Penyuluh Agama Ciamis Dibekali Edukasi Keuangan, Kemenag Gandeng OJK

0
35

CIAMIS–INDOTIPIKOR.COM—Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan terus diperkuat Kementerian Agama Kabupaten Ciamis melalui sinergi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Training of Trainers (TOT) bagi para penyuluh agama yang digelar di Aula Kantor Kemenag Ciamis, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh penyuluh agama dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ciamis. Para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu menyampaikan edukasi keuangan secara sederhana, tepat sasaran, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Kepala Kantor Kemenag Ciamis, Asep Lukman Hakim, menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki posisi strategis dalam memberikan pemahaman tidak hanya terkait keagamaan, tetapi juga aspek kehidupan lainnya, termasuk pengelolaan keuangan.

Menurutnya, di tengah perkembangan zaman, masyarakat dihadapkan pada berbagai risiko ekonomi seperti pinjaman online ilegal, investasi tidak jelas, hingga praktik judi daring yang kian marak.

“Penyuluh diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan serta terhindar dari praktik yang merugikan,” ungkapnya.

Selain itu, penyuluh juga didorong untuk lebih peka terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah binaannya, sehingga dapat melakukan deteksi dini terhadap potensi permasalahan melalui pendekatan yang humanis.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ciamis, Mohamad Ijudin, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Ia menilai penyuluh memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat sehingga perannya sangat efektif dalam menyampaikan edukasi.

“Permasalahan ekonomi seringkali menjadi pemicu konflik sosial. Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperluas literasi keuangan. Ia menyebutkan bahwa penyuluh agama merupakan mitra potensial dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan materi seputar pengelolaan keuangan keluarga, pengenalan produk dan layanan keuangan yang legal, serta strategi komunikasi efektif dalam penyuluhan.

Ke depan, hasil pelatihan ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam berbagai kegiatan penyuluhan, termasuk bimbingan pranikah, sehingga masyarakat semakin cakap dalam mengelola keuangan dan terhindar dari risiko keuangan yang merugikan.Editor (Yan.P/M.Robby).