Jumat, Agustus 7, 2026
Beranda NEWS BAZNAS Ciamis Dorong Mustahik Naik Kelas Lewat Program Ternak Kambing Produktif

BAZNAS Ciamis Dorong Mustahik Naik Kelas Lewat Program Ternak Kambing Produktif

0
5

CIAMIS,Ciamis News,Indotipikor –
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus memperkuat program zakat produktif sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat penerima manfaat atau mustahik.

Salah satu langkah nyata dilakukan melalui penyaluran bantuan berupa dua ekor kambing betina indukan dalam kondisi bunting kepada kelompok mustahik di kawasan Kampung Zakat, masing-masing di Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, dan Desa Maparah, Kecamatan Panjalu.

Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, MBA., saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2026), mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari strategi BAZNAS dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar memberikan manfaat yang lebih panjang bagi masyarakat.

Menurutnya, zakat tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif mustahik, tetapi juga dapat dikelola menjadi modal usaha produktif yang secara bertahap mampu meningkatkan taraf perekonomian penerima manfaat.

“Program ini merupakan bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan zakat secara produktif dan berkelanjutan. Harapannya, bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi bisa berkembang menjadi sumber penghasilan bagi mustahik,” ujar H. Lili.

Ia menjelaskan, ternak kambing dipilih karena memiliki potensi pengembangan yang cukup baik. Terlebih, kambing yang disalurkan merupakan indukan dalam kondisi bunting sehingga diharapkan dapat segera berkembang dan memberikan nilai ekonomi bagi penerimanya.

“Ketika kambing sudah beranak dan anaknya sudah lepas menyusui, indukan tersebut nantinya dapat diberikan kepada peternak atau mustahik lain yang sudah siap untuk mengelolanya. Jadi, manfaat dari bantuan ini bisa terus bergulir,” jelasnya.

Konsep tersebut, lanjut H. Lili, menjadi salah satu bentuk pengembangan zakat produktif dengan prinsip keberlanjutan. Bantuan yang diberikan diharapkan tidak hanya menjadi milik satu penerima, tetapi dapat memberikan manfaat kepada mustahik lainnya melalui sistem pengembangan dan pengguliran ternak.

Dengan pola tersebut, BAZNAS Ciamis ingin membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi berbasis zakat di kawasan Kampung Zakat. Para mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga diarahkan untuk memiliki aktivitas ekonomi yang dapat dikembangkan secara mandiri.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana mustahik bisa berdaya, memiliki usaha, kemudian ekonominya meningkat. Prinsipnya bagaimana kita berupaya mengubah mustahik menjadi muzakki,” katanya.

H. Lili menegaskan, semangat tersebut sejalan dengan nilai yang terkandung dalam ajaran Islam mengenai pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan. Zakat diharapkan mampu menjadi jalan bagi masyarakat yang sebelumnya membutuhkan bantuan untuk secara bertahap menjadi pihak yang mampu memberikan zakat.

Karena itu, keberhasilan program zakat produktif tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari sejauh mana bantuan tersebut mampu menciptakan perubahan ekonomi bagi penerima manfaat.

BAZNAS Kabupaten Ciamis berharap program Kampung Zakat dan pemberdayaan ternak produktif dapat terus berkembang dengan dukungan pendampingan, tanggung jawab penerima manfaat, serta pengelolaan yang baik.

Melalui program tersebut, dana ZIS diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas, menciptakan kemandirian ekonomi mustahik, memperkuat semangat gotong royong, sekaligus menghadirkan manfaat zakat yang terus berkelanjutan di tengah masyarakat.Editor (Yan.P/M.Robby).