Beranda blog Halaman 153

BP BUMN Dorong Penguatan Garuda di Tengah Tantangan Global

0

JAKARTA —INDOTIPIKOR.COM—- Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, melakukan pertemuan dengan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, guna membahas penguatan kinerja Garuda Indonesia di tengah dinamika industri penerbangan global.

Pertemuan tersebut menyoroti tekanan eksternal yang dihadapi industri penerbangan, khususnya dampak kondisi geopolitik dan konflik global terhadap kenaikan harga avtur yang secara langsung memengaruhi struktur biaya operasional maskapai. Dalam konteks tersebut, diperlukan langkah strategis yang terukur untuk menjaga keseimbangan antara keterjangkauan tarif bagi masyarakat dan keberlanjutan kinerja keuangan perusahaan.

Mengutip akun Intagram resmi BP BUMN, Dony menekankan pentingnya sinergi kebijakan antara pemerintah dan BUMN dalam merespons tantangan industri. “Di tengah tekanan biaya yang meningkat, sinergi kebijakan menjadi kunci untuk memastikan Garuda Indonesia tetap kompetitif sekaligus mampu menjaga keterjangkauan layanan bagi masyarakat,” ujar Dony.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang tetap kompetitif dan adaptif, sekaligus memastikan keberlanjutan layanan transportasi udara yang andal bagi masyarakat.

Selain itu, penguatan kinerja Garuda Indonesia juga dipandang strategis dalam mendukung konektivitas nasional, termasuk pemerataan akses transportasi udara ke berbagai wilayah di Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga peran vital sektor penerbangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar rapat bersama Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, untuk membahas tindak lanjut pengelolaan kawasan hutan pasca pencabutan izin PBPH di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah koordinasi Pemerintah dalam memastikan pengelolaan kawasan hutan yang dilakukan secara lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan. Penataan kembali kawasan hutan pasca pencabutan izin PBPH dinilai penting untuk memastikan pemanfaatan sumber daya alam dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Dalam rapat tersebut, berbagai langkah strategis turut dibahas, termasuk penguatan tata kelola, pengawasan pemanfaatan kawasan hutan, serta peluang kolaborasi lintas lembaga dalam mendukung pengelolaan hutan yang lebih bertanggung jawab. Pemerintah juga mendorong pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap tantangan pengelolaan sumber daya alam di masa depan.

Mengutip akun Intagram resmi BP BUMN, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan bahwa BUMN siap mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat tata kelola sektor kehutanan. “Pengelolaan kawasan hutan harus dilakukan secara lebih tertib, berkelanjutan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan,” ujar Dony.

Melalui sinergi antara Pemerintah dan BUMN, diharapkan pemanfaatan kawasan hutan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar, baik bagi perekonomian nasional maupun bagi kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah untuk memastikan bahwa pengelolaan sumber daya alam Indonesia dilakukan secara bertanggung jawab, berkelanjutan, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

RED

Menteri Transmigrasi Tekankan Kepemimpinan dan Kewaspadaan dalam Misi Perdamaian Dunia di Lebanon

0

Jakarta – –INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN—Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, yang juga merupakan veteran pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), menekankan pentingnya kepemimpinan yang tangguh serta kewaspadaan tinggi dalam menjalankan misi perdamaian dunia. Dalam perspektif kepemimpinan, tantangan utama di lapangan adalah ketidakpastian yang tinggi.

“Izinkan saya untuk menyampaikan duka cita yang mendalam serta bela sungkawa kepada tiga prajurit TNI yang gugur. Kalau saya sampaikan tadi ancamannya adalah ketidakpastian, maka tantangannya adalah bagaimana kita selalu waspada karena eskalasi konflik dapat meningkat sewaktu waktu, sehingga dibutuhkan kesiapsiagaan dan kemampuan pengambilan keputusan yang tepat oleh setiap prajurit di lapangan,” kata Menteri Iftitah dalam wawancaranya terkait dinamika konflik di Lebanon, termasuk gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian, Minggu (5/4).

Mentrans juga berbagi pengalaman saat beliau bertugas pada 2006 hingga 2007 silam, ketika situasi keamanan di Lebanon sangat dinamis pascaperang 34 hari. Ia menegaskan bahwa tugas pasukan perdamaian tidak sesederhana yang terlihat.

“Tugas dari pasukan perdamaian sebetulnya adalah menjaga perdamaian itu sendiri. Namun, di balik kesederhanaan tersebut, pelaksanaannya di lapangan tidak semudah itu,” jelasnya.

Menteri Iftitah juga menjelaskan bahwa mandat pasukan perdamaian mengacu pada Piagam PBB, khususnya Chapter VI dan Chapter VII. Dalam konteks UNIFIL, terdapat kompleksitas mandat yang lebih luas. Ia juga menyoroti berbagai ancaman nyata yang dihadapi pasukan perdamaian, mulai dari ranjau hingga tekanan psikologis.

“Kita sebagai veteran perdamaian sering mengutip Resolusi 1701 sebagai Chapter 6,5. Hal ini memberikan sinyal bahwa situasi UNIFIL sangat rentan dan laten terhadap potensi konflik besar. Situasinya sangat fluktuatif. Di permukaan tampak biasa saja, tetapi setiap saat eskalasi dapat meningkat,” ujarnya.

Selain itu, Mentrans menekankan bahwa dalam operasi perdamaian, pendekatan yang digunakan berbeda dengan operasi tempur. Sebagai penutup, Menteri Iftitah berpesan agar seluruh prajurit TNI yang bertugas di Lebanon terus meningkatkan kewaspadaan dan disiplin terhadap prosedur.

“Di sana kita pergi bukan untuk berperang, tetapi untuk menjaga perdamaian. Senjata yang kita miliki bukan untuk menembak musuh, melainkan untuk membela diri. Kami berpesan agar betul betul menjaga kewaspadaan, jangan sampai lengah, dan ikuti aturan protokol yang telah ditetapkan oleh PBB,” ujarnya.

Dirinya juga menegaskan pentingnya pemahaman terhadap aturan pelibatan atau rule of engagement yang terus berkembang di lapangan.

Kementerian Transmigrasi menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada seluruh prajurit perdamaian Indonesia yang terus mengemban amanat konstitusi dalam menjaga ketertiban dunia, serta mendoakan keselamatan mereka dalam menjalankan tugas. (Rdp)

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia
📍 Jl. TMP Kalibata No.17, Jakarta Selatan 12750
📞 (021) 7994372
📧 humas@transmigrasi.go.id
🌐 www.transmigrasi.go.id

Wamendagri Wiyagus Tekankan Komitmen Pemda Percepat Penuntasan TBC

0

Jakarta —–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN– Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah (Pemda) dalam mempercepat penuntasan tuberkulosis (TBC) sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan nasional. Penegasan tersebut disampaikannya saat konferensi pers Hari Tuberkulosis Sedunia 2026 di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Senin (6/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi TBC sangat bergantung pada kepemimpinan daerah, terutama dalam mengintegrasikan kebijakan penanggulangan TBC ke dalam perencanaan dan penganggaran di daerah.

“Tuberkulosis ini bukan semata-mata masalah kesehatan, tetapi juga akan berdampak pada produktivitas masyarakat, masalah kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ini harus ditangani serius karena bisa menghambat agenda pembangunan nasional,” kata Wiyagus.

Ia menjelaskan, komitmen pemerintah dalam penanggulangan TBC telah ditegaskan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 67 Tahun 2021. Regulasi tersebut menjadi landasan bagi Pemda untuk mengambil langkah konkret dalam melindungi masyarakat dari ancaman TBC.

Lebih lanjut, Wiyagus meminta agar percepatan penanggulangan TBC di daerah diwujudkan melalui kebijakan yang terukur dan berkelanjutan. Upaya tersebut mencakup penguatan perencanaan, peningkatan alokasi anggaran, hingga pemberdayaan perangkat daerah sampai ke tingkat desa dan kelurahan.

Dengan pendekatan tersebut, penanganan TBC diharapkan dapat berjalan lebih efektif, mulai dari penemuan kasus, pengobatan, hingga pencegahan secara terintegrasi.

Wiyagus kembali mengingatkan bahwa Indonesia masih berada pada peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa percepatan yang lebih masif dan terkoordinasi, termasuk melalui kolaborasi lintas sektor, menjadi sangat mendesak.

“Harus solid dengan stakeholder lainnya, sehingga eliminasi TBC ini benar-benar bisa diwujudkan oleh kita bersama,” tutupnya.

Sebagai informasi, konferensi pers ini turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus serta perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Indonesia.

Puspen Kemendagri

Klarifikasi Resmi Kepala Sekolah: Isu Dana BOS dan Proyek Pembangunan SMPN 2 Parigi Kab. Pangandaran Diluruskan!

0

Pangandaran –-MEDIA -INDOTIPIKOR.COM— Polemik yang sempat mencuat ke publik terkait dugaan minimnya transparansi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta proyek pembangunan bernilai miliaran rupiah di SMP Negeri 2 Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, akhirnya mendapat penjelasan resmi. Kepala SMPN 2 Parigi, Jumid, angkat bicara untuk meluruskan berbagai informasi yang berkembang.

Sebelumnya, isu tersebut menjadi sorotan tajam masyarakat dan memicu pertanyaan publik mengenai keterbukaan pengelolaan anggaran sekolah. Namun, dalam pernyataannya kepada awak media, Jumid menegaskan bahwa tidak ada unsur penutupan informasi sebagaimana yang dituduhkan.

Ia menjelaskan bahwa keterlambatan penyampaian klarifikasi lebih disebabkan oleh keterbatasan waktu pada saat isu mulai beredar. Saat itu, dirinya tengah mengikuti agenda resmi bersama pihak dinas pendidikan.

“Bukan berarti kami diam atau menutup-nutupi. Saat pemberitaan muncul, kami sedang mengikuti rapat hingga malam hari terkait pembahasan regulasi pendidikan, kemudian melanjutkan urusan administrasi ke bank. Jadi belum sempat memberikan klarifikasi,” ujar Jumid, Minggu (5/4/2026).

Lebih lanjut, Jumid menegaskan bahwa seluruh pengelolaan Dana BOS di SMPN 2 Parigi telah berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Penggunaan anggaran, kata dia, mengacu pada Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang disusun secara kolektif bersama dewan guru dan komite sekolah.

“Semua pengeluaran sudah diatur dalam RKAS, termasuk alokasi untuk pembelajaran, sarana prasarana, hingga honorarium guru. Setiap penggunaan dana mengikuti petunjuk teknis yang berlaku,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa setiap transaksi keuangan dilengkapi bukti fisik dan administrasi yang lengkap, serta terdokumentasi secara sistematis. Bahkan, pelaporan dilakukan secara digital melalui sistem yang dapat dipantau oleh instansi terkait.

“Seluruh proses tercatat dan dilaporkan secara real time. Ini memungkinkan pengawasan dari dinas pendidikan hingga pemerintah pusat,” katanya.

Dari sisi pengawasan, Jumid menegaskan bahwa pengelolaan anggaran di sekolahnya rutin diperiksa oleh berbagai pihak, baik internal maupun eksternal, termasuk dinas pendidikan, inspektorat, hingga lembaga pengawasan pemerintah.

“Setiap tahun kami menjalani pemeriksaan, dan sejauh ini tidak pernah ada temuan dalam laporan hasil audit,” tegasnya.

Terkait isu proyek pembangunan yang disebut sebagai revitalisasi, Jumid meluruskan bahwa program tersebut bukan berasal dari kementerian, melainkan merupakan bantuan langsung dari Presiden melalui skema bantuan kemasyarakatan.

“Ini bukan program revitalisasi dari kementerian. Bantuan ini diajukan melalui proposal berdasarkan kebutuhan sekolah, mencakup 26 item rehabilitasi serta penambahan tiga ruang kelas baru,” paparnya.

Ia menjelaskan bahwa total anggaran yang diterima mencapai sekitar Rp2,1 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk perbaikan dan pengembangan fasilitas belajar dengan sistem swakelola oleh pihak sekolah, di bawah pengawasan ketat pemerintah.

Menurutnya, dana bantuan telah diterima pada 17 Maret 2026 dan pelaksanaan pembangunan dijadwalkan mulai awal April dengan durasi pengerjaan sekitar 120 hari kerja. Seluruh proses transaksi dilakukan secara non-tunai guna menjaga akuntabilitas.

“Pengawasan dilakukan secara ketat karena ini merupakan bantuan langsung dari Presiden. Kami berkomitmen menjalankannya sesuai aturan,” ujarnya.

Menutup klarifikasinya, Jumid juga menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan pihak legislatif dalam program pembangunan tersebut.

Dengan adanya penjelasan ini, pihak sekolah berharap masyarakat memperoleh gambaran yang lebih utuh dan objektif, serta tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi secara menyeluruh. (Red)

Langkah Strategis Penguatan SDM Aparatur, Ciamis Resmi Gelar PKA Mandiri Tahun 2026, Sekda : “Di Tengah Perubahan Cepat, ASN Harus Hadir dengan Inovasi ditengah ketidak pastian”

0

Ciamis, —–INDOTIPIKOR.COM–MEDIA AWDI JABAR—- Pemerintah Kabupaten Ciamis resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 yang diselenggarakan di lingkungan BKPSDM Kabupaten Ciamis, Senin (6/4/2026). Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan BPSDM Provinsi Jawa Barat Budi Hermawan, para kepala perangkat daerah, serta peserta pelatihan dari berbagai OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Dalam laporanya Kepala BKPSDM Ciamis Ai Rusli Suargi, S.STP., M.Si. menyampaikan bahwa pelaksanaan pelatihan ini mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta bertujuan untuk mengembangkan potensi dan memenuhi standar kompetensi jabatan administrator.

Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini yang berasal dari berbagai perangkat daerah. Pelatihan dilaksanakan sejak 25 Maret hingga 6 Agustus 2026 dengan metode pembelajaran klasikal, mandiri, serta aktualisasi di tempat kerja.

Menariknya, pelaksanaan PKA kali ini menjadi yang pertama dilaksanakan secara mandiri oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis dengan penjaminan mutu dari BPSDM Provinsi Jawa Barat.

Sambutan Bupati Ciamis yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah mengawali dengan permohonan maaf karena Bupati tidak dapat hadir secara langsung akibat agenda kedinasan di Jakarta.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan pentingnya peran ASN dalam tata kelola pemerintahan. “ASN memiliki fungsi strategis sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, sekaligus perekat dan pemersatu bangsa. Untuk itu, kompetensi manajerial, teknis, dan sosial kultural harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti posisi penting pejabat administrator sebagai penghubung antara kebijakan dan implementasi di lapangan. “Jabatan administrator adalah jembatan antara kebijakan strategis pimpinan dengan pelaksanaan di tingkat operasional. Jika jembatan ini kuat, maka kebijakan akan berjalan efektif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekda mengingatkan bahwa kondisi saat ini menuntut ASN untuk adaptif terhadap perubahan.

“Kita berada pada situasi yang berubah cepat, kompleks, dan penuh ketidakpastian. ASN dituntut hadir dengan inovasi untuk menjawab tantangan tersebut,” ungkapnya.

Meski di tengah anggaran yang minimalis, Pemerintah Kabupaten Ciamis tetap berkomitmen menyelenggarakan pelatihan ini.

“Walaupun dengan APBD yang minimalis, pelatihan ini tetap dilaksanakan karena saudara-saudara adalah ASN terpilih yang memiliki peran penting dalam organisasi,” tambahnya.

Ia pun menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis dalam peningkatan kapasitas kepemimpinan. “Inti kepemimpinan adalah kemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan memanfaatkan sumber daya manusia secara optimal,” pungkasnya.

Sementara itu, sambutan Kepala BPSDM Provinsi Jawa Barat yang disampaikan oleh Budi Hermawan menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin.

“Pelatihan kepemimpinan ini menjadi bagian penting dalam membentuk pemimpin yang adaptif, akuntabel, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan adanya tantangan besar yang dihadapi ASN ke depan.
“Tantangan utama ke depan meliputi integritas, transformasi digital, dan dinamika ekonomi. ASN harus mampu menjadi motor penggerak perubahan,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengaktualisasikan kepemimpinan yang efektif serta memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Ciamis.

PROKOPIM CIAMIS

MAT ROBI SENTER AWDI CIAMIS JABAR

Diduga Program Pekerjaan Bronjong Jatiwaras Perihal Material Keluar Dari Spek,

0

TASIKMALAYA–MEDIA INDOTIPIKOR.COM—sudah Menjadi RahaiaUmum Tentunya, Suatu peran fungsi pekerjaan Bronjong yang di dipasang ya itu untuk menahan terjadinya dari bencana tanah atau longsor serta mencegah erosi di tebing atau sungai dan juga memperkuat dinding penahan dengan anyaman kawat berisi batu,

Saat ini, Di salah satunya pemasangan bronjong di Wilayah Desa Papayan Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya diduga material yang sudah terpasang tidak memenuhi kualitas yang sebenarnya.

Mengenai Pekerjaan Penanganan Darurat Tanah Longsor Pada Ruas Jalan Desa Jatiwaras tersebut di kerjakan oleh CV. Amar Mitra Inti dengan Anggaran Senilai  Rp;1.811.827.800.00. APBD Kabupaten Tasikmalaya 2026, yang mana pekerjaan tersebut sangat di khawatirkan dengan cepat waktu mengalami kerusakan yang akan mengakibatkan ambrol.

Dengan hal ini yang sangat disayangkan mengenai material kawat bronjong itu diduga bukanlah memakai kawat spesifikasi yang sebenarnya alias KW 2, yang mana kawat kawat tersebut ada beberapa bronjong yang pada putus putus dan juga untuk material khususnya batu harus batu keras yang tahan cuaca seperti batu andesit, basalt, atau granit yang penting padat tidak mudah hancur, dan bersih dari tanah liat, bukanlah material batu batu yang sebagian kropos dan kecil.

Maka dengan hal ini untuk peringatan keras BPBD serta Inspektorat agar Audit dan cros cek lapangan dengan hasil pekerjaan yang di anggap selesai, dan bila mana di biarkan dengan begitu saja jelas pemerintah terbohongi oleh pemenang thunder.

Bila terjadi kecurangan atau Pelanggaran tentunya dikenakan sanksi yang jelas agar preseden buruk tidak terulang kembali kata warga

Tim Investigasi.

Baraya Maung Parahyangan (BMP) Gelar Silaturahmi dan Halal Bihalal di Kodam III Siliwangi

0

Bandung ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI— Paguyuban Akmil Jawa Barat atau Baraya Maung Parahyangan (BMP) menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dan halal bihalal yang bertempat di Taman Merdeka Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung, pada Minggu (05/04/2026).

Acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri oleh sekitar 300 peserta, termasuk Danpussenif, Pangdam III/Siliwangi, Kasdam III/Siliwangi, serta para pejabat utama Kodam III/Siliwangi. Turut hadir Kesbangpol Provinsi Jawa Barat, sesepuh Siliwangi, Ketua Paguyuban Pasundan, serta para tokoh masyarakat dan agama setempat.

Dalam amanatnya, Ketua BMP Brigjen TNI (Pur) Asep Syaripudin, S.Hub.Int., menekankan pentingnya sisi spiritual dan sosial bagi seluruh anggota. Beliau mengajak keluarga besar BMP untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang ada dengan cara membesarkan paguyuban melalui kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Semangat Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, dan Silih Wawangi diharapkan menjadi pondasi utama dalam menjalankan organisasi.

Selain itu, beliau secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pangdam III/Siliwangi serta Danpussenif atas segala perhatian dan dukungan yang diberikan sehingga rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Sejalan dengan hal tersebut, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., menilai bahwa pertemuan ini memiliki nilai strategis yang lebih dari sekadar tradisi tahunan. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan teritorial yang bertujuan untuk menjaga kohesi sosial serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat demi membangun ketahanan wilayah yang tangguh.

Pangdam juga mengingatkan pentingnya peran BMP dalam melestarikan budaya lokal dan nilai-nilai kebangsaan melalui filosofi Sabilulungan sebagai landasan gotong royong lintas elemen.

Kekhidmatan acara semakin terasa dengan adanya aksi sosial berupa pemberian santunan kepada 40 anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sesama.

Sinergitas ini juga mendapat apresiasi dari Kakesbangpol Provinsi Jawa Barat yang menganggap kolaborasi antara TNI dan masyarakat sebagai kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Kedepannya, Baraya Maung Parahyangan berkomitmen untuk terus menjalankan program-program sosial dan kebangsaan secara berkelanjutan, termasuk dalam membina generasi muda dan memperkuat jejaring komunikasi antara TNI dan masyarakat luas.(Pendam III/Siliwangi)

Mendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman dan Nyaman yang Memuliakan Guru dan Siswa

0

INDOTIPIKOR.COM–MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN—JATENG—Pendidikan harus dimaknai sebagai proses membangun karakter dan peradaban, bukan sekadar penyampaian materi pelajaran. Hidden curriculum melalui pembiasaan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari di sekolah adalah kunci dalam membangun sekolah yang aman dan nyaman. Adapun pendekatan yang digunakan harus bersifat mendidik dan bebas dari kekerasan. Sebagaimana tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 Tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Budaya sekolah aman dan nyaman adalah keseluruhan tata nilai, sikap, kebiasaan, dan perilaku yang dibangun di lingkungan sekolah untuk menjamin pemenuhan kebutuhan spiritual, pelindungan fisik, kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital demi menciptakan dan menjaga lingkungan belajar yang kondusif bagi warga sekolah.

Dalam membangun karakter, satuan pendidikan dituntut untuk menghadirkan pembelajaran yang memuliakan manusia sebagai inti dari penataan fondasi belajar. “Kata kunci dalam pembelajaran di sekolah adalah memuliakan. Guru harus memuliakan murid, murid menghormati guru, dan keduanya memuliakan ilmu,” tegas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Pekalongan, Jawa Tengah pada Jumat (3/4).

“Pendidikan itu adalah proses membangun karakter dan peradaban bangsa. Karena itu, guru tidak hanya menjadi agent of learning, tetapi harus menjadi agent of civilization,” imbuhnya di hadapan forum yang dihadiri sekitar 200 kepala sekolah serta guru di wilayah Pekalongan.

Saat menjadi pembicara kunci dalam dialog pendidikan yang bertemakan “Menata Fondasi Belajar: Menciptakan Sekolah Aman, Nyaman, dan Bermartabat bagi Guru dan Siswa”, ia menyampaikan bahwa upaya menciptakan sekolah yang aman dan nyaman dilakukan melalui pendekatan deep learning yang mendorong pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful.

“Kita ingin pembelajaran itu tidak sekadar banyak materi, tetapi dipahami secara mendalam, sehingga siswa terlibat aktif dan belajar dengan bermakna,” jelasnya dalam acara yang didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman dan Rektor Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Nur Izzah.

Dialog pendidikan tersebut menjadi ruang refleksi bersama dalam menata ulang praktik pembelajaran dan budaya sekolah. Harapannya, dengan pemahaman yang komprehensif dan kolaborasi semua pihak, sekolah dapat menjadi ruang belajar yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memuliakan dan memanusiakan setiap individu di dalamnya secara praktis dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa peran guru tidak berhenti pada kegiatan mengajar di kelas, tetapi juga mencakup pembimbingan secara menyeluruh. “Tugas guru itu tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing. Karena itu semua guru harus menjadi guru wali yang mendampingi siswa, tidak hanya secara akademik, tetapi juga sosial dan emosional,” ucap Menteri Mu’ti dalam motivasinya.

Menteri Mu’ti juga menyoroti pentingnya penguatan hidden curriculum melalui pembiasaan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dalam membangun sekolah yang aman dan nyaman. “Banyak hal penting dalam pendidikan yang tidak diajarkan sebagai mata pelajaran, tetapi dibiasakan seperti disiplin, sopan santun, saling menghargai, yang dibangun melalui keteladanan,” tuturnya.

Terkait disiplin di sekolah, Menteri Mu’ti juga mengingatkan bahwa pendekatan yang digunakan harus bersifat mendidik dan bebas dari kekerasan. “Disiplin harus dibangun tanpa kekerasan. Bukan dengan hukuman fisik, tetapi dengan pendekatan yang membuat siswa sadar dan berubah,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa penyelesaian persoalan di sekolah perlu mengedepankan dialog dan pembinaan. “Kalau ada permasalahan di sekolah dapat diselesaikan dengan diskusi lebih dulu, agar hubungan tetap terjaga antara sekolah dan orang tua,” tutup Mu`ti.

(Penulis: Ririn/Editor: Denty A., Seno H./Fotografer: Ikram)

REDAKSI–Minggu,5 April 2026.

Wamen Ekraf Apresiasi Perayaan Paskah Berbasis Edukasi Warisan Budaya di Easter Fair

0

Jakarta,–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN— 5 April 2026– Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan The Dharmawangsa Jakarta menghadirkan Easter Fair sebagai perayaan Paskah keluarga dengan sentuhan inovatif melalui pendekatan edukatif serta kreativitas berbasis kearifan lokal. Wamen Ekraf, Irene Umar, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi yang menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

“Di Easter Fair ini, peran kami bukan sebagai sutradara, melainkan enabler dan biro jodoh strategis. Kami mempertemukan panggung terbaik seperti The Dharmawangsa dengan para kreator bangsa. Kolaborasi ini membuktikan bahwa saat hospitalitas bertemu kreativitas, lahirlah sebuah ekosistem pengalaman yang tak terlupakan.” ujar Wamen Ekraf dalam sambutannya pada Minggu, 5 April 2026.

Easter Fair tidak hanya menciptakan ruang kebersamaan bagi keluarga, tetapi juga efektif dalam melestarikan identitas bangsa serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi para pelaku kreatif Tanah Air. Kementerian Ekraf terus menegaskan komitmennya dalam membangun kolaborasi lintas sektor yang inklusif, di mana Wamen Ekraf menekankan bahwa sinergi tersebut merupakan langkah strategis yang sangat krusial untuk memperkokoh identitas bangsa di tengah pesatnya dinamika era modern saat ini.

​”Inilah kekuatan ekonomi kreatif kita yang mampu mengolah warisan budaya menjadi pengalaman yang menarik, edukatif, dan memiliki nilai tambah,” jelasnya.

Berbagai kegiatan menarik dihadirkan untuk memeriahkan acara ini, mulai dari kelas memasak dan menghias telur bagi anak-anak, hingga deretan stan kuliner Nusantara bagi seluruh pengunjung. Daya tarik acara semakin lengkap dengan hadirnya Board Games Corner bertema permainan tradisional serta berbagai lokakarya budaya, seperti membatik, shading, dan kaligrafi aksara. Pengunjung juga dapat mengikuti demonstrasi meracik jamu bersama Acaraki, sebuah inisiatif untuk melestarikan warisan leluhur kepada generasi masa kini.

The Dharmawangsa Jakarta menyelenggarakan acara ini sebagai wujud komitmen nyata dalam mendukung perkembangan industri kreatif sekaligus melestarikan kekayaan tradisi Nusantara bagi masyarakat luas.

“Kami berupaya menyajikan perayaan yang tidak hanya menghibur secara visual, namun juga memberikan edukasi bermakna bagi setiap keluarga yang hadir, sekaligus memperkuat ikatan emosional masyarakat dengan warisan budaya nusantara,” ungkap Siti Nuraisyah selaku Director of Sales and Marketing The Dharmawangsa.

Melalui semangat kebersamaan Paskah, Kementerian Ekraf memandang kegiatan ini sukses menjadi wadah inovasi kreatif yang tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur, sekaligus menjadi kunci utama dalam memperkuat daya saing bangsa di masa depan.

Turut hadir dalam acara Easter Fair yaitu SKP Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Tiar Nabila Karbala, Tim SKP Bidang UMKM Yopy Prabowo, Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Hebert Siagian, perwakilan Ketenagakerjaan Subhan, perwakilan Kemendikdasmen Supriono, serta tim Sinema Kapsul.

Turut mendampingi Wamen Ekraf yaitu Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif Jago Anggara, Direktur Arsitektur dan Desain Sabar Norma Megawati Panjaitan, serta Tenaga Ahli Menteri Ekonomi Kreatif Dahan Esha Putera.

Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala

0

ACEH–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN–Suasana pertemuan di lokasi bencana Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, itu menjelma menjadi sambung rasa para penyintas bencana banjir dan longsor dengan Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian.

Sabtu (4/4/2026) sore itu, pertemuan yang dihadiri sekitar 200 penyintas bencana, meriung dengan beralas tikar mendengarkan keterangan Tito dan rombongan yang baru tiba di lokasi. Sembari menyimak pemaparan transisi pascabencana, sesekali beberapa penyintas bencana beradu cepat menyampaikan keluh kesah menjalani hidup getir pascabencana tanpa air bersih dan tempat tinggal layak, karena diterjang bencana banjir pada akhir November tahun lalu.

“Pak ini pak.. tolong kalau bisa secepatnya dibuatkan sumur bor. Air bersih sudah sulit sekali di sini. Rumah kami juga semua sudah banyak yang hilang,” tanya Mijah, salah seorang penyintas kepada Tito.

Dengan suara bergetar, salah satu penyintas bencana lainnya Deri, mengungkapkan harapan kepada Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, agar penyintas bencana diberi fasilitas sanitasi di Desa Sekumur. Selain itu, ibu dua anak itu juga menghendaki agar pemerintah segera memulihkan ekonomi warga yang lumpuh.

“Harapan kami agar akses jalan kami yang sulit juga diperbaiki. Segala program pemulihan kampung kami mohon segera dipercepat. Itu harapan kami,” kata Deri.

Semula, Deri dan Mijah sejujurnya tidak terlalu berharap taraf kehidupannya bakal dipulihkan pemerintah. Alasannya, lokasi Desa Sekumur yang jauh dan sulit dijangkau, muskil rasanya perwakilan pemerintah bersedia datang melihat langsung kondisi yang dialami penyintas bencana di Desa Sekumur.

Namun, keraguan itu berubah menjadi asa begitu ia mengetahui rombongan Satuan Tugas PRR Pascabencana Sumatera yang dipimpin Tito Karnavian tiba di lokasi menemui para penyintas bencana yang tinggal berdampingan dengan sisa bangunan yang hancur dan porak poranda di sebagian sisi.

“Kami- kami orang enggak nyangka bakal datang, karena untuk sampai ke sini pertama aksesnya sulit dan jauh. Tapi ternyata Bapak Mendagri benaran sampai ke sini (Desa Sekumur). Ya alhamdulilah kondisi kami bisa dilihat dari dekat,” kata Mijah.

Deri dan Mijah pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan langsung segala unek-unek persoalan yang selama ini dirasakan penyintas bencana. Hal paling berkesan bagi Deri dan Mijah, ialah aspirasi mereka yang minta segera dibangunkan huntap komunal, langsung direspon positif oleh Tito Karnavian.

“Saya langsung sampaikan saja ke Bapak Mendagri (Menteri Dalam Negeri) apa yang kami rasakan dan butuhkan soal air bersih dan huntap. Saya merasa plong, sudah menyampaikannya, biarpun belum tahu kapan (dieksekusi) , tapi paling enggak sudah menyampaikan,” kata Mijah.

Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, mengatakan pihaknya datang langsung ke Desa Sekumur, karena ingin memastikan penyintas bencana di lokasi yang berjarak puluhan kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang itu tidak terlampau lama menjalani hidup getir pascabencana.

Dalam kesempatan tersebut, Tito menyerap langsung aspirasi penyintas bencana yang meminta segera dibuatkan fasilitas air bersih berupa sumur bor dan ingin segera dibuatkan huntap. Ia mengatakan sebagian besar masyarakat ingin dibuatkan huntap komunal, lantaran mayoritas penyintas tinggal di daerah rawan banjir dari luapan sungai.

HUMAS