Beranda blog Halaman 80

Peremajaan armada kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sudah sepatutnya menjadi salah satu agenda prioritas dan mendapat perhatian khusus di era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto

0

Jakarta,–INDOTIPIKOR.COM— Senin   08 Juni 2026

Peremajaan armada kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memang sudah sepatutnya menjadi salah satu agenda prioritas dan mendapat perhatian khusus di era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Pungkas Syamsul Bahri Awak Media Pinisi.co.id

​Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, konektivitas laut bukan sekadar masalah transportasi, melainkan urat nadi perekonomian, pertahanan, dan perwujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

​Berikut adalah beberapa alasan strategis mengapa peremajaan armada Pelni sangat krusial di era pemerintahan Prabowo Gibran saat ini:

​1. Faktor Usia Kapal dan Keselamatan Pelayaran
​Mayoritas kapal penumpang utama Pelni saat ini merupakan pengadaan dari dekade 1980-an dan 1990-an hasil kerja sama dengan galangan kapal Meyer Werft, Jerman.

​Banyak armada yang telah beroperasi di atas 25 hingga 30 tahun.
​Meskipun perawatan rutin (docking) terus dilakukan, usia besi yang menua tentu meningkatkan risiko teknis, biaya pemeliharaan yang membengkak, dan efisiensi bahan bakar yang menurun.

​Peremajaan adalah langkah mutlak demi menjamin keselamatan (safety) dan kenyamanan penumpang di seluruh penjuru nusantara.

​2. Selaras dengan Visi Astacita (Swasembada dan Logistik)
​Pemerintahan Prabowo-Gibran mengusung visi Astacita yang salah satunya fokus pada penguatan ekonomi domestik dan swasembada.

​Kapal Pelni tidak hanya mengangkut manusia, tetapi juga logistik (bapokting/bahan pokok penting) ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

​Dengan armada baru yang memiliki kapasitas ruang kontainer (container space) lebih besar dan sistem pendingin (reefer container) yang modern, distribusi pangan dan hasil bumi antar-pulau akan jauh lebih efisien.

Ini adalah kunci utama untuk menurunkan disparitas harga dan menekan inflasi di Indonesia Timur.

​3. Efisiensi Energi dan Net Zero Emission

​Dunia internasional, melalui International Maritime Organization (IMO), tengah memperketat regulasi mengenai emisi karbon dari kapal komersial.

​Kapal-kapal tua Pelni umumnya masih menggunakan mesin dengan konsumsi bahan bakar yang relatif tinggi.

​Pengadaan kapal baru dengan teknologi mesin modern yang ramah lingkungan (eco-friendly) akan membantu pemerintah menghemat subsidi BBM serta sejalan dengan komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission.

​4. Menghidupkan Industri Galangan Kapal Dalam Negeri
​Perhatian khusus dari Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam peremajaan ini juga bisa menjadi momentum emas bagi industri maritim domestik.

Jika sebagian kontrak pembangunan kapal (terutama untuk ukuran perintis atau menengah) diserahkan kepada galangan kapal nasional, hal ini akan:
​Membuka lapangan kerja massal.

​Meningkatkan kapabilitas teknologi maritim anak bangsa.
​Memutar roda ekonomi nasional sesuai dengan semangat kemandirian ekonomi.

​Langkah Strategis yang Diharapkan:

​Suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN): Pemerintah perlu memberikan dukungan fiskal yang kuat melalui PMN khusus untuk korporasi Pelni yang dialokasikan langsung untuk uang muka atau pembangunan kapal baru.

​Desain Kapal yang Multiguna (Dual-Use Vessel):

Mengingat fokus pemerintahan saat ini juga pada sektor pertahanan dan ketahanan nasional, kapal-kapal Pelni baru bisa didesain agar siap dikonversi menjadi kapal angkut pasukan atau rumah sakit terapung dalam kondisi darurat/bencana alam.

​Modernisasi Sistem Digital:

Bersamaan dengan fisik kapal, pembenahan sistem tiketing, manajemen manifes, dan integrasi logistik berbasis digital harus diselesaikan agar pelayanan Pelni setara dengan standar transportasi modern lainnya.

Menurut Syamsul,menaruh perhatian khusus pada Pelni di era Prabowo-Gibran bukan sekadar urusan meremajakan aset BUMN, melainkan investasi jangka panjang untuk menyatukan kedaulatan maritim Indonesia. Merdeka di darat, harus merdeka dan digdaya juga di laut.

Penulis : Syamsul Bahri
Media. : Pinisi.co.id

Sebanyak 1.476 Patriot Muda Indonesia siap diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi, terutama di wilayah Indonesia Timur,

0

Denpasar ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS BUMN RI— Sebanyak 1.476 Patriot Muda Indonesia siap diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi, terutama di wilayah Indonesia Timur, untuk mendampingi masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan membantu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di berbagai daerah.

Mereka merupakan bagian dari 10.359 pendaftar yang mengikuti proses rekrutmen Program Ekspedisi Patriot 2026 yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi bersama 10 perguruan tinggi mitra. Para peserta terpilih berasal dari 157 perguruan tinggi, termasuk sejumlah kampus internasional seperti University of Melbourne, University of Glasgow, dan King’s College London.

Dalam kunjungannya ke Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Denpasar, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat pengabdian untuk membangun Indonesia dari kawasan-kawasan strategis di Garis Depan Pembangunan Indonesia.

“Dari hasil rekrutmen tersebut, sebanyak 1.476 peserta terpilih yang terdiri atas 1.230 Patriot dan 246 Ketua Tim akan diterjunkan ke berbagai kawasan transmigrasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendaftar yang telah menunjukkan semangat untuk mengabdi dan menjadi bagian dari pembangunan Indonesia,” ujar Menteri Iftitah di Balai Transmigrasi Denpasar, Bali.

Program Ekspedisi Patriot 2026 juga diikuti oleh 46 anak transmigran serta sejumlah putra-putri asli Papua. Kehadiran mereka mencerminkan semakin luasnya partisipasi generasi muda dalam agenda pembangunan kawasan transmigrasi.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang berfokus pada riset dan pemetaan potensi ekonomi, Ekspedisi Patriot 2026 diarahkan untuk memberikan dampak yang lebih langsung kepada masyarakat melalui program pendampingan di 53 kawasan transmigrasi.

“Kami ingin masyarakat transmigrasi, baik transmigran maupun masyarakat lokal, benar-benar merasakan manfaat kehadiran para Patriot. Fokusnya adalah membantu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan mengurangi kemiskinan,” kata Menteri Iftitah.

Menurutnya, transformasi transmigrasi saat ini tidak lagi dimaknai sebagai perpindahan penduduk semata, melainkan sebagai upaya membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

Untuk mengakomodasi tingginya minat generasi muda yang belum terpilih tahun ini, Kementerian Transmigrasi juga tengah menyiapkan Komunitas Sahabat Patriot sebagai wadah kolaborasi dan pengabdian yang lebih luas.

“Kami ingin semakin banyak anak muda Indonesia terlibat dalam pembangunan kawasan transmigrasi. Karena itu kami menyiapkan Komunitas Sahabat Patriot yang akan membuka berbagai peluang pengabdian, pengembangan kapasitas, serta pelatihan di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan kawasan yang berkelanjutan.

“Kami melihat potensi besar untuk memperkuat kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia. Kami juga membuka peluang menghadirkan tenaga profesional dari Tiongkok untuk berbagi pengalaman, teknologi, dan pengetahuan guna mendukung pengembangan kawasan transmigrasi,” ujar Wang.

Kementerian Transmigrasi meyakini bahwa Ekspedisi Patriot dan Komunitas Sahabat Patriot akan menjadi instrumen penting dalam mendistribusikan sumber daya manusia unggul ke berbagai kawasan transmigrasi, sekaligus mempercepat lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di seluruh Indonesia.

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia
📍 Jl. TMP Kalibata No.17, Jakarta Selatan 12750
📞 (021) 7994372
📧 humas@transmigrasi.go.id
🌐 www.transmigrasi.go.id

Wujud Syukur Hari Jadi Daerah ke 384 , Pemkab Ciamis Gelar Khitanan Massal untuk Puluhan Anak

0

CIAMIS ––INDOTIPIKOR.COM– Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan bakti sosial khitanan massal sebagai bentuk rasa syukur dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384. Kegiatan yang berlangsung di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis pada Selasa (09/06/2026) tersebut dibuka langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.

Khitanan massal yang diselenggarakan melalui Dinas Sosial Kabupaten Ciamis bekerja sama dengan Sentra Phalamarta Kementerian Sosial RI itu diikuti oleh sebanyak 51 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara sosial yang digelar pemerintah daerah untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dalam momentum hari jadi daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta dan orang tua yang hadir. Ia mengaku bersyukur dapat bertemu serta bersilaturahmi secara langsung dengan masyarakat pada kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah hadir mendampingi putra-putranya. Mudah-mudahan silaturahmi ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Herdiat.

Bupati juga mendoakan agar seluruh rangkaian khitanan massal berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Ia berharap para peserta diberikan kesehatan dan kemudahan selama proses khitan berlangsung.

Tak hanya itu, Herdiat turut memanjatkan doa agar anak-anak yang mengikuti khitanan massal dapat tumbuh menjadi generasi yang saleh, berbakti kepada orang tua, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

“Semoga anak-anak yang mengikuti khitanan massal ini menjadi anak-anak yang sehat, saleh, dan kelak dapat membanggakan keluarga serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Herdiat menjelaskan bahwa kegiatan khitanan massal merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial pemerintah kepada masyarakat sekaligus ungkapan rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Ciamis yang kini menginjak 384 tahun.

Menurutnya, peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah daerah, tetapi juga harus mampu menghadirkan program-program yang dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

“Khitanan massal ini merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan kepada Kabupaten Ciamis. Mudah-mudahan ke depan Ciamis semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan pembangunan dapat terus kita lakukan bersama-sama,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan terus terjalin di tengah masyarakat. Selain membantu meringankan beban keluarga peserta, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi penerus yang sehat, berkualitas, dan berakhlak mulia.

Khitanan massal pun menjadi salah satu bukti bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.

PROKOPIM CIAMIS

MAT ROBI SENTER AWDI CIAMIS JABAR

Dilantik Presiden Prabowo, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja, Upah Layak, dan Perlindungan Buruh

0

JAKARTA–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Dalam keterangannya usai pelantikan pada Senin, 8 Juni 2026 di Istana Negara, Jakarta, Said Iqbal menyampaikan bahwa dirinya akan segera memberikan laporan dan menyampaikan pandangan terkait kesejahteraan buruh kepada Presiden.

“Beberapa hal yang mungkin nanti, karena saya kan langsung memberikan laporan ke Bapak Presiden melalui koordinasi dengan Pak Mensesneg,” ucap Said Iqbal.

Sejumlah hal yang akan dilaporkan kepada Presiden salah satunya berkaitan dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Menurutnya, pertumbuhan ini harus diimbangi dengan redistribusi kekayaan yang merata.

“Dalam pandangan kami, pertumbuhan itu harus diimbangi dengan redistribusi kekayaan yang merata, kesetaraan kesempatan, setiap orang punya kesempatan. Kalau bahasa kami yang sederhana, kau boleh kaya, tapi jangan miskinkan kami,” katanya.

Sementara itu terkait kesejahteraan buruh, Said Iqbal memandang bahwa ke depan kesejahteraan buruh meliputi kepastian kerja, kepastian pendapatan, dan jaminan sosial. Pandangan-pandangan tersebut, kata Said Iqbal, akan disampaikan kepada Presiden untuk menjadi bahan pertimbangan dalam analisa kebijakan.

“Tiga hal inilah yang akan kami fokuskan, memberikan saran-saran, pendapat, dan analisis kebijakan kepada Presiden terkait dengan kesejahteraan buruh,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Said Iqbal juga akan menyampaikan pandangannya terkait upah layak bagi para buruh. Termasuk juga terkait pekerja buruh migran yang saat ini menurutnya masih memerlukan perlindungan dari negara.

“Hal-hal ini yang akan kami sampaikan kepada Bapak Presiden dalam bentuk saran, pendapat, gagasan, dan menganalisis kebijakan. Tentu saya akan mendatangi beberapa menteri untuk mendiskusikan,” ujarnya.

Penunjukan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden diharapkan semakin memperkuat komitmen pemerintahan Presiden Prabowo dalam mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis, meningkatkan kesejahteraan pekerja, serta memastikan pertumbuhan ekonomi nasional memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

(BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto Terima Delapan Duta Besar Negara Sahabat

0

JAKARTA–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS ISTANA—Presiden Prabowo Subianto menerima delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara-negara sahabat pada Senin, 8 Juni 2026, di Istana Merdeka, Jakarta. Para duta besar menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo.

Prosesi acara penyerahan surat kepercayaan dimulai dengan diperdengarkannya lagu kebangsaan dari masing-masing negara setibanya para duta besar di Istana Merdeka. Setelahnya, para duta besar menyerahkan surat kepercayaan secara langsung kepada Presiden Prabowo.

Adapun delapan duta besar negara sahabat yang diterima oleh Presiden Prabowo antara lain:
1. Sumadhurika Sashikala Premawardhane, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka untuk Republik Indonesia;
2. Christopher Baltazar Montero, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Filipina untuk Republik Indonesia;
3. Yoon Soongu, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Korea untuk Republik Indonesia;
4. Petr Kopřiva, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Ceko untuk Republik Indonesia;
5. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari, Duta Besar LBBP Designate Resident Negara Palestina untuk Republik Indonesia;
6. Dimitrios Michalopoulos, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Yunani untuk Republik Indonesia;
7. Salam Al Achkar, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Lebanon untuk Republik Indonesia; dan
8. Menissa Rambally, Duta Besar LBBP Designate Non-Resident Saint Lucia untuk Republik Indonesia.

Usai menyerahkan surat kepercayaan, masing-masing duta besar kemudian berfoto bersama Kepala Negara. Selanjutnya, para duta besar diterima oleh Presiden Prabowo di ruang veranda belakang Istana Merdeka.

Setelah pertemuan selesai, para duta besar berpamitan dengan Prasiden Prabowo dan selanjutnya menuju tangga depan Istana Merdeka. Lagu kebangsaan Indonesia Raya pun turut diperdengarkan pada kesempatan tersebut.

Turut mendampingi Presiden dalam kesempatan tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir, dan Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno.

(BPMI Setpres)

Dipandang sebagai Mitra Strategis, Duta Besar Negara Sahabat Tegaskan Komitmen Perkuat Hubungan Bilateral dengan Indonesia

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS ISTANA—Presiden Prabowo Subianto menerima surat kepercayaan dari delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara sahabat pada Senin, 8 Juni 2026, di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, para duta besar menyampaikan komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral serta memperluas kerja sama dengan Indonesia di sejumlah bidang.

Duta Besar LBBP Sri Lanka untuk Indonesia Sumadhurika Sashikala Premawardhane menilai kerja sama di bidang kebudayaan dan pendidikan merupakan dua aspek penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Oleh karena itu, ia berharap dapat semakin mempererat hubungan Indonesia dan Sri Lanka selama masa penugasannya di Indonesia.

“Kami memiliki sejarah panjang hubungan bilateral dan sejarah panjang persahabatan, dan saya berharap untuk memperkuat hubungan tersebut di sini, di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar LBBP Filipina Christopher Baltazar Montero menegaskan harapannya agar hubungan Indonesia dan Filipina sebagai dua negara kepulauan besar dapat terus ditingkatkan. Ia mengungkapkan salah satu prioritas yang akan diusung dalam penugasannya adalah penguatan kerja sama maritim.

“Saya berharap bahwa kita akan dapat mengejar kerja sama maritim yang lebih dalam, terutama karena ini juga merupakan salah satu prioritas kepemimpinan Filipina di ASEAN tahun ini,” tuturnya.

Selain Filipina, sebagai sesama negara kepulauan, Duta Besar LBBP Saint Lucia Menissa Rambally menyampaikan bahwa Indonesia menjadi sumber inspirasi bagi negaranya. Menurutnya, pengalaman Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi inspirasi bagi Saint Lucia dalam memperkuat hubungan dengan komunitas di kawasan Karibia.

“Kami berharap tidak hanya untuk bekerja dengan anda secara bilateral, tetapi untuk bekerja dengan anda di komunitas internasional untuk dunia yang lebih baik, untuk dunia yang lebih damai, untuk kemanusiaan yang lebih baik,” ungkapnya.

Di samping itu, Duta Besar LBBP Lebanon Salam Al Achkar menyoroti kesamaan nilai yang dimiliki Indonesia dan Lebanon, terutama dalam menjaga harmoni, keberagaman, dan toleransi. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat jembatan persahabatan antara Indonesia dan Lebanon selama masa penugasannya.

“Izinkan saya mulai hari ini untuk menjadi jembatan persahabatan antara kedua negara kita,” tuturnya.

Pernyataan para duta besar tersebut mencerminkan besarnya harapan negara-negara sahabat untuk terus memperkuat kemitraan dengan Indonesia serta memperluas kerja sama yang saling menguntungkan.

(BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional serta Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

0

JAKARTA–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS ISTANA—Presiden Prabowo Subianto melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional serta Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026.

Pengangkatan Nanik Sudaryati Deyang, Agustina Arumsari, dan Trenggono didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) Nomor 18/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional serta Pemberhentian Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Selain itu, Presiden Prabowo juga turut melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden (PKP) Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh yang didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) Nomor 58/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo secara langsung mengambil sumpah jabatan para pejabat yang dilantik.

“Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Presiden mendiktekan sumpah jabatan.

Setelah pengucapan sumpah, para pejabat yang dilantik kemudian masing-masing menandatangani berita acara pengambilan sumpah. Acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan diikuti para tamu undangan lainnya.

Tampak hadir dalam pelantikan yakni para pimpinan lembaga negara, para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

(BPMI Setpres)

Kejuaraan Renang Fazar Cup 2026 Resmi Digelar, Kegiatan Perdana di Ciamis

0

Ciamis, Indo Tipikor-ciamis News. – Kejuaraan Renang Champion dan Funswim Terbuka Fazar Cup 2026 resmi dimulai pada Sabtu (6/6) lalu. Ajang ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kegiatan renang terbuka pertama yang diselenggarakan di Kabupaten Ciamis. Berlangsung meriah, acara ini disambut antusiasme tinggi oleh peserta yang datang dari berbagai daerah.

Bertempat di Kolam Renang Gunung Daweg, Jalan Kalapanunggal RT 50/15, Desa Sindangkasih, Kecamatan Sindangkasih, pertandingan ini diikuti oleh 620 atlet yang mewakili 40 klub renang. Mengingat satu peserta bisa mengikuti lebih dari satu nomor lomba, total pendaftaran mencapai 1.800 nomor pertandingan. Para peserta datang dari Ciamis, Tasikmalaya, Kota Banjar, serta undangan khusus dari Cirebon.

Kejuaraan ini terbagi menjadi dua kategori utama: Kelas Champion untuk atlet yang sudah berpengalaman, dan Kelas Funswim yang dikhususkan bagi pemula. Suasana pertandingan terasa hidup sejak pagi hari. Para peserta tampil disiplin, saling menyemangati satu sama lain, dan menunjukkan sikap sportivitas yang patut diapresiasi—membuktikan tingginya minat masyarakat Jawa Barat Selatan terhadap olahraga air.

Funswim, Sarana Mencetak Atlet Muda

Ketua Penyelenggara, Muhammad Fajar R, menjelaskan bahwa keberadaan kelas Funswim sangat penting sebagai fondasi pembinaan. Menurutnya, atlet andalan tidak bisa terbentuk secara instan, melainkan harus dilatih sejak dini.

“Funswim ini adalah proses pembibitan sejak dini agar kelak bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi. Ini bukan sekadar main-main, tapi cara menumbuhkan jiwa kompetitif, kekuatan fisik dan mental, serta sikap sportif. Prinsip kami jelas: Prestasi Bukan Prestise,” ujarnya.

Untuk memacu semangat bertanding, panitia menyiapkan beragam penghargaan, mulai dari piala utama, piagam, hingga uang pembinaan untuk setiap kelompok usia dari KU-A hingga KU-J. Sebanyak 20 set penghargaan utama disiapkan, ditambah medali dan sertifikat partisipasi bagi seluruh peserta. Penilaian pun dijamin adil karena dilakukan oleh juri bersertifikat dari Pengprov Akuatik Jawa Barat.

Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

Sebagai acara perdana, panitia berharap Fazar Cup bisa menjadi wadah pembinaan rutin yang melahirkan bibit unggul daerah.

“Kami ingin ini menjadi sarana persiapan menghadapi ajang yang lebih besar seperti O2SN, Porprov, hingga PON. Ke depannya, kami berharap lahir atlet lokal yang bisa mengharumkan nama daerah. Rencananya, kegiatan ini akan digelar secara rutin setiap tahun, bahkan diperluas menjadi rangkaian kejuaraan yang akan berlanjut pada Desember mendatang di Bandung, Garut, dan Tasikmalaya,” tambah Fajar.

Kegiatan ini berjalan lancar berkat dukungan penuh dari berbagai pihak, antara lain Akuatik Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya, aparat keamanan, serta pemerintah setempat. Panitia mengucapkan terima kasih atas antusiasme peserta dan dukungan semua pihak sehingga acara perdana ini berjalan sukses.

Penulis : SndGow, Mat Robby

Jaksa Agung Bekali Calon Jaksa PPPJ Angkatan 83: Jadilah Jaksa Yang Berintegritas, Adaptif dan Berhati Nurani

0

JAKARTA–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEJAGUNG RI—-Senin 8 Juni 2026, Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin memberikan ceramah pembekalan secara langsung kepada para peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXXIII (83) Gelombang I Tahun 2026 di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI di Jakarta.
Dalam ceramahnya, Jaksa Agung menegaskan bahwa Diklat PPPJ bukan sekadar proses pendidikan biasa, melainkan sebuah gerbang pengabdian sekaligus momentum transformasi krusial bagi para Calon Jaksa.
“Transformasi tersebut menyangkut tanggung jawab, kewenangan, dan perilaku, sehingga wajib diiringi dengan perubahan mental, pola pikir, serta pola kerja. Oleh karena itu, para peserta diminta memanfaatkan momentum digembleng di kawah candradimuka ini sebagai modal awal untuk memikul amanah besar dari negara dan masyarakat,” ujar Jaksa Agung.
Sebagai aparat penegak hukum, seorang Jaksa dituntut untuk bertindak profesional dan proporsional dalam mengemban tugas dan tanggung jawab yang sangat luas. Jaksa tidak hanya berperan sebagai Penuntut Umum, tetapi juga harus mampu melaksanakan tugas sebagai Penyidik tindak pidana korupsi, menjalankan fungsi intelijen penegakan hukum, bertindak sebagai Pengacara Negara, serta melaksanakan fungsi pemulihan aset negara.
“Kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk membentuk seorang Jaksa yang ideal.

Seorang Jaksa wajib membentengi diri dengan integritas, nilai adaptif, jiwa korsa, hati nurani, profesionalisme, serta adab dan etika,” imbuh Jaksa Agung.
Jaksa Agung mengungkapkan bahwa integritas diartikan sebagai kesesuaian antara perkataan, tindakan, dan nilai kebenaran, yang menjadi benteng utama dalam menghadapi intervensi maupun tantangan penegakan hukum.
“Keberanian dan integritas institusional inilah yang berhasil menempatkan Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang paling dipercaya oleh masyarakat, terutama dalam menangani perkara-perkara besar yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” ungkap Jaksa Agung.
Selain integritas, nilai adaptif sangat diperlukan agar Jaksa siap menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, budaya, dan karakter masyarakat di daerah penugasan. Terkait hal ini, para peserta PPPJ Tahun 2026 kelak akan diberikan penempatan tugas berdasarkan kebutuhan institusi dengan prinsip yang adil, transparan, dan terukur demi membentuk Jaksa yang berlandaskan nilai kebangsaan.
Di sisi lain, jiwa korsa dan soliditas harus ditanamkan sebagai semangat persaudaraan, loyalitas, dan kepedulian untuk memperkuat institusi di tengah keberagaman latar belakang. Namun, Jaksa Agung mengingatkan agar jiwa korsa tidak disalahgunakan untuk membela rekan yang melakukan kesalahan atau pelanggaran.
Jaksa Agung juga berpesan bahwa penegakan hukum juga tidak boleh kehilangan kepekaan hati nurani agar tidak berubah menjadi penegakan kepastian hukum yang kaku dan menjauhi nilai kemanusiaan. “Keadilan dan hati nurani tidak tertulis di dalam buku atau teks undang-undang, melainkan tertanam di dalam sanubari masing-masing Jaksa,” tutur Jaksa Agung.
Seluruh nilai tersebut disempurnakan oleh sikap profesional, di mana Jaksa harus memiliki kemampuan analisis yuridis yang terstruktur serta pemahaman yang komprehensif terhadap perkembangan regulasi nasional guna meminimalisir kesalahan yang bersifat elementer dalam penanganan perkara.
Memasuki era digital, tantangan nyata seorang Jaksa juga hadir dalam kehidupan sosial, termasuk aktivitas di media sosial dan gaya hidup sehari-hari, karena status sebagai Jaksa melekat penuh bahkan saat tidak mengenakan atribut kedinasan. Jaksa Agung menginstruksikan dengan tegas agar seluruh jajaran menghindari gaya hidup mewah yang berlebihan, komentar provokatif, serta penyebaran informasi yang belum terverifikasi demi menjaga kewibawaan institusi.
“Kecerdasan intelektual yang tinggi akan menjadi percuma jika tidak diiringi dengan adab dan etika yang baik. Kombinasi antara kecerdasan, adab, dan etika inilah yang akan memastikan proses penegakan hukum mampu menghasilkan kepastian, kemanfaatan, sekaligus keadilan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuh Jaksa Agung.
Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI Leobard Eben Ezer Simanjuntak beserta seluruh jajaran atas kerja keras mereka dalam memastikan seluruh rangkaian diklat berjalan lancar hingga upacara penutupan nanti.
Menutup arahannya, Jaksa Agung memberikan pesan agar para calon jaksa siap mengabdi tanpa pamrih. Ia meminta para peserta untuk menjadi Jaksa yang tidak memilih-milih tempat untuk berjuang, melainkan memilih untuk tetap setia menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab di mana pun mereka ditempatkan.

Jakarta, 8 Juni 2026
Plh. KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

REDAKSI

DANDAN RAMDAN

Satgas Karya Bakti Skala Besar TNI terus melanjutkan pembangunan jembatan modular di Sungai Sefa yang merupakan bantuan Presiden Prabowo Subianto.

0

Nias Selatan –INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI—– Harapan masyarakat Desa Hilihoru, Kecamatan Amandraya, Kabupaten Nias Selatan, untuk memiliki akses transportasi yang lebih aman dan lancar semakin mendekati kenyataan. Satgas Karya Bakti Skala Besar TNI terus melanjutkan pembangunan jembatan modular di Sungai Sefa yang merupakan bantuan Presiden Prabowo Subianto. Hingga Minggu (7/6/2026), progres pembangunan telah mencapai 84 persen.

Pekerjaan yang dilaksanakan hari ini difokuskan pada pemerataan tanah di bagian landaian atau oprit jembatan sebagai tahap penyempurnaan akses menuju badan jembatan. Meski menggunakan peralatan sederhana seperti sekop dan angkong, pekerjaan berlangsung lancar berkat kolaborasi dan semangat gotong royong antara personel TNI dan masyarakat setempat.

Pembangunan jembatan sepanjang 15 meter tersebut melibatkan personel dari YTP 908/Gajah Dompak, Yonzipur 1/DD, serta Koramil 12/Teluk Dalam jajaran Kodim 0213/Nias. Kehadiran para prajurit di lapangan tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan infrastruktur yang dibutuhkan warga.

Bagi masyarakat Hilihoru, jembatan ini memiliki arti penting karena akan mempermudah mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendukung akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pusat-pusat kegiatan ekonomi. Kehadiran jembatan modular ini diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Kapendam I/BB, Kolonel Inf Sandy S.I.P, mengatakan pembangunan jembatan modular di Sungai Sefa merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. “Melalui program Karya Bakti Skala Besar TNI, kami berupaya membantu mempercepat pembangunan di daerah dan mengatasi berbagai kendala akses yang dihadapi warga. Kami berharap jembatan ini nantinya dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta menjadi penghubung yang memperkuat aktivitas sosial dan ekonomi warga,” ujarnya.

Sumber: Pendam I/BB.