Selasa, Mei 26, 2026
Beranda blog Halaman 89

UPG MA Ingatkan Potensi Gratifikasi di Pekan Terakhir WFO

0

Jakarta ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA FORSIMEMA RI— Melalui akun Instagram @maricegahgratifikasi, UPG MA mempublikasikan materi edukatif bertajuk “Siapa yang Wajib Melaporkan Gratifikasi?” pada Sabtu (7/3/2026).

Pekan ini menjadi minggu terakhir aparatur Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya bekerja penuh dari kantor sebelum kebijakan Work From Anywhere (WFA) mulai diberlakukan.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung Nomor 401/SEK/HM3.1.1/III/2026 yang mengatur pola kerja fleksibel bagi aparatur peradilan.

Dalam momentum perubahan pola kerja ini, aparatur peradilan juga diingatkan untuk tetap mewaspadai potensi gratifikasi.

Periode menjelang libur panjang dan hari raya selama ini dikenal sebagai masa ketika tradisi pemberian bingkisan, parsel, atau hadiah meningkat. Bagi aparatur negara, situasi seperti ini kerap dipandang sebagai masa rawan gratifikasi.

Unggahan tersebut menegaskan bahwa kewajiban pelaporan gratifikasi tidak hanya berlaku bagi pejabat tertentu, melainkan mencakup pegawai negeri maupun penyelenggara negara.

Ketentuan tersebut merujuk pada regulasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengatur bahwa setiap gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugas penerima wajib dilaporkan.

“Jika pemberian tersebut terlanjur diterima, maka tetap wajib dilaporkan,” tegas UPG MA melalui akun media sosial resminya.

Dalam materi edukasi tersebut, UPG MA juga memberikan sejumlah contoh praktik yang dapat dikategorikan sebagai gratifikasi di lingkungan peradilan.

Pada lingkup hakim, misalnya pemberian uang dari pihak berperkara, parsel hari raya, atau fasilitas perjalanan serta penginapan yang berkaitan dengan penanganan perkara.

Pada lingkup kepaniteraan, potensi gratifikasi dapat muncul dalam bentuk pemberian uang dari pihak berperkara dengan tujuan mempercepat proses administrasi perkara atau memengaruhi pencatatan administrasi.

Sementara pada lingkup kesekretariatan, contoh yang sering terjadi adalah pemberian hadiah dari vendor atau penyedia barang dan jasa kepada pejabat pengelola anggaran, pejabat pembuat komitmen (PPK), atau pejabat struktural lainnya, termasuk dalam bentuk bingkisan hari raya.

Pengingat tersebut muncul di tengah masa transisi menuju penerapan Work From Anywhere (WFA) di lingkungan Mahkamah Agung.

Pekan ini menjadi minggu terakhir kerja efektif dari kantor sebelum kebijakan tersebut diberlakukan. Aparatur peradilan kembali diingatkan untuk mewaspadai potensi gratifikasi, terutama menjelang periode libur dan hari raya yang identik dengan tradisi pemberian bingkisan

Gillang Pamungkas – Dandapala Contributor
Kamis, 12 Mar 2026

Menggali Potensi Anak-Anak Dan Adakan Festival Ramadhan Madrasah Serta Dkm Masjid Miftahul Khoer, Kalapa Sawit Sukasenang Ciamis Disambut Suka Cita Oleh Seluruh Warga.

0

CIAMIS–INDOTIPIKOR.COM–Di Bulan suci Ramadhan Telah berlangsung berupa  Festival  serta berlangsung dengan sangat  meriah, tepatnya di sebuah pelosok Negeri, di Dusun Tugu Kalapasawit RT 035 RW 013 Desa Sukasenang Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis, para pesertanya  dengan melibatkan anak-anak serta para remaja setempat.

Festival perlombaan ini berlangsung di Masjid Jami Miftahul Khoer pada tanggal 12 Maret 2026 menjelang Maghrib, menjelang berbuka bersama, Kegiatan  Berbagai perlombaan Islami digelar seperti;  lomba adzan, kaligrafi, Lomba Cerdas Cermat (LCC), dan kegiatan keagamaan lainnya yang disambut dengan penuh antusias oleh peserta festival (anak-anak dan para  remaja), Dihadiri Acara Tersebut Oleh Para;  masyarakat dan juga tokoh Agama diantaranya  yaitu  Asep Tatang Nurzaman (DKM Masjid Miftahul Khoer),  Reni Anggraeni ( Kepala Sekolah Madrasah), serta guru-gurun dari  jajarannya.

Selama lomba berlangsung, peserta tampak semangat menunjukkan kemampuan terbaiknya sementara warga dan panitia memberikan dukungan dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi masyarakat serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai Islam. Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung sederhana namun penuh keakraban, menambah keberkahan Ramadhan bagi seluruh warga yang hadir.

Muhamad Ridwan
CIAMIS-INDOTIPIKOR

Badan Pemulihan Aset Gelar Lelang Satu Bidang Tanah dan Bangunan di Gorontalo

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEJAGUNG RI—Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI mengumumkan rencana pelaksanaan Lelang Barang Rampasan Negara atas nama Terpidana Rusjdi Basalamah berupa 1 (satu) bidang tanah dan bangunan yang berlokasi di Jl. Manggis No. 88, Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, terkait dengan perkara proyek fiktif.
Lelang tersebut akan dilaksanakan pada Rabu 15 April 2026 melalui perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Gorontalo beralamat di Jl. Achmad Nadjamudin Nomor 7 Kota Gorontalo dengan batas akhir penawaran pukul 10.00 WIB waktu server dan dapat diakses melalui laman https://lelang.go.id.
Pelaksanaan lelang berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Serang Nomor 40/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Srg tanggal 06 Maret 2024 jo. Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Banten Nomor 9/Pid.Sus-TPK/2024/PT.BTN tanggal 07 Mei 2024.

Adapun total nilai limit objek lelang tersebut senilai Rp74.321.341.000 (tujuh puluh empat miliar tiga ratus dua puluh satu juta tiga ratus empat puluh satu ribu rupiah) dan uang jaminan lelang senilai Rp22.297.000.000 (dua puluh dua miliar dua ratus sembilan puluh tujuh juta rupiah).
Sebagai informasi, Kegiatan Aanwijzing (penjelasan lelang) akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 1 April 2026, pukul 09.00 WITA bertempat di Hotel Aston Gorontalo Jl. Manggis Nomor 88, Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.
Peserta yang tidak mengikuti Aanwijzing dianggap menerima dan menyetujui hasil aanwijzing sesuai kondisi objek lelang apa adanya baik secara kondisi, kualitas dan kuantitas

REDAKSI

DANDAN RAMDAN

 

Menuju Indramayu REANG, Lucky Hakim Percepat Pembangunan di Berbagai Sektor

0

INDRAMAYU ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PEMPROV JABAR– Satu tahun sudah Lucky Hakim menakhodai Kabupaten Indramayu sejak dilantik pada 20 Februari 2025. Mengusung visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong), periode pertama kepemimpinan bupati Lucky Hakim dan wakil bupati Syaefudin ditandai dengan gerak cepat melalui 14 Program Percepatan. Program-program ini dirancang bukan sekadar sebagai slogan, melainkan instrumen konkret untuk menjawab jeritan masyarakat di akar rumput.

Menanam Nilai Religius melalui Indramayu Mengaji dan Berzakat

Di bawah komando Lucky Hakim, aspek spiritualitas menjadi fondasi pembangunan. Melalui program Indramayu Mengaji, Pemkab menggalakkan kegiatan Hafidz Quran, Khataman 30 Juz, hingga pembangunan Rumah Tahfidz.
Tak hanya itu, program Indramayu Berzakat yang diinisiasi hanya sebulan setelah menjabat, kini telah membuahkan hasil nyata. Dana zakat yang terkumpul disalurkan secara transparan untuk bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan beasiswa pendidikan bagi keluarga tidak mampu.

Revolusi Pendidikan dan Kesehatan: Investasi Sumber Daya Manusia

Sektor pendidikan mendapatkan nafas baru melalui Indramayu Belajar. Kehadiran “Sekolah Rakyat” dan program “Sanggar Seni Masuk Sekolah (SSMS)” bertujuan menyeimbangkan kemampuan akademik dengan pelestarian budaya lokal.
Di sisi kesehatan, terobosan besar dilakukan dengan rencana pengaktifan kembali eks bangunan RS Reysa di Cikedung Lor menjadi RSUD. Langkah ini diambil untuk memecah konsentrasi pasien di pusat kota dan mendekatkan layanan kesehatan kepada warga di wilayah Indramayu Barat. Selain itu, optimalisasi layanan BPJS, penurunan angka stunting, dan cek kesehatan gratis menjadi agenda rutin yang menyentuh ribuan warga.

Sektor Agraria: Upaya Mewujudkan Petani Sejahtera

Sebagai lumbung pangan nasional, Lucky Hakim memberikan perhatian khusus pada stabilitas harga gabah. Pemkab membangun 31 demplot pertanian di seluruh kecamatan sebagai pusat edukasi dan percontohan. Menariknya, pendekatan alami juga ditempuh dengan pelepasan predator alami seperti ular dan burung hantu untuk membasmi hama tikus, didukung dengan penguatan Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk melindungi petani dari gagal panen.

“Jalan Mulus dan Aman”: Menjawab Keluhan Infrastruktur

Infrastruktur jalan yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat mulai menunjukkan perubahan signifikan. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tahun 2025, realisasi perbaikan mencakup:
•Pemeliharaan Rutin: 74 ruas jalan sepanjang 270 kilometer.
•Rekonstruksi Jalan: 32 ruas jalan kabupaten sepanjang 28 kilometer.
•Rehabilitasi Jalan Desa: 349 titik sepanjang 75 kilometer.
Beberapa proyek strategis seperti jalan beton sepanjang 2,6 km di Situraja–Kiarapayung dan perbaikan ruas jalan Pondoh telah rampung, memberikan dampak langsung pada kelancaran ekonomi warga.

Transformasi Digital dan Respons Cepat “Wong Reang Wadul”

Di era keterbukaan informasi, Lucky Hakim meluncurkan Super Apps Wong Reang dan kanal aduan Wong Reang Wadul. Komitmen ini bukan sekadar formalitas; data Diskominfo menunjukkan bahwa dalam 100 hari pertama, dari 929 aduan yang masuk, sebanyak 871 aduan (93 persen) berhasil diselesaikan oleh perangkat daerah terkait.
Transparansi ini dibarengi dengan reformasi birokrasi, termasuk penandatanganan 1.000 izin usaha secara cepat dan pengisian kekosongan jabatan direksi di BUMD (PT. BWI dan Perumda Tirta Darma Ayu) melalui seleksi terbuka untuk memastikan profesionalisme.

Pembangunan Berbasis Kepedulian Sosial dan Lingkungan

Program “REANG EMAN NING SEMA” (Sayangi Ibu) hadir sebagai sentuhan humanis kepemimpinan Lucky Hakim. Program ini melibatkan ASN sebagai pendamping lansia, memastikan tidak ada orang tua yang terabaikan di Indramayu.
Di bidang lingkungan dan pemukiman, Pemkab telah membangun:
1.SPAM (Sumur Bor): Di 16 desa untuk akses air bersih.
2.SPALD (MCK): 184 unit di 9 desa untuk sanitasi layak.
3.Normalisasi Sungai: Pengerukan di 13 muara sungai untuk mencegah banjir dan membantu akses nelayan.

Tantangan Menuju Tahun Kedua

Satu tahun kepemimpinan Lucky Hakim telah meletakkan batu pertama pembangunan yang inklusif di Indramayu. Meski banyak target jalan dan jembatan yang telah terealisasi, tantangan ke depan tetaplah besar, terutama dalam menjaga konsistensi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan infrastruktur di pelosok desa. Dengan semangat “Reang”, pemerintah optimis Indramayu akan terus bersolek menjadi daerah yang lebih maju.

ARIP P

Keakraban Kapolda Jabar Buka Puasa Bersama Pemred dan Wartawan, Pererat Tali Silaturahmi

0

POLDA JABAR–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA POKJA HUMAS POLDA JABAR—Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan didampingi Pejabat Utama Polda Jabar, Buka Puasa bersama Pimpinan Redaksi beserta wartawan di RM Padang Sederhana Bandung, Rabu (11/3/2026)
Sejumlah pemimpin redaksi dan wartawan hadir pada kegiatan tersebut.

Kapolda Jabar mengharapkan ada umpan balik dari media dalam memberitakan kegiatan – kegiatan positif Kepolisian khususnya Polda Jabar.

Irjen Rudi Setiawan berharap media masa di Jabar dapat bersinergi serta berkolaborasi dengan Polda Jabar.

“Kami berharap tidak ada sekat dalam menjalankan tugas dan fungsi masing – masing , Pers dan Polri selalu bersinergi membangun bangsa.” tutupnya

(Bidhumas Polda Jabar)

Kodam III/Slw Peringati Nuzulul Qur’an 1447 H, Perkuat Karakter Prajurit Menuju Indonesia Maju

0

Bandung, –INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI—– Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Slw Ny. Riri Kosasih menghadiri kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H/ 2026 M yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Makodam III/Siliwangi Jl. Aceh No. 69 Kota Bandung, Kamis (12/03/2026).

Dengan mengusung tema “Dengan Ibadah Ramadhan dan Nuzulul Qur’an Membentuk Karakter Prajurit Prima Guna Menuju Indonesia Maju.” kegiatan dihadiri oleh jajaran pejabat, prajurit dan PNS Kodam III/Slw serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Slw.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan ceramah atau tausiyah yang disampaikan oleh KH. M.D. Ubaydillah AB, M.Pd, yang menyampaikan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, khususnya di bulan suci Ramadhan.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemberian santunan kepada keluarga prajurit yang gugur dalam melaksanakan tugas negara. Santunan diberikan kepada Ny. Isyana Putri, istri dari Almarhum Mayor Ckm dr. Yanto, anggota Kesdam III/Siliwangi, yang gugur saat melaksanakan Satgas Operasi Tinombala Tahun 2016.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan pembagian trofi, piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada para pemenang Lomba Gema Ramadhan, yang terselenggara atas kerja sama Kodam III/Slw dengan Yayasan Anak Indonesia Bermartabat dan Bank BJB. Lomba tersebut meliputi berbagai kategori, di antaranya lomba adzan anak, hafalan Al-Qur’an, kultum, esai, serta lomba mengaji Babinsa kategori murotal dan qori.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat semakin memperkuat karakter prajurit Kodam III/Siliwangi agar menjadi prajurit yang profesional, humanis dan berintegritas dalam menjalankan tugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Pendam III/Siliwangi).

Kunker Virtual Jaksa Agung Jelang Idulfitri 1447 H: Penegakan Hukum Harus Proaktif, Profesional dan Junjung Integritas

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEJAGUNG RI—Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) Virtual pada Kamis, 12 Maret 2026 melalui Zoom Meeting, yang diikuti oleh seluruh jajaran Korps Adhyaksa di seluruh Indonesia hingga Pejabat Perwakilan Kejaksaan RI di Bangkok, Singapura, Hongkong dan Riyadh.
Dalam arahannya, Jaksa Agung menekankan bahwa meskipun kegiatan dilaksanakan secara virtual, hal tersebut tidak mengurangi esensi kunjungan kerja dalam mencermati dinamika penegakan hukum terkini.
“Belakangan ini telah menjadi atensi munculnya fenomena ‘no viral, no justice’ sebagai bentuk autokritik fundamental bagi Kejaksaan untuk tidak terjebak dalam pola kerja reaktif, melainkan harus bertransformasi menjadi institusi yang proaktif dan konsisten pada supremasi hukum tanpa harus menunggu legitimasi dari opini publik,” ungkap Jaksa Agung.
Sejalan dengan tuntutan transparansi tersebut, Jaksa Agung memberikan catatan kritis agar tidak terjadi lagi kesalahan substansi dalam penanganan perkara seperti yang terjadi di beberapa satuan kerja belakangan ini.
Jaksa Agung menginstruksikan seluruh jajaran untuk menguasai substansi hukum secara komprehensif, terutama dalam mengimplementasikan KUHAP baru, serta menggunakan asas Dominus Litis secara profesional dan akuntabel guna memastikan keadilan tetap bekerja dengan tegak lurus dalam keadaan senyap.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Jaksa Agung memberikan peringatan keras agar momentum hari raya tidak dijadikan kesempatan untuk penyalahgunaan wewenang atau perbuatan tercela yang dapat mencederai integritas institusi.
“Jaksa bukanlah alat transaksional maupun sarana pemeras masyarakat, dan tidak akan ada toleransi bagi oknum yang berkhianat pada sumpah jabatan. Hal ini sangat krusial mengingat kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan saat ini sangat tinggi, mencapai hampir 80% dan berada di urutan ketiga di antara lembaga negara lainnya menurut hasil survei terbaru,” tegas Jaksa Agung.
Selain aspek integritas, Jaksa Agung juga meminta jajaran Kejaksaan mengambil peran strategis dalam mengawal kebijakan ekonomi pemerintah, khususnya dalam mitigasi risiko lonjakan harga kebutuhan pokok melalui koordinasi forum pengendalian inflasi di daerah.
“Terkait administrasi perkara, para pimpinan satuan kerja diminta segera melakukan evaluasi dan inventarisasi menyeluruh terhadap barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap namun belum dieksekusi secara tuntas. Seluruh upaya ini diharapkan menjadi bentuk pengabdian yang solid dan kolektif demi menjaga marwah institusi,” ujar Jaksa Agung.
Sebagai penutup, Jaksa Agung atas nama pribadi dan selaku pimpinan institusi menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada seluruh keluarga besar Adhyaksa.
“Akhir kata, saya mengajak seluruh insan Adhyaksa di manapun Saudara bertugas untuk terus menjaga marwah institusi, memperkuat soliditas, serta bekerja dengan penuh dedikasi, integritas, dan tanggung jawab,” pungkas Jaksa Agung.
.
Jakarta, 12 Maret 2026
KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

REDAKSI

SITI FATIMAH–DANDAN RAMDAN

Pihak Swasta Beri Bantuan Ambulans, Kasatgas Tito: Bukti Ketahanan Nasional dan Kepedulian Sosial

0

Jakarta ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan, bantuan ambulans dari pihak swasta melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuktikan kuatnya konsep ketahanan nasional dan kepedulian sosial.

Hal tersebut disampaikan Tito dalam acara penyerahan bantuan ambulans kepada daerah terdampak bencana yang digelar di Kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Dalam kesempatan itu, sebanyak 31 mobil ambulans dan sejumlah alat kesehatan dari pihak swasta diserahkan kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah terdampak bencana.

Menurut Tito, dukungan dari sektor nonpemerintah menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah (Pemda), dan berbagai pihak lainnya mencerminkan kuatnya ketahanan nasional Indonesia dalam menghadapi bencana. “Karena kita menangani bencana yang besar ini dengan kekuatan nasional kita sendiri,” ujar Tito.

Ia menambahkan, keterlibatan dunia usaha dalam memberikan bantuan juga menunjukkan tingginya kepedulian sosial serta semangat gotong royong untuk membantu masyarakat terdampak. Adapun donatur yang memberikan bantuan mobil ambulans tersebut, yakni PT Astra International Tbk, PT Indomobil Trada Nasional, dan Yayasan Imeco Bhakti Nusa.

Di sisi lain, Tito mengapresiasi langkah cepat Kemenkes dalam memulihkan fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah terdampak bencana. Ia menuturkan, sebagian besar rumah sakit dan Puskesmas telah kembali beroperasi dalam waktu relatif singkat setelah bencana terjadi. “Karena Pak Menkesnya turun langsung, kemudian juga mengirim relawan, relawannya saya ketemu banyak sekali, sampai di gunung-gunung, dan itu sangat membantu,” katanya.

Selain itu, pemerintah masih menargetkan penyelesaian pemulihan sejumlah faskes di tingkat desa. Berdasarkan data yang dihimpun, masih terdapat Puskesmas pembantu (pustu) yang tengah dalam proses penanganan.

Tak hanya fokus pada pemulihan faskes, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap tenaga kesehatan (nakes) yang terdampak bencana. Ia menekankan pentingnya percepatan penyaluran bantuan bagi nakes agar mereka dapat tetap fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Supaya nakes mau membantu masyarakat, dia enggak memikirkan diri sendiri, sudah selesai dengan diri sendiri [karena sudah mendapat bantuan], kira-kira begitu,” ujarnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan jajaran Kemenkes, serta perwakilan dari para donatur maupun Pemda penerima bantuan.

Satgas PRR

SAMBUT PERIODE PEAK SEASON LEBARAN 1447 H/2026 M, GARUDA INDONESIA GROUP SIAPKAN 1,3 JUTA KURSI PENERBANGAN

0

Jakarta, –INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN–12 Maret 2026 — Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia bersama anak usahanya Citilink menyiapkan sedikitnya 1,3 juta kursi penerbangan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode peak season Idulfitri 1447 H/2026. Kapasitas tersebut disiapkan untuk periode perjalanan 14–29 Maret 2026.

Dari total kapasitas tersebut, 616 ribu kursi disediakan oleh Garuda Indonesia dan 742 ribu kursi oleh Citilink, yang didukung oleh 7.634 frekuensi penerbangan, terdiri dari 3.325 penerbangan Garuda Indonesia dan 4.309 penerbangan Citilink.

Sebagai langkah antisipatif terhadap tingginya permintaan, Garuda Indonesia Group juga merencanakan 449 penerbangan tambahan (extra flight) yang terdiri dari 146 penerbangan Garuda Indonesia dan 303 penerbangan Citilink.

Kami memproyeksikan bahwa terdapat sejumlah rute yang akan memiliki permintaan cukup tinggi yakni, antara lain Jakarta–Padang, Jakarta–Medan, Jakarta–Balikpapan, Jakarta–Pekanbaru, dan Jakarta–Jambi untuk rute domestik. Sementara untuk rute internasional mencakup Jakarta–Singapura, Jakarta–Jeddah, Jakarta–Madinah, serta Denpasar–Narita (Tokyo).

Adapun Garuda Indonesia memproyeksikan puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026.

Direktur Operasi Garuda Indonesia Dani Haikal Iriawan mengatakan kesiapan kapasitas penerbangan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran.

“Momentum Idulfitri menjadi periode yang paling ditunggu bagi masyarakat untuk kembali berkumpul dengan keluarga maupun berlibur. Karena itu kami memastikan kesiapan layanan penerbangan dapat terpenuhi secara optimal sepanjang periode peak season Lebaran,” ujar Dani.

Kesiapan operasional tersebut didukung oleh 101 armada yang terdiri dari 60 armada Garuda Indonesia dan 41 armada Citilink. Armada Garuda Indonesia meliputi 6 Boeing 777-300ER, 11 Airbus A330 Series, dan 43 Boeing 737-800NG. Sementara armada Citilink terdiri dari 39 Airbus A320 dan 2 ATR 72-600.

Selain kesiapan armada, Garuda Indonesia Group juga memastikan kesiapan awak pesawat, sistem operasional, hingga layanan pelanggan selama periode angkutan Lebaran. Garuda Indonesia juga mengaktifkan Posko Lebaran di sejumlah hub utama serta melibatkan karyawan melalui program piket operasional peak season.

Selanjutnya, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama libur Lebaran, Garuda Indonesia Group memperkuat kesiapan operasional dan layanan secara menyeluruh mulai dari memastikan kesiapan awak pesawat, menjaga kelaikan armada melalui perawatan berkala, standar layanan dan mitigasi irregularities , hingga memastikan kesiapan infrastruktur sistem dan layanan ground handling.

Di sisi lain, dukungan terhadap kemudahan pembelian tiket turut didukung oleh Garuda Indonesia Group melalui implementasi kebijakan stimulus pemerintah melalui potongan harga tiket penerbangan kelas ekonomi domestik yang telah berlaku sejak 10 Februari 2026 untuk periode penerbangan 14–29 Maret 2026.
Stimulus tersebut berasal dari kombinasi kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100 persen, penyesuaian Passenger Service Charge (PSC), serta fuel surcharge, yang diproyeksikan memberikan potongan harga tiket pada kisaran 13–18 persen.

Dani menambahkan bahwa penetapan harga tiket Garuda Indonesia sendiri telah mengacu kepada aturan pemerintah yakni Tarif Batas Atas (TBA) yang ditetapkan oleh regulator.

“Kami berharap kesiapan angkutan Lebaran ini dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih baik sekaligus menghadirkan pengalaman terbang yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Dani.

-SELESAI-

PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) TBK
CORPORATE COMMUNICATIONS

Kontak Media:
corpcomm@garuda-indonesia.com

Perang dan Ancaman Krisis Energi bagi Indonesia

0

INTERNASIONAL–INDOTIPIKOR.COM–MEDIA IMO INDONESIA–Eskalasi konflik antara Iran menghadapi koalisi Amerika Serikat (AS)–Israel terus meningkat di Timur Tengah.

Perang yang kini sudah memasuki hari ke-13 itu bahkan belum menunjukkan tanda-tanda bakal segera berakhir.

Sementara itu, di saat bersamaan dampak dari perang tersebut begitu nyata dan luar biasa terhadap perekonomian global.

Dampak perang juga begitu terasa bagi ketahanan energi sebuah bangsa, utamanya Indonesia. Diakui ataupun tidak, perang yang terjadi ini bukan sekadar konflik regional, melainkan terlah menyentuh nadi perekonomian dunia karena kawasan tersebut menjadi jalur utama perdagangan migas internasional.

Setiap ancaman blokade di kawasan Teluk berpotensi memicu gelombang krisis energi dunia, dari kenaikan harga minyak mentah hingga terganggunya distribusi LNG global.

Indonesia sendiri yang menggantungkan kebutuhan energi nasional pada impor tidak kebal dari dampak krisis energi global ini.

Alhasil, ancaman krisis energi dunia dapat menyeret ekonomi nasional pada tekanan yang amat serius seperti melonjaknya biaya produksi, inflasi, hingga berkurangnya daya saing industri.

Di tengah ketidakpastian ini, tentu sangat dibutuhkan pemahaman yang komprehensif tentang dampak negatif dan risiko yang mengintai keamanan nasional (national security).

Karena itu, diperlukan langkah antisipatif demi menjaga ketahanan energi dan stabilitas ekonomi nasional tetap kokoh di tengah perang ini.

Ancaman Perdamaian Dunia

Banyak yang memprediksi perang di kawasan Teluk ini bakal memicu konflik global yang semakin meluas.

Hal ini dikarenakan pihak-pihak yang terlibat dalam perang merupakan negara dengan blok aliansi masing-masing.

AS-Israel merupakan kubu yang mewakili dominasi Barat yang dalam hal ini didukung sebagian besar negara-negara Eropa dan sekutunya.

Sementara, di sisi lain, Iran merupakan salah satu negara di kawasan Timteng yang mempunyai dukungan kuat dari Rusia, China, dan Korea Utara.

Kedua kubu memiliki kekuatan yang sama-sama kuat dan destruktif sehingga potensi kerusakan global akan kian dahsyat andai konflik terus meluas dan melibatkan negara-negara aliansi.

Perang yang terjadi semakin memperburuk polarisasi global dan memicu blok-blok geopolitik baru, dan menimbulkan ancaman serius bagi jalur-jalur perdagangan strategis.

Kita ketahui bahwa Selat Hormuz merupakan salah satu titik paling sensitif karena selama ini menjadi jalur pengiriman sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Gangguan di kawasan ini secara otomatis bakal mengguncang kestabilan pasokan energi global dan memicu kepanikan pasar global, disebabkan kenaikan harga energi secara drastis.

Konflik berkepanjangan sudah tentu bakal menimbulkan krisis kemanusiaan yang berdampak serius bagi negara-negara di dunia, mulai dari masalah pengungsi, kelangkaan bantuan, dan ketidakpastian politik.

Dengan demikian, perang Iran vs AS–Israel ini harus segera diakhir demi menghindari ancaman yang jauh lebih serius bagi perdamaian global, baik dari sisi geopolitik, ekonomi, maupun kemanusiaan.

Krisis Energi dalam Negeri

Indonesia termasuk salah satu negara yang masih mengandalkan impor minyak dan LPG, sehingga membuatnya sangat rentan terhadap dampak perang di kawasan Timur Tengah.

Gangguan pada jalur distribusi global, teristimewa di kawasan sekitar Teluk Oman, dengan demikian memicu kelangkaan pasokan dan lonjakan harga.

Kondisi ini secara tidak langsung membawa dampak terhadap kenaikan harga minyak mentah dunia yang otomatis menekan APBN dikarenakan subsidi energi membengkak.

Situasi ini membuat pemerintah dilema untuk memilih antara menambah beban fiskal atau menaikkan harga BBM. Keduanya sama-sama membawa konsekuensi politik dan ekonomi yang cukup riskan.

Sementara, di sektor usaha, krisis energi global diprediksi bakal menimbulkan kenaikan biaya produksi, khususnya bagi industri berbasis energi intensif seperti industri baja, petrokimia, semen, hingga manufaktur.

Implikasi negatif juga bakal melanda sektor UMKM karena tingginya biaya logistik dan kenaikan harga bahan bakar.

Dalam rumus sederhana, ketika biaya operasional meningkat, maka daya saing produk nasional akan menurun. Sementara, dalam situasi bersamaan inflasi akan menekan daya beli masyarakat.

Hal yang tidak bisa dicegah berikutnya ketika krisis energi ini semakin parah adalah ancaman nayata bagi ketahanan nasional.

Bukan rahasia lagi bahwa kelangkaan energi dapat memicu kerawanan sosial karena terjadi instabilitas sosial.

Jurang ketimpangan akan semakin menganga yang akan memperlambat pemulihan ekonomi. Jika kondisi ini berlangsung lama, maka ketergantungan terhadap impor energi dapat menjadi kelemahan strategis yang dimanfaatkan oleh negara lain dalam dinamika geopolitik.

Langkah untuk mengantisipasi ancaman ini harus diambil sedini mungkin sebelum semuanya terlambat. Indonesia wajib memperkuat diversifikasi energi secepat mungkin, bisa dengan cara pengembangan energi surya, angin, panas bumi, biofuel.

Hal itu diambil sebagai langkah solutif mengurangi ketergantungan pada impor energi. Termasuk, peningkatan kapasitas kilang nasional, digitalisasi distribusi energi, serta pembangunan cadangan strategis minyak untuk kepentingan strategis jangka menengah dan panjang.

Penulis Adalah Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia

Oleh: Yakub F. Ismail