Beranda blog Halaman 63

Presiden Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah di 37 Provinsi, Perkuat Konektivitas hingga Pelosok Indonesia

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—Presiden Prabowo Subianto meresmikan ruas jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026. Peresmian dipusatkan di Ruas Kedungdung–Bringkoning, Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates.

Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo terlebih dahulu menerima penjelasan panel dari Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengenai capaian pelaksanaan program IJD di berbagai daerah. Setelah itu, Presiden menuju podium utama untuk mengikuti rangkaian peresmian yang diawali dengan laporan Menteri PU.

Dalam laporannya, Menteri Dody menjelaskan bahwa pelaksanaan program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden melalui Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah guna mendukung swasembada pangan, energi, dan air. Menurut Menteri Dody, program tersebut dirancang untuk memastikan kelancaran rantai pasok pangan sekaligus memperkuat keterhubungan antara kawasan produksi dengan pusat-pusat konsumsi.

“Melalui program Inpres Jalan Daerah Nomor 11 Tahun 2025, pemerintah pusat meyakinkan bahwa rantai pasok pangan berjalan lancar dari hulu hingga hilir dan menghubungkan langsung pada wilayah-wilayah sentra produksi menuju pasar-pasar konsumsi secara lebih efisien dan berkelanjutan,” ucap Menteri Dody.

Menteri Dody juga melaporkan bahwa capaian nasional program IJD tahun 2025 mencakup pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 1.151 kilometer di 37 provinsi dengan dukungan anggaran sebesar Rp5,41 triliun. Menteri Dody pun menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kini semakin menjangkau daerah-daerah yang selama ini membutuhkan dukungan konektivitas.

“Capaian keseluruhan ini membuktikan komitmen mutlak pemerintah bahwa pembangunan infrastruktur tidak lagi terpusat, melainkan telah menjangkau keseluruh pelosok Indonesia secara lebih inklusif, adil dan rata,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan jalan daerah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kepala Negara menegaskan bahwa keberadaan jalan memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian rakyat.

“Saya menyambut dengan bangga dan bahagia telah selesai pembangunan jalan daerah dengan total sepanjang 1.151 km di seluruh pelosok Indonesia, di 37 provinsi,” ujar Presiden.

Presiden menekankan bahwa jalan daerah merupakan infrastruktur dasar yang menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi masyarakat dari desa hingga pusat-pusat perdagangan.

“Kehadiran jalan daerah ini memiliki arti yang sangat penting. Jalan daerah adalah urat nadi perekonomian rakyat. Melalui jalan-jalan inilah hasil panen petani, hasil kebun, hasil perikanan dan berbagai produk masyarakat dapat bergerak dari desa menuju pasar, pusat distribusi, kawasan industri dan sebaliknya dari mana-mana menuju ke desa,” kata Presiden.

(BPMI Setpres)

Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026, Presiden Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—Presiden Prabowo Subianto menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang diselenggarakan di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026. Kehadiran Presiden menjadi penutup rangkaian forum strategis NU yang mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa.”

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Syubbanul Wathan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf, taujihad oleh Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, serta pembacaan doa sebelum Presiden Prabowo menyampaikan sambutan sekaligus menutup secara resmi Munas dan Konbes NU 2026.

Dalam laporannya, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo pada penutupan forum tersebut. Menurutnya, kehadiran Kepala Negara melengkapi kebahagiaan keluarga besar NU setelah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pembahasan Munas dan Konbes yang menjadi forum permusyawaratan strategis menjelang Muktamar ke-35 NU.

“Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara. Rakyat yang siap berjuang, yang rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta. Rakyat yang tidak pernah kehilangan keyakinan dan optimisme akan Indonesia,” ujar Gus Yahya.

Ia juga menegaskan komitmen NU untuk terus hadir menjaga, melestarikan, dan memelihara bangsa serta negara, sekaligus memohon doa restu agar penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang dapat berjalan dengan lancar.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepadanya untuk hadir di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Kepala Negara mengatakan memiliki kedekatan emosional dengan NU sejak masa kecil.

“Saya ingin ucapkan terima kasih atas kehormatan yang besar diberikan kepada saya bisa hadir di tengah saudara-saudara di acara penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026. Terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Memang saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama, nyaman dan aman, merasa aman,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menilai NU memiliki karakter khas sebagai organisasi keagamaan yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan patriotisme. Menurut Presiden Prabowo, semangat cinta Tanah Air telah lama menjadi bagian dari identitas NU, bahkan tercermin dalam lagu Syubbanul Wathan yang telah diciptakan jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Nahdlatul Ulama adalah memang organisasi keagamaan, tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta Tanah Air. Jadi agamis, tapi nasionalis dan patriotik,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara turut menyampaikan penghargaan atas kontribusi besar NU dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurut Presiden, keluarga besar NU selalu hadir ketika bangsa menghadapi berbagai tantangan dan telah menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga persatuan serta stabilitas nasional.

“Keluarga besar NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam keadaan sulit. Keluarga besar NU adalah faktor stabilisator, faktor yang bisa membuat aman bangsa dan negara,” kata Presiden.

Penutupan Munas dan Konbes NU 2026 ditandai dengan penabuhan kenteng oleh Presiden Prabowo didampingi oleh Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, Ketua MUI K.H. M. Anwar Iskandar, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Momen tersebut menjadi simbol berakhirnya forum strategis NU sekaligus penegasan komitmen bersama untuk terus menjaga marwah organisasi dan memperkuat khidmat bagi kemaslahatan bangsa dan negara.

Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, sejumlah menteri kabinet Merah Putih, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta jajaran PBNU.

(BPMI Setpres)

Presiden Prabowo: Ulama dan Umara Harus Bersatu Menjaga Kepentingan Rakyat dan Bangsa

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persatuan antara ulama dan umara dalam menjaga kepentingan rakyat serta memperkuat pembangunan bangsa. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang diselenggarakan di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang berisi para kiai dan ulama yang memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat, terutama masyarakat pedesaan. Menurut Presiden Prabowo, para ulama memahami secara langsung berbagai persoalan dan kondisi yang dihadapi rakyat sehari-hari.

“Para kiai dan para ulama adalah menurut saya tokoh-tokoh yang paling dekat dengan rakyat. Paling dekat apalagi dengan rakyat di pedesaan. Karena itu, para kiai, para ulama paham, mengerti apa yang dirasakan rakyat. Para kiai dan para ulama merasakan apa yang dirasakan rakyat paling bawah,” ujar Presiden Prabowo.

Selain itu, Kepala Negara menilai bahwa kedekatan tersebut menjadi modal penting dalam membangun sinergi antara ulama, pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen bangsa. Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh komponen tersebut pada hakikatnya berasal dari rakyat dan memiliki tanggung jawab yang sama untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

“Karena itu, ada suatu perkembangan alamiah. Karena tentara, pejuang, polisi, dan aparat juga berasal dari rakyat. Karena itu, ulama, pemerintahan, tentara, kepolisian, sesungguhnya paham dan mengerti perasaan rakyat,” imbuh Kepala Negara.

“Itu namanya, ulama sama umara bersatu untuk negara dan bangsa. Saudara-saudara sekalian, sesungguhnya kita mengerti apa yang dirasakan rakyat kita,” lanjut Presiden Prabowo.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga mengingatkan kembali amanat yang diemban sejak dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024. Presiden Prabowo menegaskan bahwa sumpah jabatan yang diucapkannya merupakan komitmen untuk menjalankan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjaga kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.

“Saya disumpah, saya harus menjalankan dan kita tidak perlu pura-pura, kita tidak perlu bicara manis-manis karena itu memang sering bangsa Indonesia suka bicara yang manis-manis di depan. Kita kadang-kadang tidak mau bicara apa adanya, tapi saya kira sudah saatnya kita bicara apa adanya,” ujar Kepala Negara.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengatakan banyak terjadi penyimpangan yang menyebabkan kekayaan negara tidak sepenuhnya dinikmati oleh rakyat. Bahkan, sebagian besar kekayaan bangsa mengalir ke luar negeri dan tidak memberikan manfaat optimal bagi pembangunan nasional.

“Jadi kesulitan yang kita alami sekarang, kita harus berani menghadapi, kita harus berani menghadapi kenyataan,” imbuh Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo mengaku terkejut dan prihatin setelah melihat besarnya potensi kekayaan negara yang hilang selama ini. Meski demikian, Kepala Negara menegaskan bahwa upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah bukanlah untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk memperbaiki keadaan.

“Ini bukan kita cari kesalahan, kita anggaplah ini suatu kelalaian kita bersama. Tapi saya disumpah untuk menjaga kepentingan bangsa dan rakyat. Karena itu saya harus melaksanakan yang terbaik yang bisa saya laksanakan, supaya saya tidak ingkar sumpah saya kepada bangsa dan rakyat,” pungkas Kepala Negara.

Kehadiran Presiden Prabowo pada Penutupan Munas dan Konbes NU 2026 menjadi penegasan bahwa sinergi antara ulama dan umara merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan nasional, mengawal keadilan sosial, serta memastikan kekayaan dan pembangunan Indonesia benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

(BPMI Setpres)

Presiden Prabowo: Kekayaan Indonesia Harus Kembali untuk Rakyat, Kuncinya Pemerintahan yang Bersih

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PRESIDEN RI—Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pengelolaan sumber daya negara serta memastikan tidak terjadi kebocoran anggaran yang dapat menghambat pembangunan nasional. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutan pada acara Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang diselenggarakan di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah data kepada para ulama yang dinilainya memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Menurut Presiden, para ulama perlu mengetahui berbagai perkembangan dan kebijakan pemerintah karena memiliki peran penting sebagai pemimpin di tengah rakyat.

“Saudara-saudara sekalian, saya ingin memberi beberapa data. Karena para ulama adalah pemimpin yang paling dekat sama rakyat. Para ulama berhak untuk mengerti,” ujar Presiden.

Kepala Negara kemudian menyampaikan capaian pembangunan infrastruktur yang baru saja diresmikannya, yakni pembangunan 1.151 kilometer jalan desa.

“Saya baru saja tadi meresmikan 1.151 kilometer jalan, jalan desa, jalan daerah. 1.000 kilometer jalan ini memakan anggaran 5,4 triliun. 5,4 triliun bisa membangun 1.000 kilometer. Bayangkan kalau 20 triliun, berapa ribu jalan yang bisa kita bangun. Berapa ribu jembatan bisa kita bangun untuk rakyat kita. Berapa puluh ribu sekolah yang bisa kita perbaiki,” ungkap Presiden.

Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menghentikan berbagai bentuk kebocoran yang menyebabkan potensi penerimaan negara tidak optimal. Presiden menyebut langkah tersebut menjadi salah satu fokus utama pemerintah yang dipimpinnya.

“Begitu banyak uang kita menguap, hilang, dan ini pemerintah yang saya pimpin, saya bertekad untuk berbuat yang terbaik, untuk menghentikan kebocoran-kebocoran ini,” tegas Presiden.

Presiden juga menjelaskan langkah pemerintah dalam menertibkan pengelolaan sumber daya alam, termasuk mengambil kembali penguasaan atas lahan perkebunan kelapa sawit yang melanggar aturan serta menindak pertambangan tanpa izin.

“Pemerintah saya telah merebut kembali, menguasai kembali lebih dari 5 juta hektare kebun kelapa sawit yang melanggar hukum, yang tidak sesuai peraturan. Yang bikin kebun di hutan lindung, yang memalsukan laporan, kita telah menutup ratusan tambang-tambang tanpa izin,” ujar Presiden.

Presiden menilai pengawasan terhadap sumber daya alam harus diperkuat karena negara memiliki kekayaan yang besar. “Jadi memang usaha ini bukan usaha yang ringan. Negara kita besar, negara kita luas, dan negara kita sangat-sangat kaya,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa kunci utama dalam menjaga kekayaan negara adalah menghadirkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kemampuan negara mengelola sumber dayanya secara bertanggung jawab.

“Karena itu, kuncinya adalah pemerintah harus bersih. Pemerintah harus benar-benar tidak boleh korup. Tidak boleh ada korupsi di pemerintah Republik Indonesia,” tegas Presiden.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa agenda pemberantasan korupsi, penertiban pengelolaan sumber daya alam, dan penguatan tata kelola pemerintahan merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo untuk memastikan kekayaan Indonesia benar-benar kembali dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat.

(BPMI Setpres)

Tim Penyidik JAM PIDSUS Tolak Permohonan Justice Collaborator Tersangka SS Perkara Tata Kelola MBG

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEJAGUNG RI—Selasa, 23 Juni 2026, Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Khusus (JAM PIDSUS) telah menerima Surat Permohonan Justice Collaborator dari Penasihat Hukum Tersangka SS, terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional Tahun 2025 s.d. Tahun 2026.

Adapun yang dimaksud dengan Justice Collaborator adalah orang yang terlibat dalam suatu tindak kejahatan terorganisir yang melibatkan lebih dari 2 (dua) orang dan merupakan individu yang sangat penting karena dapat membongkar suatu kejahatan dan tentunya dapat menyediakan bukti guna menyeret tersangka lainnya
Penjelasan tersebut sebagaimana menimbang ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban dan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2011 tentang Perlakukan Bagi Pelapor Tindak Pidana (Whistleblower) dan Saksi Pelaku yang Bekerja Sama (Justice Collaborator) serta Surat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor : B-1964/F/Fd.1/09/2017 tanggal 22 September 2017 perihal Tata Cara Pemberian Status dan Penyelesaian “Justice Collaborator”.

Untuk dapat menjadi Justice Collaborator, terdapat 3 (tiga) syarat yang harus terpenuhi yaitu:

1. Merupakan Saksi Pelaku.
2. Yang bersangkutan mengakui perbuatannya.
3. Yang bersangkutan bukan merupakan pelaku utama.

Mengingat penentuan Justice Collaborator tersebut harus dilakukan secara cermat dan efektif, Tim Penyidik berpendapat bahwa Tersangka SS merupakan salah satu pelaku utama sehingga permohonan Justice Collaborator yang diajukan Tersangka SS tidak dapat dikabulkan.

 

Jakarta, 23 Juni 2026
KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

REDAKSI

SITI FATIMAH

Tim Penyidik JAM PIDSUS Geledah dan Menyita Beberapa Aset Tersangka SDT alias Aseng Perkara Penyimpangan Tambang QSS di Kalbar

0

INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEJAGUNG RI—Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Khusus (JAM PIDSUS) telah melakukan penggeledahan dan penyitaan di wilayah hukum Kalimantan Barat selama 6 (enam) hari sejak tanggal 11 Juni 2026 sampai dengan tanggal 16 Juni 2016.

Tindakan tersebut dilakukan dalam rangka melakukan penyelamatan aset-aset yang diduga hasil dari tindak pidana yang dilakukan oleh Tersangka SDT alias Aseng, terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan tata kelola ijin usaha pertambangan (IUP) dan/atau IUP-OP PT QSS di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2017 s.d. 2025.

Adapun Tim Penyidik telah menemukan aset milik Tersangka SDT alias Aseng berupa kendaraan-kendaraan, yang salah satunya Mobil Lamborghini Aventador tahun 2022 yang sebelumnya disembunyikan disebuah gang serta kunci mobilnya dibuang di sebuah parit.

Selain itu, Tim Penyidik juga melakukan penyitaan terhadap:

– 1 (satu) unit mobil Fortuner VRZ;
– 1 (satu) unit mobil Toyota Camry;
– 46 (empat puluh enam) unit sebanyak Dump Truck;
– 10 (sepuluh) unit sebanyak Exavator;
– 2 (dua) unit Buldozer;
– 3 (tiga) unit Kendaraan operasional tambang merk Triton;
– 4 (empat) kavling tanah dan terdapat bangunan di atasnya yang belokasi di Pontianak;
– 2 (dua) Kavling Tanah Kosong yang berlokasi di Pontianak.

Tim Penyidik juga melakukan penggeledahan di beberapa lokasi terhadap pihak-pihak yang terafiliasi dengan Tersangka SDT alias Aseng yang berada di wilayah hukum Kalimantan Barat.

Seperti diketahui sebelumnya, Sejak tahun 2017, Tersangka SDT alias Aseng tanpa didahului due diligence yang sah dan dengan menggunakan data-data yang tidak sebenarnya tidak melakukan aktifitas penambangan di wilayah IUP, namun tetap melakukan penjualan bauksit yang berasal dari luar wilayah IUP secara melawan hukum menggunakan dokumen PT QSS.

Hasil produksi bauksit tersebut telah dilakukan penjualan sejak tahun 2020 s.d 2024 dengan dokumen persetujuan ekspor yang diterbitkan tanpa melalui proses verifikasi yang benar, yang bekerja sama dengan penyelenggara negara. PT. QSS juga tidak memiliki smelter yang merupakan salah satu persyaratan untuk mendapatkan perizinan ekspor
Perbuatan Tersangka SDT alias Aseng beserta afiliasnya tersebut telah mengakibatkan kerugian keuangan negara.

 

Jakarta, 23 Juni 2026
KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

REDAKSI

SITI FATIMAH

JPU Tegaskan Kebijakan Pengadaan Chromebook Merupakan Tindak Pidana, Bukan Penyalahgunaan Kewenangan

0

JAKARTA–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEJAGUNG RI—Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) memberikan keterangan pers mengenai perkembangan persidangan perkara dugaan tindak pidana korupsi digitalisasi pendidikan terkait pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Keterangan pers ini disampaikan oleh JPU Corneles Geeb Paulus pasca-persidangan dengan agenda pembacaan nota duplik oleh Terdakwa yang digelar Selasa 23 Juni 2026 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Berdasarkan jalannya persidangan, JPU menilai bahwa seluruh poin keberatan yang disampaikan Terdakwa dalam nota dupliknya justru secara nyata mengakui dan mendukung materi dakwaan yang diajukan oleh Penuntut Umum.

Terdakwa secara lantang membenarkan adanya keputusan pada tanggal 6 Mei untuk menggunakan Chromebook sebagai merek komoditas dalam Dana Alokasi Khusus (DAK), padahal tindakan penyebutan merek tersebut secara tegas dilarang dan bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 serta Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021.

Menanggapi argumen pembelaan Terdakwa yang berdalih bahwa keputusan tersebut diambil atas dasar penghematan anggaran dan pemenuhan kebijakan, JPU menguraikan bantahan tersebut atas dasar penghematan dan kebijakan.

Terkait dengan klaim penghematan, JPU menegaskan bahwa fakta di lapangan justru menunjukkan adanya pemborosan keuangan negara serta pembengkakan harga yang signifikan.
Terdakwa secara keliru membandingkan pengadaan Chromebook sebanyak 15 unit dengan alokasi harga hampir Rp100 juta per sekolah dengan paket pengadaan Laboratorium Komputer atau PC sebanyak 22 unit yang bernilai hampir Rp140 juta.

“Penilaian teknis menunjukkan bahwa Chromebook yang diadakan hanya memenuhi spesifikasi minimum, sementara paket Laboratorium Komputer memiliki spesifikasi maksimum dan sudah dilengkapi dengan perangkat server,” beber JPU.

Selain itu, pemborosan diperparah oleh ketergantungan sistem Chromebook terhadap pengadaan Google Cloud yang menelan anggaran baru hingga ratusan miliar rupiah dari tahun ke tahun, di mana proyek integrasi cloud tersebut saat ini bahkan sedang dalam proses penanganan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Narasi penghematan ini juga dinilai tidak memiliki dasar karena selama persidangan tidak ada fakta pendampingan maupun pernyataan keberhasilan efisiensi anggaran yang dibawa oleh lembaga resmi seperti LKPP maupun BPKP,” imbuh JPU.

Lebih lanjut, JPU membedah klaim Terdakwa mengenai pembelaan hak diskresi pejabat negara yang tidak boleh dikriminalisasi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, seorang pejabat memang berwenang mengambil kebijakan atau diskresi, namun tindakan tersebut wajib memenuhi kriteria adanya kekosongan hukum atau aturan yang tumpang tindih.

Dalam perkara ini, JPU menegaskan tidak ada kekosongan hukum sama sekali karena LKPP telah menerbitkan regulasi yang prudent guna melarang penyebutan merek dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah. Mengingat kebijakan Terdakwa secara nyata menabrak aturan hukum yang berlaku dan tidak berjalan di atas Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB) karena ditemukan adanya pengkondisian serta koordinasi sepihak dengan pihak Google, maka kriteria dan syarat formal diskresi tersebut dinyatakan gugur.

Sebagai kesimpulan, JPU menekankan bahwa penyalahgunaan kewenangan dalam proyek ini telah beralih sepenuhnya menjadi ranah tindak pidana korupsi dan bukan lagi persoalan administrasi. Penyelesaian perkara melalui mekanisme tata usaha negara hanya dapat ditempuh apabila keputusan pejabat diambil tanpa didasari oleh niat jahat ataupun kesengajaan.

Namun, dengan bertumpu pada fakta persidangan yang menunjukkan adanya kerugian keuangan negara yang nyata, niat jahat (mens rea), serta perbuatan pidana (actus reus) yang dilakukan secara sengaja melalui bingkai permufakatan dan pengkondisian, JPU meyakini tindakan Terdakwa murni merupakan bentuk kejahatan bukan kebijakan

 

Jakarta, 23 Juni 2026
KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

REDAKSI

SITI FATIMAH

Pangdam III/Siliwangi Hadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H/2026 M di Masjid Al Ikhlas Makodam III/Siliwangi

0

Bandung ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI— Pangdam III/Siliwangi menghadiri kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H/2026 M yang digelar di Masjid Al Ikhlas Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Jadikan Semangat Muharam untuk Perbaikan yang Lebih Baik Menuju Indonesia Maju dan Berdaulat” tersebut diikuti sekitar 250 personel prajurit dan PNS di lingkungan Kodam III/Siliwangi.

Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah diselenggarakan sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual guna meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, serta memperkuat soliditas dan kebersamaan di lingkungan Kodam III/Siliwangi.

Kegiatan menghadirkan penceramah DR. KH. A. Ja’far Shodiq, M.SI., Ph.D., dengan penanggung jawab kegiatan Kabintaljarahdam III/Siliwangi Kolonel Inf Syafriadi Fen, S.Pd.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam III/Siliwangi, Irdam III/Siliwangi, Kapoksahli Pangdam III/Siliwangi, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi, Wakil Ketua Persit KCK Daerah III/Siliwangi, para Pejabat Utama Kodam III/Siliwangi, Dandim 0618/Kota Bandung, anggota Persit, serta seluruh prajurit dan PNS jajaran Kodam III/Siliwangi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Ujang Cecep, dilanjutkan sambutan Pangdam III/Siliwangi dan tausiyah oleh DR. KH. A. Ja’far Shodiq.

Dalam ceramahnya, penceramah mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, memperkuat keimanan di tengah perkembangan zaman, serta menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana melakukan hijrah hati, hijrah pikiran, dan hijrah perbuatan menuju kehidupan yang lebih baik.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih., S.E. M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam 1448 H/2026 M bertujuan membangun mentalitas yang tangguh dalam menghadapi perkembangan zaman sekaligus meningkatkan kualitas amal ibadah, keimanan, ketakwaan, serta mempererat silaturahmi dan persatuan di lingkungan Kodam III/Siliwangi.

“Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya menjadi sarana introspeksi dan perbaikan diri untuk membangun mentalitas yang tangguh, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memperkuat soliditas guna mendukung terwujudnya Indonesia yang maju dan berdaulat,” ujar Pangdam III/Siliwangi.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai.

(Pendam III/Siliwangi).

APKOMINDO, APTIKNAS, BSSN RI dan Yorindo Dorong Transformasi Digital Rumah Sakit melalui Roadshow Nasional AI Driven Secure & Efficient

0

Jakarta ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA– Memasuki tahun 2026, transformasi digital sektor kesehatan semakin menjadi prioritas nasional. Perkembangan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), digitalisasi layanan kesehatan, serta meningkatnya kebutuhan perlindungan data pasien mendorong rumah sakit untuk melakukan perubahan yang terukur, aman, dan berkelanjutan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Yorindo Communication bersama APKOMINDO, APTIKNAS dan BSSN RI menyelenggarakan Workshop & Festival AI Driven Secure & Efficient dengan tema “Engineering Digital Transformation Blueprint in Hospital” pada Rabu, 10 Juni 2026 di Hotel Menara Peninsula, Jakarta.

Kegiatan ini merupakan kota ke-7 dari rangkaian Roadshow Nasional AI Driven Secure & Efficient 2026 yang telah dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia. Setelah sukses digelar di Surabaya, Bali, Cikarang, Batam, Purwakarta, dan Tangerang, Jakarta menjadi titik penting dalam memperkuat transformasi digital sektor kesehatan sebelum rangkaian roadshow ditutup di Balikpapan pada 25 Juni 2026 mendatang.

Acara ini dihadiri oleh jajaran direksi rumah sakit, manajemen, kepala divisi teknologi informasi, tenaga profesional kesehatan, serta para pengambil keputusan yang berperan strategis dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi digital. Hadir pula sejumlah pengurus DPP APTIKNAS, di antaranya Yuliasiane Sulistiyawati (Ketua Komtap Cyber Security Solution), Hartanto Sutardja (Wakil Ketua Komtap Kerja Sama Luar Negeri), dan Wong Budi Gunawan (Ketua Komtap Keanggotaan), yang turut mendukung upaya percepatan transformasi digital nasional melalui pemanfaatan teknologi yang aman dan berkelanjutan.

Turut hadir memperkuat jajaran ahli dan profesional dalam kegiatan ini, yaitu Evan selaku Technical Consultant H3C Indonesia, Titin selaku Direktur PT. Solusi Amanillah Indonesia, Yoppy Sundawa dari BenQ / MSI, dan Khadaffi dari PT. ATM (PT Andalan Teknologi Mandiri), serta Leonardi Soemasta, Kepala Bidang Pengembangan OT Security Industri Manufaktur DPD APKOMINDO dan APTIKNAS Bekasi.

Direktur Yorindo Communication, Yolanda Roring, menjelaskan bahwa transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi setiap institusi pelayanan kesehatan.

“Rumah sakit menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tuntutan peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, hingga perlindungan data pasien. Karena itu diperlukan blueprint transformasi digital yang mampu mengintegrasikan AI secara tepat guna, aman, dan berkelanjutan. Melalui roadshow nasional ini kami berupaya menghadirkan ekosistem yang lengkap, mulai dari aspek kebijakan, keamanan siber, infrastruktur digital hingga implementasi AI yang aplikatif,” ujar Yolanda.

Workshop ini mengangkat empat pilar utama transformasi digital yang saling terintegrasi, yaitu:
* Smart Infrastructure (Infrastruktur Cerdas), yang menekankan pentingnya kesiapan server, storage, bandwidth, cloud, dan integrasi data sebagai fondasi implementasi AI.
* Autonomous Cyber Defense, yaitu pendekatan keamanan siber modern yang mampu mendeteksi dan merespons ancaman secara otomatis.
* People Intelligence, yang berfokus pada peningkatan kompetensi SDM agar mampu berkolaborasi secara optimal dengan teknologi AI.
* Autonomous Automation, yaitu pemanfaatan platform low-code dan teknologi otomasi untuk meningkatkan efisiensi operasional organisasi.

Ketua Umum APKOMINDO dan APTIKNAS sekaligus Sekretaris Jenderal PERATIN, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky), menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital rumah sakit harus diawali dengan kesiapan fondasi infrastruktur digital yang kuat dan berstandar tinggi.

Menurutnya, masa depan layanan kesehatan akan bergerak menuju konsep borderless healthcare, di mana layanan medis dapat dilakukan lintas lokasi melalui telemedicine, Internet of Medical Things (IoMT), hingga telesurgery.

“Dalam dunia kesehatan digital, gangguan koneksi bukan lagi sekadar persoalan teknis, tetapi dapat menyangkut keselamatan pasien. Karena itu, rumah sakit perlu membangun digital backbone yang andal melalui infrastruktur berstandar medis, jaringan berkinerja tinggi, integrasi data yang baik, serta tata kelola yang patuh terhadap regulasi,” jelas Hoky yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum SPRI.

Ia juga mengingatkan bahwa implementasi AI tanpa fondasi infrastruktur yang memadai berpotensi menimbulkan risiko Black Box Syndrome, yaitu kondisi ketika sistem AI berjalan tanpa transparansi, kontrol, dan akuntabilitas yang memadai.

Selain kesiapan teknologi, Hoky menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, termasuk perlindungan data pribadi pasien dan tata kelola informasi yang baik agar transformasi digital berjalan secara aman dan berkelanjutan.

Dari sisi keamanan siber, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN RI, Drs. Slamet Aji Pamungkas, M.Eng., menyoroti semakin tingginya ancaman terhadap sektor kesehatan yang menyimpan data sensitif dan bernilai tinggi.

Menurutnya, sepanjang tahun sebelumnya BSSN mencatat sekitar 351,7 juta anomali trafik siber, dengan aktivitas malware mendominasi lebih dari 66 persen dari keseluruhan insiden yang terdeteksi.

“Transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan keamanan siber. Rekam medis elektronik, data pasien, dan data operasional rumah sakit harus dilindungi melalui tata kelola keamanan yang baik, peningkatan kesadaran SDM, serta penerapan teknologi keamanan yang memadai. Di era AI saat ini, sistem pertahanan juga harus mampu merespons ancaman secara otomatis dan real-time,” tegas Mamung, sapaan akrab Slamet Aji Pamungkas.

Ia menambahkan bahwa perkembangan AI menghadirkan dua sisi sekaligus: sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi organisasi, namun juga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan serangan yang semakin kompleks.

Dalam sesi teknologi terapan, Praktisi AI-IoT Agus Dedi Supriyadi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD APKOMINDO dan APTIKNAS Bekasi memaparkan berbagai implementasi AI dan Internet of Things (IoT) yang telah terbukti meningkatkan efisiensi operasional organisasi.

Melalui sesi workshop interaktif, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan AI, IoT, serta platform otomasi seperti n8n untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi dan sistem kerja secara lebih efisien.

“AI bukan hanya alat analitik, tetapi dapat membantu organisasi mengambil keputusan lebih cepat, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Yang terpenting adalah membangun ekosistem kolaboratif agar teknologi dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh industri nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur BIPO Indonesia, Mario Widjaja, menegaskan bahwa teknologi tidak akan pernah menggantikan pentingnya pemahaman manusia terhadap proses bisnis.

“AI yang baik tetap membutuhkan manusia yang memahami proses bisnis secara mendalam. Teknologi harus menjadi alat bantu yang memperkuat produktivitas dan kualitas pelayanan, bukan menggantikan peran manusia. Karena itu peningkatan kompetensi SDM harus menjadi prioritas utama dalam setiap transformasi digital,” kata Mario.

Selain sesi workshop, kegiatan ini juga menghadirkan Festival 12 Solusi AI untuk Rumah Sakit yang menampilkan berbagai inovasi teknologi dari para mitra industri.

Secara khusus, perhelatan festival teknologi medis ini dimeriahkan oleh kehadiran 11 perusahaan terkemuka yang mendisplay produk unggulan serta solusi inovatif mereka, yaitu: PT. Ananta Multitech Internusa, BIPO, BenQ, PT. Solusi Amanillah Indonesia, GDP, PT TITAN, PT Andalan Teknologi Mandiri, PT Hadid biz Indo, PT PCI, PT Mediqra dan PT. Masahiro.

Berbagai solusi yang dipamerkan oleh para mitra industri tersebut antara lain AI Customer Service berbasis Voicebot 24/7, Executive Assistant berbasis AI, sistem analitik data, AI Vision untuk pengelolaan limbah medis, solusi keamanan siber, Smart Infrastructure, hingga berbagai platform otomasi proses bisnis yang siap diimplementasikan di lingkungan rumah sakit.

Melalui festival tersebut, para pengambil keputusan dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi AI diterapkan secara nyata untuk meningkatkan efisiensi operasional, kualitas pelayanan, serta pengalaman pasien.

Inilah 8 kota Roadshow Nasional AI Driven Secure & Efficient 2026:
1. Surabaya – 10–11 Februari 2026 (Rumah Sakit, Manufaktur, Perbankan)
2. Bali – 5 Maret 2026 (Rumah Sakit, Perbankan, Pendidikan, Hotel)
3. Cikarang – 9 April 2026 (Manufaktur)
4. Batam – 22 April 2026 (Manufaktur, Shipping, Rumah Sakit)
5. Purwakarta – 28 April 2026 (Manufaktur)
6. Tangerang – 7 Mei 2026 (Manufaktur)
7. Jakarta – 10 Juni 2026 (Rumah Sakit)
8. Balikpapan – 25 Juni 2026 (Manufaktur, Rumah Sakit, Hotel)

Sebagai kota ke-7 dari rangkaian Roadshow Nasional AI Driven Secure & Efficient 2026, penyelenggaraan di Jakarta diharapkan menjadi katalis bagi percepatan transformasi digital sektor kesehatan nasional, sekaligus memberikan panduan teknis dan wawasan strategis bagi rumah sakit dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih cerdas, aman, efisien, serta berdaya saing di tingkat global.

Rangkaian roadshow akan ditutup di Platinum Hotel Balikpapan pada 25 Juni 2026 dengan melibatkan peserta dari sektor manufaktur, rumah sakit, dan perhotelan. Melalui kolaborasi antara APKOMINDO, APTIKNAS, BSSN RI, Yorindo Communication, para mitra teknologi, serta pelaku industri, diharapkan akselerasi transformasi digital berbasis AI dapat berlangsung lebih merata dan berkelanjutan demi mewujudkan ekosistem digital Indonesia yang aman, tangguh, dan berdaya saing global.

APKOMINDO, APTIKNAS, BSSN RI dan Yorindo Tutup Roadshow Nasional AI Driven Secure & Efficient 2026 di Balikpapan dengan Program Lelang Eksklusif Samsung Business TV

0

Balikpapan ––INDOTIPIKOR.COM MEDIA— Rangkaian Roadshow Nasional AI Driven Secure & Efficient 2026 akan mencapai puncaknya di Kota Balikpapan pada Kamis, 25 Juni 2026. Sebagai kota ke-8 sekaligus penutup rangkaian nasional, kegiatan ini akan berlangsung di Hotel Platinum Balikpapan mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WITA, dan akan dilanjutkan dengan Business Meetup pada pukul 15.00–17.00 WITA.

Mengusung tema “AI Driven Secure & Efficient: Wujudkan RS Tangguh, Aman, dan Efisien”, workshop dan festival teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara Yorindo Communication, APKOMINDO, APTIKNAS, dan PERATIN, dengan dukungan penuh dari Badan Siber dan Sandi Negara. Kegiatan ini menargetkan kehadiran sekitar 100 peserta yang terdiri atas jajaran direksi rumah sakit, manajemen rumah sakit, serta para pengelola teknologi informasi dari berbagai institusi kesehatan di Kalimantan Timur dan wilayah sekitarnya.

Dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur semakin memperkuat pentingnya kegiatan ini sebagai forum strategis untuk mempercepat transformasi digital sektor kesehatan. Acara ini juga direncanakan akan dihadiri oleh dr. H. Jaya Mualimin, Sp.KJ., M.Kes., MARS, selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, yang akan memberikan dukungan terhadap penguatan ekosistem layanan kesehatan berbasis teknologi digital yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta sekaligus penutup yang istimewa dari rangkaian roadshow nasional yang telah berlangsung di delapan kota, panitia menghadirkan Exclusive Auction Program yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh Samsung Business TV 50” BE50FX-H, perangkat display profesional yang dirancang untuk mendukung kebutuhan komunikasi, kolaborasi, dan operasional bisnis modern.

Dengan nilai pasar mencapai Rp7.637.255, proses lelang akan dibuka mulai dari Rp10.000 dengan kenaikan penawaran minimal Rp10.000, sehingga memberikan peluang eksklusif bagi peserta untuk memiliki perangkat premium Samsung dengan nilai yang sangat menarik.

Samsung Business TV 50” BE50FX-H menawarkan berbagai keunggulan, antara lain garansi resmi selama tiga tahun, layanan sparepart, labour dan onsite service, dirancang untuk operasional hingga 16 jam per hari, memiliki siklus usia LED hingga 50.000 jam, serta menghadirkan kualitas tampilan profesional yang ideal untuk kebutuhan bisnis, pendidikan, perkantoran maupun layanan publik.

Program lelang ini dipersembahkan oleh PT Masterdata Digital Cyberindo sebagai bagian dari kontribusinya dalam mendukung percepatan adopsi teknologi digital dan peningkatan literasi teknologi di Indonesia. Pemenang akan ditentukan berdasarkan penawaran tertinggi yang sah pada saat penutupan lelang, dengan keputusan panitia yang bersifat final dan mengikat.

Workshop ini mengangkat empat pilar utama transformasi digital yang saling terintegrasi, yaitu:
1. Smart Infrastructure – kesiapan server, storage, bandwidth, cloud, dan integrasi data sebagai fondasi utama implementasi AI.
2. Autonomous Cyber Defense – sistem keamanan siber modern yang mampu mendeteksi dan merespons ancaman secara otomatis.
3. People Intelligence – peningkatan kompetensi dan kesiapan sumber daya manusia menghadapi era AI.
4. Autonomous Automation – pemanfaatan platform low-code dan teknologi otomasi untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Sejumlah narasumber terkemuka akan hadir untuk berbagi wawasan dan pengalaman terkait keamanan siber, infrastruktur digital, kecerdasan buatan, serta transformasi digital sektor kesehatan.

Drs. Slamet Aji Pamungkas, M.Eng., Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN RI, akan memaparkan strategi penguatan keamanan siber nasional di tengah meningkatnya ancaman terhadap sektor kesehatan yang menyimpan data sensitif dan bernilai tinggi. Berdasarkan data BSSN, sepanjang tahun sebelumnya tercatat sekitar 351,7 juta anomali trafik siber, dengan aktivitas malware mendominasi lebih dari 66 persen dari keseluruhan insiden yang terdeteksi.

Sementara itu, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky) selaku Ketua Umum APKOMINDO dan APTIKNAS sekaligus Sekretaris Jenderal PERATIN akan menegaskan pentingnya kesiapan fondasi infrastruktur digital yang kuat, aman, dan berstandar tinggi sebagai prasyarat utama keberhasilan implementasi kecerdasan buatan.

Menurut Hoky, masa depan layanan kesehatan akan bergerak menuju konsep Borderless Healthcare, di mana layanan medis dapat dilakukan lintas lokasi melalui pemanfaatan teknologi Telemedicine, Internet of Medical Things (IoMT), hingga Telesurgery. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur digital, keamanan data, serta kualitas konektivitas menjadi faktor yang tidak dapat ditawar.

“Transformasi digital berbasis AI tidak cukup hanya berbicara tentang aplikasi dan algoritma. Infrastruktur yang andal, keamanan siber yang kuat, serta SDM yang kompeten merupakan fondasi utama yang harus dibangun bersama. Tanpa fondasi yang memadai, implementasi AI berpotensi menghadapi risiko Black Box Syndrome, yaitu kondisi ketika proses pengambilan keputusan AI tidak dapat dipahami maupun diaudit secara optimal,” ujar Hoky yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum SPRI.

Dalam kesempatan yang sama, Hoky juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BSSN RI, khususnya kepada Pak Mamung, sapaan akrab Drs. Slamet Aji Pamungkas, M.Eng., atas dukungan dan partisipasi aktifnya dalam seluruh rangkaian Roadshow Nasional AI Driven Secure & Efficient 2026.

Dari delapan kota penyelenggaraan, Pak Mamung tercatat telah berpartisipasi sebanyak empat kali secara daring (online) dan empat kali secara luring (offline), termasuk dijadwalkan hadir langsung pada acara penutupan di Balikpapan.

Menurut Hoky, konsistensi kehadiran tersebut mencerminkan komitmen nyata pemerintah, khususnya BSSN RI, dalam meningkatkan kesadaran, kesiapan, dan ketahanan keamanan siber nasional di tengah semakin masifnya transformasi digital dan pemanfaatan teknologi AI pada berbagai sektor strategis.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan komitmen BSSN RI yang terus hadir mengawal rangkaian roadshow ini dari awal hingga akhir. Kehadiran Bapak Mamung, baik secara online maupun offline di seluruh rangkaian kegiatan menjadi bukti nyata bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap penguatan keamanan siber nasional. Sinergi antara pemerintah, asosiasi, industri, dan pengguna teknologi seperti inilah yang sangat dibutuhkan untuk mewujudkan transformasi digital Indonesia yang aman, tangguh, dan berkelanjutan,” tegas Hoky.

Kegiatan ini juga menghadirkan sesi unggulan berupa Demo Bikin AI Menggunakan Platform N8N yang dipandu oleh Agus Dedi Supriyadi, Praktisi AI-IoT, Ketua DPD APKOMINDO dan APTIKNAS Bekasi, sekaligus Direktur SMARTPLUS.

Peserta akan memperoleh pengalaman langsung melalui tiga materi utama:
1. Infrastructure for AI – memahami fondasi teknologi yang harus disiapkan sebelum membangun sistem AI yang aman dan andal.
2. Autonomous Defense – membangun sistem keamanan siber berbasis AI yang mampu bekerja secara otomatis selama 24 jam.
3. Build Your Own AI – workshop interaktif pembuatan AI menggunakan platform N8N untuk efisiensi operasional rumah sakit dan penguatan keamanan siber.

Turut hadir sebagai pembicara adalah Maria Esmeralda (Account Executive Manager SAWAH CYBERSECURITY), Ida Bagus Afriana Putra (Direkur Ksatria Medical Systems), Beatrice Dina (Omada Presales Engineer TP-Link Indonesia), dan Titin (Direktur PT Solusi Amanillah Indonesia) serta Arfan Sani (Head of Area Kalimantan iForte), yang akan berbagi wawasan mengenai solusi keamanan siber dan pembangunan infrastruktur digital modern.

Peserta yang ingin mengikuti sesi praktik diwajibkan membawa laptop dan menyiapkan akun N8N. Panduan teknis akan disampaikan panitia melalui WhatsApp kepada seluruh peserta yang telah terdaftar.

Pendaftaran kegiatan dibuka secara gratis melalui tautan s.id/Reg25Jun2026Balikpapan.

Dengan terselenggaranya acara penutupan Roadshow Nasional AI Driven Secure & Efficient 2026 di Balikpapan, yang juga dimeriahkan melalui program lelang eksklusif Samsung Business TV, diharapkan percepatan transformasi digital berbasis AI dapat berlangsung lebih merata di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan Kalimantan.

Melalui kolaborasi antara APKOMINDO, APTIKNAS, PERATIN, BSSN RI, Yorindo Communication, PT Masterdata Digital Cyberindo, para mitra teknologi, serta pelaku industri nasional, diharapkan dapat terbangun ekosistem digital Indonesia yang semakin aman, tangguh, efisien, dan berdaya saing global dalam menghadapi era ekonomi digital dan kecerdasan buatan.