia, Sekjen ATR/BPN mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi layanan tidak hanya bergantung pada penataan organisasi, tetapi juga pada kualitas SDM yang menjalankannya. Adapun hadir mengikuti langsung prosesi pelantikan di Aula Prona, Jakarta, para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN. (MW/YZ)

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia

Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional

Mahkamah Agung (MA) menegaskan bahwa hingga saat ini belum membuka seleksi penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Tahun Anggaran 2026,

0

JAKARTA–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA FORSIMEMA RI—-MA minta masyarakat untuk memastikan setiap informasi mengenai seleksi CASN berasal dari kanal resmi pemerintah

Mahkamah Agung (MA) menegaskan bahwa hingga saat ini belum membuka seleksi penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Tahun Anggaran 2026, baik untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Penegasan tersebut disampaikan Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung melalui Siaran Pers Nomor 3/BUA.6/HM1.1.1/VIII/2026 tanggal 13 Agustus 2026, menyusul beredarnya informasi mengenai “40 jurusan paling dicari pada CPNS Mahkamah Agung Tahun 2026” di sejumlah media sosial. Informasi tersebut diketahui beredar melalui akun Instagram, Facebook, dan TikTok studicpns.id pada 2 Agustus 2026 dalam bentuk konten, grafis, serta tulisan yang menyebutkan sejumlah jabatan dan kualifikasi pendidikan yang disebut-sebut dibutuhkan dalam seleksi CASN MA Tahun 2026.

Mahkamah Agung menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengesahkan maupun bekerja sama dengan platform penyedia bimbingan belajar mana pun dalam mempublikasikan informasi mengenai kebutuhan jabatan, jurusan, maupun kualifikasi pendidikan dalam penerimaan CASN MA.

“Informasi berupa konten yang dimuat dalam akun media sosial studicpns.id dengan menampilkan daftar 14 nama jabatan beserta kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan dalam seleksi penerimaan CASN Mahkamah Agung Tahun 2026 adalah tidak benar dan berpotensi menyesatkan masyarakat,” demikian ditegaskan dalam siaran pers tersebut.

MA juga menjelaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat pengumuman resmi mengenai kebutuhan formasi, persyaratan, maupun jadwal pendaftaran seleksi CASN MA Tahun 2026. Dengan demikian, masyarakat diminta tidak menjadikan informasi yang beredar di media sosial sebagai rujukan dalam mempersiapkan pendaftaran CASN MA.

MA mengungkapkan, daftar jabatan dan kualifikasi pendidikan yang beredar tersebut sebenarnya merupakan bagian dari lampiran Pengumuman Seleksi CPNS Mahkamah Agung Tahun Anggaran 2024. Dokumen tersebut kemudian digunakan oleh pihak tertentu sebagai referensi untuk mempublikasikan materi bimbingan belajar, kuis, maupun produk lainnya bagi para lulusan perguruan tinggi.

Untuk memastikan kebenaran informasi mengenai rekrutmen CASN, masyarakat hanya diminta merujuk pada kanal resmi pemerintah. Informasi penerimaan CASN MA dipublikasikan melalui situs resmi Mahkamah Agung, portal rekrutmen MA, portal resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta akun media sosial resmi Mahkamah Agung.

MA juga mengimbau masyarakat, khususnya calon pendaftar CASN, agar selalu waspada dan cermat terhadap informasi yang beredar dari akun-akun tidak resmi. Masyarakat diminta memastikan setiap informasi mengenai seleksi CASN berasal dari kanal resmi pemerintah.
Selain itu, MA mengingatkan pihak swasta agar tidak menggunakan logo, identitas visual, maupun foto pimpinan atau pejabat Mahkamah Agung tanpa izin resmi untuk kepentingan komersial, promosi, maupun pembuatan konten yang dapat menyesatkan publik.

Mahkamah Agung menegaskan tidak bertanggung jawab atas kerugian finansial maupun materiil yang timbul akibat keikutsertaan masyarakat dalam bimbingan belajar atau transaksi dengan pihak ketiga yang mengatasnamakan pengadaan CPNS MA.

Sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat dan menjaga kredibilitas informasi kelembagaan, Mahkamah Agung juga menyatakan berhak mengambil langkah hukum yang diperlukan terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi palsu, menggiring opini publik secara menyesatkan, atau menyalahgunakan atribut resmi lembaga untuk kepentingan komersial tanpa izin.
Mahkamah Agung mengajak masyarakat untuk bersama-sama lebih cermat dan bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi di tengah derasnya arus informasi digital. Setiap informasi mengenai seleksi CASN MA hendaknya dipastikan berasal dari kanal resmi Mahkamah Agung dan BKN.

Penulis: Azzah Zain Al Hasany

MA Belum Buka Seleksi CASN 2026, Waspadai Informasi Palsu!

Jakarta, Humas MA
Jum’at,14 Agustus 2026

Hari Pramuka ke-65, SMPN 1 Cijeungjing Padukan Upacara dengan Senam Pramuka dan Indonesia Hebat

0

CIAMIS,Ciamis News,ibdotipikor-
Semangat memperingati Hari Pramuka ke-65 terasa di SMP Negeri 1 Cijeungjing, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Kegiatan dilaksanakan di Halaman SMPN 1 Cijeungjing pada Jumat, 14 Agustus 2026, dan diikuti peserta didik bersama guru serta tenaga kependidikan.

Bertindak sebagai pembina upacara, H. Dede, S.Pd., M.Pd. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh peserta didik menjadikan momentum Hari Pramuka sebagai sarana memperkuat karakter, kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepedulian, serta semangat kebersamaan.

Peringatan Hari Pramuka tahun 2026 mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Pesan tersebut diharapkan dapat dipahami peserta didik melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga lingkungan, tidak menyia-nyiakan makanan, serta menumbuhkan kreativitas dan kepedulian terhadap ketahanan pangan.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Senam Pramuka dan Senam Indonesia Hebat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian senam dengan antusias sehingga suasana peringatan Hari Pramuka semakin semarak.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Pramuka, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kebersamaan sekaligus membiasakan pola hidup aktif dan sehat di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, SMPN 1 Cijeungjing berharap semangat Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka semakin tertanam dalam diri peserta didik. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal dalam membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, mandiri, berkarakter, dan siap berkontribusi positif bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.Editor (Yan.P/M.robby).

Dari Aspal hingga Harapan, TMMD ke-129 Resmi Ditutup: Jalan Dibangun, Gotong Royong Jangan Berhenti

0

Tasikmalaya —–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI— Lapangan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (13/8/2026), menjadi saksi berakhirnya rangkaian TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya. Namun, penutupan program bukan berarti berakhirnya semangat membangun bersama.
Upacara penutupan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 11.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 500 peserta. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Irdam III/Siliwangi Brigadir Jenderal TNI Robertson Ismail, S.I.P., M.Si., M.M. Hadir pula Bupati Tasikmalaya Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.A.P., Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., Kasiter Korem 062/TN Letkol Inf Kurniadi, unsur Forkopimda, jajaran TNI, pimpinan BUMD, serta tokoh agama dan masyarakat.
Mengusung tema “Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, TMMD ke-129 selama kurang lebih satu bulan, sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, mempertemukan prajurit TNI, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat dalam satu pekerjaan besar: membangun dari kebutuhan nyata warga.
Dalam laporan hasil pelaksanaan TMMD, sejumlah sasaran fisik berhasil direalisasikan. Di antaranya pengaspalan semi hotmix di Kampung Jamburarang sepanjang 1.020 meter dengan lebar 2,5 meter; Kampung Nagrog sepanjang 380 meter dengan lebar 2,3 meter; Kampung Pasir Nete sepanjang 197 meter dengan lebar 2,5 meter; serta Kampung Cilintung sepanjang 400 meter dengan lebar 2,5 meter.
Selain infrastruktur jalan, Satgas juga menyelesaikan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 154 meter dengan tinggi 2 meter, rehabilitasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pembangunan lima unit sumur bor.


Capaian tersebut kemudian diserahterimakan secara resmi oleh Dandim 0612/Tasikmalaya kepada Bupati Tasikmalaya melalui penandatanganan berita acara serah terima hasil pelaksanaan kegiatan TMMD ke-129.
Dalam amanatnya, Irdam III/Siliwangi Brigjen TNI Robertson Ismail menegaskan bahwa keberhasilan TMMD tidak semata-mata diukur dari panjang jalan yang dibangun atau jumlah bangunan yang diperbaiki.
“Ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah ketika hasil pembangunan mampu memperlancar aktivitas masyarakat, membuka akses perekonomian, meningkatkan kualitas kesehatan, serta mendorong kemandirian dan kesejahteraan secara berkelanjutan,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam amanatnya.
Menurutnya, TMMD merupakan bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat melalui pendekatan lintas sektoral. Karena itu, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan nonfisik seperti penyuluhan, sosialisasi dan pembekalan.
Pelaksanaan TMMD ke-129 juga disinergikan dengan lima program unggulan TNI AD, yakni Ketahanan Pangan, TNI Manunggal Air, rehabilitasi RTLH dan MCK, percepatan penurunan stunting, serta Bersatu dengan Alam.
Pesan penting lainnya adalah keberlanjutan. Setelah Satgas meninggalkan lokasi, masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan tidak membiarkan hasil pembangunan berhenti sebagai sekadar proyek yang telah selesai.
Jalan yang sudah dibangun harus dijaga. Sumur yang telah dibuat harus dirawat. Rumah yang telah diperbaiki harus menjadi tempat tumbuhnya kehidupan yang lebih layak. Dan yang paling penting, gotong royong yang telah tumbuh selama TMMD harus tetap hidup.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penanggalan tanda peserta oleh Irup, pembacaan doa, Andhika Bhayangkari, serta laporan Komandan Upacara dan penghormatan pasukan.
Rangkaian kemudian berlanjut dengan peninjauan ke warung amal, jalan semi hotmix di Kampung Cilintung, dan terakhir mengunjungi rumah Ibu Saadah yang menjadi salah satu penerima rehabilitasi RTLH.
Peninjauan tersebut menjadi penutup yang bermakna. Sebab pembangunan tidak selalu berbicara tentang angka dan panjang jalan. Di balik setiap meter aspal, ada mobilitas warga. Di balik sumur bor, ada kebutuhan air. Di balik rumah yang diperbaiki, ada keluarga yang kembali mendapatkan rasa aman dan layak.
TMMD ke-129 secara resmi telah ditutup. Tetapi pekerjaan membangun desa sesungguhnya baru memasuki babak berikutnya: menjaga apa yang telah dibangun dan meneruskan semangat kebersamaan yang telah diwariskan.

TMMD ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya berhasil menyelesaikan berbagai sasaran fisik dan nonfisik di Parungponteng. Penutupan bukan akhir dari pengabdian, melainkan momentum untuk memastikan hasil pembangunan terus dirawat dan semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan masyarakat.

PENDIM

Kapolri: Jembatan Merah Putih Presisi Wujud Sinergi TNI-Polri Dukung Pembangunan dan Konektivitas Masyarakat

0

Jakarta – –INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS MABES POLRI—Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan nasional melalui pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai wilayah Indonesia.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menyampaikan, Polri telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda. Sebanyak 874 jembatan telah selesai dibangun, sementara 17 unit masih dalam tahap pembangunan dan empat unit dalam tahap perencanaan.

“Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami, Bapak Presiden berkenan hadir secara virtual. Tentunya ini memberikan semangat bagi kita semua, khususnya seluruh personel TNI dan Polri, untuk terus memberikan pengabdian yang terbaik sesuai dengan arahan Bapak, bahwa kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat, serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.

Kapolri mengatakan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 19,2 kilometer dan menghubungkan 1.314 desa.

Pembangunan juga dilakukan di berbagai wilayah, dengan Banten menjadi daerah dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi terbanyak, yakni 145 jembatan. Selanjutnya Polda Jawa Barat sebanyak 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan.

Selain pembangunan jembatan, Polri turut berkontribusi dalam pemulihan akses masyarakat di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera melalui pembangunan 39 jembatan, termasuk enam Jembatan Bailey di Aceh dan Sumatera Barat.

Menurut Kapolri, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat, mulai dari memperlancar mobilitas hingga mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan.

“Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tentunya dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan,” kata Kapolri.

Kapolri menegaskan, berbagai upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan membersamai masyarakat. Hal tersebut sekaligus menjadi implementasi arahan Presiden bahwa TNI-Polri harus senantiasa berada di tengah rakyat dan memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kita laksanakan dan kita bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.