Kamis, Juli 2, 2026
Beranda KEMENTERIAN Menjadi Polemik Serta Viral Di Masyarakat Dengan Isu Bantuan PIP MTsS Al_Mubarokah...

Menjadi Polemik Serta Viral Di Masyarakat Dengan Isu Bantuan PIP MTsS Al_Mubarokah Cineam Di Bantah Kasi ,,???

0
4

TASIKMALAYA—INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PEMERINATAH—Mengenai  kelanjutan informasi Dengan adanya isu yang beredar Di Masyarakat, Saat ini, Dengan  adanya pungutan bantuan sosial Program Indonesia Pintar (PIP) MTsS Al_Mubarokah Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya menjadi bahan perbincangan yang sesungguhnya.

Dengan hal ini khusus di Kelas IX para siswa siswa mendapatkan bantuan pip sebesar RP;  750.000. (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) tapi dengan kenyataan hanya yang di terima siswa/i tersebut sebesar RP; 375.000. (Tiga Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah) dan berikutnya lagi untuk pemberesan administrasi materai sebesar RP; 30.000. (Tiga Puluh Ribu Rupiah) serta untuk Guru sebesar RP; 20.000. ( Dua Puluh Ribu Rupiah) jadi dana bantuan pip siswa/i yang di terima sebesar 325.000. dan jadi yang hilangnya sebesar RP;  425.000. (Empat Ratus Dua Puluh Lima Ribu Rupiah).

Kamis. 2/7/2026 Kami sebagai Awak Media Indotipikor.Com Konfirmasi/Klarifikasi mengenai adanya pungutan bantuan program pip di MTsS Al_Mubarokah langsung bertatap dengan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah berinisial A di ruang kerjanya dan beliau menyampaikan, Bahwa mengenai adanya pungutan/pemotongan dana bantuan pip itu sebenarnya bukanlah pungutan/potongan, tapi itu yang sebenarnya juknis anjuran dari pemerintah pusat yang untuk di kelas IX tapi kalau untuk Kelas VII & VIII itu murni yang di terimanya 750.000., mengapa dengan sedemikian? di karnakan kalau untuk kelas ix tidak masuk kategori satu tahun, itu masuknya hanya setengah tahun (Enam Bulan), yang mana jadi jelas untuk kelas ix tidak bisa untuk menerimanya uang bantuan pip dengan ful, akan tetapi hanya setengahnya saja, dan sisanya itu akan di kembalikan lagi ke Kas Negara, Katanya.

Ia lanjut Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kabupaten Tasikmalaya menambahkan, Untuk mengenai adanya yang besaran 50.000. itu wajar wajar saja sebagai hati nurani, yang mana itu ibaratkan ketika kita mengajukan proposal tanpa adanya uang jalan jelas tidak akan bisa proposal tersebut cair, nah tidak beda jauh ketika siswa/i mendapatkan bantuan pip tanpa adanya administrasi sebagai perjuangan di sekolah seperti materai dan guru itu wajar wajar saja, karna hati nuranilah yang di pakainya, yang jelas mengenai pip kelas ix hanya keterima 375 serta terpotong 50.000. itu yang sudah tersampaikan oleh pemerintah mengenai sisanya 375.000. akan di kembalikan lagi ke kas negara, kalau seandainya kelas ix ada yang menerima ful 750.000. itu akan di pinta dan harus di kembalikan lagi ke kas negara, jangan wartawan asal nulis tayang berita dengan judul “Sungguh Biadab” itu seperti Partai Komunis Indonesia (PKI), karna saya juga dulu Ex_Wartawan, Katanya.

Dengan hasil Konfirmasi/Klarifikasi Awak Media Indotipikor.Com dan Rekan Media lainnya enak di dengarnya apa yang di sampaikan dengan tanya jawab, akan tetapi dengan tiba tiba penyampaian Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, di tepi ujungnya malah menimbulkan bahasa  Kotor, Menurut Hemat Kami  Bahasa Yang Berintonasi Keras dan Tegolong sarkasme, kayanya seperti Kata”Neraka, walaupun dengan awal pemberitaan judul “Sungguh Biadab” Diduga Oknum MTsS Al_Mubarokah Cibaros Cineam Lakukan Pungli Dana PIP siswa Siswi itu sebagai Kepala Seksi Pendidikan Madrasah tidak perlu untuk mengucapkan intonasi serta Tanggapan Negatip tentunya Baik Secara Marpologi, etimologi, Dan sintaksis bahasa Tentunya Bahasa  Judul Berita Awal Yang Lalu; Biadab memiliki asal kata adab jadi terbilang wajar kalau hak Anak didik  dikesampingkan yang masih perlu dilindungi baik secara hukum maupun adab sosial di dalam Kancah kehidupan bernegara yang berazaskan Pancasila Dan UUD, yang sudah tiadakan di Tanah Air, yang mana jadi jelas suatu Oknum Pejabat Kemenag dan Ex Wartawan juga tidak memiliki Etika dalam sikap bicara.

Maka dengan hal ini janganlah sebagi pejabat lain ketika bertatap muka dengan awak media mengucapkan kata  yang kurang  baik, jaga imabe serta wibawa yang mencerminkan diri tentunya yang mengalami dunia pendidikan bahkan memiliki titel tertentu biasanya, soalnya  akan menimbulkan konstitusi lembaga  terkesan buruk citranya  di mata pemerintah.,,maupun Fublik
Bersambung…

FRM