JABAR–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS PEMPROV JABAR—Pemprov Jabar menegaskan komitmen menghentikan alih fungsi hutan dan sawah setelah analisis KLHK mencatat hilangnya 1,4 juta hektare kawasan hijau. Gubernur KangDedi Mulyadi menyebut kondisi ini membuat Jawa Barat menjadi “market bencana” karena ruang air dan jalur aliran alami semakin hilang.
KDM menyoroti maraknya permukiman dan pabrik di sempadan sungai hingga memicu sedimentasi parah, termasuk di Bendungan Jatiluhur. “Sedimentasinya terus bertambah, tapi ruang mengalirkan lumpur sudah tidak ada,” ujarnya. Hilangnya ruang terbuka membuat risiko banjir dan bencana hidrometeorologi makin tinggi.
Menghadapi puncak hujan akhir 2025–awal 2026, Pemprov Jabar akan menertibkan bangunan yang melanggar peruntukan, mengembalikan lahan ke fungsi ekologisnya, dan mengeruk danau-danau besar agar kembali mampu menampung air serta menekan potensi banjir.
red
21-11-2025





