Pemdes Ciharalang,Evaluasi Program Pupuk Organik KDMP, H. Kuswara Soroti Ketersediaan SDM dan Pasar

0
14

‎CIAMIS,–INDOTIPIKOR.COM– (Ciamis News) – Bertempat di Aula Desa Ciharalang, Rabu (15/4/2026), digelar rapat evaluasi perkembangan program pengembangan pupuk organik yang diinisiasi KDMP. Kegiatan ini difokuskan untuk mencari solusi atas berbagai tantangan sekaligus menyamakan persepsi antar pemangku kepentingan.

‎Dalam kesempatan tersebut, H. Kuswara, selaku Ketua KDMP Desa Ciharalang, menjelaskan bahwa pengolahan pupuk organik menjadi salah satu program unggulan yang dikembangkan di koperasi tersebut. Sampai saat ini, sudah dua kali digelar pelatihan yang diikuti oleh 75 peserta, termasuk keterlibatan aktif ibu-ibu.



‎”Sudah dua tahun kita berjuang bangun pertanian organik ini. Pembuatan kompos dan pengelolaan limbah sudah berjalan, namun kita akui pengembangan di lahan sawah masih terkendala serius, utamanya soal minimnya tenaga kerja, terutama regenerasi dari kalangan muda,” papar H. Kuswara.

‎Selain masalah sumber daya manusia, kendala lain yang dibahas adalah aspek pemasaran. Meskipun permintaan hasil panen cukup tinggi, namun ketersediaan stok belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Di sisi lain, stok pupuk organik yang mencapai 200 ton diharapkan bisa lebih dimanfaatkan secara optimal.



‎Berbasis Peraturan Bupati
‎H. Kuswara juga menegaskan bahwa pengembangan pupuk organik ini memiliki landasan yang kuat, yaitu sesuai dengan Peraturan Bupati Ciamis Nomor 57 Tahun 2015. Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa pupuk organik berfungsi memperbaiki kualitas tanah serta meningkatkan unsur hara, sehingga sangat penting diproduksi secara mandiri oleh masyarakat.

‎Langkah Ke Depan
‎Beberapa poin penting yang disepakati dalam rapat antara lain:

‎- Optimalisasi pemanfaatan limbah organik dari STA UH sebanyak 3 ton per hari sebagai bahan baku.
‎- Perlu dilakukan pemetaan potensi desa untuk pengembangan wilayah.
‎- Penguatan sinergi antara LPM, Gapoktan, Kelompok Tani, dan Pemerintah Desa agar tidak bergantung pada pasokan luar.
‎- Rencana sosialisasi sistem manajemen informasi agar masyarakat lebih mudah mengakses data pupuk dan bibit.

‎”Kita harap dukungan semua pihak terus mengalir agar program ini berkelanjutan, sehingga lahirlah pertanian yang sehat, aman, dan menyejahterakan petani,” tutupnya.


‎‎penulis : SndGow, Mat Roby.