Sabtu, Oktober 3, 2026
Beranda POLRI Presiden Prabowo Subianto melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala...

Presiden Prabowo Subianto melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) mendampingi Kapolri Suyudi Ario Seto.

0
46

JAKARTA–INDOTIPIKOR.COM–MEDIA LOYALIS MABES POLRI—Presiden Prabowo Subianto melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat pada Kamis (1/10/2026) sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) mendampingi Kapolri Suyudi Ario Seto.
Wahyu merupakan perwira tinggi Polri yang dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 4 Juni 1970 dan merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata (AKABRI) (Akpol) 1992.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol, Wahyu memulai kariernya sebagai perwira pertama di Polda Jawa Barat pada 1993.
Setahun kemudian ia mendapat penugasan sebagai Wakapolsek Cirebon Selatan. Pada 1995, ia dipercaya menjadi Kapolsek Soreang, Polres Bandung, kemudian bertugas di sejumlah posisi reserse di lingkungan Polda Jawa Barat dan Polres.
Pengalaman Wahyu juga mencakup penanganan kasus terorisme. Ia tercacata terlibat dalam penanganan kasus ledakan Bom Bali II pada 2005. Dalam perjalanan kariernya, ia kemudian dipercaya menjadi Kasatgaswil Jawa Barat Densus 88 Antiteror Polri.
Salah satu fase penting dalam karier Wahyu terjadi ketika ia dipercaya sebagai Wakapolda Metro Jaya pada 2018. Setelah itu, pada 2020 ia menjabat Wakabareskrim Polri, posisi yang membawanya kejanjang pimpinan utama bidang reserse di tingkat Mabes Polri.
Sebelumnya, Wahyu pernah menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan selama empat tahun, yakni pada 2012-2016, lalu dimutasi ke Analis Kebijakan Madya Bidang Pindum Bareskrim Polri.
Kemudian, ia menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya.
Di bawah kepemimpinannya, dimulai penyelidikan terkait dugaan pornografi yang melibatkan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, selain kasus tersebut, Dirreskrimsus juga menyelidiki koperasi Pandawa.


Berbagai posisi lain di kepolisian juga telah dijajaki oleh Wahyu. Posisi-posisi ini meliputi perwira tinggi Badan Intelijen Polri pada Badan Intelijen Negara (BIN) Direktur Respons Ancaman Deputi Bidang Intelijen Siber BIN, dan Wadir Tipis Siber Bareskrim Polri.
Ketika menjadi Wakabareskrim, salah satu pengungkapan yang diberitakan adalah penyitaan 200 kilogram sabu dalam jaringan internasional melalui operasi yang dikenal sebagai White Corn 2020.
Pada September 2024. Wahyu kemudian dapat bergeser dibidang dan anggaran setelah dipercaya menjadi Asrena Kapolri.
Pada September 2024, jabatan tersebut dikukuhkan menjadi Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astamarena) sekaligus mengantarkannya kepangkat Komisaris Jenderal atau bintang tiga.
Posisi Astamarena membuat pengalaman Wahyu tidak lagi hanya berkaitan dengan fungsi reserse dan operasional kepolisian, tetapi juga mencakup perencanaan program dan pengelolaan anggaran Polri. Pada 2026 ia masih tercatat sebagai Astamarena dalam sejumlah kegiatan resmi Polri.
Karier Wahyu kembali mengalami perubahan pada 1 Oktober 2026. Wahyu menjadi pendamping Suyudi Ario Seto dalam jajaran pimpinan tertinggi Polri. Pengangkatannya sekaligus menandai perpindahan dari posisi Astamarena ke jabatan Wakapolri.

HUMAS POLRI

REDAKSI

TRIYONO BANDUNG–GARENG SULAEMAN