Ciamis Menuju Pertanian Sehat, Bupati Herdiat Dorong Petani Beralih ke Organik Secara Bertahap

0
10

CIAMIS,–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA AWDI JABAR—- Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya secara resmi membuka Gerakan Tanam Padi Organik Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026 yang digelar di Kelompok Tani Parikesit, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kamis (09/04/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Ciamis, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, para kepala OPD terkait, serta para camat se-Kabupaten Ciamis. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong transformasi sektor pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Kelompok Tani Parikesit sendiri merupakan salah satu klaster unggulan di Kabupaten Ciamis yang telah menorehkan prestasi nasional dengan meraih Juara 2 pada ajang Bank Indonesia Award 2025 Championship Klaster Pangan sektor tanaman pangan. Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan dalam pengelolaan klaster pangan yang inovatif dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menegaskan pentingnya peralihan dari penggunaan pupuk kimia menuju pupuk organik. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penelitian, kondisi tanah di sejumlah wilayah Ciamis sudah mulai terkontaminasi bahan kimia yang berpotensi berdampak pada kualitas hasil pertanian dan kesehatan masyarakat.

“Pertanian organik ini yang kita harapkan. Tanah kita sudah banyak tercampur bahan kimia, sehingga hasil pertanian pun ikut terkontaminasi. Maka kita mulai sedikit demi sedikit beralih ke organik, semata-mata untuk kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa perubahan pola pertanian tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dilakukan secara bertahap. Menurutnya, keberhasilan di lapangan akan menjadi contoh nyata yang mampu mendorong petani lain untuk ikut beralih ke sistem organik.

Selain aspek kesehatan, Bupati juga menyoroti keuntungan ekonomi dari pertanian organik. Ia menyebutkan bahwa biaya penggunaan pupuk organik relatif lebih murah dibandingkan pupuk kimia, sementara hasil panen bisa mencapai 8 hingga 9 ton per hektare. Bahkan, harga jual beras organik di pasaran dinilai lebih tinggi dan memiliki prospek pasar yang sangat luas.

“Permintaan tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri seperti Jepang, Malaysia, dan Singapura,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Ciamis, lanjutnya, akan memberikan dukungan penuh dalam proses peralihan ini, baik melalui bantuan bibit maupun pupuk. Ia juga mengimbau pemerintah desa untuk memanfaatkan tanah bengkok sebagai lahan percontohan pertanian organik guna mempercepat adopsi di tingkat masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut mengingatkan para petani untuk mewaspadai dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Niño yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun. Ia meminta agar pola tanam diperhitungkan dengan matang agar hasil produksi tetap optimal.

Tak hanya itu, Bupati Herdiat juga mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan konsumsi pangan alternatif selain beras, seperti umbi-umbian, yang memiliki nilai gizi seimbang.

Melalui Gerakan Tanam Padi Organik ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap dapat mewujudkan sistem pertanian yang lebih sehat, ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

PROKOPIM CIAMIS

MAT ROBI SENTER AWDI CIAMIS JABAR