​JAKARTA,–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA GROUP FORSIMEMA RI—Sabtu
17 Oktober 2026
Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI), Syamsul Bahri, menilai bahwa rekam jejak dan program kerja brilian yang pernah diterapkan oleh Ignatius Jonan saat memimpin PT Kereta Api Indonesia (Persero) patut dijadikan sebagai benchmark atau ikon transformasi bagi seluruh BUMN di bidang jasa angkutan dan transportasi publik.
​Menurut Syamsul Bahri, keberhasilan Ignatius Jonan merombak total wajah perkeretaapian Indonesia dari kesan kumuh, tidak teratur, dan berorientasi produk (product-oriented) menjadi layanan berstandar tinggi yang humanis serta berorientasi pada kepuasan pelanggan (customer-oriented) merupakan bukti nyata dari leadership yang kuat dan integritas manajemen.
​”Apa yang telah diukir oleh Pak Ignatius Jonan di PT KAI adalah sebuah masterpiece manajemen pelayanan publik. Ketegasan, inovasi digital, pembenahan sistem peniketan, hingga sterilisasi stasiun dan peningkatan kenyamanan penumpang terbukti mampu mengembalikan kepercayaan publik secara masif. Budaya kerja dan orientasi pelayanan seperti inilah yang seharusnya dijadikan ikon serta standar baku bagi BUMN jasa angkutan lainnya,” tegas Ketua Umum FORSIMEMA-RI, Syamsul Bahri, dalam keterangannya di Jakarta.
​Poin-Poin Utama Transformasi Pelayanan BUMN Transportasi
​FORSIMEMA-RI mencatat beberapa pilar kunci dari kepemimpinan Jonan yang sangat relevan untuk terus diinternalisasi oleh perusahaan BUMN jasa angkutan:
1. ​Revolusi Budaya Pelayanan (Customer Satisfaction): Perubahan mendasar dari mentalitas dilayani menjadi melayani, mengutamakan kenyamanan, keamanan, serta ketepatan waktu (on-time performance).
2. ​Digitalisasi dan Kemudahan Akses: Penerapan sistem boarding pass dan tiket elektronik (e-ticketing) yang transparan serta meruntuhkan praktik percaloan secara total.
3. ​Sterilisasi dan Kebersihan Infrastruktur: Menjadikan stasiun dan moda transportasi sebagai ruang publik yang bersih, aman, ramah disabilitas, dan tertib tanpa kompromi.
4. ​Integritas dan Kepemimpinan Keteladanan (Lead by Example): Kepemimpinan lapangan yang turun langsung melihat kendala teknis serta mendengarkan aspirasi pengguna jasa di akar rumput.
​Lebih lanjut, Syamsul Bahri menekankan bahwa BUMN jasa angkutan—baik transportasi darat, laut, maupun udara—memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan negara kepada rakyat. Sinergi antara tata kelola perusahaan yang bersih (Good Corporate Governance), keterbukaan informasi publik, dan keberanian melakukan terobosan merupakan kunci utama dalam menjaga marwah pelayanan BUMN.
​”Masyarakat merindukan standar pelayanan prima yang konsisten dan berkelanjutan. Dengan menjadikan semangat transformasi berani ala Ignatius Jonan sebagai ikon inspirasi, BUMN sektor transportasi akan semakin tangguh, modern, dan dicintai masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Syamsul Bahri
Ketum FORSIMEMA





