Kegiatan Coffee Morning CJS ini diharapkan dapat menjadi sustainable forum yang secara berkelanjutan memperkuat sinergi antar APH,

0
27

Bandar Lampung-–INDOTIPIKOR.COM–MEDIA FORSIMEMA RI— Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Lampung, melakukan Coffee Morning dengan seluruh aparat penegak hukum. Ssst… apa yang dibahas ya?

Ternyata Coffee Morning itu dalam rangka upaya memperkuat koordinasi dan harmonisasi dalam sistem peradilan pidana. Kegiatan Coffee Morning Criminal Justice System (CJS) itu mengusung tema “Dialekta Implementasi SEMA No. 1 Tahun 2026 dan Perma No. 8 Tahun 2020.” Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam membangun inter-agency collaboration di antara Aparat Penegak Hukum (APH).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua PN Tanjungkarang, Nelson Angkat beserta jajaran, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bandar Lampung beserta jajaran, Kapolresta Bandar Lampung beserta jajaran, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Rajabasa, Kepala Rumah Tahanan Negara Bandar Lampung, serta Kepala Balai Pemasyarakatan Bandar Lampung.

Dalam suasana yang hangat namun tetap profesional, forum berlangsung secara dinamis dan interaktif. Para peserta aktif menyampaikan berbagai pertanyaan, pandangan, serta case-based issues yang dihadapi dalam praktik penegakan hukum sehari-hari.

Setiap pertanyaan dijawab secara lugas, komprehensif, dan straight to the point oleh para panelis, yang terdiri dari Ketua PN Tanjungkarang, Kapolresta Bandar Lampung, Kasipidum Kejari Bandar Lampung, Kalapas Rajabasa, Karutan Bandar Lampung, serta Kepala Balai Pemasyarakatan Bandar Lampung.

Diskursus yang berkembang dalam forum ini mencerminkan adanya constructive dialogue antar lembaga, khususnya dalam memahami dan mengimplementasikan ketentuan dalam SEMA No. 1 Tahun 2026 serta Perma No. 8 Tahun 2020 secara lebih efektif dan seragam. Beberapa isu krusial yang dibahas meliputi sinkronisasi proses penanganan perkara, optimalisasi peran masing-masing institusi dalam kerangka criminal justice system, serta penguatan prinsip due process of law.

“Kami menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan ini,” kata Nelson, Selasa (28/4/2026).

Ia menyambut baik terselenggaranya forum Coffee Morning CJS sebagai wadah komunikasi yang konstruktif antar APH. Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat kesamaan persepsi (shared understanding) serta meningkatkan kualitas koordinasi lintas institusi.

“Kami berharap agar kegiatan ini dapat dijadikan sebagai agenda rutin yang berkelanjutan (sustainable agenda) guna menjaga konsistensi sinergi dan meningkatkan efektivitas sistem peradilan pidana,” ucapnya.

Sebagai hasil dari kegiatan ini, dirumuskan sejumlah rekomendasi strategis yang diharapkan dapat menjadi guiding principles dalam pelaksanaan peradilan pidana ke depan. Rekomendasi tersebut menitikberatkan pada peningkatan koordinasi lintas lembaga.

“Juga penyamaan persepsi dalam penerapan regulasi, serta penguatan integritas dan profesionalitas APH dalam menjalankan tugasnya,” urainya.

Kegiatan Coffee Morning CJS ini diharapkan dapat menjadi sustainable forum yang secara berkelanjutan memperkuat sinergi antar APH, sehingga tercipta sistem peradilan pidana yang lebih efektif, transparan, dan berkeadilan.

Tim DANDAPALA – Dandapala Contributor
Selasa, 28 Apr 2026