JAKARTA,–INDOTIPIKOR.COM–MEDIA GROUP FORSIMEMA RI—Jumat
16 Oktober 2026
Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI), Syamsul Bahri, memberikan tanggapan kritis terkait banyaknya keluhan masyarakat pengguna jasa transportasi laut mengenai melonjaknya harga produk ritel modern—khususnya gerai Alfamart—yang beroperasi di area Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Syamsul Bahri menilai, disparitas harga yang cukup mencolok antara gerai Alfamart di dalam kawasan pelabuhan dengan gerai reguler di pemukiman warga masyarakat perlu ditelusuri secara bijak dan objektif.
Menurutnya, tingginya harga jual produk tersebut tidak bisa semata-mata dibebankan atau disalahkan kepada pihak pengelola ritel.
” Masyarakat konsumen tentu menjerit ketika menemukan harga kebutuhan mendasar di pelabuhan jauh lebih mahal dibanding harga normal.Namun kita juga harus melihat dari kacamata bisnis yang logis. Ada dugaan kuat bahwa mahalnya harga produk di minimarket pelabuhan terjadi akibat tingginya tarif sewa tempat/lahan yang ditetapkan oleh pengelola pelabuhan, dalam hal ini Pelindo Surabaya, tegas Syamsul Bahri di Jakarta, Jumat (16/10/2026 )”_
Tiga Poin Penting Usulan dari FORSIMEMA-RI
1. Desakan Transparansi Penetapan Tarif Sewa Lahan
FORSIMEMA-RI mendorong manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 / Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mengevaluasi dan merasionalkan struktur tarif sewa ruang usaha di kawasan terminal penumpang. Biaya sewa komersial yang terlalu tinggi pada akhirnya menciptakan domino effect yang membebani masyarakat pengguna jasa angkutan laut.
2. Perlindungan Hak Konsumen dan Keadilan Layanan Publik
Pelabuhan merupakan titik pelayanan publik yang vital, tempat ribuan penumpang kapal—yang mayoritas masyarakat menengah ke bawah—beraktivitas. Fasilitas ritel di pelabuhan seharusnya memberikan kemudahan dan kenyamanan akses terhadap barang kebutuhan dasar dengan harga yang wajar dan terjangkau (fair pricing).
3. Ruang Dialog antara Pelindo, Merchant, dan YLKI
Ketua Umum FORSIMEMA-RI mengusulkan dibukanya ruang komunikasi dan koordinasi antara pimpinan Pelindo Surabaya, pengelola minimarket, serta lembaga perlindungan konsumen. Dialog ini penting agar tercipta formulasi sewa yang saling menguntungkan (win-win solution) tanpa mengorbankan hak-hak konsumen.
Harapan FORSIMEMA-RI
Forum media yang bukan hanya fokus mengulas issue hukum di lingkungan MA dan Peradilan saja akan tetapi juga
Sebagai wadah jurnalisme dan kontrol sosial, FORSIMEMA-RI akan terus memantau tata kelola dan pelayanan publik, baik di lingkungan peradilan maupun di sektor infrastruktur serta transportasi publik nasional.
”Kita mendukung penuh upaya Pelindo dalam modernisasi kawasan pelabuhan. Namun, modernisasi dan komersialisasi kawasan terminal tidak boleh menghilangkan nilai kepedulian terhadap kenyamanan serta daya beli masyarakat luas. Pelindo Surabaya perlu hadir memberikan solusi yang proporsional,” tutup Syamsul Bahri .
Penulis : Syamsul Bahri
Ketum FORSIMEMA





