Jumat, November 6, 2026
Beranda MAHKAMAH AGUNG RI Suasana Hangat Obrolan Santai Antara Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Peradilan (FORSIMEMA-RI)...

Suasana Hangat Obrolan Santai Antara Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Peradilan (FORSIMEMA-RI) dengan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sumber Kelas IA, Bapak ST. Iko Sudjatmiko, S.H., M.H.

0
12

​JAKARTA,–INDOTIPIKOR.COM–MEDIA FORSIMEMA RI GROUP—Jum’at, 06 November 2026

Ada sebuah kebijaksanaan sunyi yang kerap terabaikan di tengah riuh rendahnya dinamika penegakan hukum di Indonesia. Bahwa di balik jubah toga seorang hakim dan wibawa kepemimpinan di instansi peradilan, terdapat lintasan panjang perjalanan manusia yang ditempa oleh waktu, kesabaran, serta kepasrahan total kepada proses semesta.

​Hal inilah yang terungkap dalam suasana hangat obrolan santai antara Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Peradilan (FORSIMEMA-RI) dengan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sumber Kelas IA, Bapak ST. Iko Sudjatmiko, S.H., M.H.Kamis,05 November 2026

Diskusi penuh refleksi ini membedah bagaimana keikhlasan dan ketulusan menjadi kompas utama dalam mengarungi pasang surut pengabdian di korps yudisial.

​Filosofi “Proses Semesta”: Ketika Integritas Bertemu Waktu

​Meniti karir sebagai aparatur peradilan bukanlah sebuah instan pencapaian. Dalam pandangan Bapak ST.Iko Sudjatmiko — sosok pimpinan yang dikenal humanis, berdedikasi tinggi, serta matang dalam pengalaman yudisial — setiap mutasi, penempatan tugas di berbagai pelosok negeri, hingga amanah memimpin pengadilan kelas IA dijalani dengan prinsip keselarasan bersama alur yang telah digariskan Sang Pencipta.

​”Karir di peradilan ini ibarat menenun kain keadilan; tidak bisa terburu-buru. Setiap simpul tantangan, beban perkara, hingga dinamika birokrasi harus dihadapi dengan hati yang tulus. Ketika kita ikhlas menjalaninya, semesta, dengan hukum keseimbangannya, akan mempertemukan ikhtiar kita dengan hasil yang terbaik,” ungkapnya dalam obrolan santai tersebut .

​Pendekatan reflektif ini memberikan sudut pandang baru bagi para insan pers dan pengamat hukum bahwa profesionalisme seorang hakim tidak hanya diukur dari aspek teknis yuridis semata, melainkan dari ketenangan batin (inner peace) dalam menjaga marwah peradilan di tengah berbagai tekanan eksternal.

​Sinergi Humanis Antara Peradilan dan Pers

​Sebagai bagian dari komitmen membangun transparansi peradilan yang akuntabel, dialog ini juga menegaskan pentingnya pendekatan kultural dan komunikasi yang cair antara lembaga peradilan dan pilar keempat demokrasi, yakni pers. Hubungan yang harmonis, yang dibangun di atas fondasi ketulusan niat untuk melayani publik, terbukti mampu mereduksi ketegangan institusional dan menciptakan ekosistem informasi hukum yang sehat bagi masyarakat luas.

​Ketua Umum FORSIMEMA-RI mengapresiasi keterbukaan dan kedalaman filosofis yang dibagikan oleh Bapak ST Iko Sudjatmiko. Pertemuan ini sekaligus memperkuat visi FORSIMEMA-RI untuk terus mendorong ruang-ruang dialog yang mencerahkan—menghadirkan figur-figur peradilan berintegritas yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dalam memutus perkara dan melayani pencari keadilan.

​Melalui obrolan santai ini, pesan moral yang hendak disampaikan kepada generasi muda insan peradilan maupun para jurnalis begitu jelas: bahwa ketulusan dalam bekerja adalah energi yang tidak pernah habis, dan keikhlasan adalah mahkota tertinggi dari sebuah pengabdian.

Penulis : Syamsul Bahri
Ketum FORSIMEMA