JAKARTA–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA FORSIMEMA RI—Dirjen Badilag MA tegaskan pentingnya iman & integritas hakim serta penerapan sistem profiling digital untuk promosi di PTA Palembang (23/6).
Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., menyampaikan Pembinaan yang dihadiri para Hakim Tinggi dan seluruh pimpinan Pengadilan Agama di wilayah PTA Palembang di Aula Prof. Dr. H. Syarifuddin, S.H., M.H., Selasa (23/6/2026). Didampingi Ketua dan Wakil Ketua PTA Palembang. Ia membuka pembinaan dengan menyampaikan pesan Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung RI.
“Jabatan hakim diberikan pada orang yang tidak tahu apa-apa, berisiko. Namun, jabatan diberikan pada orang yang pintar, smart, tapi tidak punya iman, juga berisiko. Hakim yang tidak takut pada Tuhan, nantinya akan mudah melakukan hal-hal tercela dan menganggap enteng ketika terjerembab dalam masalah. Tapi, hakim yang memiliki iman kuat, merasa ada waskat (pengawasan melekat) dari Malaikat dan Tuhan, mereka tidak akan macam-macam, tidak akan berani melanggar,” tegas Drs. Muchlis.
Menindaklanjuti pesan tersebut, Dirjen Badilag menegaskan integritas dan kejujuran sebagai fondasi yang tidak bisa ditawar. Kecerdasan dan kepiawaian hukum, menurutnya, tidak ada artinya tanpa kejujuran. Pimpinan Pengadilan Agama dituntut menjadi teladan sekaligus menutup rapat celah korupsi, kolusi, dan nepotisme di lingkungan kerja masing-masing.
Lebih lanjut, Dirjen Badilag mengingatkan sebuah refleksi penting: “Jabatan itu nisbi, akhirat pasti.” Pangkat, kedudukan, dan palu persidangan yang tergenggam hari ini hanyalah titipan sementara, yang setiap saat dapat dicabut waktu atau dipindahkan takdir. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa merawat integritas bukanlah sekadar upaya untuk mempertahankan jabatan, melainkan langkah untuk menyiapkan pertanggungjawaban di hadapan Tuhan. Hakim yang menyadari bahwa jabatannya adalah amanah wakil Tuhan akan menjatuhkan putusan demi kebenaran dan keadilan siap dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, bukan karena mencari tepuk tangan dan sanjungan bahkan pesanan.
Pada akhirnya, warisan paling berharga dari seorang hakim bukanlah deretan gelar atau penghargaan yang terpajang, melainkan kontribusi nyatanya terhadap penegakan keadilan yang manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat, bahkan ketika ia tak lagi menjabat. Di titik inilah dimensi yang nisbi dan yang pasti bertemu secara integral—yakni ketika seorang hakim berhasil memegang amanah jabatannya untuk menegakkan keadilan, sejalan dengan makna suci irah-irah dalam setiap putusannya.
Pembinaan juga menyentuh manajemen sumber daya manusia. Dirjen Badilag memaparkan pola promosi dan mutasi yang kini sepenuhnya memakai sistem profiling. Lewat sistem ini, rekam jejak, kedisiplinan, tingkat integritas, dan capaian kerja tiap aparatur terekam secara digital dan objektif. Karena itu, ia meminta seluruh pimpinan satuan kerja, hakim dan aparatur untuk mawas diri. Setiap orang bertanggung jawab penuh atas rapor kinerjanya sendiri. Tak ada jalan lain selain menjaga profesionalitas secara konsisten agar layak masuk promosi.
Di penghujung kegiatan, Ketua PTA Palembang menyampaikan terima kasih atas arahan yang disampaikan Dirjen Badilag. Pembinaan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pimpinan Pengadilan Agama dan Hakim di wilayah PTA Palembang dalam mewujudkan peradilan agama yang agung, modern, dan bermartabat.
Untuk mendapatkan Berita atau Artikel Terbaru MARINews, Follow Channel Whatsapp: MARINews
Penulis: Ahmad Luthfi Maghfurin
Dirjen Badilag: Jabatan Itu Nisbi, Akhirat Pasti
Jakarta, Humas MA
Kamis,25 Juni 2026





