Beranda blog Halaman 87

Syamsul Bahri Ketum FORSIMEMA kali ini sangat krusial dan menyentuh akar masalah hukum pertanahan di Indonesia,agar para pengadil lebih hati-hati serta selektif

0

Jakarta,–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA FORSIMEMA RI—Sabtu  30 Mei 2026

Pernyataan Syamsul Bahri Ketum FORSIMEMA kali ini sangat krusial dan menyentuh akar masalah hukum pertanahan di Indonesia,agar para pengadil lebih hati-hati serta selektif juga jeli dalam memutuskan perkara ” Eigendom Verpoding ”

Kekhawatiran bahwa klaim Eigendom Verponding (hak milik era kolonial Barat) digunakan untuk melegalkan atau memenangkan gugatan di pengadilan hingga membatalkan sertifikat modern—seperti Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) maupun Sertifikat Hak Milik (SHM)—adalah isu yang sering memicu konflik agraria.

​Berikut adalah telaah hukum mengapa klaim Eigendom Verponding tidak boleh dan tidak bisa serta-merta dijadikan dasar tunggal untuk melegalkan putusan pengadilan di era sekarang:

​​1.Kadaluwarsa Hukum (Asas Konversi UUPA)
​Sejak Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) No. 5 Tahun 1960 berlaku, seluruh hak barat termasuk Eigendom Verponding wajib dikonversi menjadi hak-hak Indonesia (seperti SHM, HGB, atau Hak Pakai).

​Pemerintah memberikan tenggat waktu konversi selama 20 tahun sejak UUPA terbit, yang artinya telah berakhir pada 24 September 1980.​Jika tidak dikonversi hingga batas waktu tersebut, demi hukum tanah eks-Verponding tersebut menjadi Tanah Negara. Oleh karena itu, dokumen Verponding saat ini hanya berfungsi sebagai petunjuk atau bukti petunjuk (alat bukti tertulis lama), bukan lagi bukti kepemilikan mutlak.

​2. Larangan Menjadi Alat “Mafia Tanah” di Pengadilan
​Seringkali di lapangan, ada pihak yang tiba-tiba memunculkan dokumen Eigendom Verponding yang keabsahannya meragukan untuk menggugat warga yang sudah menempati tanah secara fisik dan memiliki alas Hak baik SHGB, SHGU dan SHM. Jika hakim tidak jeli dan dalam menerapkan hukum terhadap permasalahan jika terjadi, putusan pengadilan justru berisiko “melegalkan” praktik mafia tanah.​

Secara hukum, pengadilan seharusnya menerapkan prinsip itikad baik dan penguasaan fisik secara nyata (RECHTSVERWERKING):
​Jika suatu pihak memegang Verponding tetapi menelantarkan tanahnya selama berpuluh-puluh tahun, sedangkan pihak lain menguasai tanah secara fisik dengan itikad baik dan memiliki sertifikat resmi dari BPN, maka hak penuntut seharusnya gugur.

​3. Ketegasan Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2021.Untukk menyumbat celah hukum ini, pemerintah mengeluarkan PP No. 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah.
​Pasal 95 ayat (1) menyatakan sebagai berikut Semua alat bukti tertulis tanah bekas hak barat dinyatakan tidak berlaku lagi dan statusnya menjadi Tanah Negara.
​Artinya, secara administratif dan substantif, dokumen Eigendom Verponding sudah mati. Dokumen tersebut tidak bisa lagi dipakai sebagai dasar utama permohonan hak baru maupun dasar untuk membatalkan hak atas tanah yang sudah terdaftar secara sah.

​4. Sikap Mahkamah Agung (Yurisprudensi)
​Mahkamah Agung (MA) dalam berbagai yurisprudensinya secara konsisten menyatakan bahwa surat Eigendom Verponding yang tidak dikonversi tepat waktu tidak memiliki kekuatan hukum mengikat untuk membatalkan sertifikat sah yang diterbitkan oleh BPN. Hakim di pengadilan tingkat pertama dan banding dituntut untuk tunduk pada garis hukum ini agar tidak lahir putusan yang mencederai keadilan masyarakat.

​Kesimpulan & Langkah Kawalan,​Untuk mencegah agar Putusan Pengadilan tidak melegalkan klaim sepihak berbasis Eigendom Verponding, diperlukan:
​Kejelian dan Integritas Hakim.

Hakim harus memeriksa penguasaan fisik secara nyata di lapangan (fakta de facto) dan kepatuhan terhadap UUPA, bukan sekadar melihat lembaran kertas kuno.

Di butuhkan ​Sinergi BPN dan Peradilan,BPN harus tegas memberikan kesaksian atau data bahwa tanah tersebut statusnya sudah clean and clear atau merupakan tanah negara yang sudah diredistribusi kepada masyarakat.

​Dunia peradilan dan media massa memiliki peran besar untuk terus mengawal agar dokumen usang era kolonial ini tidak disalahgunakan untuk menggusur hak-hak rakyat yang sah dan produktif.

​Penulis : Syamsul Bahri
Pinisi.co.id

Panglima TNI: Alumni Taruna Nusantara Harus Menjadi Generasi Adaptif, Berkarakter, dan Berintegritas

0
INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS MABES TNI—-(Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin Upacara Prasetia Alumni SMA Taruna Nusantara Angkatan ke-34 di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (30/05/2026). Sebanyak 367 siswa-siswi resmi menyelesaikan pendidikan setelah menempuh pembelajaran dan pembinaan karakter selama tiga tahun.
Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa-siswi atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, para taruna dan taruni telah dibentuk menjadi generasi yang disiplin, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, semangat kebangsaan, dan kecintaan kepada tanah air. “Kalian meninggalkan kenyamanan keluarga untuk ditempa dalam lingkungan yang menanamkan disiplin, integritas, kepemimpinan, semangat kebangsaan, serta kecintaan kepada tanah air,” ujarnya.
Panglima TNI juga mengingatkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, kecerdasan buatan, dan dinamika geopolitik global menuntut generasi muda yang unggul dan mampu beradaptasi. “Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, kecerdasan buatan, serta dinamika geopolitik global menuntut hadirnya generasi muda yang adaptif, kreatif, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Panglima TNI berpesan agar para alumni senantiasa menjaga karakter dan integritas sebagai bekal untuk terus berkarya, mengabdi, dan berkontribusi bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Evi Agus Subiyanto, Sekretaris Jenderal Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan Mayjen TNI (Purn) Eddy Syahputra Siahaan, Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano M. A Tilaar, Kepala SMA Taruna Nusantara, unsur Forkopimda Jawa Tengah, serta undangan lainnya.
PUSPEN TNI

Dari Rafale hingga Palestina, Presiden Prabowo dan Presiden Macron Perkuat Sinergi Strategis Dua Negara

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Istana Élysée, Paris, Prancis, pada Kamis, 28 Mei 2026. Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron mengapresiasi kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Paris yang berlangsung tepat satu tahun setelah dirinya melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia.

Presiden Macron pun menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan strategis menjadi kemitraan global yang lebih luas dan mendalam di tengah dinamika geopolitik dunia. Presiden Macron menilai Indonesia merupakan mitra strategis penting bagi Prancis di kawasan Indo-Pasifik.

“Indonesia adalah mitra penting strategis dari Indo-Pasifik dan saya yakin ini juga bagian dari keyakinan Bapak Prabowo,” ujar Presiden Macron.

Di bidang pertahanan dan keamanan, Presiden Macron menyoroti eratnya kerja sama kedua negara yang ditandai dengan kedatangan pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia. Presiden Macron menyebut hal tersebut sebagai bukti nyata hubungan strategis yang terus berkembang.

“Kemarin ini ada pesawat tempur Rafale yang pertama yang baru tiba di Indonesia, yang menjadi bukti dari hubungan ini dan diskusi hari ini, ini juga adalah bukti keinginan untuk terus maju di jalur ini,” tutur Macron.

Tak hanya pertahanan, Presiden Macron juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Indonesia dengan Prancis maupun Uni Eropa. Presiden Macron berharap perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa segera diberlakukan guna mempercepat arus perdagangan dan investasi di berbagai sektor strategis.

“Ini penting segera diberlakukan untuk menghapus hambatan untuk perdagangan dan investasi, untuk mempercepat di bidang transportasi, kesehatan, transisi energi, pertahanan,” katanya.

Presiden Macron turut menyampaikan apresiasi atas dibukanya pasar Indonesia bagi sektor peternakan sapi perah dan sapi daging asal Prancis. Selain itu, Macron menyambut baik rencana investasi Danantara sebagai bagian dari penguatan hubungan ekonomi kedua negara.

Di bidang budaya dan pendidikan, kedua pemimpin negara juga berkomitmen memperdalam kerja sama yang sebelumnya telah diperkuat melalui deklarasi bersama strategi kebudayaan di Candi Borobudur pada Mei 2025. Kerja sama tersebut mencakup sektor permuseuman, sastra, perfilman, mode, hingga penguatan kolaborasi ilmiah, teknologi, dan universitas dalam Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026.

“Prancis hendak ingin menyambut lebih banyak mahasiswa, peneliti, talenta,” ujar Presiden Macron.

Dalam pembahasan isu internasional, Presiden Macron dan Presiden Prabowo juga bertukar pandangan mengenai situasi Timur Tengah, konflik di Ukraina, hingga ketegangan di Laut Cina Selatan dan kawasan Asia Tenggara. Presiden Macron memberikan penghormatan atas posisi Indonesia yang dinilai aktif mendorong perdamaian dan dialog internasional.

“Saya ingin memberi penghormatan mengenai posisi Bapak yang sangat berani untuk perdamaian di Timur Tengah, dan juga untuk pengakuan Palestina. Saya juga ingin memberi penghormatan atas keterlibatan tentara Bapak untuk terus bertindak untuk perdamaian kedaulatan Lebanon,” kata Presiden Macron.

Terkait kawasan Asia Tenggara, Presiden Macron menegaskan bahwa ASEAN memiliki posisi penting dalam strategi Indo-Pasifik Prancis dan Uni Eropa. Karena itu, Prancis siap terus bekerja sama dengan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global dan regional.

“Pada semua level kemitraan antara Indonesia dan Perancis, ini sangatlah relevan dan ini akan memperkuat visi kedua negara kita terhadap perdamaian tatanan dunia saat ini,” tutur Presiden Macron.

(BPMI Setpres)

Di Istana Élysée, Presiden Prabowo Dorong Penguatan Kemitraan Indonesia–Prancis di Tengah Ketidakpastian Global dan Konflik Dunia

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Republik Prancis dalam pernyataan pers bersama Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian kunjungan kenegaraan di Istana Élysée, Kamis, 28 Mei 2026. Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menyoroti eratnya kolaborasi kedua negara dalam kerja sama bilateral, menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian, serta menegaskan pentingnya peran Indonesia dan Prancis dalam menjaga perdamaian dunia.

“Melihat perkembangan dunia ke depan, kita yakin di keadaan global yang penuh ketidakpastian, penuh ketegangan, penuh konflik, kedua negara kita bisa mainkan suatu peranan yang positif. Indonesia selalu akan mendorong semua usaha untuk memelihara perdamaian. Di dunia sekarang, di mana bumi sudah semakin kecil, karena sains dan teknologi. Perang dan konflik tidak mungkin membawa kebaikan untuk siapapun,” ujar Kepala Negara.

Presiden Prabowo juga menyambut baik penguatan kerja sama kedua negara melalui kemitraan strategis komprehensif atau Comprehensive Strategic Partnership (CEPA). Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Presiden Macron terhadap peningkatan investasi dan kerja sama ekonomi kedua negara, termasuk pembentukan France Indonesia High Level Business Council yang diharapkan mampu memperkuat hubungan bisnis Indonesia dan Prancis.

“Ini saya kira sangat penting dan kita akan sangat gembira dengan partisipasi dan kehadiran perusahaan-perusahaan Prancis terus di ekonomi Indonesia, dan Prancis sebagai pemimpin Eropa akan terus memainkan peranan yang sangat penting di kawasan Asia Tenggara,” imbuh Presiden Prabowo.

Dalam isu global, Presiden Prabowo dan Presiden Macron juga membahas pentingnya stabilitas kawasan Timur Tengah yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap kondisi energi dunia dan rantai pasok global. Kepala Negara menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian di Palestina.

“Saya juga sangat gembira bahwa Prancis salah satu pelopor yang mengajak banyak negara di Eropa dan di Barat untuk mendukung solusi dua negara, kemerdekaan Palestina. Indonesia tetap berpandangan tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara, tanpa keadilan bagi rakyat Palestina,” tegas Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan penuh kehormatan yang diberikan Pemerintah Prancis kepada dirinya beserta delegasi Indonesia. Kepala Negara juga menilai hubungan bilateral Indonesia dan Prancis saat ini berada pada tingkat yang sangat baik.

“Hari ini saya diterima dengan kehormatan yang begitu besar. Terima kasih sekali lagi, semoga Indonesia dan Prancis terus melangkah maju dengan arus yang jelas, komitmen yang kuat,” imbuh Kepala Negara.

Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memandang Prancis dan Eropa sebagai mitra strategis penting dalam menciptakan tatanan dunia multipolar yang seimbang dan damai. Presiden Prabowo optimistis hubungan Indonesia dan Prancis akan terus berkembang dengan komitmen yang kuat dari kedua negara.

“Yang Mulia, sekali lagi terima kasih atas sambutan yang begitu baik untuk saya dan delegasi saya, dan diskusi kita saya yakin akan membawa hasil yang baik. Indonesia memandang Prancis dan Eropa sebagai kekuatan dunia yang penting, dan kami ingin melihat peran Prancis dan Eropa semakin kuat, semakin kokoh, sehingga kita bisa kerja sama dalam keadaan dunia yang multipolar,” pungkas Kepala Negara.

(BPMI Setpres)

Presiden Prabowo dan Presiden Macron Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga IEU-CEPA di Istana Élysée

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026. Pertemuan berlangsung konstruktif dengan pembahasan yang berfokus pada penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di berbagai sektor prioritas.

Sebelumnya dalam pernyataan pers bersama Presiden Macron, Presiden Prabowo menyebutkan sejumlah isu strategis akan menjadi prioritas pembahasan. Termasuk diantaranya terkait pelaksanaan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA).

“Hari ini saya kira akan membahas beberapa isu-isu penting. Kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, research, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia European Union CEPA. Kami terima kasih dukungan Presiden Macron untuk mempercepat perkembangan ini,” kata Presiden Prabowo.

Hubungan Indonesia dan Prancis, menurut Presiden Prabowo, saat ini berada pada fase terbaik sepanjang sejarah hubungan kedua negara. Kepala Negara pun menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kepemimpinan Presiden Macron dalam mendorong kemitraan yang makin erat antara kedua negara.

“Yang Mulia, hubungan Indonesia dan Prancis Berada di tingkat menurut saya yang terbaik selama ini. Kami terima kasih dan kami hormat dengan kepemimpinan Yang Mulia Presiden Macron,” ujar Presiden Prabowo.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menilai bahwa Indonesia dan Prancis memiliki banyak kesamaan pandangan dalam menyikapi berbagai isu global dan kawasan. Menurut Presiden Prabowo, hubungan bilateral yang terus berkembang positif tidak terlepas dari dukungan langsung Presiden Macron dalam memperkuat kerja sama kedua negara.

“Dalam beberapa hal, Indonesia dan Prancis memiliki sikap yang sama, dan saat ini hubungan bilateral kita sangat baik. Ini tidak lain adalah karena dukungan langsung dari Presiden Macron. Di bidang pertahanan hubungan kita sangat baik, di bidang kerja sama sains dan teknologi juga sangat baik, di bidang pendidikan kita ingin lebih ditingkatkan lagi,” lanjutnya.

Pertemuan bilateral tersebut menegaskan komitmen Indonesia dan Prancis untuk terus memperluas kerja sama yang saling menguntungkan, sekaligus memperkuat kontribusi kedua negara dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan kemajuan bersama di tengah dinamika global yang terus berkembang.

(BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Hadiri Jamuan Santap Malam Kenegaraan di Istana Élysée Paris

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026. Jamuan kenegaraan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis sekaligus mencerminkan eratnya hubungan persahabatan dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis.

Setibanya di Istana Élysée, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Presiden Macron bersama Ibu Negara Brigitte Macron di bawah tangga utama Istana Élysée. Suasana hangat dan penuh kehormatan mewarnai penyambutan Kepala Negara Indonesia sebelum memasuki ruang utama penyelenggaraan jamuan.

Sebelum jamuan santap malam dimulai, Presiden Prabowo dan Presiden Macron terlebih dahulu saling memperkenalkan anggota delegasi resmi dari masing-masing negara. Momen tersebut mencerminkan semangat saling menghormati serta komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kerja sama di berbagai bidang strategis.

Dalam suasana yang hangat dan penuh persahabatan, kedua pemimpin tampak menikmati jamuan yang disajikan. Kehangatan interaksi antardelegasi semakin mempererat suasana kebersamaan dalam malam kenegaraan tersebut.

Jamuan santap malam kenegaraan berlangsung dengan penuh keakraban dan menjadi simbol kuat hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis yang terus berkembang. Pertemuan kedua kepala negara diharapkan semakin memperkokoh kolaborasi bilateral, baik di bidang pertahanan, ekonomi, kebudayaan, pendidikan, maupun kerja sama global lainnya.

(BPMI Setpres)

Tinggalkan Paris Menuju Jakarta, Presiden Prabowo Akhiri Kunjungan Resmi Kenegaraan di Prancis

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengakhiri rangkaian kunjungan resmi kenegaraan di Paris, Republik Prancis, pada Jumat, 29 Mei 2026. Kepala Negara bersama delegasi terbatas lepas landas dari Bandara Orly, Paris, menuju Jakarta.

Setibanya di Bandara Orly, Presiden Prabowo menerima penghormatan militer berupa pasukan jajar kehormatan sebanyak 21 personel yang berdiri di sisi kiri dan kanan karpet merah.

Tampak menyambut Kepala Negara di depan karpet merah yakni Menteri Urusan Frankofoni, Kemitraan Internasional, dan Warga Negara Prancis di Luar Negeri Eléonore Caroit dan Gubernur Militer Paris Jenderal Loïc Mizon. Suasana pelepasan berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan Pemerintah Republik Prancis kepada Kepala Negara Indonesia.

Di bawah tangga pesawat, Presiden Prabowo turut dilepas oleh sejumlah pejabat, antara lain Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone, Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis Mohamad Oemar, serta Atase Pertahanan RI di Paris Marsma TNI Hendra Gunawan.

Selama berada di Paris, Presiden Prabowo menjalani sejumlah agenda penting dalam rangka mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis. Presiden Prabowo memulai agenda dengan menghadiri upacara penyambutan kenegaraan di Les Invalides dan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan Presiden Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée. Di sela rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo juga melaksanakan Salat Iduladha bersama masyarakat dan diaspora Indonesia di Paris.

Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat diplomasi aktif dan memperluas kerja sama strategis dengan negara-negara sahabat di kawasan Eropa.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan kembali ke Jakarta yakni Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

(BPMI Setpres)

Sebelum Tinggalkan Paris, Presiden Prabowo Abadikan Momen Hangat Bersama Pengawal Prancis

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—Ada momen hangat yang mewarnai akhir kunjungan resmi kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Paris, Republik Prancis. Bukan di ruang pertemuan ataupun forum resmi, melainkan di apron Bandara Orly, Jumat, 29 Mei 2026, sesaat sebelum Kepala Negara bertolak kembali ke Tanah Air.

Di tengah rangkaian protokol keberangkatan, Presiden Prabowo menyempatkan diri menghampiri para personel pengawal Prancis yang selama kunjungan kenegaraan bertugas mengawal dan memastikan kelancaran seluruh agenda Presiden di Paris. Dengan suasana akrab dan penuh kehangatan, Presiden Prabowo mengajak mereka berfoto bersama sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan profesionalisme yang telah ditunjukkan.

Senyum dan rasa hormat tampak tergambar dalam momen kebersamaan tersebut. Turut bergabung dalam sesi foto itu Menteri Urusan Frankofoni, Kemitraan Internasional, dan Warga Negara Prancis di Luar Negeri, Eléonore Caroit, yang hadir mewakili Pemerintah Prancis untuk melepas keberangkatan Presiden Prabowo.

Tak sekadar berfoto, Presiden Prabowo juga menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada para pengawal Prancis. Gestur sederhana tersebut mencerminkan karakter kepemimpinan Presiden Prabowo yang menghargai setiap bentuk pengabdian, sekaligus menunjukkan eratnya hubungan persahabatan yang terjalin selama kunjungan kenegaraan berlangsung.

Momen hangat di Bandara Orly itu menjadi penutup yang berkesan dari rangkaian kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo di Prancis. Sebuah potret kebersamaan yang memperlihatkan bahwa hubungan antarnegara tidak hanya dibangun melalui kerja sama strategis dan kesepakatan penting, tetapi juga melalui penghormatan, persahabatan, dan apresiasi antarmanusia.

Dari Bandara Orly, Presiden Prabowo beserta delegasi terbatas kemudian lepas landas menuju Jakarta, menandai berakhirnya kunjungan resmi kenegaraan yang semakin memperkokoh kemitraan Indonesia dan Prancis.

(BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Prancis

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Tanah Air pada Sabtu, 30 Mei 2026, usai menyelesaikan rangkaian kunjungan resmi kenegaraan di Paris, Republik Prancis. Ketibaan Presiden Prabowo menandai berakhirnya agenda diplomasi tingkat tinggi yang bertujuan mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di berbagai bidang strategis.

Pesawat yang membawa Kepala Negara bersama rombongan terbatas mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 10.00 WIB. Setibanya di Jakarta, Presiden Prabowo disambut oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.

Selama berada di Paris, Presiden Prabowo menjalani sejumlah agenda penting dalam rangka memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis. Salah satunya menghadiri upacara penyambutan resmi kenegaraan yang berlangsung di kompleks Les Invalides, Paris, sebagai bentuk penghormatan resmi dari Pemerintah Prancis kepada Kepala Negara Indonesia.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara membahas berbagai isu strategis serta peluang peningkatan kerja sama di sejumlah sektor yang menjadi kepentingan bersama kedua negara.

Sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan ekonomi kedua negara, Presiden Prabowo bersama Presiden Macron turut menghadiri peluncuran France–Indonesia High Level Business Council. Forum bisnis tersebut mempertemukan 30 pimpinan industri dan perusahaan terkemuka dari Indonesia dan Prancis dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai USD 1,3 triliun. Momentum peluncuran dewan bisnis tersebut turut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai USD 3,5 miliar yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.

Rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut juga diwarnai dengan jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan Presiden Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée. Jamuan tersebut menjadi simbol eratnya hubungan persahabatan dan kemitraan antara Indonesia dan Prancis yang terus berkembang di tengah dinamika global.

Di sela agenda kenegaraan, Presiden Prabowo melaksanakan Salat Iduladha bersama masyarakat dan diaspora Indonesia di Paris. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi Kepala Negara untuk bersilaturahmi dan berinteraksi langsung dengan warga negara Indonesia yang berada di Prancis dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.

Kunjungan resmi kenegaraan ini menjadi bagian dari diplomasi aktif Indonesia dalam memperluas jejaring kemitraan global, memperkuat posisi Indonesia di kawasan Eropa, serta membuka peluang kerja sama yang semakin besar bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan kembali ke Jakarta yakni Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

(BPMI Setpres)

Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Pimpin Olahraga Bersama di Kodiklatad Bandung

0

Bandung ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI– Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, melaksanakan kegiatan olahraga bersama jajaran TNI AD di Markas Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Kodiklatad), Jalan Aceh No. 50, Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Dankodiklatad, Danpussenif, Irjenad, Pangdam III/Siliwangi, Panglima Kopassus, Wadankodiklatad, para Pejabat Utama Kodiklatad serta anggota Kodiklatad.
Kasad tiba di Mako Kodiklatad pada pukul 09.05 WIB dan disambut oleh jajaran pejabat Kodiklatad.

Selanjutnya, Kasad beserta rombongan mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan acara hiburan dan silaturahmi bersama prajurit serta keluarga besar Kodiklatad.

Pada pukul 10.15 WIB, Kasad bersama para pejabat TNI AD melaksanakan olahraga bersama berupa tenis lapangan di Lapangan Tenis Kodiklatad. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat soliditas, membangun komunikasi yang harmonis, serta menjaga kebugaran fisik para prajurit dan pimpinan TNI AD.

Usai kegiatan olahraga, Kasad dan rombongan melaksanakan makan siang bersama di tenda VVIP Kodiklatad. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut mencerminkan semangat kekeluargaan dan kekompakan di lingkungan TNI Angkatan Darat.

Pada pukul 12.47 WIB, Kasad beserta rombongan meninggalkan Mako Kodiklatad menuju kediaman pribadi di Setraduta. Seluruh rangkaian kegiatan olahraga bersama selesai pada pukul 12.50 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Kegiatan olahraga bersama ini diharapkan dapat semakin memperkuat soliditas, sinergitas, dan semangat kebersamaan seluruh prajurit TNI AD dalam mendukung pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Pendam III/Siliwangi
Mengabdi dan Profesional untuk Rakyat, Bangsa, dan Negara.