Beranda blog Halaman 49

PM Wong: Singapura Siap Perkuat Kemitraan Strategis dengan Indonesia, Dari Energi Bersih hingga Pertahanan

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong, menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia melalui perluasan kerja sama di berbagai sektor prioritas. Komitmen tersebut disampaikan PM Wong dalam pernyataan pers bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam rangkaian Leaders’ Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 6 Juli 2026.

Di bidang energi, PM Wong menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan. Singapura, menurutnya, siap menjadi mitra strategis Indonesia dalam memanfaatkan potensi tersebut, termasuk melalui pembangunan salah satu proyek solar terbesar di Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

“Hari ini, kita juga telah menandatangani MoU-nya antara Danantara dan Keppel Electric, Sembcorp Industries, dan Singapore Energy Interconnections. Dan ini akan memberikan peta jalan jelas untuk negosiasi dan diskusi antarpihak yang mengembangkan jalan untuk proyek listrik tersebut,” ucap PM Wong.

Selain kerja sama energi, PM Wong menekankan pentingnya memperdalam hubungan antarmasyarakat sebagai fondasi hubungan bilateral Indonesia-Singapura. PM Wong menyambut baik peluncuran Program Sekolah Garuda serta berbagai program pertukaran pelajar yang dinilai makin mempererat hubungan kedua negara.

“Universitas kami menyambut pelajar dari SMA Taruna Nusantara di Jawa Tengah pada bulan April tahun ini, dan mereka merancang untuk melakukan kunjungan balasan pada bulan depan. Program seperti ini membangun persahabatan dan pemahaman antara masyarakat kita,” katanya.

Tidak hanya itu, PM Wong turut menyampaikan optimismenya terhadap konektivitas kedua negara yang lebih baik dengan pembukaan rute penerbangan baru dari Singapura ke sejumlah wilayah di Indonesia. “Kami berharap dapat melihat lebih banyak koneksi penerbangan ke bagian Indonesia yang akan memungkinkan wisatawan merasakan keindahan Indonesia, mendukung perjalanan bisnis, dan memfasilitasi lebih banyak interaksi antara masyarakat kita,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara juga sepakat untuk memperkuat hubungan institusional antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF). PM Wong menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas peran penting Presiden Prabowo dalam memperkuat hubungan militer kedua negara.

“Berdasarkan perjanjian kooperasi pertahanan kami, SAF dan TNI sedang menjelajahi pembangunan fasilitas latihan di Baturaja, Kalimantan Barat, dan Siabu Air Weapons Range. Inisiatif ini akan memberikan peluang kerja sama yang akan semakin menguntungkan bagi kita untuk berlatih bersama dan meningkatkan hubungan pertahanan kita,” ujarnya.

(BPMI Setpres)

Hangat hingga Perpisahan, Presiden Prabowo Antar Langsung Keberangkatan PM Lawrence Wong

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI—-Kehangatan hubungan Republik Indonesia dan Singapura tidak hanya tercermin dalam rangkaian pertemuan resmi di Istana Merdeka, tetapi juga pada momen perpisahan yang berlangsung penuh keakraban. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara langsung mengantar keberangkatan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menuju Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 6 Juli 2026.

Setibanya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Presiden Prabowo dan PM Wong tampak saling berbisik disertai senyum hangat. Sesaat kemudian, keduanya saling berjabat tangan dan berbincang sejenak yang mencerminkan hubungan baik antara kedua pemimpin.

Presiden Prabowo dan PM Wong kemudian berjalan beriringan menuju tangga pesawat, diiringi penghormatan dari pasukan jajar kehormatan yang berbaris di sisi kiri dan kanan. Presiden Prabowo kemudian mengantar langsung PM Wong hingga ke tangga pesawat. Momen tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus penegasan eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Singapura yang semakin berkembang.

Turut melepas keberangkatan PM Wong antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Dr. Hotmangaradja Pandjaitan, Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng, serta Atase Pertahanan Kedutaan Besar Republik Singapura di Republik Indonesia, ME7 Gan Chee Weng Melvin.

Prosesi pelepasan tersebut menjadi penutup rangkaian kunjungan kerja PM Lawrence Wong di Indonesia yang menghasilkan berbagai capaian strategis melalui Leaders’ Retreat Indonesia-Singapura. Lebih dari sekadar seremoni kenegaraan, momen perpisahan itu memperlihatkan eratnya hubungan kedua pemimpin yang diharapkan semakin memperkuat kemitraan Indonesia dan Singapura dalam menjaga stabilitas kawasan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperluas kerja sama di berbagai bidang strategis pada masa mendatang.

(BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Terima Tony Blair di Kertanegara, Pererat Silaturahmi dan Bahas Perkembangan Strategis Global

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI—Presiden Prabowo Subianto menerima mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, pada Senin malam, 6 Juli 2026. Pertemuan tersebut berlangsung usai Presiden Prabowo menerima kunjungan dari Perdana Menteri (PM) Singapura, Lawrence Wong dan menjemput PM India Narendra Modi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

“Pertemuan tersebut berlangsung hangat di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta. Pertemuan antara dua kawan lama ini menjadi momen penting untuk bernostalgia sekaligus bersilaturahmi,” tulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya.

Selain untuk mempererat silaturahmi, Seskab Teddy menyampaikan bahwa pertemuan tersebut juga dimanfaatkan kedua tokoh untuk saling bertukar pandangan. “Dalam kesempatan tersebut, keduanya juga saling berbagi pandangan mengenai berbagai perkembangan strategis global,” lanjutnya.

Tony Blair merupakan salah satu tokoh dunia yang memiliki pengalaman panjang dalam kepemimpinan global. Tony Blair pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris Raya selama tiga periode berturut-turut, mulai dari tahun 1997 hingga 2007.

Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Tony Blair mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus membangun komunikasi dengan para pemimpin dan tokoh internasional. Seskab Teddy turut menyampaikan bahwa melalui pertemuan ini, Indonesia dapat memperluas jejaring kerja sama serta meningkatkan posisi di kancah internasional.

“Melalui pertemuan strategis seperti ini, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan dengan berbagai pemimpin dan tokoh internasional guna meningkatkan posisi serta daya saing Indonesia di kancah global,” tulisnya.

(BPMI Setpres)

Pangdam III/Siliwangi Berikan Pengarahan kepada 2.211 Personel Satuan TP Tahap IV di Dodik Secata Rindam III/Siliwangi

0

Bandung ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI— Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., memberikan pengarahan kepada 2.211 personel Bintara dan Tamtama Satuan TP Tahap IV di Lapangan Sapta Marga Dodik Secata Rindam III/Siliwangi, Kampung Cikole, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.18 hingga 09.16 WIB tersebut bertujuan memberikan motivasi, arahan, serta penekanan kepada seluruh personel Satuan TP Tahap IV agar senantiasa menjaga disiplin, loyalitas, profesionalisme, dan semangat pengabdian dalam melaksanakan tugas sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam III/Siliwangi didampingi Danrindam III/Siliwangi Brigjen TNI Bagus Budi Adrianto, S.E., para Asisten Kasdam III/Siliwangi, Kabekangdam III/Siliwangi Kolonel Cba Putra Bungsu Usman, S.I.P., M.M., Dansecata Rindam III/Siliwangi Letkol Inf Jaya Sandana Sinulingga, S.Hub.Int., M.H.I., Dandeninteldam III/Siliwangi Letkol Inf Chandra Gantina, S.E., Danyonzipur 3/YW Letkol Czi Agusetiadi, S.Hub.Int., para Komandan Batalyon Satuan TP, serta anggota Dodik Secata Rindam III/Siliwangi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan Pangdam III/Siliwangi di Mako Dodik Secata Rindam III/Siliwangi dan melaksanakan breakfast di ruang transit. Selanjutnya Pangdam menuju Lapangan Sapta Marga untuk memberikan pengarahan kepada seluruh personel Satuan TP Tahap IV.

Usai memberikan pengarahan, Pangdam III/Siliwangi menyaksikan demonstrasi yel-yel yang ditampilkan oleh personel Satuan TP Tahap IV sebagai wujud semangat, kekompakan, dan jiwa korsa prajurit,Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Pangdam beserta rombongan meninggalkan Dodik Secata Rindam III/Siliwangi untuk kembali menuju Makodam III/Siliwangi di Bandung.

Kegiatan pengarahan ini diharapkan semakin memperkuat semangat juang, disiplin, dan kesiapan personel Satuan TP Tahap IV dalam mengemban setiap tugas serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
(Pendam III/Siliwangi).

DANDIM 0612/TASIKMALAYA HADIRI PEMBINAAN KESADARAN BELA NEGARA BAGI KELUARGA BESAR TNI TA 2026

0

Tasikmalaya ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI— Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara bagi Keluarga Besar TNI (KBT) Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan di Aula Makodim 0612/Tasikmalaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan teritorial TNI AD yang bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi serta meningkatkan pemahaman, semangat nasionalisme, patriotisme, dan kesadaran bela negara di kalangan Keluarga Besar TNI sebagai komponen bangsa yang memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., menyampaikan bahwa nilai-nilai bela negara harus terus ditanamkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, bela negara tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian sebagai prajurit, tetapi juga melalui sikap disiplin, cinta tanah air, menjaga persatuan, serta berperan aktif dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh Keluarga Besar TNI dapat terus menjadi mitra strategis TNI dalam memperkokoh persatuan bangsa, menangkal berbagai ancaman yang dapat memecah belah bangsa, serta menjadi teladan di tengah masyarakat dalam menumbuhkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air,” ujar Dandim.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti oleh perwakilan organisasi Keluarga Besar TNI serta tamu undangan lainnya. Selain penyampaian materi tentang wawasan kebangsaan dan bela negara, kegiatan juga menjadi sarana mempererat komunikasi, sinergi, dan kebersamaan antara Kodim 0612/Tasikmalaya dengan seluruh elemen Keluarga Besar TNI.

Melalui kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk terus menjaga keutuhan NKRI, memperkuat semangat persaudaraan, serta mendukung terciptanya kondisi wilayah yang aman, damai, dan kondusif demi terwujudnya Indonesia yang semakin maju.

DANDIM 0612/TASIKMALAYA HADIRI PEMBINAAN KESADARAN BELA NEGARA BAGI KELUARGA BESAR TNI TA 2026
Selasa 7 Juli 2026

Komisi Yudisial (KY) menerima laporan dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) terhadap 4 hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)

0

Jakarta, –INDOTIPIKOR.COM-MEDIA FORSIMEMA RI—Senin   06 Juli 2026

(Komisi Yudisial) – Komisi Yudisial (KY) menerima laporan dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) terhadap 4 hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat yang memeriksa dan memutus perkara mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) periode 2019-2024 NAM dalam perkara korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook. Laporan tersebut disampaikan oleh Tim Kuasa Hukum di Gedung KY, Jakarta, Senin (6/7/2026) kepada Pimpinan KY.

Anggota KY dan Juru Bicara KY Anita Kadir menjelaskan, KY membuka pintu kepada para pihak yang melaporkan dugaan pelanggaran KEPPH. KY siap untuk menindaklanjuti laporan yang diterima tersebut.

KY juga telah mengawal perkara ini sejak awal melalui tugas pemantauan persidangan sebagai pencegahan pelanggaran KEPPH karena perkara ini menarik perhatian publik.

“Sesuai tugas dan fungsinya, KY akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan memeriksa dan mempelajari laporannya terlebih dahulu secara profesional,” jelas Anita Kadir.

Lanjut Anita, karena kasus ini menarik perhatian publik, KY berkomitmen akan merespons cepat dan mengungkap perkembangan laporan secara terbuka. Selanjutnya, KY akan menganalisis laporan untuk menelusuri adanya dugaan pelanggaran kode etik hakim, tanpa masuk teknis yudisial.

“KY tidak berwenang untuk memeriksa substansi putusan. Terkait upaya banding yang dilakukan pelapor, KY juga akan terus mengawasi proses banding tersebut dalam upaya mewujudkan peradilan berintegritas,” pungkas Anita.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Pusat Analisis dan Layanan Informasi KY

Jl. Kramat Raya No.57, Jakarta Pusat,

(021) 3906189

www.komisiyudisial.go.id

email: humas@komisiyudisial.go.id

Perkokoh Karakter ASN, Kodim 0612/Tasikmalaya Gelar Penguatan Karakter Kebangsaan TA 2026

0

Tasikmalaya ––INDOTIPIKOR.COM—MEDIA LOYALIS TNI— Kodim 0612/Tasikmalaya menggelar kegiatan Penguatan Karakter Kebangsaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., bertempat di Aula Makodim 0612/Tasikmalaya, Jalan Otista No. 9, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Mengusung tema “Melalui Penguatan Karakter Kebangsaan, Kita Perkokoh Aparatur Sipil Negara yang Solid, Berkarakter, dan Berintegritas,” kegiatan ini bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan, semangat nasionalisme, serta membangun karakter ASN yang profesional, berintegritas, dan memiliki komitmen tinggi dalam mengemban tugas sebagai pelayan masyarakat.

Dalam arahannya, Dandim 0612/Tasikmalaya menegaskan bahwa penguatan karakter kebangsaan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan ASN yang mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“ASN memiliki peran strategis sebagai perekat persatuan bangsa sekaligus pelayan publik. Oleh karena itu, setiap ASN harus memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi integritas, disiplin, loyalitas, serta mampu menjadi teladan di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” tegas Dandim.

Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan, etika pengabdian, serta pentingnya menjaga soliditas dan sinergitas antarlembaga dalam mendukung pembangunan nasional. Diharapkan, seluruh ASN mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga tercipta tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, bersih, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kegiatan Penguatan Karakter Kebangsaan ini merupakan bagian dari komitmen Kodim 0612/Tasikmalaya dalam mendukung pembinaan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berintegritas, sekaligus mempererat sinergi antara TNI dengan Aparatur Sipil Negara dalam menjaga stabilitas nasional serta mewujudkan Indonesia yang semakin maju.

Pendim 0612/Tasikmalaya

Presiden Prabowo dan PM Wong Gelar Leaders’ Retreat di Istana Merdeka, Hasilkan 26 Kesepakatan Berbagai Sektor

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan tahunan Leaders’ Retreat dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong pada Senin, 6 Juli 2026, di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis serta membahas berbagai isu prioritas yang menjadi kepentingan bersama.

Kedatangan PM Wong di Istana Merdeka disambut dengan pasukan jajar kehormatan. Prosesi penyambutan kemudian dilanjutkan dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan Majulah Singapura, disusul dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sebagai simbol penghormatan dan persahabatan yang erat antara kedua negara.

Usai penyambutan, Presiden Prabowo dan PM Wong memperkenalkan masing-masing anggota delegasi yang turut mendampingi dalam pertemuan bilateral tersebut. Pengenalan delegasi menjadi bagian dari rangkaian awal Leaders’ Retreat yang mencerminkan komitmen kedua pemerintah dalam memperkuat kerja sama lintas sektor.

Sebelum memulai sesi Leaders’ Retreat, kedua pemimpin terlebih dahulu mengadakan pertemuan tête-à-tête. Dalam suasana yang hangat dan konstruktif, Presiden Prabowo dan PM Wong membahas sejumlah isu strategis serta berbagai agenda kerja sama yang menjadi perhatian bersama bagi Indonesia dan Singapura secara empat mata.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Leaders’ Retreat tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua sejak dirinya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Kepala Negara juga mengingat kembali bahwa PM Wong merupakan pemimpin negara sahabat pertama yang melakukan kunjungan ke Indonesia pada awal masa kepemimpinannya.

“Ini merupakan Leaders’ Retreat kedua bagi kita. Saya juga teringat bahwa Perdana Menteri Lawrence Wong adalah pemimpin negara atau pejabat tinggi asing pertama yang melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia setelah saya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Selain itu, pertemuan tahunan kedua pemimpin tersebut juga menghasilkan 26 kerja sama strategis berbagai sektor. Kesepakatan yang dihasilkan tersebut mencerminkan semakin eratnya kemitraan strategis Indonesia dan Singapura di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, investasi, pertahanan, energi, lingkungan hidup, transformasi digital, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Pertemuan bilateral tahunan Leaders’ Retreat diharapkan semakin memperkokoh hubungan kemitraan Indonesia dan Singapura, sekaligus menghasilkan langkah-langkah konkret untuk memperluas kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

(BPMI Setpres)

30 Tahun Kebersamaan, Reuni Akbar Adhyaksa 696 Satukan Ratusan Alumni dari Seluruh Indonesia

0

JAKARTA ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEJAGUNG RI— Puncak Reuni Akbar Adhyaksa 696 berlangsung meriah dan spektakuler pada Sabtu malam (4/7/2026) di Aula Sasana Adhi Karyya, Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Jakarta. Mengusung tema “Seduluran Sak Lawase”, back to basic 696, reuni 30 tahun pengabdian Angkatan CPNS Kejaksaan Tahun 1996 itu menjadi ajang mempererat persaudaraan sekaligus mengenang perjalanan panjang para alumni.
Acara dihadiri langsung oleh Ketua Angkatan Adhyaksa 696 Prof. Asep N. Mulyana, yang kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Wakil Jaksa Agung RI sekaligus Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum).
Turut hadir Jaksa Agung Muda Pembinaan Dr. Hendro Dewantoro, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Prof. Narendra Jatna, Kepala Badan Pemulihan Aset Dr. Kuntadi yang juga merupakan alumni Angkatan 696, Jaksa Agung Muda Pengawasan Prof. Rudi Margono, Jaksa Agung Muda Pidana Militer Mayjen TNI Dr. M. Ali Ridho, sejumlah Kepala Kejaksaan Tinggi, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, Kepala Kejaksaan Negeri, pejabat eselon II dan III Kejaksaan Agung, serta alumni Adhyaksa 696 yang kini mengabdi di berbagai bidang profesi.


Suasana pembukaan berlangsung semarak melalui penampilan tarian nusantara yang menampilkan budaya Papua, Kalimantan, Minangkabau, Sulawesi, Betawi, hingga Tari Onde-Onde. Penampilan tersebut dibawakan oleh Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa bersama Bens CBB 007.
Pada kesempatan itu, panitia juga memberikan penghargaan kepada para pelatih Pelatihan Baris Berbaris (PBB), Pengamat dan Penegak Kedisiplinan (Matgaklin) yang telah membentuk karakter para peserta saat menjalani pendidikan tiga dekade silam.
Dalam sambutannya, Ketua Angkatan Adhyaksa 696 Prof. Asep N. Mulyana mengenang proses panjang hingga reuni akbar tersebut akhirnya dapat terlaksana.
Ia mengungkapkan bahwa ide awal penyelenggaraan reuni muncul dari inisiatif Dr. Kuntadi saat mengundang rekan-rekannya berbuka puasa bersama. Dari pertemuan sederhana itu lahirlah komitmen untuk memperingati 30 tahun kebersamaan Angkatan 696.
Prof. Asep mengaku sempat menyimpan keraguan apakah reuni sebesar ini dapat diwujudkan. Namun berkat semangat kebersamaan seluruh alumni dan kerja keras panitia, kekhawatiran tersebut terjawab dengan suksesnya seluruh rangkaian acara.
“Semangat teman-teman luar biasa. Kita semua memiliki tujuan yang sama, menjaga persaudaraan. Tema ‘Seduluran Sak Lawase’ benar-benar hidup dalam setiap rangkaian kegiatan ini,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang berhasil menyelenggarakan reuni secara mandiri tanpa menggunakan dana kas angkatan.
“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana dengan sangat baik tanpa mengurangi kas Adhyaksa 696 sedikit pun. Ini bukti bahwa gotong royong dan kebersamaan masih menjadi kekuatan utama kita,” katanya yang disambut tepuk tangan para alumni.
Prof. Asep turut mengapresiasi rangkaian kegiatan sejak hari pertama, mulai dari malam keakraban di malam gala dinner, kegiatan napak tilas (Diklat TAK), berbagai kegiatan kebersamaan, hingga malam puncak yang dikemas secara profesional.
“Yang paling membanggakan, reuni tahun ini menjadi reuni dengan jumlah peserta terbanyak. Hampir seluruh teman-teman Angkatan 696 hadir. Ini menunjukkan bahwa ikatan persaudaraan kita tetap kuat meski telah 30 tahun berlalu,” ungkapnya.
Sebelumnya Ketua Panitia Reuni, Fredy Simanjuntak, dalam laporannya mengungkapkan bahwa gagasan reuni berawal dari obrolan sederhana saat buka puasa bersama pada 3 Maret 2026 di Gedung Badan Pemulihan Aset (BPA).
“Momentum 30 tahun pengabdian menjadi alasan utama kami untuk kembali berkumpul. Reuni ini lahir dari kerinduan akan kebersamaan sebagai keluarga besar Adhyaksa 696,” ujarnya.
Fredy mengatakan, meski sebagian alumni telah memasuki masa purnatugas, semangat korps Adhyaksa membuat mereka tetap hadir dan ikut menyukseskan reuni tersebut.
Ia juga mengulas perjalanan reuni Adhyaksa 696 yang dimulai di Ancol pada 2016, kemudian berlanjut di Yogyakarta, Anyer, Bandung, Denpasar, Batu Malang, hingga akhirnya memasuki reuni ketujuh yang digelar di Badiklat Kejaksaan RI pada 3–5 Juli 2026.
Menurutnya, reuni tahun ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan reuni Angkatan 696, dengan kehadiran peserta terbanyak dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, panitia telah merencanakan reuni berikutnya akan digelar di Sumatera Utara.
Kemeriahan malam puncak semakin terasa ketika Paduan Suara Adhyaksa 696 membawakan lagu mars Adhyaksa 696 “696 Tetap Jaya”, ciptaan Martha, salah seorang alumni Angkatan 696, dengan aransemen musik dangdut yang mengundang antusiasme seluruh peserta.
Puncak Reuni Akbar Adhyaksa 696 ditutup dengan suasana haru. Seluruh peserta saling bergandengan tangan membentuk formasi melingkar sambil bersalaman, diiringi lagu “Kemesraan” dan “Kapan-Kapan Kita Berjumpa Lagi”. Momen tersebut menjadi simbol bahwa persaudaraan Adhyaksa 696 akan terus terjalin erat, sejalan dengan tema reuni tahun ini, “Seduluran Sak Lawase”—bersaudara untuk selamanya. (**r)

Ketua Umum FORSIMEMA berpendapat bahwa keberadaan dissenting opinion sungguh diperlukan. Dalam sistem peradilan modern, dissenting opinion (pendapat berbeda) dipandang sangat penting dan memiliki peran strategis.

0

JAKARTA–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA FORSIMEMA RI—Ketua Umum FORSIMEMA berpendapat bahwa keberadaan dissenting opinion sungguh diperlukan. Dalam sistem peradilan modern, dissenting opinion (pendapat berbeda) dipandang sangat penting dan memiliki peran strategis.

Meskipun putusan hakim diambil berdasarkan suara terbanyak, pendapat berbeda dari hakim yang tidak sependapat dengan mayoritas tidak dihapus, melainkan tetap dicantumkan secara utuh dalam salinan putusan resmi.

Berikut beberapa alasan utama mengapa dissenting opinion sangat perlu dan krusial dalam memutus perkara.
1. Menjamin Transparansi dan Akuntabilitas Yudisial. Masyarakat dan para pencari keadilan dapat melihat secara transparan bagaimana proses pengambilan keputusan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa putusan tidak diambil secara asal atau sekadar formalitas, melainkan melalui perdebatan intelektual yang mendalam antar-hakim.
2. Bentuk Independensi Hakim. Setiap hakim memiliki kebebasan dan independensi untuk menafsirkan hukum berdasarkan keyakinan dan hati nuraninya. Dissenting opinion mengakomodasi hak tersebut, sehingga hakim tidak dipaksa menyetujui arus mayoritas apabila hal itu bertentangan dengan prinsip keadilan yang diyakininya.
3. Menjadi “Bibit” Perubahan Hukum di Masa Depan. Hukum bersifat dinamis dan terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. Apa yang hari ini dianggap sebagai pendapat minoritas bisa jadi kelak menjadi pandangan mayoritas. Banyak pemikiran hukum baru lahir dari analisis tajam seorang hakim dalam dissenting opinion-nya, yang kemudian menjadi rujukan bagi hakim-hakim berikutnya atau bahan evaluasi bagi pembentuk undang-undang.


4. Memperkaya Khazanah dan Konten Akademis. Bagi kalangan akademisi, praktisi hukum, dan jurnalis, dissenting opinion merupakan sumber ilmu yang sangat kaya. Ia menyajikan sudut pandang alternatif, pisau analisis yang berbeda, dan argumen hukum berlapis yang menjadikan suatu putusan sebagai objek kajian yang berbobot.
5. Kontrol Internal dan Keseimbangan (Checks and Balances). Kehadiran argumen penyeimbang dari hakim yang berbeda pendapat memaksa majelis hakim mayoritas menyusun argumen yang jauh lebih kuat, logis, dan solid dalam putusannya, agar tidak mudah dipatahkan oleh argumen dissenting tersebut.

Catatan Penting
Di Indonesia, dissenting opinion telah diadopsi secara resmi. Untuk lingkungan peradilan di bawah Mahkamah Agung, landasannya adalah Pasal 14 ayat (3) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, yang menegaskan bahwa apabila dalam permusyawaratan tidak dapat dicapai mufakat bulat, pendapat hakim yang berbeda wajib dimuat dalam putusan.

Adapun pada Mahkamah Konstitusi, dasar hukumnya diatur dalam Pasal 45 ayat (10) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. Praktik ini berlangsung aktif, baik di Mahkamah Konstitusi maupun Mahkamah Agung.

Kehadiran pendapat berbeda ini tidak melemahkan kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) dari putusan mayoritas, melainkan justru memperkuat legitimasi moral dan intelektual institusi peradilan itu sendiri.

Penulis:
Syamsul Bahri
Ketua Umum FORSIMEMA-RI

Dissenting Opinion Perlu Jelang Putusan Perkara di Persidangan
Ungkap Ketua Umum FORSIMEMA

M.U, 9–13,
Minggu,05 Juli 2026