JAKARTA—INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEJAGUNG RI—Senin 10 Agustus 2026, Kejaksaan Agung melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) memanggil 16 (enam belas) orang saksi, terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025 s.d. 2026, berinisial:
IDMAKN selaku Tenaga Ahli pada BGN.
MK selaku Mitra SPPG Pejaten Barat.
GW selaku Staff Keuangan PT NGS.
Direktur PT MDT.
Direktur PT AJS.
Direktur PT WMB.
Direktur PT ACG.
Direktur PT BCS.
Direktur PT BMA.
Direktur PT EC.
Direktur PT SSA.
Direktur PT MHT.
Direktur PT MTS.
Yayasan PRL.
Ketua Yayasan HJC dan HJM.
MNH.
Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud. Proses penyidikan akan terus dilaksanakan secara profesional, independen, dan akuntabel dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah dan prinsip kehati-hatian.
Jakarta, 10 Agustus 2026
KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM
TASIKMALAYA—-Program pembangunan Bidang anak usia dini di tahun 2026 Pada saat ini Di beberapa wilayah sedang berjalan dalam tahap perjalanan pekerjaan.
Pemerintah pusat, provinsi atau Daerah sampai setiap pelosok sudah mencadangkan anggaran untuk program revitalisasi yang membutuhkan khusus Jawa Barat yang cukup banyaknya dalam pelaksanaan laksanakan pekerjaan di masing masing sekolah yang membutuhkan.
Tentunya sangat riskan ada Kelalalian Pengawasan, pekerjaaan yang sudah memasuki 60%saat ini,Diantara; diduga untuk pemasangan atap genteng uvpvc polikarbonat memakai bahan yang tidak memiliki standarisasi berkualitas yang sehingga atap tersebut akan cepat rusak alias Dalam Waktu Yang Tidak lama Bisa bocor.
Bahan tersebut biasanya polikarbonat lokal (kw) dengan tebal tipis dan bahan tersebut bukanlah pc murni tapi dengan ukuran sama dengan kualitas yang sebenarnya.
Program revitalisasi yang sedang di laksanakan itu salah satunya TK. Miftahul Ulum Al_Hidayah Desa Melatisuka Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya dengan nilai anggaran Rp. 263.532.000. (Dua Ratus Enam Puluh Tiga Juta Lima Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Rupiah) APBN Tahun 2026 dengan secara Swakelola (P2SP) yang sangat di khawatirkan mengenai genteng atap ringan akan mengalami kebokbrokan (bocor) dengan waktu yang singkat, yang mana bahan tersebut memakai bahan yang tidak ada brand dari perusahaan yang sebenarnya, dengan ini merupakan pemasangan atap genteng uvpvc polikarbonat asal pasang demi meraup keuntungan pihak perusahaan.
Di salah satunya narasumber warga sekitaran lokasi pekerjaan yang tidak mau di sebutkan namanya menyampaikan, Memang pemasangan atap bukanlah pakai genteng biasa, di karnakan jelas itu bobot sangat berat, tapi ini hanya memakai genteng baja ringan yang terbuat dari plastik mirip bahan pipa paralon tipis biar kekuatan baja ringan tidak terlalu berat dan juga dengan harga cukup murah dalam satu lembarnya 8 genteng, Paparnya.
Mengenai paparan narasumber di atas memang benar program revitalisasi tersebut dalam pemakaian genteng bajaringan uvpvc sangat tidak berkualitas, yang mana pemerintah sudah menganggarkan dana itu untuk memberikan kenyamanan bagi semua siswa yang sedang melaksanakan belajar mengajar di dalam ruangan.
Maka dengan ini Kementerian Dasar dan Menengah Cq. Dirjen Kementerian Pendidikan Menengah dan Anak Usia Dini agar Audit hasil pekerjaan yang di laksanakan oleh pihak ke 3 mengenai pemasangan atap khususnya genteng uvpvc diduga adanya mark up harga, di karnakan material tersebut memakai bahan yang masuk standarisasi kualitas yang sebenarnya.
Bersambung…
Tasikmalaya ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI— Semangat gotong royong antara Satgas TMMD ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya bersama masyarakat terus ditunjukkan dalam pelaksanaan pembangunan di wilayah Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya.
Salah satu kegiatan yang tengah dilaksanakan yaitu pengaspalan jalan di Kampung Cilintung, Desa Parungponteng. Dalam pelaksanaannya, personel Satgas TMMD bersama masyarakat bahu-membahu mengerjakan proses pengaspalan dengan penuh semangat dan kekompakan.
Kebersamaan antara TNI dan masyarakat tersebut menjadi salah satu kunci sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan baik, lancar, serta menghasilkan kualitas pekerjaan yang maksimal. Masyarakat dengan antusias turut membantu proses pekerjaan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap program TMMD.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari, memperlancar akses transportasi, serta meningkatkan perekonomian warga.
Melalui kegiatan tersebut, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya kembali menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, diharapkan seluruh rangkaian pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan hasil pembangunan dapat dirasakan serta dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Parungponteng dalam jangka panjang.
Tasikmalaya –INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI—– Dalam rangka mempererat silaturahmi serta meningkatkan hubungan harmonis dengan masyarakat, personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0612/Tsm mengikuti kegiatan pengajian rutin bersama warga Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya.
Kegiatan pengajian tersebut dilaksanakan di Masjid Besar Kecamatan Parungponteng dan diikuti oleh masyarakat setempat bersama personel Satgas TMMD ke-129. Kehadiran Satgas TMMD dalam kegiatan keagamaan ini merupakan wujud kepedulian dan kedekatan TNI dengan masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan pembangunan fisik, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Dengan mengikuti pengajian bersama warga, diharapkan dapat semakin mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kebersamaan serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan. Masyarakat Parungponteng menyambut baik kehadiran personel Satgas TMMD yang turut berbaur dan mengikuti kegiatan keagamaan bersama warga.
Melalui kegiatan TMMD ke-129, Satgas Kodim 0612/Tsm terus berupaya hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk nyata pengabdian TNI kepada rakyat, sekaligus membangun kebersamaan dan semangat gotong royong demi terciptanya masyarakat yang semakin maju, rukun, dan sejahtera.
Kabupaten Tasikmalaya ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI— Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan masyarakat melalui kegiatan pemasangan sambungan listrik gratis bagi warga Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya.
Kegiatan pemasangan listrik gratis tersebut dilaksanakan di rumah Ibu Neneng Nurmala, warga Kampung Sukasenang RT 12 RW 04, Desa Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya.
Pemasangan sambungan listrik ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan perhatian Satgas TMMD ke-129 bersama pihak terkait dalam membantu meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar berupa akses penerangan listrik.
Dengan adanya pemasangan listrik tersebut, diharapkan Ibu Neneng Nurmala dan keluarga dapat merasakan manfaat penerangan yang lebih layak serta dapat menunjang berbagai aktivitas sehari-hari, terutama pada malam hari.
Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Satgas TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga berupaya memberikan manfaat langsung yang dapat dirasakan masyarakat.
Melalui semangat “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya terus membangun kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mewujudkan kehidupan masyarakat desa yang lebih maju, sejahtera, dan mandiri.
Kegiatan pemasangan listrik gratis tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap berbagai program TMMD dapat terus memberikan manfaat dan menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
PARUNGPONTENG,—INDOTIPIKOR.COM— 8 Agustus 2026 — Sapu, kain lap, dan kepedulian menjadi bagian dari kebersamaan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya bersama warga di Masjid Arrohmat, Kampung Cilintung, Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan bersih-bersih tersebut dilakukan secara gotong royong untuk menciptakan lingkungan masjid yang lebih bersih, rapi, dan nyaman digunakan masyarakat.
Sejumlah warga dan personel Satgas berbagi tugas. Ada yang menyapu dan mengepel lantai, mengelap kaca jendela, memindahkan barang serta material bangunan bekas yang sudah tidak terpakai, hingga membersihkan sisa-sisa puing yang masih berada di sekitar lingkungan masjid.
Tak hanya itu, bagian yang terdapat pecahan kaca dan serpihan material bangunan juga dibersihkan dengan hati-hati untuk menghindari potensi bahaya, terutama bagi jamaah yang beraktivitas di sekitar masjid.
Kegiatan sederhana tersebut memperlihatkan bahwa gotong royong tidak selalu berbicara tentang pekerjaan besar. Terkadang, kepedulian justru terlihat dari hal-hal kecil: mengambil sapu, mengangkat puing, mengelap kaca, hingga memastikan tidak ada benda berbahaya yang tertinggal di lingkungan rumah ibadah.
Bagi Satgas TMMD, kebersamaan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Sementara bagi warga, kehadiran Satgas menjadi penyemangat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum dan rumah ibadah agar tetap terawat.
Masjid yang bersih dan aman bukan hanya memberikan kenyamanan secara fisik, tetapi juga mendukung terciptanya suasana yang lebih khusyuk bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah.
Dari Kampung Cilintung, pesan sederhana kembali muncul: membangun desa bukan hanya soal mendirikan sesuatu yang baru, tetapi juga merawat apa yang sudah menjadi milik bersama.
Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya bersama warga bergotong royong membersihkan Masjid Arrohmat, mulai dari lantai, kaca, barang bangunan bekas, hingga pecahan kaca dan puing yang berpotensi membahayakan jamaah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Tasikmalaya ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI— Komando Distrik Militer (Kodim) 0612/Tasikmalaya terus menunjukkan komitmennya dalam menyukseskan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129. Kali ini, Kasdim 0612/Tasikmalaya turun langsung meninjau pelaksanaan kegiatan TMMD sekaligus memantau proses pengaspalan jalan semi hotmix di Dusun Jamburarang, Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (7/8/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana, tepat mutu, dan tepat sasaran. Di lokasi, Kasdim 0612/Tasikmalaya Mayor CZI Wawan Muhammad Nurodin menyaksikan secara langsung semangat kebersamaan antara personel TNI dan warga masyarakat yang bergotong royong mengerjakan pengaspalan jalan demi mempercepat terwujudnya akses infrastruktur yang lebih baik bagi masyarakat.
Jalan yang sedang diaspal merupakan salah satu sasaran fisik utama TMMD ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya. Kehadiran jalan semi hotmix ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempermudah aktivitas ekonomi warga, serta mendukung mobilitas masyarakat sehari-hari.
Kasdim 0612/Tasikmalaya Mayor CZI Wawan menyampaikan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi sarana mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Semangat gotong royong yang terlihat di Dusun Jamburarang ini adalah kekuatan utama TMMD. TNI hadir bersama masyarakat, bekerja bersama, dan hasilnya pun untuk kepentingan masyarakat. Kami berharap jalan ini nantinya dapat memberikan manfaat besar bagi warga Desa Parungponteng,” ujarnya di sela peninjauan.
Suasana pekerjaan pengaspalan tampak penuh kekompakan. Personel Satgas TMMD bersama warga saling bahu-membahu mulai dari penghamparan material hingga perapihan badan jalan. Kebersamaan tersebut menjadi cerminan nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa.
Warga setempat menyambut baik perhatian dan keterlibatan langsung jajaran Kodim 0612/Tasikmalaya. Mereka mengaku bangga karena pembangunan jalan di kampung mereka tidak hanya dikerjakan oleh TNI, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Melalui peninjauan ini, diharapkan seluruh sasaran TMMD ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Parungponteng. Semangat gotong royong yang terbangun selama pelaksanaan TMMD menjadi bukti bahwa kebersamaan antara TNI dan rakyat tetap menjadi fondasi kuat dalam membangun daerah.
*Tasikmalaya* ——INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI—- Bukan hanya tentang pembangunan fisik dan menyelesaikan program pengabdian, kehadiran Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya juga menghadirkan kedekatan yang begitu hangat dengan masyarakat.
Suasana penuh kebersamaan itu terlihat di Masjid Jami Al Huda, Kampung Pamegatan, Dusun Jambu Rarang, Desa Parungponteng,Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya. Di tempat sederhana tersebut, batas antara prajurit dan masyarakat seolah tidak ada. Mereka duduk berdampingan, bercengkerama, dan bersama-sama menjalankan ibadah Salat Jumat.
Di tengah jamaah, hadir pula Kasdim 0612/Tasikmalaya, *Mayor CZI Wawan*, yang turut melaksanakan Salat Jumat berjamaah bersama warga dan anggota Satgas TMMD ke-129.
Momen tersebut menjadi gambaran nyata bahwa pengabdian seorang prajurit tidak hanya hadir ketika memegang alat kerja di lokasi pembangunan. Lebih dari itu, prajurit juga hadir di tengah kehidupan masyarakat, berbagi ruang, kebersamaan, dan rasa persaudaraan.
Dengan mengenakan pakaian yang sederhana dan tanpa sekat, anggota Satgas TMMD berbaur bersama warga dalam suasana yang penuh kekeluargaan. Masjid Jami Al Huda menjadi saksi bagaimana kemanunggalan TNI dan rakyat tumbuh bukan hanya melalui pembangunan desa, tetapi juga melalui kebersamaan dalam menjalankan ibadah.
Salat Jumat siang itu seakan menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah pengabdian tidak hanya diukur dari apa yang berhasil dibangun secara fisik, tetapi juga dari seberapa dekat hati prajurit dengan masyarakat yang dilayaninya.
Bagi warga Desa Parungponteng, kehadiran para anggota Satgas TMMD di tengah mereka bukan sekadar menjalankan tugas. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari cerita kebersamaan—tentang prajurit yang datang untuk membantu, kemudian diterima sebagai keluarga.
TMMD pun menjadi lebih dari sekadar program pembangunan. Ia menjadi jembatan yang mempertemukan pengabdian dengan ketulusan, serta mempererat ikatan antara TNI dan rakyat.
Dari sebuah masjid di pelosok Kabupaten Tasikmalaya, terpancar pesan sederhana namun mendalam: *ketika TNI dan rakyat duduk bersama, beribadah bersama, dan bekerja bersama, di sanalah kemanunggalan benar-benar terasa.*
CIAMIS,Ciamis News,Indotipikor –
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus memperkuat program zakat produktif sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat penerima manfaat atau mustahik.
Salah satu langkah nyata dilakukan melalui penyaluran bantuan berupa dua ekor kambing betina indukan dalam kondisi bunting kepada kelompok mustahik di kawasan Kampung Zakat, masing-masing di Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, dan Desa Maparah, Kecamatan Panjalu.
Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, MBA., saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2026), mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari strategi BAZNAS dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar memberikan manfaat yang lebih panjang bagi masyarakat.
Menurutnya, zakat tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif mustahik, tetapi juga dapat dikelola menjadi modal usaha produktif yang secara bertahap mampu meningkatkan taraf perekonomian penerima manfaat.
“Program ini merupakan bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan zakat secara produktif dan berkelanjutan. Harapannya, bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi bisa berkembang menjadi sumber penghasilan bagi mustahik,” ujar H. Lili.
Ia menjelaskan, ternak kambing dipilih karena memiliki potensi pengembangan yang cukup baik. Terlebih, kambing yang disalurkan merupakan indukan dalam kondisi bunting sehingga diharapkan dapat segera berkembang dan memberikan nilai ekonomi bagi penerimanya.
“Ketika kambing sudah beranak dan anaknya sudah lepas menyusui, indukan tersebut nantinya dapat diberikan kepada peternak atau mustahik lain yang sudah siap untuk mengelolanya. Jadi, manfaat dari bantuan ini bisa terus bergulir,” jelasnya.
Konsep tersebut, lanjut H. Lili, menjadi salah satu bentuk pengembangan zakat produktif dengan prinsip keberlanjutan. Bantuan yang diberikan diharapkan tidak hanya menjadi milik satu penerima, tetapi dapat memberikan manfaat kepada mustahik lainnya melalui sistem pengembangan dan pengguliran ternak.
Dengan pola tersebut, BAZNAS Ciamis ingin membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi berbasis zakat di kawasan Kampung Zakat. Para mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga diarahkan untuk memiliki aktivitas ekonomi yang dapat dikembangkan secara mandiri.
“Tujuan akhirnya adalah bagaimana mustahik bisa berdaya, memiliki usaha, kemudian ekonominya meningkat. Prinsipnya bagaimana kita berupaya mengubah mustahik menjadi muzakki,” katanya.
H. Lili menegaskan, semangat tersebut sejalan dengan nilai yang terkandung dalam ajaran Islam mengenai pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan. Zakat diharapkan mampu menjadi jalan bagi masyarakat yang sebelumnya membutuhkan bantuan untuk secara bertahap menjadi pihak yang mampu memberikan zakat.
Karena itu, keberhasilan program zakat produktif tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari sejauh mana bantuan tersebut mampu menciptakan perubahan ekonomi bagi penerima manfaat.
BAZNAS Kabupaten Ciamis berharap program Kampung Zakat dan pemberdayaan ternak produktif dapat terus berkembang dengan dukungan pendampingan, tanggung jawab penerima manfaat, serta pengelolaan yang baik.
Melalui program tersebut, dana ZIS diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas, menciptakan kemandirian ekonomi mustahik, memperkuat semangat gotong royong, sekaligus menghadirkan manfaat zakat yang terus berkelanjutan di tengah masyarakat.Editor (Yan.P/M.Robby).
JAKARTA,—INDOTIPIKOR.COM-MEDIA FORSIMEMA RI—Jum’at 07 Agustus 2026
Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI) memberikan perhatian serius terkait banyaknya keluhan dari awak media mengenai sulitnya mengonfirmasi atau melakukan klarifikasi kepada oknum maupun pejabat aparatur peradilan di berbagai tingkatan.
Fenomena “bungkam” atau enggan merespon wartawan ini dinilai bertentangan dengan semangat keterbukaan informasi publik dan transparansi peradilan.
Ketua Umum FORSIMEMA-RI menegaskan bahwa wartawan bekerja dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan memiliki tanggung jawab moral untuk menyajikan berita yang berimbang (cover both sides). Ketika aparatur peradilan memilih untuk tidak merespon, hal itu justru berpotensi merugikan lembaga peradilan itu sendiri.
“Konfirmasi adalah hak sekaligus kewajiban jurnalistik untuk memastikan kebenaran informasi.
Jika aparatur peradilan—baik juru bicara, humas, maupun pejabat terkait—pilih bungkam atau mengabaikan awak media, jangan salahkan jika narasi yang terbangun di publik menjadi liar.
Sikap tertutup justru memicu spekulasi negatif dan memperburuk citra penegakan hukum di mata masyarakat,” ujar Ketum FORSIMEMA-RI.
Akar Masalah dan Sorotan FORSIMEMA-RI
FORSIMEMA-RI mencatat beberapa alasan utama mengapa fenomena ini kerap terjadi di lapangan:
Alergi dan Kekhawatiran Berlebih (Skeptisisme Media ): Adanya rasa takut atau salah persepsi terhadap pola kerja jurnalistik, sehingga menganggap pertanyaan pers sebagai potensi ancaman atau ‘jebakan’, bukan sebagai sarana edukasi publik.
* Belum Optimalnya Fungsi Humas dan Juru Bicara : Masih ada satuan kerja (satker) di daerah maupun pusat yang fungsi kehumasannya belum berjalan proaktif atau terkesan sekadar formalitas.
Pola Pikir Birokrasi Lama : Masih tertanamnya budaya tertutup dan enggan memberikan penjelasan terkait dinamika atau kasus yang sedang menarik perhatian publik.
Imbauan dan Solusi
Menyikapi kondisi ini, FORSIMEMA-RI menyampaikan beberapa poin penting:
Sinergi dan Komunikasi Terbuka : Mendorong seluruh pimpinan dan aparatur di lingkungan Mahkamah Agung serta badan peradilan di bawahnya untuk menjadikan media sebagai mitra strategis, bukan objek yang dihindari.
* Optimalisasi Saluran Informasi Resmi : Jika pejabat terkait berhalangan hadir secara langsung, setidaknya berikan pernyataan resmi (official statement) atau petunjuk waktu kapan klarifikasi dapat diberikan secara transparan.
* Kerja Sama Edukasi : FORSIMEMA-RI siap menginisiasi forum diskusi atau pembenahan saluran komunikasi antara insan pers dan humas peradilan guna menciptakan ekosistem informasi hukum yang sehat, akurat, dan berintegritas.
”Kerja smart dan transparansi adalah kunci. Citra badan peradilan yang bersih dan berwibawa tidak hanya dibangun dari putusan di ruang sidang, tetapi juga dari keberanian dan keterbukaan dalam menyapa serta memberikan penjelasan yang jujur kepada publik melalui media,” tutup Ketum FORSIMEMA-RI .