JABAR–INDOTIPIKOR.COM—-PENHUMAS-SESKO TNI. Komandan Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI), Marsdya TNI Arif Widianto, S.A.B., M.Tr. (Han)., CHRMP, didampingi Wakil Komandan Sesko TNI Mayjen TNI Teguh Puji Raharjo, S.I.P., M.Han., beserta para pejabat utama Sesko TNI, menyambut kehadiran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam rangka memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa (Pasis) Dikreg ke-55 Sesko TNI Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Graha Widya Adibrata Sesko TNI, Bandung, pada Senin (6/4/2026), dengan materi utama mengenai Kepemimpinan dan Komunikasi Publik.
Dalam kuliahnya, Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa KDM menegaskan bahwa kepemimpinan yang dibutuhkan saat ini bukanlah kepemimpinan yang dibangun atas dasar pencitraan atau kepentingan sesaat. Menurutnya, kepemimpinan sejati harus lahir dari kejernihan hati, rasa cinta, serta kesadaran ideologis yang kuat. Ia menekankan bahwa
dalam situasi genting, hanya pemimpin dengan niat tulus dan hati yang jernih yang mampu mengambil keputusan terbaik bagi bangsa.
Lebih lanjut, KDM menjelaskan bahwa TNI bukan sekadar institusi militer konvensional, melainkan kekuatan yang lahir dari sejarah, ideologi, dan budaya bangsa Indonesia.

TNI merupakan representasi dari kesadaran kolektif rakyat dalam memperjuangkan kemerdekaan, keadilan, dan perdamaian. Oleh karena itu, TNI memiliki dimensi yang tidak hanya teknis dan militeristik, tetapi juga filosofis dan kultural.
KDM juga menyoroti pentingnya hubungan antara manusia dan alam sebagai bagian dari sistem pertahanan negara. Tanah, air, udara, dan matahari dipandang sebagai elemen fundamental yang tidak hanya menopang kehidupan, tetapi juga menjadi kekuatan strategis bangsa. Filosofi “manunggal” menggambarkan bahwa prajurit sejati adalah mereka yang mampu menyatu dengan alam dan menjaganya, bukan merusaknya. Selanjutnya mengingatkan pula bahwa eksploitasi alam yang berlebihan telah menyebabkan berkurangnya kekuatan pertahanan alami Indonesia. Ketergantungan pada teknologi yang tinggi dinilai tidak akan optimal tanpa didukung oleh fondasi ideologi yang kuat.
Selain itu, KDM juga mengkritisi kondisi kepemimpinan dan birokrasi yang cenderung pragmatis, dengan orientasi pada kepentingan pribadi, jabatan, dan pencitraan. Ia menilai
bahwa tingginya disparitas kesejahteraan menjadi salah satu faktor yang dapat melemahkan persatuan dan nasionalisme.
Di akhir kuliahnya KDM menegaskan bahwa kekuatan bangsa tidak semata ditentukan oleh teknologi atau besarnya anggaran pertahanan, melainkan oleh kesatuan antara rakyat, pemimpin, dan ideologi. Untuk itu, diperlukan pembangunan kepemimpinan yang utuh, yang meliputi kepemimpinan ideologis, historis, filosofis, dan teknokratis.
KDM juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif, yaitu komunikasi yang dekat dengan rakyat, menggunakan bahasa yang sederhana, serta mampu memahami budaya dan emosi masyarakat. Dengan komunikasi yang tulus dan relevan, masyarakat akan secara alami mendukung kebijakan pemerintah.
Kegiatan kuliah umum ini diharapkan dapat memperkuat wawasan serta karakter kepemimpinan para Pasis Sesko TNI dalam menghadapi tantangan tugas di masa mendatang.
Selesai memberikan kuliah, Gubernur Jawa Barat didampingi Komandan SEsko TNI dan
pejabat lainnya meninjau kegiatan melukis mural dalam rangka HUT ke-52 Sesko TNI.
#seskotni
#seskotni2026
#seskotnibandung
#tniprima
#tni





