Kamis, November 5, 2026
Beranda KEMENTERIAN Dua Ruangan SMPN 1 Cidolog Ciamis Rusak Berat, Sekolah Harapkan Percepatan Program...

Dua Ruangan SMPN 1 Cidolog Ciamis Rusak Berat, Sekolah Harapkan Percepatan Program Revitalisasi

0
10

CIAMIS,Ciamis News,indotipikor-com-LOYALIS KEMENTERIAN
Kondisi bangunan sekolah yang telah berusia hampir tiga dekade menjadi perhatian serius setelah atap dua ruangan di SMP Negeri 1 Cidolog, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, ambruk pada Senin 2 November 2026 dini hari. Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya percepatan penanganan sarana dan prasarana pendidikan demi menjamin keamanan serta kenyamanan lingkungan sekolah.

Kepala SMPN 1 Cidolog, Sukendi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa bangunan yang mengalami kerusakan sebelumnya merupakan ruang guru dan ruang piket. Kondisinya sudah lama mengalami penurunan kualitas, terutama pada bagian konstruksi kayu penyangga atap yang mulai lapuk.

Menurutnya, ruang tersebut bahkan telah lebih dari satu tahun tidak digunakan untuk aktivitas sekolah karena dinilai tidak lagi memenuhi standar kelayakan. Kondisi bangunan juga sudah masuk dalam pendataan dan survei rencana revitalisasi oleh instansi terkait.

“Ruangan yang atapnya ambruk itu sebelumnya sudah masuk dalam survei revitalisasi. Berdasarkan penilaian Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Pertanahan serta Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, kondisinya memang sudah tidak layak digunakan karena konstruksi kayu bagian atap mengalami pelapukan. Karena itu, ruangan sudah lama kami kosongkan,” ungkapnya.(4/11/2026).

Ia menuturkan, selain ruang guru dan ruang piket, bangunan perpustakaan juga mengalami kerusakan berat. Bahkan, bagian atap perpustakaan telah lebih dahulu dibongkar sebagai langkah antisipasi karena kondisinya dinilai sudah membahayakan.

Pihak sekolah pun telah melakukan pembatasan akses dan mensterilkan area bangunan yang mengalami kerusakan agar tidak dimasuki warga sekolah maupun masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Sukendi memastikan, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung sebagaimana mestinya karena ruangan yang terdampak sudah tidak difungsikan sebelum kejadian.

Pihak sekolah berharap kondisi kerusakan bangunan tersebut dapat menjadi perhatian dan memperoleh penanganan melalui percepatan program revitalisasi satuan pendidikan. Dengan demikian, kebutuhan ruang belajar dan fasilitas penunjang pendidikan dapat terpenuhi secara lebih baik.

“Kami berharap mudah-mudahan bisa masuk dalam progres percepatan revitalisasi. Harapan masyarakat dan seluruh warga sekolah, fasilitas pendidikan dapat segera diperbaiki sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih aman, nyaman, dan representatif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyampaikan bahwa tanda-tanda kerusakan bangunan mulai terdengar pada Minggu malam. Saat itu, petugas piket mendengar suara kayu patah dari sekitar lokasi sekolah ketika wilayah Kecamatan Cidolog tengah diguyur hujan.

Sekitar pukul 23.30 WIB, suara tersebut sempat terdengar oleh petugas. Namun, kondisi bangunan baru diketahui mengalami keruntuhan setelah terdengar suara benturan keras pada Senin sekitar pukul 02.00 WIB.

“Pada Senin dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, petugas piket dikejutkan dengan suara keras dari bagian atap bangunan yang runtuh,” jelas Ani.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kerusakan terjadi pada bagian atap dua ruangan, yakni ruang guru dan ruang piket. Material bangunan yang ambruk juga berdampak terhadap beberapa bagian bangunan di sebelahnya hingga mengalami kerusakan akibat tertarik material runtuhan.

Melalui kejadian ini, penanganan terhadap bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi antara pihak sekolah, Dinas Pendidikan, BPBD, dan instansi teknis terkait.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan fasilitas pendidikan tetap memenuhi aspek keselamatan, sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang layak dan mendukung keberlangsungan proses pendidikan bagi para peserta didik.Editor (Yan./M.Robby).