KMP Jatra II Milik ASDP Gerak Cepat Pulihkan Bencana Sumatera, Angkut 50 Ton Bahan Pokok dan 7 Excavator Menuju Sibolga

0
2

JAKARTA–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS KEMENTERIAN—Ketika banjir dan longsor memutus akses darat di berbagai wilayah, jalur laut kembali menjadi penyelamat.

Dari Padang hingga Sibolga, warga dan dunia usaha spontan bergerak menggalang logistik, menyiapkan sembako, hingga mengirim kendaraan relawan.

Semangat kebersamaan ini mengantar kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), KMP Jatra II, kembali berlayar membawa bantuan untuk masyarakat Sibolga dan Nias, Sumatera Utara.

Pada Jumat (5/12) pukul 12.10 WIB, KMP Jatra II lepas sandar dari Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, mengangkut beras, kasur, elpiji, sembako, serta 7 unit ekskavator dan 2 dump truk.

Pengiriman bantuan ini menjadi bagian dari misi percepatan pemulihan pascabencana, terutama untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup material longsor.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa keberangkatan kapal merupakan hasil kerja sama beragam lembaga.

“Misi kemanusiaan ini tidak lepas dari dukungan Danantara, Kementerian Perhubungan, Kodaeral TNI AL, Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Bea Cukai, serta sinergi BUMN Karya seperti Hutama Karya, Nindya Karya, Adhi Karya, Brantas Abipraya, dan Wijaya Karya.

“Semua bergerak dengan satu tujuan: membantu masyarakat bangkit dari situasi sulit,” ujarnya.

Heru juga menjelaskan pentingnya peran alat berat yang diangkut dalam upaya membuka akses terisolasi.

“Dengan percepatan pembersihan jalur, mobilitas logistik dan aktivitas masyarakat diharapkan segera pulih.

“Ketika jalan kembali terbuka, pemulihan ekonomi dapat bergerak lebih cepat,” tambahnya.

Dari posko keberangkatan di Teluk Bayur tercatat 53 penumpang terdiri dari relawan, sopir, dan operator alat berat, serta 21 kendaraan menuju Sibolga

Muatan mencakup 1 sepeda motor, 1 mobil pribadi, 3 pick-up, 9 truk, dan 7 alat berat excavator PC 200/210 long arm.

Seluruh penumpang dan kendaraan yang membawa bantuan dibebaskan dari biaya tiket sebagai bentuk komitmen ASDP terhadap misi kemanusiaan.

Kolaborasi dan Solidaritas Jadi Kunci

General Manager ASDP Cabang Padang Hari Gunanto menjelaskan bahwa keberangkatan ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan berbagai pihak di lapangan.

“Kami berkolaborasi erat dengan Pelindo Regional 2 Teluk Bayur selaku operator pelabuhan untuk memastikan kelancaran bongkar muat, pengaturan antrian, dan kesiapan dermaga.

“Pelindo memberikan dukungan penuh sejak proses tambat hingga fasilitas operasional di pelabuhan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi BUMN Karya juga berperan signifikan dalam teknis pengiriman bantuan.

“Banyak bantuan alat berat dan logistik yang dikirim melalui jaringan BUMN Karya.

“Mereka sangat responsif dan siap bergerak cepat, sehingga proses konsolidasi logistik di Padang dapat dilakukan tanpa hambatan berarti,” jelasnya.

Selain dukungan lembaga resmi, masyarakat juga menjadi kekuatan besar dalam operasi solidaritas ini.

Sejak hari pertama bencana, warga dari berbagai wilayah di Sumatera Barat —Padang, Pariaman, Pesisir Selatan, hingga komunitas perantau Sumut — bahu-membahu menghimpun bantuan berupa air minum, pakaian layak, bahan pokok, hingga perlengkapan bayi.

Antrean kendaraan pembawa bantuan tampak memenuhi halaman Pelabuhan Teluk Bayur sejak pagi.

Relawan mengangkat karung beras, menurunkan logistik, dan mencatat setiap donasi yang masuk menjadi potret kuat bahwa solidaritas masyarakat Indonesia tetap menyala, bahkan dalam masa tersulit.

ASDP turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat sejak persiapan hingga proses pelayaran.

“Kami memastikan seluruh proses berjalan aman dan lancar, karena setiap menit sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar,” ujar Hari.

Sebagai informasi tambahan, KMP Jatra II merupakan kapal Ro-Ro Ferry dengan ukuran 3.902 GT, panjang 90,79 meter dan lebar 15,6 meter.

Kapal ini mampu mengangkut hingga 570 penumpang serta kendaraan berkapasitas besar: 18 truk besar (Gol VII), 4 truk sedang (Gol VIB), dan 27 KK (Gol IVA).

Dengan kecepatan operasional 10 knot, kapal ini dirancang untuk memastikan konektivitas logistik antarpulau tetap berjalan efisien dan aman.

Di tengah gelombang duka, aksi kemanusiaan ini kembali membuktikan bahwa kepedulian selalu menemukan jalannya.

Melalui jalur laut, KMP Jatra II membawa lebih dari sekadar logistik, kapal ini mengangkut persatuan, kepedulian, dan harapan bagi masyarakat Sumatera.

Penulis : Dwi NM

Kabar BUMN, Jakarta
06 Desember 2025