Selasa, Oktober 6, 2026
Beranda PEMERINTAHAN Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis terus memperkuat kompetensi para penyembelih...

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis terus memperkuat kompetensi para penyembelih hewan sebagai bagian dari upaya menjamin produk

0
18

CIAMIS NEWS,INDOTIPIKOR-COM
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis terus memperkuat kompetensi para penyembelih hewan sebagai bagian dari upaya menjamin produk hewan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi ketentuan halal sekaligus aman dan sehat.

Penguatan kompetensi tersebut dilakukan melalui pelatihan, bimbingan teknis (bimtek), serta sertifikasi bagi para penyembelih hewan. Kegiatan berlangsung selama dua hari di Gedung Korpri Kabupaten Ciamis, mulai Senin (5/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Disnakkan Ciamis menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memberikan pemahaman secara menyeluruh mengenai proses penyembelihan yang memenuhi ketentuan syariat Islam, higienis, serta memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ciamis, Dr. Drs. A. Wahyu Radityananto, M.Si., melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Ikan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Disnakkan Ciamis, drh. Asri Kurnia, MP., mengatakan kegiatan tersebut bukan ditujukan untuk mengajarkan keterampilan dasar kepada peserta.

Menurutnya, sebagian besar peserta telah memiliki pengalaman dalam melakukan penyembelihan. Karena itu, pelatihan lebih diarahkan pada penyempurnaan teknik sekaligus pemenuhan standar melalui proses sertifikasi.

“Secara keseluruhan para penyembelih ini sudah memiliki pengalaman yang luar biasa. Kita hanya menyempurnakan kembali melalui penerbitan sertifikasi dan bimbingan teknis,” ujar Asri.

Ia menjelaskan, materi pelatihan tidak hanya berfokus pada tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai teknik penyembelihan yang baik dan benar, kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, hingga penerapan prinsip kesejahteraan hewan.

MUI memberikan materi mengenai ketentuan penyembelihan berdasarkan syariat Islam. Sementara Disnakkan memberikan penguatan teknis mengenai prosedur penyembelihan yang tepat, higienis, serta memperhatikan kondisi hewan dan keamanan daging yang dihasilkan.

“Jadi ada penyampaian informasi dari pihak terkait, yaitu MUI mengenai tata cara syariat Islam. Kemudian kami memberikan bimbingan teknis, bagaimana penyembelihan yang baik dan benar,” katanya.

Asri menegaskan, peningkatan standar penyembelihan memiliki kaitan erat dengan perlindungan kesehatan masyarakat. Penanganan hewan secara tepat sejak sebelum disembelih hingga proses pemotongan dan pengelolaan daging menjadi bagian penting dalam memastikan pangan asal hewan tetap aman untuk dikonsumsi.

Menurutnya, penerapan prosedur yang benar juga menjadi salah satu langkah untuk meminimalkan potensi penularan penyakit dari hewan kepada manusia.

“Jadi bukan hanya bagaimana hewan itu disembelih, tetapi juga bagaimana menjaga kesehatan hewan, kebersihan selama proses penyembelihan dan penanganan dagingnya,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Disnakkan Ciamis berharap para penyembelih semakin memahami standar penyembelihan yang memenuhi aspek syariat, kesehatan, higienitas, dan kesejahteraan hewan.

Dengan kompetensi yang semakin baik dan didukung sertifikasi, proses penyembelihan diharapkan mampu memberikan jaminan lebih kepada masyarakat terhadap produk daging yang halal, aman, sehat, dan layak dikonsumsi. (Yan.P/M.Robby).