Selasa, Mei 26, 2026
Beranda blog Halaman 67

Diduga Program Pekerjaan Bronjong Jatiwaras Perihal Material Keluar Dari Spek,

0

TASIKMALAYA–MEDIA INDOTIPIKOR.COM—sudah Menjadi RahaiaUmum Tentunya, Suatu peran fungsi pekerjaan Bronjong yang di dipasang ya itu untuk menahan terjadinya dari bencana tanah atau longsor serta mencegah erosi di tebing atau sungai dan juga memperkuat dinding penahan dengan anyaman kawat berisi batu,

Saat ini, Di salah satunya pemasangan bronjong di Wilayah Desa Papayan Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya diduga material yang sudah terpasang tidak memenuhi kualitas yang sebenarnya.

Mengenai Pekerjaan Penanganan Darurat Tanah Longsor Pada Ruas Jalan Desa Jatiwaras tersebut di kerjakan oleh CV. Amar Mitra Inti dengan Anggaran Senilai  Rp;1.811.827.800.00. APBD Kabupaten Tasikmalaya 2026, yang mana pekerjaan tersebut sangat di khawatirkan dengan cepat waktu mengalami kerusakan yang akan mengakibatkan ambrol.

Dengan hal ini yang sangat disayangkan mengenai material kawat bronjong itu diduga bukanlah memakai kawat spesifikasi yang sebenarnya alias KW 2, yang mana kawat kawat tersebut ada beberapa bronjong yang pada putus putus dan juga untuk material khususnya batu harus batu keras yang tahan cuaca seperti batu andesit, basalt, atau granit yang penting padat tidak mudah hancur, dan bersih dari tanah liat, bukanlah material batu batu yang sebagian kropos dan kecil.

Maka dengan hal ini untuk peringatan keras BPBD serta Inspektorat agar Audit dan cros cek lapangan dengan hasil pekerjaan yang di anggap selesai, dan bila mana di biarkan dengan begitu saja jelas pemerintah terbohongi oleh pemenang thunder.

Bila terjadi kecurangan atau Pelanggaran tentunya dikenakan sanksi yang jelas agar preseden buruk tidak terulang kembali kata warga

Tim Investigasi.

Baraya Maung Parahyangan (BMP) Gelar Silaturahmi dan Halal Bihalal di Kodam III Siliwangi

0

Bandung ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI— Paguyuban Akmil Jawa Barat atau Baraya Maung Parahyangan (BMP) menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dan halal bihalal yang bertempat di Taman Merdeka Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung, pada Minggu (05/04/2026).

Acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri oleh sekitar 300 peserta, termasuk Danpussenif, Pangdam III/Siliwangi, Kasdam III/Siliwangi, serta para pejabat utama Kodam III/Siliwangi. Turut hadir Kesbangpol Provinsi Jawa Barat, sesepuh Siliwangi, Ketua Paguyuban Pasundan, serta para tokoh masyarakat dan agama setempat.

Dalam amanatnya, Ketua BMP Brigjen TNI (Pur) Asep Syaripudin, S.Hub.Int., menekankan pentingnya sisi spiritual dan sosial bagi seluruh anggota. Beliau mengajak keluarga besar BMP untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang ada dengan cara membesarkan paguyuban melalui kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Semangat Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, dan Silih Wawangi diharapkan menjadi pondasi utama dalam menjalankan organisasi.

Selain itu, beliau secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pangdam III/Siliwangi serta Danpussenif atas segala perhatian dan dukungan yang diberikan sehingga rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Sejalan dengan hal tersebut, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., menilai bahwa pertemuan ini memiliki nilai strategis yang lebih dari sekadar tradisi tahunan. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan teritorial yang bertujuan untuk menjaga kohesi sosial serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat demi membangun ketahanan wilayah yang tangguh.

Pangdam juga mengingatkan pentingnya peran BMP dalam melestarikan budaya lokal dan nilai-nilai kebangsaan melalui filosofi Sabilulungan sebagai landasan gotong royong lintas elemen.

Kekhidmatan acara semakin terasa dengan adanya aksi sosial berupa pemberian santunan kepada 40 anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sesama.

Sinergitas ini juga mendapat apresiasi dari Kakesbangpol Provinsi Jawa Barat yang menganggap kolaborasi antara TNI dan masyarakat sebagai kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Kedepannya, Baraya Maung Parahyangan berkomitmen untuk terus menjalankan program-program sosial dan kebangsaan secara berkelanjutan, termasuk dalam membina generasi muda dan memperkuat jejaring komunikasi antara TNI dan masyarakat luas.(Pendam III/Siliwangi)

Mendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman dan Nyaman yang Memuliakan Guru dan Siswa

0

INDOTIPIKOR.COM–MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN—JATENG—Pendidikan harus dimaknai sebagai proses membangun karakter dan peradaban, bukan sekadar penyampaian materi pelajaran. Hidden curriculum melalui pembiasaan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari di sekolah adalah kunci dalam membangun sekolah yang aman dan nyaman. Adapun pendekatan yang digunakan harus bersifat mendidik dan bebas dari kekerasan. Sebagaimana tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 Tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Budaya sekolah aman dan nyaman adalah keseluruhan tata nilai, sikap, kebiasaan, dan perilaku yang dibangun di lingkungan sekolah untuk menjamin pemenuhan kebutuhan spiritual, pelindungan fisik, kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital demi menciptakan dan menjaga lingkungan belajar yang kondusif bagi warga sekolah.

Dalam membangun karakter, satuan pendidikan dituntut untuk menghadirkan pembelajaran yang memuliakan manusia sebagai inti dari penataan fondasi belajar. “Kata kunci dalam pembelajaran di sekolah adalah memuliakan. Guru harus memuliakan murid, murid menghormati guru, dan keduanya memuliakan ilmu,” tegas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Pekalongan, Jawa Tengah pada Jumat (3/4).

“Pendidikan itu adalah proses membangun karakter dan peradaban bangsa. Karena itu, guru tidak hanya menjadi agent of learning, tetapi harus menjadi agent of civilization,” imbuhnya di hadapan forum yang dihadiri sekitar 200 kepala sekolah serta guru di wilayah Pekalongan.

Saat menjadi pembicara kunci dalam dialog pendidikan yang bertemakan “Menata Fondasi Belajar: Menciptakan Sekolah Aman, Nyaman, dan Bermartabat bagi Guru dan Siswa”, ia menyampaikan bahwa upaya menciptakan sekolah yang aman dan nyaman dilakukan melalui pendekatan deep learning yang mendorong pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful.

“Kita ingin pembelajaran itu tidak sekadar banyak materi, tetapi dipahami secara mendalam, sehingga siswa terlibat aktif dan belajar dengan bermakna,” jelasnya dalam acara yang didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman dan Rektor Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Nur Izzah.

Dialog pendidikan tersebut menjadi ruang refleksi bersama dalam menata ulang praktik pembelajaran dan budaya sekolah. Harapannya, dengan pemahaman yang komprehensif dan kolaborasi semua pihak, sekolah dapat menjadi ruang belajar yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memuliakan dan memanusiakan setiap individu di dalamnya secara praktis dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa peran guru tidak berhenti pada kegiatan mengajar di kelas, tetapi juga mencakup pembimbingan secara menyeluruh. “Tugas guru itu tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing. Karena itu semua guru harus menjadi guru wali yang mendampingi siswa, tidak hanya secara akademik, tetapi juga sosial dan emosional,” ucap Menteri Mu’ti dalam motivasinya.

Menteri Mu’ti juga menyoroti pentingnya penguatan hidden curriculum melalui pembiasaan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dalam membangun sekolah yang aman dan nyaman. “Banyak hal penting dalam pendidikan yang tidak diajarkan sebagai mata pelajaran, tetapi dibiasakan seperti disiplin, sopan santun, saling menghargai, yang dibangun melalui keteladanan,” tuturnya.

Terkait disiplin di sekolah, Menteri Mu’ti juga mengingatkan bahwa pendekatan yang digunakan harus bersifat mendidik dan bebas dari kekerasan. “Disiplin harus dibangun tanpa kekerasan. Bukan dengan hukuman fisik, tetapi dengan pendekatan yang membuat siswa sadar dan berubah,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa penyelesaian persoalan di sekolah perlu mengedepankan dialog dan pembinaan. “Kalau ada permasalahan di sekolah dapat diselesaikan dengan diskusi lebih dulu, agar hubungan tetap terjaga antara sekolah dan orang tua,” tutup Mu`ti.

(Penulis: Ririn/Editor: Denty A., Seno H./Fotografer: Ikram)

REDAKSI–Minggu,5 April 2026.

Wamen Ekraf Apresiasi Perayaan Paskah Berbasis Edukasi Warisan Budaya di Easter Fair

0

Jakarta,–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN— 5 April 2026– Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan The Dharmawangsa Jakarta menghadirkan Easter Fair sebagai perayaan Paskah keluarga dengan sentuhan inovatif melalui pendekatan edukatif serta kreativitas berbasis kearifan lokal. Wamen Ekraf, Irene Umar, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi yang menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

“Di Easter Fair ini, peran kami bukan sebagai sutradara, melainkan enabler dan biro jodoh strategis. Kami mempertemukan panggung terbaik seperti The Dharmawangsa dengan para kreator bangsa. Kolaborasi ini membuktikan bahwa saat hospitalitas bertemu kreativitas, lahirlah sebuah ekosistem pengalaman yang tak terlupakan.” ujar Wamen Ekraf dalam sambutannya pada Minggu, 5 April 2026.

Easter Fair tidak hanya menciptakan ruang kebersamaan bagi keluarga, tetapi juga efektif dalam melestarikan identitas bangsa serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi para pelaku kreatif Tanah Air. Kementerian Ekraf terus menegaskan komitmennya dalam membangun kolaborasi lintas sektor yang inklusif, di mana Wamen Ekraf menekankan bahwa sinergi tersebut merupakan langkah strategis yang sangat krusial untuk memperkokoh identitas bangsa di tengah pesatnya dinamika era modern saat ini.

​”Inilah kekuatan ekonomi kreatif kita yang mampu mengolah warisan budaya menjadi pengalaman yang menarik, edukatif, dan memiliki nilai tambah,” jelasnya.

Berbagai kegiatan menarik dihadirkan untuk memeriahkan acara ini, mulai dari kelas memasak dan menghias telur bagi anak-anak, hingga deretan stan kuliner Nusantara bagi seluruh pengunjung. Daya tarik acara semakin lengkap dengan hadirnya Board Games Corner bertema permainan tradisional serta berbagai lokakarya budaya, seperti membatik, shading, dan kaligrafi aksara. Pengunjung juga dapat mengikuti demonstrasi meracik jamu bersama Acaraki, sebuah inisiatif untuk melestarikan warisan leluhur kepada generasi masa kini.

The Dharmawangsa Jakarta menyelenggarakan acara ini sebagai wujud komitmen nyata dalam mendukung perkembangan industri kreatif sekaligus melestarikan kekayaan tradisi Nusantara bagi masyarakat luas.

“Kami berupaya menyajikan perayaan yang tidak hanya menghibur secara visual, namun juga memberikan edukasi bermakna bagi setiap keluarga yang hadir, sekaligus memperkuat ikatan emosional masyarakat dengan warisan budaya nusantara,” ungkap Siti Nuraisyah selaku Director of Sales and Marketing The Dharmawangsa.

Melalui semangat kebersamaan Paskah, Kementerian Ekraf memandang kegiatan ini sukses menjadi wadah inovasi kreatif yang tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur, sekaligus menjadi kunci utama dalam memperkuat daya saing bangsa di masa depan.

Turut hadir dalam acara Easter Fair yaitu SKP Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Tiar Nabila Karbala, Tim SKP Bidang UMKM Yopy Prabowo, Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Hebert Siagian, perwakilan Ketenagakerjaan Subhan, perwakilan Kemendikdasmen Supriono, serta tim Sinema Kapsul.

Turut mendampingi Wamen Ekraf yaitu Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif Jago Anggara, Direktur Arsitektur dan Desain Sabar Norma Megawati Panjaitan, serta Tenaga Ahli Menteri Ekonomi Kreatif Dahan Esha Putera.

Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala

0

ACEH–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN–Suasana pertemuan di lokasi bencana Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, itu menjelma menjadi sambung rasa para penyintas bencana banjir dan longsor dengan Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian.

Sabtu (4/4/2026) sore itu, pertemuan yang dihadiri sekitar 200 penyintas bencana, meriung dengan beralas tikar mendengarkan keterangan Tito dan rombongan yang baru tiba di lokasi. Sembari menyimak pemaparan transisi pascabencana, sesekali beberapa penyintas bencana beradu cepat menyampaikan keluh kesah menjalani hidup getir pascabencana tanpa air bersih dan tempat tinggal layak, karena diterjang bencana banjir pada akhir November tahun lalu.

“Pak ini pak.. tolong kalau bisa secepatnya dibuatkan sumur bor. Air bersih sudah sulit sekali di sini. Rumah kami juga semua sudah banyak yang hilang,” tanya Mijah, salah seorang penyintas kepada Tito.

Dengan suara bergetar, salah satu penyintas bencana lainnya Deri, mengungkapkan harapan kepada Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, agar penyintas bencana diberi fasilitas sanitasi di Desa Sekumur. Selain itu, ibu dua anak itu juga menghendaki agar pemerintah segera memulihkan ekonomi warga yang lumpuh.

“Harapan kami agar akses jalan kami yang sulit juga diperbaiki. Segala program pemulihan kampung kami mohon segera dipercepat. Itu harapan kami,” kata Deri.

Semula, Deri dan Mijah sejujurnya tidak terlalu berharap taraf kehidupannya bakal dipulihkan pemerintah. Alasannya, lokasi Desa Sekumur yang jauh dan sulit dijangkau, muskil rasanya perwakilan pemerintah bersedia datang melihat langsung kondisi yang dialami penyintas bencana di Desa Sekumur.

Namun, keraguan itu berubah menjadi asa begitu ia mengetahui rombongan Satuan Tugas PRR Pascabencana Sumatera yang dipimpin Tito Karnavian tiba di lokasi menemui para penyintas bencana yang tinggal berdampingan dengan sisa bangunan yang hancur dan porak poranda di sebagian sisi.

“Kami- kami orang enggak nyangka bakal datang, karena untuk sampai ke sini pertama aksesnya sulit dan jauh. Tapi ternyata Bapak Mendagri benaran sampai ke sini (Desa Sekumur). Ya alhamdulilah kondisi kami bisa dilihat dari dekat,” kata Mijah.

Deri dan Mijah pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan langsung segala unek-unek persoalan yang selama ini dirasakan penyintas bencana. Hal paling berkesan bagi Deri dan Mijah, ialah aspirasi mereka yang minta segera dibangunkan huntap komunal, langsung direspon positif oleh Tito Karnavian.

“Saya langsung sampaikan saja ke Bapak Mendagri (Menteri Dalam Negeri) apa yang kami rasakan dan butuhkan soal air bersih dan huntap. Saya merasa plong, sudah menyampaikannya, biarpun belum tahu kapan (dieksekusi) , tapi paling enggak sudah menyampaikan,” kata Mijah.

Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, mengatakan pihaknya datang langsung ke Desa Sekumur, karena ingin memastikan penyintas bencana di lokasi yang berjarak puluhan kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang itu tidak terlampau lama menjalani hidup getir pascabencana.

Dalam kesempatan tersebut, Tito menyerap langsung aspirasi penyintas bencana yang meminta segera dibuatkan fasilitas air bersih berupa sumur bor dan ingin segera dibuatkan huntap. Ia mengatakan sebagian besar masyarakat ingin dibuatkan huntap komunal, lantaran mayoritas penyintas tinggal di daerah rawan banjir dari luapan sungai.

HUMAS

Begini Cara Masyarakat Memastikan Petugas Ukur Tanah yang Datang Merupakan Petugas Resmi BPN

0

Jakarta – –INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN—Masyarakat yang didatangi petugas ukur untuk melakukan pengukuran tanah diimbau agar memastikan petugas yang datang adalah petugas resmi dari Kantor Pertanahan (Kantah). Langkah ini penting dilakukan agar masyarakat lebih aman dan terhindar dari potensi penyalahgunaan oleh pihak yang mengatasnamakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Direktur Survei dan Pemetaan Tematik, Agus Apriawan, menjelaskan beberapa hal yang dapat dilakukan masyarakat untuk memastikan keabsahan petugas ukur yang datang ke lokasi.

“Masyarakat dapat memastikan terlebih dahulu bahwa petugas yang datang merupakan petugas resmi dengan meminta menunjukkan identitas kedinasan serta surat tugas yang menjadi dasar pelaksanaan pengukuran,” ujar Direktur Survei dan Pemetaan Tematik, Agus Apriawan, dalam keterangannya pada Jumat (03/04/2026).

Direktur Survei dan Pemetaan Tematik menjelaskan, setiap kegiatan pengukuran tanah di lapangan selalu didasarkan pada permohonan layanan pertanahan yang telah diajukan sebelumnya oleh masyarakat. Dengan begitu, petugas ukur yang datang seharusnya membawa surat tugas atau dokumen penugasan resmi yang berkaitan dengan kegiatan pengukuran tersebut.

“Pengukuran lapangan dilaksanakan berdasarkan surat tugas dan nomor berkas permohonan pelayanan. Karena itu, keberadaan surat tugas menjadi indikator kuat bahwa kegiatan pengukuran tersebut memang resmi,” jelas Agus Apriawan.

Selain memeriksa identitas dan surat tugas, masyarakat juga dapat menanyakan beberapa informasi dasar terkait kegiatan pengukuran. Misalnya, nomor berkas permohonan, nama pemohon, lokasi bidang tanah yang akan diukur, serta tujuan pengukuran yang dilakukan.

Agus Apriawan menyampaikan bahwa setiap tujuan pengukuran yang dilakukan oleh petugas ukur bisa beragam. Pengukuran bisa dilakukan untuk pendaftaran tanah pertama kali, pemecahan bidang tanah, pemisahan bidang, pengembalian batas, maupun penataan batas. Dalam praktik pelayanan pertanahan, setiap kegiatan pengukuran selalu terhubung dengan berkas pelayanan tertentu sehingga petugas ukur resmi seharusnya dapat menjelaskan konteks pelayanan yang sedang dijalankan.

Apabila masyarakat masih merasa ragu, masyarakat melakukan verifikasi langsung ke Kantah setempat untuk memastikan apakah benar terdapat kegiatan pengukuran pada waktu tersebut. “Jika petugas datang tanpa pemberitahuan sebelumnya, tidak dapat menunjukkan identitas atau surat tugas, atau informasi yang disampaikan tidak jelas, masyarakat dapat melakukan verifikasi ke Kantah. Ini merupakan langkah kehati-hatian yang wajar,” pungkas Agus Apriawan. (SG/KR)

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia

Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional

Wamen Viva Yoga Dorong Balai Transmigrasi Berkontribusi Dalam Pembangunan Wilayah.

0

BALI–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN—Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mendorong agar Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar berkontribusi dalam pembangunan wilayah.

“Program kerja dari Balai bisa dikerjasamakan dengan pihak lain seperti dengan Universitas Udayana maupun lembaga lainnya”, ujar Wamen Viva Yoga saat memberikan pengarahan kepada pegawai Balai di Kantor BPPMT Denpasar, Seminyak, Badung, Bali, Minggu (5/4).

Kontribusi Balai Transmigrasi dalam pembangunan wilayah disebut sudah dilakukan oleh BPPMT Pekanbaru dan balai transmigrasi di Yogyakarta dan Banjarmasin. Balai Transmigrasi yang ada di Provinsi Riau memiliki banyak demplot pertanian serta perikanan. Salah satu demplot yang ada adalah demplot nanas.

“Dari demplot inilah Balai Transmigrasi Pekanbaru memberdayakan petani di berbagai kabupaten sehingga memperkuat Riau sebagai sentra nanas. Saat berkunjung ke Balai Transmigrasi Pekanbaru, Kita gelar panen dan festival nanas”, kata Wamen Viva.

BPPMT Denpasar diakui memiliki fungsi yang strategis. Dari catatan yang ada banyak kawasan transmigrasi yang dihuni oleh transmigran asal Bali.

”Di berbagai kawasan transmigrasi ada Kampung Bali”, ujar pria alumni Universitas Udayana itu.

Dikatakan dirinya beberapa waktu yang lalu berkunjung ke Kabupaten Mesuji, Lampung. Menuju kawasan transmigrasi di sana, seolah-olah berada di Bali sebab banyak pura (tempat sembahyang umat Hindu).

Transmigrasi dari Bali termasuk transmigran yang tekun, ulet, dan sabar dalam mengelola lahan yang diberikan. Keuletan dan kesabaran itulah yang membawa anak dan cucu generasi pertama atau kedua transmigran menjadi sukses.

“Ada yang menjadi pengusaha hingga Plt bupati di salah satu kabupaten di Lampung, jadi anggota DPR RI, wakil gubernur, dan lainnya”, ucap Viva Yoga.

Dalam kesempatan itu, Viva Yoga juga menegaskan penerapan dan pelaksanaan birokrasi di Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menggunakan merit system.

“Dengan sistem ini yang transparan, obyektif, terukur, pruden, dan sesuai aturan membuka peluang seluas-luasnya kepada seluruh pegawai dalam menata karier”, tegasnya.

Dengan sistem ini pula membuat budaya organisasi yang mampu menstimulus kinerja dengan dampak pada kekuatan dan kualitas kelembagaan.

“Sistem ini pada masa pemerintahan Presiden Prabowo akan membawa sistem yang efisien dan efektif”, paparnya.

Efisiensi dalam membangun kawasan transmigrasi ini juga dilakukan oleh Kementrans.

“Dalam membangun kawasan transmigrasi, Kementrans bersinergi dengan kementerian dan lembaga yang lain”, ungkapnya.

Efisiensi anggaran ini terlihat dalam pembangunan Kawasan Transmigrasi Barelang. Dalam pembangunan kawasan itu Kementrans bermitra dengan KKP, BP Batam, Kementerian PU, serta kementerian dan lembaga lain yang terkait dengan pembangunan kawasan transmgrasi yang tak jauh dari Singapura itu. (ARW)

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia
📍 Jl. TMP Kalibata No.17, Jakarta Selatan 12750
📞 (021) 7994372
📧 humas@transmigrasi.go.id
🌐 www.transmigrasi.go.id

Tangis Haru Iringi Pemakaman Mayor Zulmi, Prajurit Berprestasi TNI

0

Bandung, —–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI— Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., menghadiri prosesi pemakaman jenazah almarhum Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, S.T.Han di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, Minggu (05/04/2026).

Upacara pemakaman militer berlangsung khidmat dengan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. bertindak selaku inspektur upacara. Turut hadir Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin serta sejumlah pejabat tinggi TNI.

Panglima TNI menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya salah satu prajurit terbaik bangsa.

“Atas nama Tentara Nasional Indonesia, saya mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya atas gugurnya prajurit terbaik yang dimiliki TNI,” ucap Panglima TNI.

Almarhum bukan sekadar prajurit biasa, melainkan sosok berprestasi dengan dedikasi tinggi terhadap negara. Jenderal TNI Agus mengungkapkan adanya ikatan emosional dengan almarhum, yang pernah berdinas di Grup 2 Kopassus—satuan yang juga memiliki sejarah dalam perjalanan kariernya.

“Mayor Zulmi adalah salah satu prajurit terbaik. Dulu almamater saya juga, saya pernah menjabat sebagai Danyon di sana. Beliau selalu mendapatkan reward dari satuan dalam setiap pelaksanaan tugasnya,” tutur Jenderal TNI Agus.

Sepanjang pengabdiannya, Mayor Zulmi dikenal sebagai prajurit disiplin dan berprestasi. Ia bahkan pernah mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional melalui keterlibatannya dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon.

Sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanannya, negara memastikan seluruh hak almarhum dan keluarganya akan dipenuhi. Panglima TNI menyebutkan berbagai santunan telah disiapkan, baik dari internal TNI, lembaga perbankan, maupun organisasi internasional.

Kepergian Mayor Zulmi menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan dan perdamaian dunia. Upacara pemakaman ditutup dengan penghormatan terakhir bagi almarhum, mengiringi kepergiannya sebagai seorang patriot bangsa. (Pendam III/Siliwangi).

Diduga Jual Produk Kedaluwarsa hingga Konsumen Sakit, Manajemen Koordinator Wilayah Cirebon Indomaret Mangkir dari Panggilan BPSK — Berpotensi Pidana

0

Kuningan, Jawa Barat ,-–INDOTIPIKOR.COM-BERSAMA MEDIA- BIN808.COM || Kasus dugaan penjualan produk susu kedaluwarsa di gerai Indomaret wilayah Bandorasa Wetan Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, kini memasuki fase serius. Tidak hanya menimbulkan dampak kesehatan bagi konsumen, tetapi juga memunculkan indikasi pelanggaran hukum yang berpotensi berujung pidana.5/4/2026

Pihak manajemen koordinator wilayah Cirebon Indomaret bahkan dilaporkan mangkir dari panggilan resmi Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Kuningan, memperkuat sorotan publik terhadap keseriusan penanganan kasus ini.

🧾 KRONOLOGI: PRODUK DIJUAL, KONSUMEN MENJADI KORBAN

13 Maret 2026, konsumen membeli susu botol di gerai Indomaret Bandorasa Wetan
Produk masih dipajang dan dijual bebas
Setelah dikonsumsi, konsumen mengalami diare berhari-hari, muntah, dan pusing
Setelah dicek, produk telah melewati masa kedaluwarsa (EXP 02/03/2026)

Fakta ini menegaskan bahwa produk yang tidak layak konsumsi tetap beredar di pasaran dan sampai ke tangan konsumen.

⚠️ INDIKASI KELALAIAN SISTEMIK

Dalam sistem retail modern, pengawasan masa kedaluwarsa adalah standar wajib.

Kegagalan dalam kasus ini menunjukkan:

Produk kedaluwarsa lolos dari pengawasan rak
Tidak berjalannya quality control
Tidak adanya mekanisme penarikan (recall)

👉 Kesimpulan:

Ini bukan sekadar kelalaian individu, melainkan dugaan kegagalan sistem manajemen (systemic failure).

⚖️ LARANGAN TEGAS & ANCAMAN PIDANA

1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Pasal 8 ayat (1) huruf g

Melarang penjualan barang kedaluwarsa

Pasal 19 ayat (1)

Wajib ganti rugi kepada konsumen

Pasal 62 ayat (1)

👉 Ancaman pidana:
Pelanggaran terhadap Pasal 8 dapat dikenakan:

Penjara maksimal 5 tahun
Denda maksimal Rp2 miliar

2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan

👉 Wajib menjamin:

keamanan
mutu
kelayakan pangan

📌 Produk kedaluwarsa = tidak layak konsumsi → potensi pelanggaran serius

🚨 PENGALIHAN TANGGUNG JAWAB KE KARYAWAN

Dalam perkembangan kasus, muncul indikasi bahwa tanggung jawab diarahkan kepada individu karyawan.

Secara hukum:

👉 Tidak sah dan tidak menghapus tanggung jawab perusahaan

Karena:

Pelaku usaha = perusahaan (korporasi)
Karyawan = pelaksana

📌 Dampaknya:

❌ 1. Menguatkan dugaan kelalaian manajemen

❌ 2. Membuka potensi tanggung jawab korporasi

❌ 3. Tidak menghapus kewajiban ganti rugi

“Mengorbankan bawahan tidak membebaskan perusahaan dari tanggung jawab hukum.”

💣 RISIKO HUKUM BERLAPIS

Jika kasus ini berlanjut, maka potensi konsekuensi:

⚖️ Perdata:

Ganti rugi kepada konsumen

⚖️ Pidana:

Berdasarkan Pasal 62 UU Perlindungan Konsumen

⚖️ Administratif:

Sanksi dari
Badan Pengawas Obat dan Makanan
Dinas terkait

❗ SIKAP MANGKIR: SINYAL SERIUS

Ketidakhadiran manajemen wilayah Cirebon Indomaret dalam panggilan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen:

Memperkuat dugaan tidak adanya itikad baik
Berpotensi memperburuk posisi hukum perusahaan
Menjadi perhatian publik dan regulator

🎯 SIKAP KONSUMEN: MENUNTUT SESUAI UNDANG-UNDANG

Konsumen menegaskan tuntutan:

Hak atas keamanan produk
Hak atas ganti rugi
Hak atas perlindungan hukum

Semua dijamin dalam undang-undang yang berlaku.

Kasus ini bukan sekadar sengketa biasa.

Ini menyangkut:

Keselamatan konsumen
Integritas sistem distribusi pangan
Tanggung jawab korporasi

👉 Jika dibiarkan:

Potensi kejadian serupa akan terus berulang dan merugikan masyarakat luas

Publik kini menunggu langkah nyata:

Apakah akan ada pertanggungjawaban, atau justru penghindaran berlanjut?

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen koordinator wilayah Cirebon Indomaret belum memberikan klarifikasi resmi terkait ketidakhadiran dalam panggilan BPSK maupun tanggung jawab atas kejadian ini.

RED

Dirut BULOG Panen Raya di Jawa Timur, Optimistis Mendukung Capaian Target 4 Juta Ton Setara Beras Tahun 2026

0

Ngawi, –INDOTIPIKOR.COM–4 April 2026 –Perum BULOG terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui kegiatan Panen Raya musim tanam pertama tahun 2026 yang digelar di Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Kegiatan panen raya ini menjadi bagian dari langkah strategis BULOG dalam mencapai target penyerapan gabah dan beras setara 4 juta ton pada tahun 2026 sebagaimana penugasan pemerintah. Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan dan capaian target tersebut melalui sinergi lintas sektor.

“Hari ini kita hadir melakukan panen di Ngawi untuk memastikan bahwa capaian target 4 juta ton ke depan harus benar-benar terwujud sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” ujar Rizal.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pencapaian target tersebut sangat bergantung pada kolaborasi yang solid antara berbagai pihak, mulai dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah daerah, TNI/Polri, hingga para petani dan pelaku usaha penggilingan padi.

Dalam kesempatan tersebut, Rizal juga mengungkapkan bahwa posisi stok cadangan beras pemerintah yang dikelola BULOG per 3 April 2026 telah mencapai sekitar 4,4 juta ton. Capaian ini dinilai sebagai prestasi yang membanggakan sekaligus menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan swasembada pangan nasional tahun 2026.

“Dengan stok beras yang kuat ini, kami optimistis dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagaimana yang dicanangkan pemerintah,” tambahnya.

Selain itu, BULOG juga memastikan bahwa harga gabah yang diterima petani harus sesuai dengan ketentuan pemerintah, yakni mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Berdasarkan hasil dialog langsung dengan petani di Ngawi, harga gabah yang diterima bahkan berada di atas HPP.

“Ini penting untuk memastikan kesejahteraan petani meningkat dan nilai tukar petani tetap terjaga,” jelas Rizal.

Ia pun optimistis target penyerapan 4 juta ton dapat tercapai seiring dengan sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah pusat, daerah, aparat TNI/Polri, serta seluruh pelaku sektor pertanian. Capaian tersebut juga menjadi bagian dari mandat strategis BULOG dalam menjaga Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menjamin kesinambungan produksi dan pendapatan petani.

Kegiatan panen raya ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, jajaran BULOG, perwakilan Forkopimda, OPD terkait, serta para petani setempat yang menjadi bagian penting dalam rantai produksi pangan nasional.

Melalui kegiatan ini, Perum BULOG menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah petani, memastikan penyerapan hasil panen berjalan optimal, serta memperkuat kolaborasi guna menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

(BULOG)