Kamis, Agustus 13, 2026
Beranda TNI Dari Aspal hingga Harapan, TMMD ke-129 Resmi Ditutup: Jalan Dibangun, Gotong Royong...

Dari Aspal hingga Harapan, TMMD ke-129 Resmi Ditutup: Jalan Dibangun, Gotong Royong Jangan Berhenti

0
2

Tasikmalaya —–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI— Lapangan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (13/8/2026), menjadi saksi berakhirnya rangkaian TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya. Namun, penutupan program bukan berarti berakhirnya semangat membangun bersama.
Upacara penutupan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 11.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 500 peserta. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Irdam III/Siliwangi Brigadir Jenderal TNI Robertson Ismail, S.I.P., M.Si., M.M. Hadir pula Bupati Tasikmalaya Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.A.P., Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., Kasiter Korem 062/TN Letkol Inf Kurniadi, unsur Forkopimda, jajaran TNI, pimpinan BUMD, serta tokoh agama dan masyarakat.
Mengusung tema “Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, TMMD ke-129 selama kurang lebih satu bulan, sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, mempertemukan prajurit TNI, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat dalam satu pekerjaan besar: membangun dari kebutuhan nyata warga.
Dalam laporan hasil pelaksanaan TMMD, sejumlah sasaran fisik berhasil direalisasikan. Di antaranya pengaspalan semi hotmix di Kampung Jamburarang sepanjang 1.020 meter dengan lebar 2,5 meter; Kampung Nagrog sepanjang 380 meter dengan lebar 2,3 meter; Kampung Pasir Nete sepanjang 197 meter dengan lebar 2,5 meter; serta Kampung Cilintung sepanjang 400 meter dengan lebar 2,5 meter.
Selain infrastruktur jalan, Satgas juga menyelesaikan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 154 meter dengan tinggi 2 meter, rehabilitasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pembangunan lima unit sumur bor.


Capaian tersebut kemudian diserahterimakan secara resmi oleh Dandim 0612/Tasikmalaya kepada Bupati Tasikmalaya melalui penandatanganan berita acara serah terima hasil pelaksanaan kegiatan TMMD ke-129.
Dalam amanatnya, Irdam III/Siliwangi Brigjen TNI Robertson Ismail menegaskan bahwa keberhasilan TMMD tidak semata-mata diukur dari panjang jalan yang dibangun atau jumlah bangunan yang diperbaiki.
“Ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah ketika hasil pembangunan mampu memperlancar aktivitas masyarakat, membuka akses perekonomian, meningkatkan kualitas kesehatan, serta mendorong kemandirian dan kesejahteraan secara berkelanjutan,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam amanatnya.
Menurutnya, TMMD merupakan bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat melalui pendekatan lintas sektoral. Karena itu, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan nonfisik seperti penyuluhan, sosialisasi dan pembekalan.
Pelaksanaan TMMD ke-129 juga disinergikan dengan lima program unggulan TNI AD, yakni Ketahanan Pangan, TNI Manunggal Air, rehabilitasi RTLH dan MCK, percepatan penurunan stunting, serta Bersatu dengan Alam.
Pesan penting lainnya adalah keberlanjutan. Setelah Satgas meninggalkan lokasi, masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan tidak membiarkan hasil pembangunan berhenti sebagai sekadar proyek yang telah selesai.
Jalan yang sudah dibangun harus dijaga. Sumur yang telah dibuat harus dirawat. Rumah yang telah diperbaiki harus menjadi tempat tumbuhnya kehidupan yang lebih layak. Dan yang paling penting, gotong royong yang telah tumbuh selama TMMD harus tetap hidup.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penanggalan tanda peserta oleh Irup, pembacaan doa, Andhika Bhayangkari, serta laporan Komandan Upacara dan penghormatan pasukan.
Rangkaian kemudian berlanjut dengan peninjauan ke warung amal, jalan semi hotmix di Kampung Cilintung, dan terakhir mengunjungi rumah Ibu Saadah yang menjadi salah satu penerima rehabilitasi RTLH.
Peninjauan tersebut menjadi penutup yang bermakna. Sebab pembangunan tidak selalu berbicara tentang angka dan panjang jalan. Di balik setiap meter aspal, ada mobilitas warga. Di balik sumur bor, ada kebutuhan air. Di balik rumah yang diperbaiki, ada keluarga yang kembali mendapatkan rasa aman dan layak.
TMMD ke-129 secara resmi telah ditutup. Tetapi pekerjaan membangun desa sesungguhnya baru memasuki babak berikutnya: menjaga apa yang telah dibangun dan meneruskan semangat kebersamaan yang telah diwariskan.

TMMD ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya berhasil menyelesaikan berbagai sasaran fisik dan nonfisik di Parungponteng. Penutupan bukan akhir dari pengabdian, melainkan momentum untuk memastikan hasil pembangunan terus dirawat dan semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan masyarakat.

PENDIM