Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku sangat prihatin atas kejadian Anarkis Di Bandung Jawa Barat.

0
7

JABAR–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PEMPROV JABAR—Kota Bandung mendadak mencekam saat peringatan Hari Buruh Internasional berubah menjadi kericuhan pada Jumat (1/5) malam. Aksi yang awalnya berlangsung damai tiba-tiba diwarnai pembakaran dan perusakan fasilitas umum di kawasan Jalan Cikapayang hingga Jalan Tamansari. Situasi ini langsung menyita perhatian publik dan memicu berbagai reaksi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku sangat prihatin atas kejadian tersebut. Ia menyesalkan aksi buruh yang berjalan tertib justru dimanfaatkan oleh sekelompok orang tak dikenal untuk menciptakan kekacauan. Menurutnya, kelompok tersebut muncul secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan, bahkan tanpa orasi.
“Tidak ada pemberitahuan unjuk rasa, tidak ada orasi, tiba-tiba datang dan langsung melakukan pembakaran,” ungkap Dedi melalui pernyataan resminya. Pernyataan ini memicu spekulasi bahwa kerusuhan tersebut bukan bagian dari massa buruh yang sebenarnya.


Kericuhan semakin memanas saat sekelompok orang berpakaian serba hitam dengan penutup wajah membakar ban hingga merusak pos polisi di lokasi kejadian. Aparat dari Polrestabes Bandung dan Polda Jawa Barat langsung turun tangan untuk mengendalikan situasi yang sempat tidak kondusif.
Kapolda Jawa Barat Rudy Setiawan menyebut aksi tersebut sangat berbahaya dan berbeda dari peringatan May Day di daerah lain yang berlangsung tertib. Ia mengungkapkan bahwa kelompok tersebut membawa bahan berbahaya seperti molotov dan secara sengaja melakukan perusakan fasilitas umum.
Sejumlah orang telah diamankan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Pihak kepolisian memastikan akan mengusut tuntas dalang di balik kericuhan ini. Sementara itu, Dedi Mulyadi mengimbau warga untuk tetap tenang karena kondisi di Bandung kini sudah kembali aman dan terkendali.
Peristiwa ini langsung viral di media sosial dan memicu kekhawatiran masyarakat. Banyak yang mempertanyakan siapa sebenarnya kelompok misterius yang menyusup di tengah aksi buruh tersebut.

RED