Tasikmalaya Mengantar Tamu Allah: Kehadiran Dandim 0612/Tasikmalaya Perkuat Sinergi dalam Pelepasan Jemaah Haji

0
18

Tasikmalaya –INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS TNI–– Kamis, 16 April 2026, menjadi hari yang sarat makna bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. Sejak pagi, Masjid Agung Kota Tasikmalaya dipenuhi suasana haru, doa, dan harapan saat ratusan calon tamu Allah dilepas menuju perjalanan spiritual paling agung dalam kehidupan: ibadah haji.
Acara Pelepasan Jemaah Haji Kota Tasikmalaya Tahun 1447 H / 2026 M yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 10.00 WIB ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh agama, serta keluarga jemaah yang turut mengiringi dengan doa dan air mata kebahagiaan. Kehadiran Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, menjadi simbol kuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam memberikan dukungan moral kepada para jemaah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto, jajaran DPRD Kota Tasikmalaya, unsur Kementerian Agama, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Agama, serta para tokoh ulama dan masyarakat. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan kebersamaan dalam mengantar para tamu Allah menuju Tanah Suci.


Bukan Sekadar Perjalanan, Tapi Jawaban Doa
Dalam sambutannya, Wali Kota Tasikmalaya menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan jiwa untuk kembali kepada fitrah.
“Hari ini bukan hari yang biasa. Ini adalah hari yang telah lama dinantikan, bahkan oleh sebagian orang sejak puluhan tahun yang lalu. Tidak semua yang mampu mendapatkan panggilan, dan hari ini Bapak dan Ibu adalah orang-orang yang Allah pilih untuk menjadi tamu-Nya,” ungkapnya dengan penuh haru.
Pesan tersebut menggema di dalam masjid, mengingatkan bahwa keberangkatan ini merupakan jawaban dari doa-doa panjang yang dipanjatkan dengan penuh kesabaran.
Sinergi Pemerintah untuk Pelayanan Jemaah
Ketua Panitia Pemberangkatan Calon Jemaah Haji Kota Tasikmalaya, H. Nurul Awalin, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya menunjukkan komitmen nyata dalam memfasilitasi keberangkatan jemaah. Dukungan tersebut meliputi penyediaan transportasi, akomodasi, serta konsumsi bagi jemaah sejak keberangkatan menuju embarkasi hingga kepulangan nanti.
Jumlah calon jemaah haji Kota Tasikmalaya tahun ini mencapai 1.348 orang, yang terbagi dalam beberapa kelompok terbang melalui Embarkasi Kertajati. Seluruh persiapan dilakukan secara matang demi memastikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan ibadah.
Doa Ulama, Penguat Perjalanan Spiritual
Kepala Kantor Kementerian Urusan Haji dan Umroh Kota Tasikmalaya, H. Husna Mustofa, menegaskan bahwa kegiatan pelepasan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon kelancaran perjalanan para jemaah.
“Perjalanan haji adalah jalan langit. Doa para ulama menjadi kekuatan utama bagi keselamatan dan kelancaran seluruh jemaah,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh visa jemaah telah terbit dan perlengkapan perjalanan, termasuk koper, telah didistribusikan kepada para calon jemaah.
Tasik dalam Doa Tanah Suci
Selain berpesan agar para jemaah menjaga kesehatan dan kebersamaan selama menjalankan ibadah, Wali Kota Tasikmalaya juga menitipkan harapan agar mereka mendoakan Kota Tasikmalaya di tempat-tempat mustajab.
Harapan ini menjadi simbol bahwa pembangunan kota tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kekuatan spiritual dan doa masyarakatnya. Hal tersebut sejalan dengan visi Tasikmalaya sebagai kota religius yang penuh keberkahan.
Simbol Cinta dari Tanah Kelahiran
Sebagai penutup acara, dilakukan penyerahan batik khas Tasikmalaya serta bendera Kota Tasikmalaya secara simbolis oleh Wali Kota kepada perwakilan jemaah. Simbol ini menjadi pesan bahwa para jemaah membawa identitas serta harapan seluruh masyarakat Tasikmalaya ke Tanah Suci.
Mengantar dengan Doa, Menanti dengan Harapan
Kegiatan yang berlangsung dengan aman dan lancar ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh yang hadir. Tangis haru keluarga, lantunan doa para ulama, serta semangat kebersamaan menjadi bukti bahwa ibadah haji adalah perjalanan kolektif bukan hanya milik mereka yang berangkat, tetapi juga milik seluruh masyarakat yang mengiringinya dengan doa.
Tasikmalaya hari itu tidak sekadar melepas keberangkatan. Tasikmalaya sedang mengirim doa ke langit, berharap para jemaah kembali dengan predikat haji yang mabrur dan membawa keberkahan bagi daerah yang mereka cintai.