Kamis, September 10, 2026
Beranda PEMERINTAHAN Bupati Herdiat Ingin Ciamis Jadi Titik Awal Diplomasi Perdamaian Dunia.

Bupati Herdiat Ingin Ciamis Jadi Titik Awal Diplomasi Perdamaian Dunia.

0
3

CIAMIS,Ciamis News,indotipikor-
Kabupaten Ciamis tidak ingin warisan sejarah Tatar Galuh hanya menjadi cerita masa lalu. Dari Situs Budaya Karangkamulyan, Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya mendorong agar nilai-nilai perdamaian yang diwariskan leluhur Galuh dapat dikembangkan menjadi kekuatan diplomasi hingga tingkat internasional.

Pesan tersebut disampaikan Herdiat saat menghadiri Milangkala ke-17 Gong Perdamaian Dunia di Situs Budaya Karangkamulyan, Rabu (9/9/2026). Mengusung tema “Merajut Harmoni Menjaga Perdamaian”, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya perdamaian di tengah situasi dunia yang masih diwarnai konflik geopolitik.

Herdiat mengatakan, terdapat ironi dalam peringatan Gong Perdamaian Dunia tahun ini. Ketika masyarakat berkumpul untuk menyerukan perdamaian, berbagai konflik di sejumlah negara justru masih berlangsung dan memberikan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat dunia, termasuk Indonesia.

“Di satu sisi kita merayakan simbol perdamaian dunia, namun di sisi lain kita menyaksikan bagaimana dunia saat ini tengah diguncang oleh konflik geopolitik serta berbagai persoalan yang menimbulkan keresahan,” ujar Herdiat.

Menurutnya, dampak konflik global dapat dirasakan masyarakat meskipun peperangan tersebut tidak berlangsung secara langsung di Indonesia. Kondisi ekonomi global, kata dia, turut berpengaruh terhadap harga energi dan berbagai kebutuhan masyarakat.

“Dampaknya sangat luar biasa. Salah satu contohnya dengan naiknya terus harga BBM. Sekarang semua harga sangat tinggi dan sulit,” katanya.

Karena itu, Herdiat melihat keberadaan Gong Perdamaian Dunia di Karangkamulyan bukan sekadar simbol. Menurutnya, Ciamis memiliki modal sejarah dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi ruang diplomasi perdamaian.

Ia bahkan mencetuskan gagasan agar Pemerintah Kabupaten Ciamis ke depan dapat mengundang para duta besar negara-negara yang berada di Indonesia untuk hadir di Ciamis dan bersama-sama membangun komunikasi tentang perdamaian.

“Ke depan insyaallah paling tidak kita undang duta besar negara-negara yang ada di Indonesia. Sehingga diawali dari Ciamis untuk bisa menciptakan dunia yang nyaman. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mempunyai keinginan yang tinggi, insyaallah itu akan terwujud,” tegasnya.

Herdiat menilai upaya menciptakan perdamaian harus dimulai dari kemauan dan tindakan nyata. Perdamaian tidak cukup hanya diwacanakan, tetapi harus diwujudkan melalui dialog, toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, serta komitmen bersama.

Ia kemudian mengaitkan semangat tersebut dengan sejarah Tatar Galuh. Jauh sebelum Indonesia berdiri dan Undang-Undang Dasar 1945 dirumuskan, masyarakat Galuh disebut telah memiliki jejak sejarah mengenai penyelesaian persoalan melalui musyawarah dan perdamaian.

Peristiwa tahun 739 Masehi yang melahirkan Mupulung Rahi atau 10 Perjanjian Damai Galuh menjadi salah satu bagian sejarah yang kembali diangkat dalam momentum tersebut.

Hal senada disampaikan Anton Charliyan atau Abah Anton, salah satu pendiri Gong Perdamaian Dunia. Dalam orasinya, ia menjelaskan bahwa berdasarkan naskah-naskah kuno, kawasan Karangkamulyan memiliki keterkaitan dengan tradisi musyawarah dan penyelesaian persoalan secara damai.

Bagi Herdiat, warisan tersebut harus diterjemahkan menjadi energi positif bagi generasi sekarang. Karangkamulyan tidak hanya dipandang sebagai situs sejarah, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran tentang bagaimana nilai harmoni dan perdamaian diwariskan dari masa lalu untuk menjawab tantangan masa depan.

Ia berharap Milangkala Gong Perdamaian Dunia tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Lebih dari itu, peringatan tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas Ciamis sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang tentang perdamaian sekaligus membuka peluang bagi lahirnya gerakan diplomasi dari tingkat lokal menuju dunia internasional.

“Jadikan Ciamis sebagai rumah nilai perdamaian sejarah, tempat belajar dari sejarah untuk membangun masa depan yang harmonis,” pesan Herdiat.(Yan.P/M.Robby).