Jumat, Juli 24, 2026
Beranda POLITIK Peringati Hari Anak Nasional, GUNTUR Sultra Dorong Kolaborasi Lindungi Masa Depan Anak

Peringati Hari Anak Nasional, GUNTUR Sultra Dorong Kolaborasi Lindungi Masa Depan Anak

0
4

Kendari ––INDOTIPIKOR.COM— Panglima Garuda untuk Rakyat (GUNTUR) Halu Oleo Sulawesi Tenggara, Rusman Patawari, SKM., MKM, mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat kolaborasi dalam memenuhi hak-hak anak Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang diperingati setiap 23 Juli.

Menurut Rusman, tema Hari Anak Nasional tahun ini “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.” menjadi pengingat bahwa kualitas masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh sejauh mana negara, keluarga, dan masyarakat mampu memberikan perlindungan, pendidikan, layanan kesehatan, serta ruang tumbuh yang aman sejak usia dini.

“Saya mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional 2026 kepada seluruh anak Indonesia, terkhsusu di Sulawesi Tenggara. Semoga seluruh anak bangsa memperoleh kesempatan yang sama untuk bertumbuh dan mengembangkan potensinya tanpa diskriminasi,” ujar Rusman Patawari dalam keterangan yang diterima media, Jumat (24/7/2026).

Rusman menilai, berbagai persoalan yang masih dihadapi anak Indonesia harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. Ia mengutip laporan Kementerian PPN/Bappenas bersama UNICEF yang menunjukkan bahwa 11,8% anak Indonesia atau sekitar satu dari sembilan anak masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Selain itu, laporan tersebut juga mencatat 37,4% anak atau sekitar 29,8 juta anak mengalami deprivasi multidimensi, yakni menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti gizi, layanan kesehatan, pendidikan, air bersih, sanitasi, perlindungan, hingga tempat tinggal yang layak.

“Data tersebut menjadi pengingat bagi kita semua, masih banyak anak Indonesia yang belum menikmati hak-hak dasar. Karena itu, perlindungan dan pemenuhan hak anak tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Rusman menambahkan, tantangan yang dihadapi anak Indonesia pada era digital juga semakin kompleks. Selain persoalan kemiskinan dan akses layanan dasar, anak-anak juga dihadapkan pada risiko kekerasan, perundungan, eksploitasi, hingga penyalahgunaan ruang digital. Oleh sebab itu, menurutnya, diperlukan penguatan pengasuhan keluarga, pendidikan karakter, literasi digital, serta lingkungan sosial yang aman dan ramah anak.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi merupakan kunci untuk memperluas akses anak terhadap berbagai layanan yang mereka butuhkan. Keluarga, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, komunitas, lembaga kemanusiaan, media, dan pemerintah perlu bergerak bersama agar setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang secara optimal.

“Semakin kuat kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang anak-anak Indonesia memperoleh pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang memadai, perlindungan dari kekerasan, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka,” pungkasnya.