Selasa, Mei 26, 2026
Beranda blog Halaman 10

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur,

0
JATIM–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LIPSUS PRESIDEN RI—Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026, bahkan turun ke lahan dan mengendarai sendiri Combine Corn Harvester sebagai wujud komitmen nyata terhadap modernisasi pertanian nasional.
Panen serentak ini mencakup 189.760 hektare lahan di berbagai wilayah Indonesia dengan potensi hasil 1,23 juta ton jagung, sementara cadangan beras pemerintah di Bulog kini telah mencapai 5,3 juta ton, pencapaian bersejarah yang membuktikan ketahanan pangan nasional dalam kondisi aman dan terkendali.
Pada kesempatan yang sama, Presiden meresmikan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri berkapasitas 1.000 ton per unit serta meluncurkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri sebagai bagian dari dukungan Program Makan Bergizi Gratis. Indonesia kini tidak hanya swasembada beras dan jagung, tetapi juga mulai mengekspor pupuk ke berbagai negara di tengah penurunan harga pupuk sebesar 20 persen yang langsung dirasakan para petani.
Seluruh langkah ini menegaskan tekad pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, membuka peluang ekspor, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan ekonomi desa di seluruh Indonesia.
HUMAS

Pangdam III/Slw Hadiri Launching KDKMP Bersama Presiden RI

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI—-Kabupaten Bandung Barat, – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., menghadiri kegiatan Launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di 1.061 titik wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah secara virtual bersama Presiden RI Prabowo Subianto, bertempat di KDKMP Desa Cilame Perumahan Cilame Permai, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (16/05/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasdam III/Siliwangi, Wakil Gubernur Jawa Barat, Ketua DPRD Jawa Barat, Kajati Jawa Barat, para Asisten Kasdam III/Siliwangi, Danpomdam III/Siliwangi, Kapendam III/Siliwangi, Walikota Cimahi, Wakil Bupati Bandung Barat, Dandim 0609/Cimahi, serta Kapolres Cimahi.

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi harus menjadi pilar utama dalam memperkuat kedaulatan pangan dan ekonomi nasional. Menurut Presiden, koperasi merupakan “soko guru” ekonomi desa yang mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan di Indonesia.

Pentingnya memutus rantai distribusi yang panjang dan ketergantungan terhadap tengkulak. Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, para petani diharapkan memperoleh harga jual yang lebih adil, sementara masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau melalui gerai dan gudang desa.

Selain itu, Presiden mengingatkan semangat “berdikari” sebagaimana dicita-citakan Proklamator Soekarno, yakni kemampuan bangsa Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat.

Program KDKMP juga diarahkan agar dikelola secara modern, transparan, dan berbasis digital. Presiden menilai koperasi tidak lagi dapat dijalankan secara tradisional, melainkan harus profesional sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mewujudkan keadilan sosial serta pemerataan ekonomi, sehingga perputaran uang tidak hanya terpusat di kota-kota besar tetapi juga dapat dirasakan hingga pelosok desa.

Melalui program nasional tersebut, pemerintah menargetkan terciptanya lebih dari satu juta lapangan kerja di seluruh Indonesia, dengan estimasi setiap koperasi mampu menyerap sekitar 18 tenaga kerja. (Pendam III/Siliwangi).

Menjadi Polemik Di Masyarakat Cikijing Pancawangi, Program Ketahanan Pangan Desa Bertujuan Memperkuat Kemandirian Pangan Lokal, Diduga Menjadi Keuntungan Kelompok Tertentu.

0

TASIKMALAYA—INDOTIPIKOR.COM—Saat ini masyarakat Kampung Cikijing Desa Pancawangi Kecamatan Pancatengah Tasikmalaya, lagi buming masalah program Ketahanan Pangan Anggaran 2025 dan berkelanjutan sampai sekarang , Masyarakat katanya sama sekali kaga merasakan program tersebut, dan katanya program itu hanya dirasakan segelintir orang dan seolah diduga menjadi lahan bisnis serta menguntungkan segelintir orang saja kata warga, Kepada pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terutama Pihak Infektorat, serta intansi terkait termasuk Pihak kejaksaan yang berwenang, masyarakat berharap kroscek serta audit, atau periksa, apa ada kekeliruan yang signipikan atau tidak masalahnya Masyarakat Tak mendapatkan Manfaat apapun dari program tersebut, seperti masyarakat ketahui Bukankah..??..Program ketahanan pangan desa bertujuan memperkuat kemandirian pangan lokal, meningkatkan ekonomi warga, dan mencegah stunting melalui pemanfaatan lahan produktif serta diversifikasi tanaman. Manfaat utamanya meliputi ketersediaan pangan bergizi yang terjangkau, peningkatan pendapatan petani/BUMDes, dan pengurangan ketergantungan pasokan luar.Berikut adalah rincian manfaat program ketahanan pangan desa:Peningkatan Ketersediaan & Akses Pangan: Memastikan ketersediaan bahan pangan yang cukup, beragam, dan bergizi sepanjang tahun bagi warga desa.Penguatan Ekonomi Desa: Pemanfaatan lahan desa (seperti budidaya jagung atau perikanan) yang dikelola BUMDes meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat.Kemandirian Pangan: Mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar desa, sehingga desa lebih tangguh saat terjadi krisis.Peningkatan Gizi Masyarakat: Mengurangi risiko stunting dan meningkatkan kualitas konsumsi pangan melalui diversifikasi tanaman dan penyediaan sumber pangan lokal.Optimalisasi Aset Desa: Lahan tidur atau kurang produktif disulap menjadi lahan pertanian, perkebunan, atau perikanan yang produktif.Penguatan Gotong Royong: Melibatkan masyarakat secara aktif dalam pengelolaan program, yang memupuk semangat kerja sama dan kemandirian.Pemberdayaan Perekonomian Rumah Tangga: Meningkatkan pendapatan rumah tangga petani melalui penyediaan sarana produksi pertanian dan pemasaran hasil.Program ini didukung melalui penggunaan dana desa (minimal 20% pada beberapa program tahun 2025), serta kerjasama dengan pihak ketiga atau BUMDes.

Sistem dan praktek ketahanan pangan melalui Dana Desa merupakan kebijakan pemerintah untuk memperkuat kemandirian pangan tingkat desa, dengan fokus minimal 20% alokasi Dana Desa untuk sektor nabati maupun hewani, pengembangan pangan lokal, dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).Berikut adalah rincian sistem dan prakteknya:1. Sistem Perencanaan dan Mekanisme (Tata Kelola)Musyawarah Desa (Musdes): Program ketahanan pangan wajib didasari hasil musyawarah desa yang tertuang dalam RKPDes dan APBDes.Identifikasi Potensi Lokal: Program disesuaikan dengan karakteristik desa, seperti potensi pertanian, peternakan, perkebunan, atau perikanan.Pelaksana Kegiatan:BUMDes/BUMDesma: Diutamakan sebagai pengelola utama melalui penyertaan modal.Tim Pelaksana Kegiatan (TPK): Dibentuk jika desa belum memiliki BUMDes, dengan SK Kepala Desa.Penyaluran Dana: Dana ditransfer dari rekening kas desa ke rekening BUMDes atau TPK.2. Praktek Ketahanan Pangan di Desa (Jenis Kegiatan)Penggunaan Dana Desa difokuskan pada:Pengembangan Pertanian: Tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan hidroponik/bioponik/pekarangan pangan lestari.

Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyampaikan Polri akan memiliki total 28 gudang ketahanan pangan yang tersebar

Peternakan & Perikanan: Budidaya ikan, ternak unggas, atau ternak besar.Pasca Panen & Pengolahan: Pengolahan hasil pertanian/hewan untuk meningkatkan nilai tambah.Infrastruktur & Cadangan: Pembangunan/rehabilitasi lumbung pangan desa dan jaringan distribusi pangan.Pemasaran: Pengembangan jaringan pemasaran produk pangan desa.3. Tahapan Implementasi 2025Perencanaan: Masuk ke dalam RPJMDes, RKPDes, dan APBDes.Penetapan TPK/BUMDes: SK Kepala Desa untuk pelaksana.Pelaksanaan: BUMDes atau TPK melaksanakan kegiatan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).Pelaporan: Pelaporan realisasi dan dampaknya terhadap ketahanan pangan warga.Tujuan utama dari praktek ini adalah meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan yang mandiri serta berkelanjutan di tingkat desa.

SUHERMAN PANCA

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur,

Presiden RI Pimpin Launching KDKMP via Vicon, Danrem 132/Tdl Turut Hadir di Desa Lolu

0

Sigi ——INDOTIPIKOR.COM— Danrem 132/Tadulako, Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi Hidayanta, hadiri kegiatan Launching Pembukaan KDKMP yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto melalui video conference (vicon), bertempat di lokasi KDKMP Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar P. Sianipar, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan lainnya dalam suasana penuh semangat, kebersamaan, dan antusiasme masyarakat.

Launching Pembukaan KDKMP menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem 132/Tdl menyampaikan komitmen dan dukungannya terhadap seluruh program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan ketahanan wilayah, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia dalam arahannya melalui vicon menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan dalam membangun bangsa, serta mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus bersinergi demi mewujudkan pembangunan nasional yang merata dan berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta mendapat sambutan hangat dan antusias tinggi dari masyarakat yang hadir di lokasi kegiatan.

(Penrem_132/Tdl).

Tiba di Jawa Timur, Presiden Prabowo akan Resmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Museum Ibu Marsinah, hingga Panen Raya Jagung

0
JATIM–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—Tiba di Jawa Timur, Presiden Prabowo akan Resmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Museum Ibu Marsinah, hingga Panen Raya Jagung
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke sejumlah titik di Jawa Timur. Tiba di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (16/05/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, Presiden Prabowo kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Tuban untuk menghadiri sejumlah rangkaian kegiatan.
Presiden Prabowo akan meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk. Selain itu, Kepala Negara juga akan meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Selanjutnya, Presiden Prabowo akan menuju Kabupaten Tuban untuk menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026.
Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan menuju Jawa Timur diantaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sumber: BPMI Setpres

Bupati Ciamis Resmikan Koperasi Desa Merah Putih, Dorong Ekonomi Lokal dan Kemandirian Desa

0

CIAMIS,-–INDOTIPIKOR.COM- Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya menghadiri peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang digelar di Desa Sukamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Sabtu (16/05). Peresmian tersebut dilaksanakan secara serentak secara nasional melalui virtual bersama Presiden RI Prabowo Subianto. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Ciamis.

Dalam sambutannya, Bupati Herdiat Sunarya menyampaikan bahwa program KDMP merupakan salah satu program prioritas Presiden yang memiliki tujuan mulia untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa. Menurutnya, apabila dijalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh kesadaran, program tersebut akan membawa dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kalau betul-betul dimaksimalkan dan diresapi dengan sebaik-baiknya, ini merupakan program yang sangat mulia dan luar biasa,” ujar Herdiat.

Ia menjelaskan, pembangunan KDMP di Kabupaten Ciamis saat ini terus berjalan di 265 desa dan kelurahan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 200 KDMP telah mulai dilaksanakan dan 49 gedung di antaranya telah selesai dibangun. Sementara sisanya masih dalam tahap pengerjaan dan penyelesaian.

Adapun sekitar 65 desa lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian lahan yang dinilai strategis untuk pembangunan koperasi desa tersebut.

Bupati Herdiat menegaskan, keberadaan KDMP harus benar-benar diniatkan untuk membantu masyarakat desa, khususnya dalam memperkuat perputaran ekonomi lokal agar tidak terlalu banyak uang yang keluar ke daerah lain.

Menurutnya, peluang besar juga hadir melalui program MBG yang saat ini membutuhkan banyak bahan baku pangan. Namun, sebagian kebutuhan tersebut masih dipasok dari luar daerah karena produksi lokal belum sepenuhnya mencukupi.

“Kalau potensi lokal seperti beras, sayur, daging hingga telur bisa dimanfaatkan secara maksimal, ini akan sangat luar biasa dan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ciamis,” katanya.

Ia mengungkapkan, untuk kebutuhan beras saat ini sudah mampu dipenuhi dari produksi lokal Ciamis. Namun untuk komoditas sayuran, sekitar 30 hingga 40 persen masih didatangkan dari luar daerah.

Di akhir sambutannya, Herdiat berpesan kepada seluruh pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar menjalankan amanah dengan niat baik, penuh integritas dan mengedepankan pengelolaan yang akuntabel.

“Koperasi bukan sekadar urusan administratif semata, tetapi bagaimana membangun tata kelola koperasi yang transparan dan partisipatif,” pungkasnya.

PROKOPIM CIAMIS

MAT ROBI SENTER AWDI CIAMIS JABAR

Naik Maung, Presiden Prabowo Tiba di Nganjuk Disambut Antusias Warga hingga Buruh

0

JAKARTA—INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN—-Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026, disambut hangat dan penuh antusiasme oleh masyarakat, para pelajar, hingga kalangan buruh yang telah memadati sepanjang ruas jalan menuju lokasi peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah. Momentum tersebut menjadi gambaran kuat bagaimana sosok Marsinah masih hidup dalam ingatan dan perjuangan para buruh Indonesia.

Presiden Prabowo tiba di Stadion Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk, dan disambut langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, serta Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto.

Dari stadion, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan menuju lokasi acara dengan menaiki kendaraan Maung. Kehadiran Kepala Negara di atas kendaraan produksi dalam negeri tersebut langsung menarik perhatian masyarakat yang telah berdiri di sepanjang jalan untuk menyaksikan secara langsung kedatangan Presiden.

Anak-anak sekolah tampak melambaikan tangan dengan penuh semangat, sementara para buruh yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur turut menyuarakan dukungan dan harapan mereka. Di beberapa titik, terdengar yel-yel penyemangat menggema menyambut iring-iringan Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo pun beberapa kali terlihat menyapa masyarakat dari atas kendaraan Maung. Senyum dan lambaian tangan Presiden disambut riuh warga yang antusias.

Salah seorang perwakilan buruh dari Pasuruan, Jawa Timur, Sutaji, mengaku sengaja datang untuk menyambut Presiden Prabowo sekaligus mengenang perjuangan Marsinah yang dianggap sebagai simbol perjuangan kaum buruh Indonesia. Menurut Sutaji, antusiasme para buruh dalam menyambut peresmian Museum Ibu Marsinah sangat besar karena sosok Marsinah memiliki tempat tersendiri di hati para pekerja.

“Untuk hari ini, sangat besar antusias dari buruh untuk mendatangi tempat Marsinah sebagai pahlawan buruh nasional, hidup Marsinah!” ujarnya.

Ia pun menyampaikan harapannya kepada Presiden Prabowo agar kehidupan para buruh ke depan semakin baik dan sejahtera. “Harapannya buruh semoga hidupnya lebih layak dan lebih baik. Buat Bapak Presiden. Terima kasih. Terima kasih, Pak,” tutur Sutaji.

(BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Simbol Penghormatan bagi Perjuangan Buruh

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN—Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Peresmian tersebut menjadi bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan hak asasi manusia dan hak-hak pekerja yang selama ini diperjuangkan Marsinah, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung perjuangan buruh di Indonesia.

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo terlebih dahulu melakukan peninjauan rumah yang menjadi tempat tinggal Marsinah semasa hidupnya. Kepala Negara juga bertemu dan menyapa keluarga besar Marsinah.

Setelahnya, Presiden Prabowo melakukan peninjauan kompleks Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah yang dibangun di atas lahan seluas 938 meter persegi. Kompleks tersebut terdiri atas dua bangunan utama yakni museum memorial dan rumah singgah yang diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus ruang refleksi bagi masyarakat.

Di dalam museum, Presiden Prabowo melihat langsung berbagai koleksi peninggalan Marsinah yang dipamerkan, mulai dari baju seragam kerja pabrik, tas, dompet, sepeda ontel, hingga dokumen pribadi seperti ijazah sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Sejumlah piagam penghargaan dari berbagai organisasi buruh juga turut dipamerkan sebagai bagian dari rekam jejak perjuangan Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa peresmian Museum Ibu Marsinah di Kabupaten Nganjuk merupakan momentum penting untuk mengenang perjuangan kaum buruh sekaligus menghormati keberanian Marsinah sebagai simbol perjuangan rakyat kecil dalam memperjuangkan hak dan keadilan.

Kepala Negara menilai kehadiran museum tersebut menjadi peristiwa yang langka karena didedikasikan khusus untuk mengenang perjuangan buruh.

“Ini adalah sekiranya mungkin peristiwa yang langka, mungkin di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh. Tapi tolong dicek, mungkin pasti adalah. Tapi ini peristiwa langka,” ujar Presiden Prabowo.

Kepala Negara juga menegaskan bahwa Museum Ibu Marsinah dibangun sebagai lambang dan tonggak peringatan atas perjuangan seorang perempuan muda yang memperjuangkan hak-hak kaum buruh serta menjadi simbol perjuangan masyarakat lemah yang tidak memiliki kekuasaan dan kekuatan.

“Saya kira museum ini didirikan sebagai lambang, sebagai simbol dan sebagai tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang. Seorang pejuang muda, seorang pejuang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh,” ujar Presiden Prabowo.

Usai menyampaikan sambutan, Presiden Prabowo pun menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah. Keberadaan Museum Ibu Marsinah diharapkan dapat menjadi destinasi wisata edukasi sejarah di Kabupaten Nganjuk sekaligus sarana pembelajaran bagi generasi muda mengenai pentingnya keadilan sosial, perlindungan hak asasi manusia, dan penghormatan terhadap perjuangan buruh di Indonesia.

(BPMI Setpres)

Dari Perjuangan Marsinah, Presiden Prabowo Tekankan Semangat Keadilan Sosial

0

JAKARTA–INDOTIPIKOR.COM–MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa Indonesia didirikan dengan falsafah dasar Pancasila. Semangat kekeluargaan dalam Pancasila, menurut Presiden, menjadi dasar utama negara untuk melindungi rakyat kecil termasuk kaum buruh.

“Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi, karena negara kita, kita dirikan dengan falsafah dasar Pancasila,” ucap Presiden dalam sambutannya pada peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Presiden menjelaskan bahwa para pendiri bangsa telah meletakkan dasar negara yang mempersatukan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan ras. Menurut Presiden, sila keadilan sosial dan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa perekonomian Indonesia dibangun atas asas kekeluargaan, di mana yang kuat membantu yang lemah.

“Buruh adalah anak-anak bangsa. Petani, tani adalah anak bangsa. Nelayan anak bangsa. Semuanya, para pemimpin, para politisi, para birokrat hanya petugas, hanya penerima mandat, hanya mereka yang diberi kepercayaan untuk mimpin semuanya,” katanya.

Dalam momen peresmian tersebut, Presiden turut melihat langsung kondisi kamar Marsinah yang dipertahankan sebagaimana adanya sebagai pengingat atas perjuangan dan pengorbanannya. “Saya lihat perjuangan beliau dan saya prihatin dengan peristiwanya. Bahwa ada seorang, pimpinan, ada seorang pimpinan pengusaha yang punya pemikiran-pemikiran yang jahat demi keuntungan yang besar. Ini tidak sesuai dengan dasar berdirinya Republik kita,” cerita Presiden.

Untuk itu, Presiden pun mengajak seluruh pelaku usaha untuk membangun semangat “Indonesia Incorporated.” Dari pandangan ini, seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham atas kekayaan bangsa, dan negara wajib memastikan kekayaan tersebut dinikmati seluruh rakyat secara adil.

“Bukan sebaliknya. Bukan pemimpin, bukan pejabat, bukan mereka yang dipilih malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia. Ini perjuangan kita bersama,” tuturnya.

“Jadi kita terbuka. Ayo, sama-sama. Ini perjuangan kita bersama dan ini lambangnya adalah Ibu Marsinah,” tandasnya.

(BPMI Setpres)

Dongkrak Ekonomi Akar Rumput, Kodim 0612/Tasikmalaya Kawal Peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

0

​TASIKMALAYA ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI— Komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dari level desa resmi memasuki babak baru. Kodim 0612/Tasikmalaya menghadiri Video Conference (Vicon) peresmian serentak operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digelar oleh pemerintah pusat.
Acara launching ini berlangsung di Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Mangunreja, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya.

Sementara yang menjadi tonggak sejarah baru, peresmian perdana skala nasional ini dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan dipimpin langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
​Peluncuran program strategis nasional ini merupakan buah manis dari keputusan rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di Kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Sinergi ini memastikan seluruh persiapan di lapangan berjalan matang, terpadu, dan siap menyentuh pelosok negeri.



**Progres Masif: Ribuan Unit KDKMP Siap Mengudara**

​Pembangunan infrastruktur KDKMP di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Tasikmalaya, bergerak dengan kecepatan penuh. Data terbaru menunjukkan progres yang luar biasa. 7.200 unit, bangunan fisik koperasi telah rampung 100% dan berdiri kokoh.

​Saat ini diluncurkan 1.000 Unit ditetapkan sebagai angkatan pertama (wave 1) yang resmi beroperasi serentak, termasuk KDKMP Desa Mangunreja. Sedangkan 25.000 Unit saat ini sedang dalam tahap konstruksi intensif.

​Target Agustus 2026 membidik total 30.000 koperasi desa/Kelurahan selesai dibangun di seluruh Indonesia tepat pada momentum Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.

​Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Invan Ibrahim, menegaskan bahwa kualitas fasilitas menjadi harga mati. Koperasi yang diresmikan bukan sekadar bangunan kosmetik, melainkan ekosistem bisnis desa yang lengkap.
​”Fasilitasnya sangat siap, mulai dari gedung utama, gudang penyimpanan barang yang layak, gerai usaha, hingga perlengkapan operasional. Koperasi bisa langsung bertransaksi melayani warga sejak hari pertama,” ujar Letkol Czi M. Invan Ibrahim.

​Lebih cerdasnya lagi, fungsi gedung ini dirancang multifungsi. “Bahkan gedung ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat atau disewakan untuk resepsi pernikahan. Ini tentu akan menjadi sumber income tambahan yang menguntungkan bagi Koperasi Desa,” tambahnya.

​**Kolaborasi Pemda: Pemantik Pertumbuhan Ekonomi Tasikmalaya**

​Dukungan penuh juga mengalir dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, mengungkapkan bahwa pihak Pemda telah bergerak cepat dalam memfasilitasi penyediaan lahan.
​”Kami sudah menyiapkan dukungan untuk 17 titik lahan KDMP, di mana 10 titik di antaranya saat ini sudah masuk dalam proses pembangunan,” jelas Asep.

​Asep menambahkan bahwa hadirnya program strategis nasional baik Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) maupun KDKMP, terbukti membawa berkah untuk pemberdayaan ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya sukses meroket hingga menyentuh angka 5,3 persen.

​”Sejatinya, koperasi ini adalah milik masyarakat dan anggota, bukan milik pemerintah. KDKMP ini akan menjadi solusi konkret untuk memotong kerumitan jalur distribusi barang pokok yang dibutuhkan warga, sekaligus menjadi mesin pendongkrak ekonomi di akar rumput,” tegas Wabup.

**Kongres Pertama koperasi di Tasikmalaya**
Untuk diketahui Kongres Koperasi Indonesia pertama diselenggarakan di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947. Dari kongres itu kemudian lahir Hari Koperasi Indonesia dan organisasi koperasi nasional bernama SOKRI (Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia).

Menurut Wabup Tasikmalaya, pemerintah Kota Tasikmalaya memang sedang memberi perhatian besar pada Tugu Koperasi sebagai situs sejarah koperasi Indonesia.
Tugu tersebut merupakan penanda lokasi Kongres Koperasi Indonesia pertama tahun 1947. Saat ini ada rencana penguatan statusnya sebagai cagar budaya Nasional

PEN