Selasa, Juli 21, 2026
Beranda TNI Festival Manunggal Rakyat 2026: Saat Lapangan Makodim Berubah Menjadi Ruang Kebersamaan, UMKM...

Festival Manunggal Rakyat 2026: Saat Lapangan Makodim Berubah Menjadi Ruang Kebersamaan, UMKM Tumbuh dan Ribuan Warga Bersatu Menyambut Final Piala Dunia

0
21

Tasikmalaya ––INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI— Lapangan Makodim 0612/Tasikmalaya memiliki wajah yang berbeda pada Minggu malam hingga Senin dini hari (19–20 Juli 2026). Bukan sekadar dipenuhi sorak penonton yang menantikan laga final Piala Dunia antara Spanyol melawan Argentina, tetapi juga menjadi ruang bertemunya semangat kebersamaan, geliat ekonomi kerakyatan, dan kolaborasi lintas sektor dalam Festival Manunggal Rakyat 2026.
Sekitar seribu masyarakat memadati lokasi kegiatan yang menghadirkan bazar UMKM, hiburan rakyat, hingga nonton bareng final Piala Dunia. Festival tersebut menjadi hasil kolaborasi Kodim 0612/Tasikmalaya bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tasikmalaya dalam menghadirkan ruang publik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Kegiatan dihadiri oleh Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto, S.I.K., M.H., jajaran Forkopimda, DPRD, KADIN, HIPMI, pimpinan BUMN, pelaku usaha, serta berbagai unsur masyarakat.


Dalam sambutannya, Pj Ketua KADIN Kota Tasikmalaya, Asep Saepulloh, menegaskan bahwa pemerataan ekonomi masih menjadi tantangan bersama. Karena itu, KADIN berkomitmen terus mendampingi pelaku UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan, termasuk melalui pemanfaatan ekonomi digital sebagai peluang memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat ekosistem UMKM sebagai fondasi ekonomi daerah. Ia juga menegaskan komitmen menghidupkan kembali sejarah Tasikmalaya sebagai salah satu kota penting dalam lahirnya gerakan koperasi Indonesia, sejalan dengan semangat ekonomi kerakyatan yang terus didorong pemerintah.
Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim menyampaikan bahwa Festival Manunggal Rakyat bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi menjadi media mempererat hubungan TNI dengan masyarakat sekaligus membuka ruang promosi bagi produk-produk lokal.
Menurutnya, keberadaan bazar UMKM di tengah kegiatan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan transaksi ekonomi sekaligus memperkenalkan berbagai produk unggulan Tasikmalaya kepada masyarakat yang lebih luas.
Menariknya, Dandim juga mengaitkan semangat pertandingan final Piala Dunia dengan kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa sepak bola mengajarkan pentingnya kerja sama, disiplin, strategi, serta kemampuan bangkit dari kesalahan. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dalam membangun keluarga, dunia usaha, maupun kehidupan bermasyarakat.
“Usaha dan kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Bangkit dari kesalahan adalah langkah penting untuk tumbuh, sehingga kegagalan harus dijadikan batu loncatan, bukan penghalang,” pesannya di hadapan masyarakat.
Setelah rangkaian sambutan, suasana semakin semarak dengan hiburan rakyat yang menghangatkan malam kebersamaan. Memasuki pukul 02.00 WIB, ribuan warga bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan tamu undangan larut dalam euforia nonton bareng laga final Piala Dunia hingga pertandingan usai pada pukul 05.00 WIB.
Festival Manunggal Rakyat 2026 membuktikan bahwa ruang publik dapat menjadi titik temu berbagai kepentingan positif. Di satu sisi, masyarakat memperoleh hiburan dan kebersamaan, sementara di sisi lain pelaku UMKM mendapatkan kesempatan memperluas pasar dan meningkatkan omzet melalui promosi langsung kepada pengunjung.
Kesimpulan: Festival Manunggal Rakyat 2026 tidak sekadar menjadi agenda hiburan, tetapi menghadirkan makna yang lebih luas sebagai wadah memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, menggerakkan ekonomi lokal melalui UMKM, serta membangun optimisme bahwa kolaborasi seluruh elemen masyarakat merupakan fondasi utama bagi kemajuan Kota Tasikmalaya.