Jakarta,—INDOTIPIKOR.COM-MEDIA FORSIMEMA RI—Sabtu 20 Juni 2026
Pernyataan dari Syamsul Bahri selaku Ketua Umum FORSIMEMA (Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung) tersebut menyoroti tantangan besar yang dihadapi oleh Direktur Utama PT Pelni (Persero) yang baru Bapak Budi Setyawan Wijaya.
Sebagai salah satu Perusahaan BUMN transportasi laut terbesar di Indonesia, Pelni memang memegang peran krusial dalam konektivitas antar-pulau, logistik, dan program Tol Laut yang menjadi panutan serta harapan masyarakat Indonesia.
​Ada beberapa “Pekerjaan Rumah” (PR) besar yang biasanya menjadi sorotan dan harus dilanjutkan serta diselesaikan oleh jajaran direksi Pelni:
​1. Modernisasi dan Peremajaan Armada Kapal
* ​Usia Kapal: Banyak kapal penumpang Pelni yang sudah berusia di atas 20–30 tahun. Peremajaan armada sangat penting untuk menjaga keselamatan, kenyamanan penumpang, dan efisiensi bahan bakar.
* ​Transisi Energi Hijau: Menyelaraskan operasional kapal dengan regulasi dekarbonisasi global (ramah lingkungan).
​2. Optimalisasi Program Tol Laut
* ​Disparitas Harga: Memastikan program Tol Laut benar-benar efektif menurunkan harga kebutuhan pokok di wilayah Terdepan, Terpencil, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP).
* ​Muatan Balik: Mengatasi tantangan minimnya muatan balik dari wilayah timur Indonesia ke wilayah barat agar operasional lebih efisien.
​3. Digitalisasi dan Transformasi Layanan
​Sistem Tiketing: Terus meningkatkan sistem tiket online guna memberantas praktik percaloan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat di pelosok.
* ​Logistik Digital: Memperkuat platform digital untuk pelacakan kargo (cargo tracking) dan integrasi logistik hulu-ke-hilir.
​4. Kemandirian Finansial dan Efisiensi Operasional
​Ketergantungan PSO: Mengurangi ketergantungan pada subsidi Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah dengan cara menggenjot,
– sektor komersial (seperti bisnis logistik atau wisata bahari dll).
* fungsi tugaskan serta kreativitas bidang marketing PT Pelni
* ​Efisiensi Biaya: Menekan biaya pemeliharaan kapal yang membengkak akibat usia armada yang sudah tua serta segerakan solusi juga eksekusi perubahan guna kemajuan PT Pelni yang lebih baik kedepan nya
5.Kesejahteraan serta Gaji karyawan dan pensiunan PT Pelni Persero khusus nya ABK Kapal, harus menjadi perhatian juga kajian serius Dirut Pelni yang baru,Bapak Budi Setyawan Wijaya,sebab dari hasil pendapatan Armada Kapal milik PT Pelni, Perusahaan BUMN ini ikut serta berkontribusi pada pendapatan negara.
Dukungan dan kritikan dari organisasi seperti FORSIMEMA menunjukkan bahwa publik dan generasi muda menaruh harapan besar pada keberlanjutan reformasi di internal Pelni demi memperkuat pilar maritim Indonesia.
Penulis : Syamsul Bahri
Awak Media Pinisi.co.id





