Selasa, September 29, 2026
Beranda KEMENTERIAN Penuh Antusias” Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kabupaten Ciamis, saat Menteri Kependudukan...

Penuh Antusias” Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kabupaten Ciamis, saat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, memberikan tantangan pertanyaan kepada peserta.

0
16

CIAMIS,Ciamis News,indotipikor-MEDIA ONLINE NASIONAL
Suasana Temu Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kabupaten Ciamis berlangsung semarak. Lebih dari 1.000 TPK tidak hanya menyimak arahan pemerintah, tetapi juga terlibat aktif saat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, memberikan tantangan pertanyaan kepada peserta.

Kegiatan berlangsung di Gedung KH. Irfan Hilmy Islamic Center, Kabupaten Ciamis, Selasa (29/9/2026), dihadiri Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Kepala DPPKB Kabupaten Ciamis, jajaran TPK se-Kabupaten Ciamis, unsur TNI/Polri serta tamu undangan lainnya.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh TPK yang selama ini menjadi bagian penting dalam pendampingan keluarga di masyarakat.

Menurut Herdiat, keberadaan TPK memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada keluarga, khususnya terkait kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, pola asuh serta upaya pencegahan stunting.

“Pendampingan keluarga harus terus diperkuat. Edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting agar keluarga mampu menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ujar Herdiat.

Setelah sambutan Bupati, Menteri Wihaji memberikan arahan sekaligus edukasi kepada para TPK. Ia menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga dan dilakukan sejak dini.

Pendampingan, kata Wihaji, tidak hanya dilakukan ketika anak sudah mengalami persoalan pertumbuhan. Edukasi harus diberikan sejak calon pengantin, masa kehamilan, ibu menyusui, bayi, balita hingga tahapan kehidupan keluarga berikutnya.

“Yang paling penting adalah bagaimana keluarga memahami cara menjaga kesehatan, memenuhi kebutuhan gizi dan melakukan pencegahan sejak awal,” kata Wihaji.

Menariknya, suasana kegiatan semakin meriah ketika Wihaji memberikan sejumlah pertanyaan kepada para TPK. Peserta tampak antusias mengangkat tangan dan berusaha menjawab pertanyaan yang dilemparkan Menteri.

Interaksi tersebut membuat suasana Gedung KH. Irfan Hilmy Islamic Center semakin hidup. Para TPK terlihat bersemangat mengikuti sesi tanya jawab yang dikemas secara interaktif.

Pertanyaan yang diberikan juga menjadi bagian dari edukasi. Peserta diajak mengingat kembali berbagai materi mengenai keluarga, kesehatan ibu dan anak, gizi serta pencegahan stunting yang menjadi salah satu fokus pendampingan keluarga.

Bagi Kabupaten Ciamis, upaya tersebut menjadi penting untuk mempertahankan capaian yang telah diraih. Berdasarkan kondisi yang disampaikan dalam kegiatan, Kabupaten Ciamis saat ini tidak terdapat kasus stunting.

Meski demikian, kondisi tersebut tetap harus dijaga. Pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi keluarga, pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan, sanitasi, air bersih serta pola hidup sehat.

Lebih dari 1.000 TPK yang hadir diharapkan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan edukasi tersebut hingga tingkat keluarga. Dengan pendampingan yang aktif, berbagai potensi masalah kesehatan dapat diketahui dan ditangani lebih awal.

Antusiasme peserta selama kegiatan menjadi gambaran tingginya perhatian para kader terhadap penguatan pembangunan keluarga. Sesi interaktif bersama Menteri Wihaji pun membuat kegiatan tidak hanya berlangsung informatif, tetapi juga hangat dan penuh semangat.

Temu TPK se-Kabupaten Ciamis tersebut berlangsung lancar hingga selesai. Kegiatan sekaligus memperkuat sinergi pemerintah bersama para kader dalam menjaga kesehatan keluarga dan mempertahankan upaya pencegahan stunting di Kabupaten Ciamis.Editor (Yan.P/M.Robby).