Beranda blog Halaman 48

Sidang Kasus Narkoba yang Menjerat Eks Kapolres Bima Digelar

0

Bima,–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA FORSIMEMA RI— Nusa Tenggara Barat – Kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh mantan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bima, Nusa Tenggara inisial D, laki-laki (47) mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Raba Bima pada Selasa (7/7) di gedung PN Raba Bima, Jalan Soekarno Hatta Nomor 161, Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

“Hari ini-Selasa (7/7) persidangan atas nama terdakwa D, mantan Kapolres Bima mulai dilaksanakan dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Penuntut Umum”, terang tim humas PN Raba Bima kepada Dandapala.

Terdakwa D adalah mantan Kapolres Bima yang terlibat kasus penyalahgunaan narkotika dengan mengedarkan narkotika jenis shabu bersama bawahannya yang juga merupakan anggota kepolisian yaitu M. M sendiri merupakan mantan Kepala Satuan (Kasat) Resnarkoba Polres Bima. Kasus ini sempat viral dan menyita perhatian masyarakat mengingat D dan M adalah anggota polisi dengan jabatan yang strategis.

D dan M diajukan ke persidangan dalam berkas terpisah. Persidangan atas perkara M telah digelar pada Rabu (1/7) lalu.

Terdakwa D diajukan ke persidangan didakwa pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (2) UU Narkotika atau pasal 137 huruf a UU Narkotika jo Pasal 20 huruf c KUHP dengan ancaman maksimal pidana penjara seumur hidup atau pidana mati.

Setelah dakwaan dibacakan, terdakwa D menyatakan akan mengajukan perlawanan. Majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa D untuk mengajukan perlawanannya pada persidangan yang akan digelar pada

Sidang Kasus Narkoba yang Menjerat Eks Kapolres Bima Digelar

Rio Satriawan – Dandapala Contributor
Selasa, 07 Jul 2026

Transformasi Menuju Advocaat-Generaal, Jamdatun Buka Pelatihan dan Sertifikasi Mediator Jaksa Pengacara Negara

0

JAKARTA–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEJAGUNG RI—Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) R. Narendra Jatna resmi membuka Pelatihan Fasilitator, Konsiliator, dan Sertifikasi Mediator bagi Jaksa Pengacara Negara (JPN) pada Senin 6 Juli 2026 di Aston Hotel Simatupang, Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Pusat Mediasi Nasional (PMN) dengan dukungan penuh dari Amoz Consulting.

Dalam sambutannya, Jamdatun menyampaikan bahwa pelatihan ini sebagai upaya menjalankan mandat besar Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025 sampai 2045. Melalui misi supremasi hukum, stabilitas, dan kepemimpinan Indonesia, Kejaksaan kini diposisikan bukan sekadar sebagai pelaksana penegakan hukum, melainkan sebagai salah satu penggerak utama pembaruan sistem hukum nasional.

“Keterampilan memfasilitasi, mengonsiliasi, dan memediasi sengketa kini bukan lagi dipandang sebagai kecakapan tambahan yang bersifat pelengkap semata, melainkan telah ditetapkan menjadi salah satu kompetensi inti yang harus dimiliki oleh JPN di mana pun mereka bertugas,” ungkap Jamdatun.

Menurut Jamdatun, langkah besar tersebut beriringan dengan upaya Kejaksaan yang saat ini tengah membangun ekosistem Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) di Indonesia.

Jamdatun menyadari bahwa jalur litigasi tidak selalu menjadi cara terbaik untuk menyelesaikan sengketa antar-entitas publik karena kerap memakan waktu, membebani biaya, dan tidak jarang justru merusak hubungan antar-lembaga negara. Sebagai solusinya, disiapkan alternatif yang lebih cepat, lebih menjaga hubungan, dan lebih melindungi kepentingan negara secara keseluruhan.

Untuk memperkuat wadah kebijakan ini, Kejaksaan secara paralel sedang menyusun Dokumen Fondasi Kebijakan Pembentukan Adhyaksa Chambers, yaitu sebuah pusat penyelesaian sengketa sektor publik yang dikelola oleh negara melalui Kejaksaan.

“Dokumen ini akan menjadi dasar utama dalam membangun forum yang terlindungi, terstandar, dan aman bagi penyelesaian sengketa antar-instansi pemerintah maupun antar-badan usaha milik negara (BUMN),” imbuh Jamdatun.

Agar gagasan besar ini tidak dibangun dalam ruang tertutup, Kejaksaan secara berkelanjutan melaksanakan kegiatan academic engagement di berbagai kampus di Indonesia guna memperoleh masukan yang kritis dari sisi filosofis, sosiologis, dan yuridis.

Selain itu, saat ini juga tengah disusun Organisasi dan Tata Kerja Bidang JAMDATUN yang baru untuk memberikan tempat yang lebih tegas bagi penanganan penyelesaian sengketa alternatif di Indonesia agar keterampilan yang diperoleh Para Jaksa memiliki wadah kelembagaan yang nyata.

Melalui arah kebijakan Corporate Strategy yang telah diadopsi melalui Keputusan Jaksa Agung Nomor 646 Tahun 2026, Kejaksaan menekankan keberhasilan pembangunan pada tiga pilar utama, yaitu man, money, dan material.

Jamdatun menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan tidak boleh berhenti pada aspek kelembagaan dan sarana semata, melainkan pembangunan sumber daya manusia (man) yang menjadi penentu utama keberhasilan.

“Sebaik apa pun sebuah lembaga dirancang, ia tidak akan berjalan tanpa manusia yang cakap dan berintegritas,” ujar Jamdatun menambahkan.

Oleh karena itu, sertifikasi yang akan diperoleh para peserta bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menyelamatkan aset negara, melindungi keuangan negara, dan menjaga keberlangsungan pelayanan publik.

Guna memastikan visi transformasi Kejaksaan sebagai Advocaat-Generaal menjadi gerakan institusional yang masif, pelatihan ini melibatkan seluruh organ Kejaksaan dan tidak hanya diikuti oleh jajaran Bidang JAMDATUN semata.

Pelatihan ini turut diikuti oleh para Jaksa dari Jaksa Agung Muda Pembinaan, khususnya dari Biro Perencanaan, Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri, serta Biro Kepegawaian, yang memegang peran strategis dalam merumuskan program transisi kelembagaan dan membangun hubungan dengan pemangku kepentingan.

Selain itu, hadir pula perwakilan dari Badan Pemulihan Aset, jajaran Bidang DATUN di daerah, serta anggota Tim Pengendalian Pembentukan Adhyaksa Chambers.

Keterlibatan lintas sektoral ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi publik dan mediasi mereka dalam mendukung peran baru Jaksa Agung sebagai penjaga koherensi hukum negara, serta memperluas peran JPN agar hadir lebih awal untuk mencegah kerugian sebelum terjadi dan menyelesaikan persoalan demi menjaga kepentingan umum secara utuh.

Jakarta, 7 Juli 2026
KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

ANANG SUPRIATNA, S.H., M.H.

REDAKSI

SITI FATIMAH

GEMPABUMI TEKTONIK M 5.6 DI TALAUD, MALUKU UTARA,TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA BMKG RI—Hari Selasa, 07 Juli 2026, pukul 14.16.29 WIB wilayah Talaud, Maluku Utara diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5.5 pada kedalaman 40 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3.21° LU; 127.47° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 107 Km arah Barat Laut Pulau Doi. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Berdasarkan laporan masyarakat gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
1. II-III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. ) di Naha.
2. II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. ) di Tobelo.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik ( oblique thrust fault ).

Hingga pukul 14.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ).

Himbauan kepada masyarakat:
1. Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
2. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg.

Jakarta, 7 Juli 2026
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG

Dr. WIJAYANTO, S.T., M.Sc.

Danantara menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair bersama jajaran Tony Blair Institute for Global Change (TBI),

0

JAKARTA —–INDOTIPIKOR.COM— Danantara menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair bersama jajaran Tony Blair Institute for Global Change (TBI), Selasa (7/7). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional guna mendukung percepatan transformasi BUMN, peningkatan investasi, dan pembangunan nasional.

Pertemuan dihadiri oleh CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama strategis yang dapat mendukung agenda transformasi BUMN melalui penguatan tata kelola, pengembangan sektor-sektor strategis, serta peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global.

Pembahasan juga mencakup potensi kolaborasi dalam pengembangan kawasan ekonomi, percepatan hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, hingga penguatan kapasitas kelembagaan melalui pemanfaatan pengalaman dan jejaring global yang dimiliki Tony Blair Institute. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan best practices, memperluas akses terhadap investasi berkualitas, serta mempercepat implementasi berbagai program strategis nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kolaborasi dengan mitra global menjadi bagian penting dalam memperkuat transformasi BUMN.

“Kita ingin transformasi BUMN berjalan lebih cepat. Karena itu, penting buat kita membuka ruang kolaborasi dengan mitra global seperti Tony Blair Institute. Banyak pengalaman dan praktik yang bisa kita adaptasi supaya hasilnya lebih optimal dan benar-benar memberi nilai tambah buat Indonesia,” ujar Dony.

BP BUMN bersama Danantara terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis internasional sebagai bagian dari upaya membangun BUMN yang semakin profesional, berdaya saing global, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Polresta Malang Kota Perkuat Sinergi dengan Insan Pers di Momentum Hari Bhayangkara ke-80

0

Kota Malang ––INDOTIPIKOR.COM— Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Malang Kota mempererat kemitraan dengan insan pers melalui kegiatan silaturahmi dan menerima kunjungan awak media, Selasa (7/7/2026).

Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan yang menjadi wadah memperkuat komunikasi serta kolaborasi dalam menyajikan informasi yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Shobikin, menegaskan bahwa media merupakan mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi kepada publik. Karena itu, sinergi yang telah terjalin akan terus dipelihara sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan informasi sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sinergi rekan-rekan media. Semoga hubungan baik ini terus terjalin sehingga informasi mengenai pelayanan maupun kegiatan kepolisian dapat tersampaikan secara cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ipda Lukman.

Di kesempatan yang sama, awak media Klikwarta.com Jakarta, Arif BP, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Polresta Malang Kota kepada awak media. Menurutnya, silaturahmi tersebut menjadi langkah positif dalam memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan insan pers.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polresta Malang Kota atas sambutan yang hangat. Semoga sinergi dan komunikasi yang telah terjalin semakin kuat sehingga mampu menghadirkan pemberitaan yang objektif, berimbang, dan memberikan edukasi kepada masyarakat,” ungkap Arif.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 diharapkan semakin memperkokoh sinergi antara Polresta Malang Kota dan insan pers sebagai mitra dalam menjaga kondusivitas wilayah, menyebarluaskan informasi yang terpercaya, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

(Pewarta: Arif)

Menteri Iftitah: Transmigrasi Tak Lagi Sekadar Bertani, Kini Siap Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia

0

Jakarta ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN— Pemerintah tengah mengubah wajah kawasan transmigrasi secara fundamental. Tidak lagi sekadar menjadi kawasan permukiman dan sentra pertanian, kawasan transmigrasi kini diarahkan sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menarik investasi, mengembangkan industri, memperkuat hilirisasi, sekaligus menopang ketahanan pangan dan energi nasional.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, setiap kawasan transmigrasi memiliki keunggulan komparatif dan potensi strategis yang berbeda. Di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, misalnya, terdapat potensi minyak dan gas bumi. Kawasan transmigrasi di Kalimantan Selatan serta Aceh Besar dan Aceh Barat memiliki cadangan batu bara, sementara kawasan transmigrasi di Mamuju, Sulawesi Barat, menyimpan potensi logam tanah jarang (rare earth elements) yang menjadi bahan baku penting bagi industri teknologi modern.

“Era ketika transmigrasi hanya dipandang sebagai kawasan pertanian telah berakhir. Pertanian tetap menjadi fondasi yang penting, tetapi kawasan transmigrasi hari ini juga harus menjadi rumah bagi investasi, industri, hilirisasi, dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia,” ujar Menteri Iftitah, Jumat (3/7).

Menurutnya, transformasi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui industrialisasi, hilirisasi, serta penciptaan lapangan kerja yang berkualitas di berbagai daerah.

“Kita tidak lagi berbicara hanya tentang pertanian. Ada sektor perkebunan, industri pengolahan, pariwisata, minyak dan gas, batu bara, logam tanah jarang, hingga berbagai potensi ekonomi strategis lainnya yang harus dikembangkan sesuai keunggulan masing-masing daerah,” katanya.

Karena itu, pembangunan kawasan transmigrasi kini dilakukan dengan pendekatan yang berbeda. Fokus pemerintah tidak lagi sekadar membuka lahan atau memindahkan penduduk, melainkan membangun ekosistem investasi yang mampu menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu contoh transformasi tersebut tengah berlangsung di kawasan Barelang, Kepulauan Riau. Kementerian Transmigrasi bersama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam terus memperkuat kolaborasi untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif sehingga kawasan tersebut berkembang sebagai pusat industri baru.

“Investor tidak membutuhkan banyak janji. Yang mereka butuhkan adalah ekosistem yang memberi kepastian. Ketika ekosistem itu terbangun, investasi akan datang, industri berkembang, lapangan kerja tercipta, dan masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya,” jelas Menteri Iftitah.

Ia menegaskan, keberhasilan transmigrasi saat ini tidak lagi diukur dari banyaknya masyarakat yang dipindahkan ke suatu kawasan, melainkan dari kemampuan kawasan tersebut menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mempercepat transformasi tersebut, Kementerian Transmigrasi terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan para investor. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus membangun kawasan transmigrasi yang semakin kompetitif dan menarik bagi investasi yang berkelanjutan.

“Yang kita bangun bukan hanya kawasan industri, tetapi sebuah ekosistem yang mempertemukan investasi, dunia usaha, dan masyarakat lokal dalam satu pertumbuhan yang saling menguatkan. Keberhasilan transmigrasi harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar dari bertambahnya jumlah penduduk yang berpindah,” tegasnya.

Melalui transformasi tersebut, Kementerian Transmigrasi optimistis kawasan transmigrasi akan berkembang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia pusat investasi, industri, hilirisasi, pangan, dan energi yang mampu mempercepat pemerataan pembangunan, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia. (RDP)

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia
📍 Jl. TMP Kalibata No.17, Jakarta Selatan 12750
📞 (021) 7994372
📧 humas@transmigrasi.go.id
🌐 www.transmigrasi.go.id

Leaders’ Retreat Indonesia – Singapura Hasilkan 26 Kesepakatan Strategis, Presiden Prabowo: Kemitraan Kita Semakin Luas dan Mendalam

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyaksikan pertukaran nota kesepahaman (MoU) dan dokumen kerja sama strategis dalam rangkaian pertemuan bilateral tahunan Leaders’ Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 6 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengatakan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan 26 kesepakatan yang mencerminkan semakin eratnya kemitraan strategis Indonesia dan Singapura di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, investasi, pertahanan, energi, lingkungan hidup, transformasi digital, hingga pengembangan sumber daya manusia.

“Pertemuan kali ini menghasilkan 26 capaian nyata, capaian konkret di berbagai bidang. 18 kesepakatan kerja sama antarpemerintah dan 8 kesepakatan antara business-to-business. Capaian-capaian ini mencerminkan semakin luas dan mendalam kerja sama kita,” ujar Kepala Negara.

Adapun delapan dokumen kerja sama yang dipertukarkan di hadapan kedua pemimpin meliputi:
1. Joint Report to Leaders on Six Working Groups on Economic Bilateral Cooperation antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dengan Deputi Perdana Menteri yang juga Menteri Perdagangan dan Industri Republik Singapura Gan Kim Yong;
2. Joint Statement on Supply Chain Resilience antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dengan Deputi Perdana Menteri yang juga Menteri Perdagangan dan Industri Republik Singapura Gan Kim Yong;
3. MoU for Collaboration on Carbon Credits under Article 6 of Paris Agreement antara Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat dengan Deputi Perdana Menteri yang juga Menteri Perdagangan dan Industri Republik Singapura Gan Kim Yong;
4. Joint Update on Defence Cooperation antara Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menteri Koordinator Pelayanan Publik yang juga Menteri Pertahanan Republik of Singapura Chan Chun Sing;
5. Roadmap to catalyze cross-border electricity trade antara Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani dengan Menteri Tenaga Kerja yang juga Menteri Minister for Manpower and Menteri Bidang Energi, Sains, dan Teknologi Republik Singapura Tan See Leng;
6. B2B MoU antara Danantara – Keppel, Danantara – Singapore Energy Interconnections, dan Danantara – Sembcorp ⁠antara Menteri Investasi dan Hilirisasi sebagai CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani dengan CEO Singapore Energy Interconnections Ong Teng Koon, Managing Director, Integrated Power Business, Keppel Infrastructure Division Bong Huey Yun Janice, dan Chief Financial and Investment Officer Sembcorp Lim Kwang Ming;
7. MoU on Strategic Digital Cooperation on Digital Infrastructure antara Telkom dan Economic Development Board of Singapore ⁠yang diperlihatkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani dengan Managing Director of Economic Development Board Jermaine Loy;
8. MoU on Trade AI Advisor antara Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Bakrie dengan Chairman of Singapore Business Federation Mark Lee Kean Phi.

Selain delapan dokumen yang dipertukarkan dalam prosesi tersebut, Indonesia dan Singapura juga mengumumkan 18 kerja sama lainnya yang mencakup berbagai bidang, antara lain pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, riset dan inovasi, lingkungan hidup, keselamatan nuklir, kesehatan, kepemudaan dan olahraga, teknologi finansial, pendidikan, konektivitas udara, pengembangan kawasan industri, energi baru terbarukan, hingga investasi, sebagai berikut:

1. MoU on Cooperation in Women Empowerment and Child Protection;
2. MoU on Research and Innovation Cooperation;
3. MoU on Bilateral Partnership for Environmental Cooperation;
4. MoU on the Exchange of Technical Information and Cooperation on Protection, Nuclear Safety, Security, and Safeguards Matters;
5. MoU on Regulatory Cooperation for Health Products and Medicines;
6. MoU on Youth and Sports Cooperation;
7. MoU on Cooperation in Financial and Technology;
8. MoU on Court-to-Court Communication on Cross-Border Insolvency and Debt Restructuring;
9. Renewal on MoU on Knowledge Sharing and Capacity Building;
10. Renewal on MoU on Cooperation Between National Archives;
11. Strengthen Indonesia-Singapore air connectivity cooperation;
12. Reactivation of the joint working group on education;
13. Young Farmers Development Program;
14. Strengthen cooperation between the parliaments of Indonesia and Singapore;
15. Cooperation on the development of biogas into biomethanol between Pertamina Power Indonesia and CrecTech Singapore;
16. Cooperation on industrial estate development between HKI and the Singapore Manufacturing Federation;
17. Joint venture between Jababeka and SembCorp for the development of the Kendal Industrial Estate;
18. Investment partnership among SembCorp, PT Sensa, and INA for the Morowali Solar Energy Project.

Rangkaian capaian tersebut menegaskan komitmen Indonesia dan Singapura untuk terus memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan melalui kolaborasi yang semakin konkret. Kerja sama yang disepakati diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan kawasan, mempercepat transisi energi, meningkatkan daya saing industri, serta membuka peluang investasi dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

(BPMI Setpres)

PM Wong Tegaskan Optimisme terhadap Masa Depan Indonesia, Siap Perkuat Kemitraan Strategis

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong menegaskan optimisme terhadap masa depan Indonesia. Menurut PM Wong, hubungan kedua negara yang dibangun atas dasar saling percaya, saling menghormati, dan saling memahami menjadi fondasi kuat untuk membawa kemitraan Indonesia dan Singapura ke tingkat yang lebih tinggi.

“Singapura memiliki kepercayaan terhadap masa depan Indonesia. Kami ingin Indonesia berhasil karena masa depan kita terhubung dengan dekat,” PM Wong dalam pernyataan pers bersama pada Leader’s Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 6 Juli 2026.

Menurut PM Wong, optimisme tersebut terwujud dalam sejumlah komitmen investasi yang terus dilakukan oleh Singapura di Indonesia selama bertahun-tahun. Ia menegaskan bahwa investasi tersebut tidak hanya menghadirkan arus modal, tetapi turut mendorong pembangunan Indonesia.

“Investasi-investasi ini bukan hanyalah arus modal. Mereka menciptakan bisnis, industri hilir, infrastruktur digital, peluang dan pekerjaan yang baik untuk masyarakat Indonesia. Dan perusahaan kita terus melihat peluang-peluang yang banyak di sini. Dan itu juga terbukti dari kolaborasi unggul kita,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, PM Wong mencontohkan kuatnya minat investor Singapura di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK). “BBK segera berubah menjadi pusat digital yang vibrant dan menarik perusahaan terkemuka untuk berinvestasi di sana” ucapnya.

Selain itu, PM Wong juga menyebut bahwa Kendal Industrial Park yang saat ini telah memenuhi kapasitas merupakan bukti nyata keberhasilan kolaborasi kedua negara dan akan terus diperluas guna menarik investasi baru serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

“Kendal Industrial Park merayakan ulang tahun ke-10 tahun ini dan itu juga sebuah kisah sukses lainnya. Ini telah mencapai kapasitas penuh dan akan mengembangkan 1.000 hektare lagi. Perluasan ini akan menciptakan lebih banyak investasi, menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, dan mendukung keberlangsungan pembangunan dan pertumbuhan Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, PM Wong juga menyampaikan bahwa peningkatan hubungan perdagangan dan investasi kedua negara akan diiringi dengan penguatan ketahanan rantai pasok. Menurutnya, hal ini menjadi upaya bersama antara Indonesia dan Singapura dalam menghadapi berbagai tantangan global.

“Kami juga berkomitmen untuk memperkuat ketahanan rantai pasok kami, sehingga kedua negara dapat saling mendukung satu sama lain dengan lebih baik di tengah upaya menavigasi guncangan eksternal lainnya,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, PM Wong turut menegaskan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki visi yang sama untuk terus melihat potensi dalam membuka peluang kerja sama baru. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing kedua negara sekaligus memperkuat kawasan ASEAN.

“Dengan bekerja sama, kita dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi rakyat kita, memperkuat ketahanan kita dan membuat kedua negara kita serta wilayah kita di ASEAN lebih kompetitif,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, PM Wong turut menegaskan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki visi yang sama untuk terus melihat potensi dalam membuka peluang kerja sama baru. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing kedua negara sekaligus memperkuat kawasan ASEAN.

(BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Sambut PM Narendra Modi, Awali Kunjungan Kenegaraan yang Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia – India

0

INDOTIPIKOR.COM–MEDIA LOYALIS PRESIDEN—Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyambut ketibaan Perdana Menteri India (PM) Narendra Modi di Tanah Air pada Senin, 6 Juli 2026 yang menandai eratnya hubungan kedua negara. Kedatangan PM Modi di Indonesia dalam rangka untuk melakukan kunjungan kenegaraan yang berlangsung selama tiga hari.

Sebagai bentuk penghormatan, pesawat yang membawa PM India dikawal secara khusus oleh 3 pesawat tempur F-16 dan 2 pesawat tempur Sukhoi saat memasuki wilayah udara Indonesia. Pesawat yang membawa PM Modi mendarat sekitar pukul 17.20 WIB di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Penyambutan Presiden Prabowo secara langsung di bawah tangga pesawat menunjukkan penghormatan kenegaraan yang memperlihatkan kedekatan dan rasa hormat Indonesia kepada India. Di bawah tangga pesawat, kedua pemimpin saling berjabat tangan dan berbincang sambil saling melempar senyum hangat.

Setelahnya, kedua pemimpin berjalan berdampingan melewati pasukan jajar kehormatan dengan iringan musik instrumental dari korps musik dan dentuman meriam salvo sebanyak 6 kali.

Turut hadir menyambut kedatangan PM Modi yakni Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk ASEAN Shri Srinivas Gotru, dan Atase Pertahanan India untuk Indonesia Captain Shiv Kumar.

Suasana penyambutan pun makin meriah dengan persembahan tarian nusantara yang diiringi alunan musik tradisional sebagai simbol keramahan dan kekayaan budaya Indonesia. Tampak PM Modi menikmati dan memberikan apresiasi atas persembahan tari tersebut.

Kebersamaan keduanya sepanjang prosesi penyambutan di bandara mencerminkan hubungan personal yang hangat dan saling menghormati antara kedua pemimpin.

Kunjungan kenegaraan ini menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan India di berbagai bidang. Selama berada di Indonesia, PM Modi dijadwalkan menjalani rangkaian agenda kenegaraan bersama Presiden Prabowo, termasuk upacara penyambutan resmi di Istana Kepresidenan Jakarta, pertemuan bilateral, serta pembahasan berbagai peluang kerja sama strategis yang menjadi kepentingan bersama.

Kunjungan ini juga memiliki makna historis sebagai kunjungan kedua PM Narendra Modi ke Indonesia setelah lawatannya pada tahun 2018. Sejak menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1951, Indonesia dan India terus membangun kemitraan yang semakin erat sebagai dua negara demokrasi besar di Asia, dengan kerja sama yang mencakup perdagangan, investasi, pertahanan, keamanan maritim, energi, teknologi, pendidikan, hingga hubungan antarmasyarakat.

(BPMI Setpres)

PM Wong: Singapura Siap Perkuat Kemitraan Strategis dengan Indonesia, Dari Energi Bersih hingga Pertahanan

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong, menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia melalui perluasan kerja sama di berbagai sektor prioritas. Komitmen tersebut disampaikan PM Wong dalam pernyataan pers bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam rangkaian Leaders’ Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 6 Juli 2026.

Di bidang energi, PM Wong menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan. Singapura, menurutnya, siap menjadi mitra strategis Indonesia dalam memanfaatkan potensi tersebut, termasuk melalui pembangunan salah satu proyek solar terbesar di Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

“Hari ini, kita juga telah menandatangani MoU-nya antara Danantara dan Keppel Electric, Sembcorp Industries, dan Singapore Energy Interconnections. Dan ini akan memberikan peta jalan jelas untuk negosiasi dan diskusi antarpihak yang mengembangkan jalan untuk proyek listrik tersebut,” ucap PM Wong.

Selain kerja sama energi, PM Wong menekankan pentingnya memperdalam hubungan antarmasyarakat sebagai fondasi hubungan bilateral Indonesia-Singapura. PM Wong menyambut baik peluncuran Program Sekolah Garuda serta berbagai program pertukaran pelajar yang dinilai makin mempererat hubungan kedua negara.

“Universitas kami menyambut pelajar dari SMA Taruna Nusantara di Jawa Tengah pada bulan April tahun ini, dan mereka merancang untuk melakukan kunjungan balasan pada bulan depan. Program seperti ini membangun persahabatan dan pemahaman antara masyarakat kita,” katanya.

Tidak hanya itu, PM Wong turut menyampaikan optimismenya terhadap konektivitas kedua negara yang lebih baik dengan pembukaan rute penerbangan baru dari Singapura ke sejumlah wilayah di Indonesia. “Kami berharap dapat melihat lebih banyak koneksi penerbangan ke bagian Indonesia yang akan memungkinkan wisatawan merasakan keindahan Indonesia, mendukung perjalanan bisnis, dan memfasilitasi lebih banyak interaksi antara masyarakat kita,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara juga sepakat untuk memperkuat hubungan institusional antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF). PM Wong menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas peran penting Presiden Prabowo dalam memperkuat hubungan militer kedua negara.

“Berdasarkan perjanjian kooperasi pertahanan kami, SAF dan TNI sedang menjelajahi pembangunan fasilitas latihan di Baturaja, Kalimantan Barat, dan Siabu Air Weapons Range. Inisiatif ini akan memberikan peluang kerja sama yang akan semakin menguntungkan bagi kita untuk berlatih bersama dan meningkatkan hubungan pertahanan kita,” ujarnya.

(BPMI Setpres)