Jawa Barat –INDOTIPIKOR.COM-MEDIA GROUP NASIONAL–— Video rekaman hasil investigasi lapangan BIN808.COM di wilayah Jawa Barat memperlihatkan seorang anak usia belasan tahun yang diduga masih berstatus sekolah dapat memperoleh obat yang disebut sebagai obat daftar G dengan relatif mudah.
Temuan ini menjadi perhatian serius. Sebab, apabila obat tersebut benar termasuk obat keras, penggunaannya dan penyerahannya kepada masyarakat memiliki ketentuan khusus.
BIN808.COM menegaskan, penyebutan obat daftar G dalam rilis ini merupakan informasi awal dari hasil investigasi. Jenis, kandungan, dan klasifikasi obat masih perlu diverifikasi secara resmi oleh pihak yang berwenang.
Divisi Hukum BIN808 minta segera diperiksa
Heru Setiawan, S.H., M.H., Divisi Hukum BIN808, menyatakan keprihatinannya setelah melihat rekaman investigasi tersebut.
«“Saya merasa iba melihat anak usia belasan tahun seperti yang terlihat dalam video. Mereka masih sangat muda dan masa depannya masih panjang. Kalau obat yang diduga merupakan obat keras dapat diperoleh dengan mudah, ini tidak boleh kita abaikan.”»
Heru meminta pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan, khususnya untuk memastikan jenis obat, sumber peredaran, pihak yang menyerahkan, serta legalitas sarana yang menjualnya.
«“Kami meminta pihak berwenang turun tangan. Verifikasi obatnya, telusuri sumbernya, periksa pihak yang menjual atau menyerahkannya. Kalau setelah pemeriksaan terbukti ada pelanggaran, lakukan tindakan sesuai ketentuan hukum.”»

Pemred BIN808: jangan biarkan generasi muda kehilangan masa depan
Pemimpin Redaksi BIN808.COM, Irwan Fauzi, juga mengaku prihatin melihat hasil investigasi tersebut.
«“Saya juga merasa iba melihat generasi muda kita. Mereka adalah anak-anak bangsa yang suatu saat nanti akan menggantikan kita dan meneruskan Indonesia.”»
Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian bersama.
«“Bangsa Indonesia membutuhkan generasi muda untuk menjadi penerus kita di masa depan. Jangan sampai kita membiarkan mereka tumbuh dalam lingkungan yang membuka akses terhadap hal-hal yang berpotensi membahayakan masa depan mereka.”»
Irwan juga mengingatkan tanggung jawab generasi saat ini.
«“Kita harus malu kepada leluhur kita apabila kita meninggalkan jejak keburukan kepada generasi muda di masa depan. Leluhur kita mewariskan bangsa ini kepada kita. Tugas kita adalah menjaga dan menyerahkannya kepada generasi berikutnya dalam keadaan yang lebih baik.”»
Pihak berwenang diminta turun tangan
BIN808.COM meminta pihak berwenang melakukan langkah konkret:
– Memverifikasi nama, kandungan dan klasifikasi obat yang terlihat dalam rekaman.
– Menelusuri sumber dan jalur peredaran obat.
– Memeriksa pihak yang menjual atau menyerahkan obat.
– Memastikan legalitas dan kewenangan sarana penjualan.
– Memperkuat pengawasan terhadap peredaran obat di masyarakat.
– Mengambil tindakan sesuai ketentuan apabila pemeriksaan menemukan pelanggaran.
BIN808.COM menegaskan bahwa rekaman investigasi merupakan bahan awal untuk pendalaman, bukan kesimpulan bahwa pihak tertentu telah melakukan tindak pidana.
Verifikasi, pemeriksaan, dan pembuktian menjadi kewenangan pihak yang berwenang. BIN808.COM tetap membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi pihak terkait.
Jangan tunggu korban.
Yang sedang dipertaruhkan bukan sekadar persoalan obat, tetapi masa depan generasi yang akan menggantikan kita.
BIN808.COM
MATA HATI RAKYAT
Irwan Fauzi
Pemimpin Redaksi BIN808.COM
Divisi Hukum BIN808
Heru Setiawan, S.H., M.H.





