Kamis, Oktober 8, 2026
Beranda DAERAH Kandang Baru Layer Ke-2, Berkapasitas 43.200 Ayam Siap Perkuat Produksi Ciamis

Kandang Baru Layer Ke-2, Berkapasitas 43.200 Ayam Siap Perkuat Produksi Ciamis

0
4

CIAMIS Indotipikor,Ciamis news-
Langkah Pasini Farm Naratas Group mengembangkan usaha peternakan ayam petelur di Kabupaten Ciamis dibarengi dengan peningkatan standar pengelolaan. Setelah meraih Nomor Kontrol Veteriner (NKV) Level I, perusahaan kini memperkuat kapasitas produksi melalui pembangunan kandang kedua berteknologi closed house.

Kandang baru tersebut resmi dibuka dalam kegiatan syukuran di kawasan Kelurahan Linggasari,Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Rabu (7/10/2026). Fasilitas ini memiliki kapasitas sekitar 43.200 ekor ayam petelur dan menjadi bagian dari ekspansi usaha Pasini Farm.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Ciamis, Anton Wahyu Radityananto, menilai langkah tersebut menunjukkan bahwa usaha peternakan di daerah mulai bergerak menuju pengelolaan yang semakin modern dan terukur.

Menurut Anton, NKV Level I bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi indikator bahwa unit usaha telah memenuhi persyaratan tertentu terkait kesehatan hewan, higiene, sanitasi, serta keamanan produk hewan.

“Pasini Farm sudah mengantongi NKV Level I. Artinya, secara persyaratan sudah memiliki peluang untuk masuk ke pasar ekspor. Hanya saja, untuk saat ini ekspor belum dilakukan,” kata Anton.

Ia menjelaskan, kepemilikan NKV memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha karena standar pengelolaan yang diterapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk yang dihasilkan.

Namun, Anton menegaskan, peluang ekspor tidak serta-merta harus direalisasikan setelah sertifikasi diperoleh. Kesiapan produksi, kesinambungan pasokan, serta kebutuhan pasar tetap menjadi pertimbangan utama.

“Yang terpenting standar produksinya sudah terpenuhi. Selanjutnya tinggal bagaimana perusahaan mengembangkan kapasitas dan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.

Anton mengungkapkan, untuk mendapatkan NKV, sebuah unit usaha harus melewati proses pemeriksaan dan penilaian terhadap berbagai aspek. Mulai dari kondisi kandang, kesehatan ternak, pengelolaan pakan, kebersihan lingkungan, sanitasi hingga aspek keamanan produk menjadi bagian yang diperhatikan.

Sertifikat NKV sendiri diterbitkan pemerintah provinsi melalui perangkat daerah yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan berdasarkan hasil penilaian tim auditor NKV. Sertifikat tersebut ditandatangani pejabat Otoritas Veteriner Provinsi.

Menurut Anton, penerapan standar di Pasini Farm relatif lebih mudah dikendalikan karena berada dalam satu sistem manajemen dengan Naratas Group.

“Kalau pengelolaannya melibatkan banyak peternak dan banyak kandang, penerapan standar tentu membutuhkan pendampingan yang lebih panjang. Karena itu, kami terus mendorong peternak rakyat dan koperasi agar secara bertahap meningkatkan standar usahanya,” katanya.

Disnakan Ciamis, lanjut Anton, tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga mengarahkan pelaku usaha agar memperhatikan kualitas, keamanan, efisiensi dan keberlanjutan usaha.

Langkah Pasini Farm tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu contoh bahwa pengembangan peternakan modern harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penerapan teknologi.

Sementara itu, Komisaris Pasini Naratas Layar Farm, Hary Adam, mengatakan pembangunan kandang kedua merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas produksi.

Kandang dengan sistem closed house tersebut dirancang untuk menampung sekitar 43.200 ekor ayam petelur. Menurut Hary, penggunaan teknologi menjadi kebutuhan seiring perkembangan genetik ayam yang semakin baik.

“Genetik ayam terus dipacu supaya semakin efisien. Karena itu, pola budidayanya juga harus menyesuaikan dengan perkembangan tersebut,” jelasnya.

Hary mengatakan, teknologi saja tidak cukup untuk menghasilkan produksi optimal. Kompetensi tenaga kerja juga menjadi faktor penting dalam mengelola peternakan dengan sistem modern.

Karena itu, Pasini Farm secara berkala meningkatkan kemampuan sumber daya manusia melalui pelatihan maupun seminar. Perusahaan juga menggandeng sejumlah pihak yang memiliki kompetensi dan sertifikasi di bidang kesehatan serta pengelolaan peternakan.

Terkait peluang ekspor, Hary menyebut Pasini Farm masih memprioritaskan pasar domestik. Kebutuhan produk peternakan di dalam negeri, khususnya Kabupaten Ciamis, dinilai masih cukup besar sehingga ekspor belum menjadi prioritas dalam waktu dekat.

“Untuk saat ini kami belum melakukan ekspor karena pasar domestik, khususnya Ciamis, masih membutuhkan produk kami,” ujarnya.

Bagi Pasini Farm, NKV Level I juga tidak semata-mata dipandang sebagai tiket untuk memperluas pasar. Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar.

Dengan kombinasi teknologi closed house, penerapan standar veteriner, penguatan SDM dan manajemen yang terintegrasi, Pasini Farm optimistis pengembangan usaha dapat berlangsung secara berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan peternakan modern di Kabupaten Ciamis. (Yan.P/M.robby).