JAKARTA–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA FORSIMEMA RI—Ketua MA Sunarto tekankan pentingnya menjaga karakter, sikap, dan integritas sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan peradilan.
Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. menerima kunjungan silaturahmi Kepala Badan Urusan Administrasi (BUA), Dr. Sobandi, S.H., M.H. bersama Para Hakim Yustisial di lingkungan BUA (20/04/2026). Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, menjadi ruang dialog yang sarat makna.
Dalam kesempatan itu, Ketua Mahkamah Agung menyampaikan berbagai pesan penting yang menyentuh aspek mendasar dalam kehidupan aparatur peradilan. Beliau tidak hanya berbicara tentang tugas, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga karakter sebagai fondasi utama dalam menjalankan amanah.
Salah satu pesan yang disampaikan adalah untuk menjaga sikap, tutur kata, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, hal-hal tersebut adalah bentuk investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan seseorang. “Mari kita jaga sikap, tutur, dan perilaku. Karena apa yang kita lakukan hari ini, itu yang akan kita petik di masa depan,” ujarnya.
Dalam konteks lembaga peradilan, pesan ini menjadi sangat relevan. Karena Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya tidak hanya dituntut menghasilkan putusan yang adil, tetapi juga menghadirkan aparatur yang memiliki integritas yang baik. Dan itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tugas menegakkan hukum.
Dalam hal ini, integritas menjadi kata kunci pesan tersebut. Di lingkungan peradilan, integritas bukan sekadar nilai yang diucapkan, tetapi harus tercermin dalam setiap tindakan nyata. Seorang aparatur peradilan dituntut untuk konsisten antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan. Kejujuran, tanggung jawab, dan keteguhan pada prinsip menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.
Lebih jauh, integritas juga berkaitan dengan keberanian untuk tetap berada di jalur yang benar, meskipun dihadapkan pada tekanan, godaan, atau kepentingan tertentu. Dalam praktiknya, menjaga integritas bukanlah hal yang mudah. Namun justru di situlah letak nilai seorang penegak hukum, yaitu ketika ia mampu berdiri teguh pada nilai keadilan dan kebenaran, tanpa tergoyahkan oleh kepentingan lain.
Integritas tidak dibangun secara instan, melainkan melalui kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara konsisten. Ia tumbuh dari hal-hal kecil seperti berkata jujur dan bersikap adil. Dalam rutinitas itulah karakter terbentuk secara perlahan, membentuk pribadi yang dapat dipercaya. Integritas bukan hasil dari satu keputusan besar, tetapi akumulasi dari pilihan-pilihan kecil yang terus diulang setiap hari. Ketika kebiasaan baik itu dijaga, maka pada saat menghadapi situasi sulit atau godaan, seseorang akan tetap memiliki pijakan yang kuat untuk bertindak benar.
Integritas bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada institusi secara keseluruhan. Lembaga peradilan yang diisi oleh individu-individu berintegritas akan lebih mudah memperoleh kepercayaan masyarakat. Sebaliknya, jika integritas diabaikan, maka kepercayaan publik akan runtuh. Karena itu, menjaga sikap, tutur kata, dan perilaku bukan hanya investasi pribadi, tetapi juga investasi bagi masa depan lembaga peradilan.
Untuk mendapatkan Berita atau Artikel Terbaru MARINews, Follow Channel Whatsapp: MARINews
Penulis: M. Khusnul Khuluq
Pesan Ketua MA: Mari Berinvestasi untuk Masa Depan
Jakarta, Humas MA
Minggu 10 Mei 2026





