Kamis, April 9, 2026
Beranda blog Halaman 14

Hari Pertama Kerja Usai Idul Fitri, Bupati Herdiat Ajak ASN Ciamis Tetap Solid di Tengah Defisit Anggaran

0

Ciamis —–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA AWDI JABAR— Mengawali hari pertama masuk kerja pasca libur Idul Fitri 1447 Hijriah, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memimpin apel pagi yang digelar di halaman Pendopo Bupati, Rabu (25/03/2026).

Dalam amanatnya, Herdiat menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Ia berharap seluruh ibadah yang telah dilaksanakan selama bulan Ramadan dapat diterima oleh Allah SWT, serta semua pihak diberikan kesempatan untuk kembali bertemu dengan Ramadan di tahun mendatang.

Namun demikian, Bupati juga menyoroti kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ciamis yang saat ini tengah mengalami defisit cukup besar, yakni mencapai Rp150 miliar. Menurutnya, angka tersebut tergolong tinggi untuk ukuran daerah seperti Ciamis, terlebih dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih terbatas.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Herdiat menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi seluruh pegawai untuk menurunkan kinerja. Ia justru mengajak seluruh ASN untuk tetap solid, kompak, dan semakin bersemangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita harus tunjukkan bahwa meski dengan segala keterbatasan, kita memiliki semangat kebersamaan yang luar biasa. Kita harus bekerja keras dan berupaya lebih mandiri, tanpa membebani masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Herdiat juga mendorong seluruh jajaran untuk menggali dan mengoptimalkan potensi daerah guna meningkatkan pendapatan. Ia memastikan bahwa selama masa kepemimpinannya, tidak akan ada kebijakan menaikkan pajak yang memberatkan masyarakat, terutama mengingat dampak pandemi COVID-19 yang masih dirasakan hingga beberapa tahun terakhir.

Ia menjelaskan bahwa periode 2019 hingga 2024 merupakan masa pemulihan pasca pandemi, di mana banyak masyarakat, khususnya pelaku usaha, mengalami kesulitan ekonomi. Sementara periode 2025 hingga 2030 dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran.

“Jangan sampai kita menyerah atau melempem karena APBD kecil. Ini bukan hanya terjadi di Ciamis, tetapi hampir di seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Herdiat juga menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai ASN, termasuk dalam menjaga rahasia jabatan dan negara. Ia mengingatkan agar para pegawai tidak sembarangan berbicara di ruang publik.

Selain itu, disiplin kerja dan orientasi pelayanan kepada masyarakat menjadi hal utama yang harus terus ditingkatkan. Ia menegaskan bahwa tujuan utama ASN adalah melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Menutup kegiatan apel pagi, Bupati Ciamis bersama seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah melaksanakan halal bihalal atau musofahah sebagai bentuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan pasca Hari Raya Idul Fitri.

PROKOPIM CIAMIS

MAT ROBI SENTER AWDI CIAMIS JABAR

Silaturahmi Idulfitri, Bupati Ciamis Tekankan Peran Camat sebagai Ujung Tombak Pelayanan Masyarakat

0

Ciamis —–INDOTIPIKOR.COM–MEDIA AWDI JABAR— Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menerima kunjungan silaturahmi para camat se-Kabupaten Ciamis, Rabu (25/03/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam nuansa Idulfitri ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan sekaligus memperkuat sinergi pemerintahan di tingkat daerah.

Rombongan camat disambut langsung oleh Bupati Herdiat Sunarya beserta Ketua TP PKK Ciamis Hj. Kania Ernawati Herdiat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis. Pertemuan tersebut dikemas dalam suasana halal bihalal yang sarat makna kebersamaan, saling memaafkan, dan memperkuat komitmen pelayanan publik.

Mewakili para camat, Camat Ciamis, Iyus Sunardi, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus penghormatan kepada pimpinan daerah. Ia menegaskan bahwa momen Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan kerja serta memperkuat koordinasi.

“Kami berharap pertemuan ini semakin meningkatkan sinergitas dalam mengemban dan menjalankan amanah dari Bupati, demi mewujudkan Ciamis yang lebih baik ke depan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menekankan pentingnya peran camat sebagai ujung tombak pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Ia mengingatkan agar para camat tidak melupakan tugas utama sebagai pelayan masyarakat.

“Jangan sampai kita lupa bahwa tugas kita adalah melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Bupati juga mendorong para camat untuk terus menjaga motivasi dan semangat dalam menjalankan tugas. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kinerja aparatur di tingkat kecamatan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya meningkatkan partisipasi masyarakat melalui semangat gotong royong. Camat, sebagai perpanjangan tangan bupati, diharapkan mampu menjadi motor penggerak di tengah masyarakat.

“Bapak dan ibu camat harus mampu memotivasi masyarakat untuk meningkatkan peran serta dan gotong royong. Terutama dalam menggerakkan para tokoh dan pemangku kepentingan di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Bupati Herdiat menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh camat dan masyarakat Kabupaten Ciamis. Ia juga memohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan.

“Semoga para camat senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta umur yang panjang dan penuh berkah dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun Kabupaten Ciamis yang lebih maju dan sejahtera.

PROKOPIM CIAMIS

MAT ROBI SENTER AWDI CIAMIS JABAR

JEMBATAN SODONGKOPO KEBANGGAAN WARGA CIJULANG PANGANDARAN

0

PANGANDARAN–INDOTIPIKOR.COM—KILAS INFO JABAR—Setiap lebaran banyak warga yang mengisi libur idul fitri dengan berwisata ke Pantai Pangandaran dan sekitarnya seperti Batuhiu, Green Canyon, Batukaras dan Madasari. Mulai lebaran tahun ini, 2026, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Batukaras dan Pantai Madasari akan menemukan hal yang baru, yakni melewati Jembatan Sodongkopo. Sebuah jembatan yang indah, ikonik dan kokoh. Untuk membangun jembatan ini Pemprov Jabar menggelontorkan anggaran sebesar Rp 74 milyar.

Sebelumnya, wisatawan yang akan berkunjung ke Pantai Batukaras dan Pantai Madasari harus melewati Green Canyon dengan waktu tempuh normal, tidak macet, dari Cijulang ke Batukaras sekitar setengah jam. Dengan adanya Jembatan Sodongkopo, waktu tempuh menjadi dua puluh menit saja, ditambah bonus menikmati keindahan Jembatan Sodongkopo atau Jembatan Jaya Perkasa.

Jembatan Sodongkopo di Desa Cijulang Kecamatan Cijulang Kab. Pangandaran menggunakan konsep “Steel Arch Bridge” yaitu jembatan lengkung baja tanpa pilar di tengah Sungai Cijulang. Disain ini memungkinkan kapal-kapal atau perahu nelayan dapat melintas dengan leluasa tanpa terhalang pilar-pilar. Warna putih jembatan juga kontras dengan pemandangan hijau toska Sungai Cijulang, menciptakan estetik yang menawan.

Selain memberikan kemudahan aksesibilitas, Jembatan Sodongkopo juga menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Pantai Batukaras atau Madasari. Sejak dibuka, orang-orang silih berganti melintasi jembatan tsb. sambil melakukan berbagai kegiatan seperti berselfi ria atau membuat konten media sosia.

Jembatan Sodongkopo memiliki panjang 140 meter dan lebar 7 meter, dengan jalur pejalan kaki 2,5 meter di sisi kiri dan kanan. Dengan adanya jalur pejalan kaki, wisatawan yang sedang berfoto atau membuat konten media sosial tidak akan mengganggu lalu lintas di sekitar jembatan.

Di sisi barat dan timur jembatan, tersedia lahan parkir, yang setiap lahan parkirnya memuat 20 – 30 kendaraan roda empat, kiri kanan. Sebelum lahan parkir ada pedagang yang menjajakan aneka makanan dan minuman. Dengan demikian, Jembatan Sodongkopo bukan hanya memangkas waktu tempuh Cijulang – Batukaras, ikon Cijulang dan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi wisatawan, tapi juga menghidupkan roda ekonomi masyarakat Cijulang.

Salah seorang wisatawati yang akan berkunjung Pantai Batukaras asal Rancah Kab. Ciamis, Titin Wiarti, merasa kagum melihat keindahan Jembatan Sodongkopo. “Amazing…!.” katanya singkat.

Cijulang, 24 Maret 2026

H. EDOY SUHENDAR
Kabiro Tangerang
Tanah Tinggi Kota Tangerang

Kapolda Jabar Tinjau Wisata Pantai Karanghawu, Tekankan Keselamatan Pengunjung

0
Sukabumi ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA POKJA HUMAS POLDA JABAR— Kapolda Jawa Barat, Irjen. Pol. Dr. Rudi Setiawan, melakukan kunjungan kerja ke kawasan objek wisata Pantai Karanghawu, dan Pantai Kebon Kalapa, Kabupaten Sukabumi, dalam rangka memastikan situasi keamanan dan keselamatan wisatawan selama libur panjang.
Dalam peninjauannya, Kapolda Jabar melihat langsung tingginya antusias masyarakat yang memadati kawasan wisata tersebut. Ia menyebut kondisi ini sebagai hal yang menggembirakan, namun di sisi lain memerlukan perhatian serius dari aparat keamanan. Senin (23/03/2026).
“Saya melihat cukup tinggi antusias warga yang datang ke tempat ini untuk mengisi waktu liburannya. Ini sesuatu yang menggembirakan, namun di balik itu menjadi tugas dan tanggung jawab pihak kepolisian untuk memastikan keselamatan mereka,” ujar Rudi Setiawan.
Ia menegaskan telah mengarahkan jajaran Polres Sukabumi untuk meningkatkan pelayanan dan pengawasan, khususnya dalam mengantisipasi potensi kecelakaan laut.
“Saya sudah arahkan Kapolres untuk memastikan tidak ada lagi korban laka laut. Petugas harus standby dengan perlengkapan keselamatan seperti pelampung, serta memperbanyak rambu larangan di titik-titik berbahaya,” tegasnya.
Selain itu, Kapolda juga menekankan pentingnya patroli rutin oleh personel gabungan, termasuk dari Polairud, guna memberikan imbauan kepada wisatawan agar tetap waspada dan mematuhi aturan keselamatan.
“Ini adalah operasi kemanusiaan. Kita ingin masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman tanpa adanya korban,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar juga menunjukkan kepeduliannya kepada para petugas di lapangan dengan membagikan bantuan sembako sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam melaksanakan tugas pengamanan.
Sementara itu, Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, menyampaikan bahwa Polres Sukabumi telah menindaklanjuti arahan Kapolda dengan menyiagakan personel di sejumlah titik rawan serta meningkatkan patroli di kawasan wisata.
“Kami telah menempatkan personel di titik-titik strategis, termasuk menyiagakan anggota dengan perlengkapan keselamatan. Selain itu, patroli dan imbauan terus kami lakukan agar masyarakat tetap waspada saat beraktivitas di kawasan pantai,” ungkap Samian.
Ia juga mengimbau kepada seluruh pengunjung untuk mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah dipasang serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan. Hindari berenang di area berbahaya dan selalu utamakan keselamatan saat berwisata,” pungkasnya.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Polda Jawa Barat dalam memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang tengah menikmati liburannya di wilayah Sukabumi.
HUMAS POLDA JABAR

Kapolda Jabar Berikan Tali Asih kepada Personel Gabungan yang terlibat di Pos Hoegeng Simpang Gadog

0
JABAR–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA POKJA HUMAS POLDA JABAR— Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.H., S.I.K., M.H. memberikan tali asih kepada personel gabungan yang bertugas melaksanakan pengaturan lalu lintas di Pos Polisi Hoegeng Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, pada Senin (23/3/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi dan dukungan kepada para personel yang terlibat dalam pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas selama masa libur dan arus balik Idul Fitri 1447 H, khususnya di kawasan Simpang Gadog yang menjadi salah satu titik strategis dan rawan kepadatan kendaraan menuju kawasan wisata Puncak.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jawa Barat bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Bogor secara langsung menyerahkan tali asih kepada personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya yang selama ini bertugas di lapangan dalam membantu kelancaran arus lalu lintas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kapolda Jabar menyampaikan bahwa kegiatan pemberian tali asih ini merupakan bentuk perhatian serta penghargaan kepada para personel yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam menjaga kelancaran lalu lintas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat selama momentum libur Lebaran.
Kapolda Jabar juga mengapresiasi sinergitas yang terjalin antara seluruh unsur terkait dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Bogor.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh personel gabungan yang bertugas, sehingga tetap optimal dalam menjalankan tugasnya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam pengaturan arus lalu lintas di kawasan Simpang Gadog selama masa liburan dan arus balik Lebaran.
Bandung 23 Maret 2026
Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar.

Kapolda Jabar Tinjau Pos Polisi Hoegeng Ciawi, Pastikan Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas Arus Balik Lebaran Berjalan Optimal

0
JABAR–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA POKJA HUMAS POLDA JABAR— Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan arus lalu lintas selama masa libur dan arus balik Idul Fitri 1447 H, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.H., S.I.K., M.H. melaksanakan kunjungan kerja ke Pos Polisi Hoegeng yang berlokasi di Jl. Raya Pandansari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, pada Senin (23/3/2026)
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kesiapan personel serta pelaksanaan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di wilayah hukum Polres Bogor, khususnya di kawasan Simpang Gadog yang menjadi salah satu titik strategis menuju kawasan wisata Puncak.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Jabar memastikan bahwa seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan arus lalu lintas telah siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selain sebagai pos pengamanan dan pelayanan, Pos Polisi Hoegeng juga disiapkan sebagai tempat yang dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang sedang menunggu penerapan rekayasa lalu lintas.
Kapolda Jabar menyampaikan bahwa keberadaan pos tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang tengah melakukan perjalanan, khususnya bagi pengendara yang harus menunggu antrean akibat pengaturan arus kendaraan.
“Pos ini kami siapkan tidak hanya sebagai fungsi pelayanan kepolisian, tetapi juga menghadirkan suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi masyarakat maupun wisatawan. Ketika masyarakat menunggu antrean akibat rekayasa lalu lintas, mereka dapat memanfaatkan tempat ini untuk beristirahat sehingga waktu menunggu bisa terasa lebih nyaman dan bermanfaat,” ujar Kapolda Jabar.
Lebih lanjut Kapolda Jabar menjelaskan bahwa Jawa Barat, khususnya kawasan Puncak, menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat dalam menghabiskan masa liburan.
Kapolda Jabar  juga menjelaskan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai indikator di lapangan, termasuk pemantauan jumlah kendaraan yang keluar dari Gerbang Tol Ciawi serta kondisi arus kendaraan dari arah sebaliknya.
“Kami memiliki mekanisme pengukuran jumlah kendaraan yang keluar dari pintu Tol Ciawi dan juga memantau arus kendaraan dari arah sebaliknya. Selain itu, kami juga menyiapkan shelter atau rest area di kawasan Gunung Mas yang difungsikan untuk menampung kendaraan ketika diberlakukan sistem one way dari arah bawah,” tambah Kapolda Jabar.
Dengan adanya pengaturan tersebut, diharapkan arus kendaraan menuju maupun dari kawasan Puncak dapat tetap terkendali sehingga mobilitas masyarakat selama masa liburan dan arus balik Lebaran dapat berlangsung aman, lancar, dan tertib.
Melalui kegiatan ini, Polda Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta memastikan seluruh rangkaian pengamanan arus lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026 berjalan dengan optimal.
Bandung, 23 Maret 2026
Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar.

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

0

Jakarta ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa hampir seluruh pengungsi terdampak bencana di Sumatera kini tidak lagi tinggal di tenda. Capaian tersebut secara spesifik merujuk pada kondisi penanganan pengungsi yang menunjukkan kemajuan signifikan.

Tito menjelaskan, jumlah pengungsi yang masih dalam penanganan saat ini tersisa sekitar 47 kepala keluarga (KK) atau sekitar 173 jiwa. Angka tersebut menurun drastis dibandingkan kondisi awal yang mencapai 2,1 juta jiwa. Karena itu, kondisi pengungsi disebut telah “mendekati 100 persen” tidak lagi berada di tenda, meski belum sepenuhnya tuntas.

“Pengungsi ya mendekati 100 persen, mendekati kata-katanya, saya enggak bilang [sudah] 100 persen,” ujar Tito kepada awak media, Senin (23/3/2026).

Ia menambahkan, capaian tersebut menggambarkan progres nyata dalam penanganan pengungsi, khususnya dalam memastikan mereka tidak lagi berada di tenda.

Di sisi lain, Tito menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana secara keseluruhan masih terus berjalan dan mencakup berbagai sektor yang membutuhkan waktu penyelesaian.

“Fasilitas pendidikan masih ada yang perlu kita atensi, masih belum, ada juga sungai belum, ada beberapa jalan desa, jalan kabupaten yang cukup banyak jumlahnya juga belum, itu it takes time,” katanya.

Menurutnya, pemerintah terus mendorong percepatan pemulihan infrastruktur dan layanan publik secara bertahap agar kondisi di daerah terdampak dapat kembali normal secara menyeluruh.

Ia juga berharap informasi mengenai perkembangan penanganan pascabencana dapat dipahami secara utuh dengan menempatkan capaian pada konteksnya masing-masing.

Satgas PRR

Temukan Kendala Tanah di Kampung Halaman? Laporkan Lewat Kanal Pengaduan Terintegrasi Kementerian ATR/BPN

0

Jakarta ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN— Momen mudik Lebaran jadi saat yang tepat bagi masyarakat untuk mengecek atau mengurus tanah di kampung halaman. Jika menemukan kendala atas tanah yang dimiliki, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menghadirkan kanal pengaduan terintegrasi yang memudahkan masyarakat melaporkan berbagai kendala, tanpa harus mengunggu hingga masa libur berakhir.

Masyarakat kini dapat memproses pelaporan kendala layanan pertanahan secara lebih mudah berkat kehadiran kanal pengaduan tersebut. Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol, Shamy Ardian, menjelaskan bahwa kanal pengaduan yang tersedia akan menghubungkan langsung masyarakat dengan unit teknis terkait untuk merespons permasalahan yang dihadapi.

“Saat ini sudah tersedia beberapa kanal saluran pengaduan di Kementerian ATR/BPN, salah satunya adalah Hotline WhatsApp Pengaduan yang terhubung dengan unit teknis terkait. Melalui Hotline ini masyarakat dapat menentukan satuan kerja (Satker) mana yang akan jadi tujuan, seperti Satker Kantor Pertanahan (Kantah), Satker Kantor Wilayah (Kanwil), atau Satker Kementerian ATR/BPN Pusat,” ungkap Shamy Ardian, dalam keterangannya, Senin (23/03/2026).

Dalam Hotline WhatsApp Pengaduan, masyarakat bisa memilih 12 opsi untuk menjangkau unit teknis. Jika belum mengetahui unit yang berwenang, masyarakat dapat memilih untuk menghubungi unit pusat, yang kemudian akan menganalisis dan mengarahkan pengaduan ke unit teknis yang tepat.

Selain Hotline WhatsApp, Kementerian ATR/BPN juga menyediakan kanal lain berupa surat elektronik (email) melalui alamat surat@atrbpn.go.id. Aduan yang masuk akan diteruskan dan didisposisi kepada pimpinan unit teknis terkait untuk ditindaklanjuti.

Tak hanya itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan kanal SP4N-LAPOR! yang terintegrasi dengan berbagai kementerian/lembaga, seperti Ombudsman dan Kementerian Dalam Negeri. Untuk menyampaikan laporan, masyarakat perlu melengkapi persyaratan atau legal standing, seperti kronologi kejadian, alasan pelaporan, hubungan hukum antar pihak, identitas pelapor, serta bukti dokumen pendukung.

Menurut Shamy Ardian, kejelasan legal standing menjadi hal penting agar laporan dapat ditindaklanjuti secara tepat dan memiliki dasar hukum yang kuat. Hal ini juga diatur dalam Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Pengaduan di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Dengan adanya kanal pengaduan yang terintegrasi, masyarakat yang sedang mudik tidak perlu khawatir apabila menemukan kendala pertanahan di kampung halaman. Laporan dapat disampaikan dengan mudah, sehingga proses penyelesaian dapat segera ditindaklanjuti tanpa harus menunggu masa libur berakhir.

“Dengan jelasnya alur layanan dan kepastian legal standing, kami berupaya tidak hanya melindungi masyarakat dari praktik mafia tanah dan calo, tetapi juga memastikan proses administrasi berjalan lebih cepat dan efisien,” pungkas Shamy Ardian. (CK/JR)

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia

Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional

COBEK BETI : SEMUA NIKMAT SEMUA PUAS

0

PANGANDARAN–INDOTIPIKOR.COM—Rumah Makan COBEK BETI yang beralamatkan Jl. Batulawang Tanjungsukur Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Kota Banjar, selalu dipenuhi pelanggan dari pelanggan dari berbagai kota di Jawa Barat. Mobil dengan berbagai plat nomor selalu memenuhi halaman rumah makan. Umumnya mereka mampir ke RM Cobek Beti untuk kesekian kalinya. Ada juga pengunjung yang pertama kali datang karena rekomendasi dari saudara atau sahabat.

Bagi wisatawan yang akan berwisata ke Pangandaran dan sekitarnya, RM Cobek Beti ini bisa ditemukan kira-kira 2 km setelah keluar Kota Banjar, sebelah kiri. Petugas parkir akan mambantu Anda memarkir kendaraan Anda agar tidak mengganggu kendaraan lain yang akan masuk atau keluar. Walau tempat parkir luas, hampir setiap saat penuh dengan kendaraan roda empat dan dua.

Dengan mengusung konsep prasmanan, RM Cobek Beti memanjakan pelanggan dengan memilih sendiri menu tersedia. Ada cobek ikan nila, ayam bakar, semur jengkol dsb. Setelah itu, makanan dibawa ke tempat lesehan yang bersih dan nyaman. Bila ingin memesan minuman, bisa dipesan lewat pelayan yang ramah-ramah.

Dinamakan RM Cobek Beti mungkin menu andalannya adalah Cobek. Cobek adalah sambal terasi yang beraromakan kencur, dikasih air, disiramkan ke ikan bakar (umumnya mujair atau ikan mas). Masakan ini memang jadi pavorit lidah Sunda. Dan, cobek di RM Cobek Beti terasa istimewa karena racikan bumbunya lain dari yang lain. Pedasnya juga pas.

Selain siap mengisi perut yang keroncongan setelah menempuh perjalanan jauh, atau hanya mengobati rindu aneka masakan di RM Pencok Beti, melayani keperluan lain warga seperti nasi kotak, nasi kuning, aqiqah, catering wedding dll . Semua tentu dengan hargai terjangkau.

Salah seorang pelanggan RM Beti, Ibu Siti Sarifah, seorang ibu muda asal Bandung yang bersuamikan orang Cijulang mengaku, ia adalah pelanggan RM Cobek Beti. Setiap pulang kampung ke Cijulang Kab. Pangandaran, ia bersama suami dan kedua anaknya selalu mampir ke RM Cobek Beti. “Kalau pulang ke Cijulang tidak mampir ke RM Cobek Beti, rasanya sepert ada yang kelupaan,” katanya.

Cijulang, 23 Maret 2026

H. EDOY SUHEDAR
Kabiro Tangerang
Tanah Tinggi Kota Tangerang

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto meninjau progres pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih

0

​Bengkulu – –INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN—Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto meninjau progres pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di dua lokasi yakni Desa Palaksiring dan Desa Sukamaju.

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan akselerasi pemerataan ekonomi berbasis kemasyarakatan berjalan sesuai rencana.

Mendes Yandri mengatakan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan salah satu alat negara untuk melakukan pemerataan ekonomi sebagaimana Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

“Kopdes ini sebagai alat negara untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan. Karena uangnya berputar di desa, keuntungannya ada di desa,” kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

​Kopdes Merah Putih ini merupakan terobosan ekonomi desa yang hadir dengan konsep retail modern. Meski memiliki tampilan dan layanan yang lengkap layaknya swalayan besar yanh menyediakan mulai dari pupuk, sembako, hingga LPG, namun Kopdes miliki misi yang jauh berbeda dari sektor privat.

“Kopdes Merah Putih, tidak hanya akan menyerap tenaga kerja yang ada di desa tapi yang menikmati keuntungan koperasi juga masyarakat yang ada di desa sebagai anggota koperasi,” kata Mendes Yandri.

​Mendes Yandri menekankan perbedaan fundamental antara Kopdes dengan jaringan retail modern seperti Indomaret atau Alfamart.

Jika pada retail konvensional keuntungan usaha ditarik oleh pemodal besar, Kopdes justru memutar seluruh keuntungan di desa.

​”Kopdes adalah antitesis dari model ekonomi yang memusatkan kekayaan pada segelintir orang. Di sini, 100 persen keuntungan kembali ke masyarakat desa,” tegas Mendes Yandri.

​Selain dirasakan langsung oleh konsumen melalui ketersediaan barang yang lengkap, Kopdes diwajibkan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.

Berdasarkan skema yang ditetapkan yaitu minimal 20% dari keuntungan bersih dialokasikan sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes).

​”Sisa keuntungan digunakan untuk pengembangan usaha dan program sosial masyarakat desa,” kata Mendes Yandri.

Mendes Yandri berharap, hadirnya Kopdes di Desa Palaksiring dan Desa Sukamaju dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap distribusi logistik dari kota, sekaligus memperkuat daya beli di tingkat akar rumput.

​Pemerintah optimistis bahwa jika model Kopdes ini sukses dan direplikasi secara nasional, desa-desa di Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar bagi produk luar, melainkan menjadi pemilik modal atas perputaran ekonomi mereka sendiri.

Teks: Firman/Humas