Jakarta,—MEDIA INDOTIPIKOR.COM—Selasa 17 Maret 2026
Teuku Faizasyah adalah salah satu diplomat karier paling senior dan berpengaruh yang dimiliki Indonesia saat ini.
Meskipun lahir di Bandung, identitas “Bumi Rencong” melekat kuat padanya melalui garis keturunan sang ayah yang berasal dari Tringgadeng (Pidie Jaya) dan ibu dari Lhoknga (Aceh Besar).
Sejak dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 26 Juni 2023 sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Kerajaan Norwegia merangkap Republik Islandia, ia telah mencatatkan berbagai langkah strategis.
Berikut adalah rekam jejak dan fokus utama Teuku Faizasyah selama bertugas di Oslo:
1. Diplomasi Ekonomi dan Investasi Hijau
Sebagai negara dengan dana kekayaan negara (Sovereign Wealth Fund) terbesar di dunia, Norwegia adalah mitra kunci bagi Indonesia.
* Akselerasi Transisi Energi: Faizasyah memfokuskan diplomasi pada kerja sama energi terbarukan, terutama tenaga air (hydropower) dan energi angin, di mana Norwegia memiliki keahlian teknis tinggi.
* Investasi di IKN: Melanjutkan fondasi yang diletakkan pendahulunya, ia aktif melakukan pendekatan kepada investor Norwegia untuk berpartisipasi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan konsep green city.
* Perdagangan Karbon Pada Februari 2025, ia memfasilitasi dialog intensif terkait perdagangan karbon, di mana Norwegia menunjukkan ketertarikan besar untuk mendukung ekosistem karbon di Indonesia.
2. Penguatan Kerja Sama Iklim dan Kehutanan
Norwegia adalah mitra strategis Indonesia dalam isu lingkungan hidup.
Keberlanjutan MoU Iklim, Faizasyah memastikan kelanjutan kerja sama terkait penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan
Rehabilitasi Mangrove
Pada awal 2025, ia mengawal pembahasan potensi kerja sama baru dalam rehabilitasi mangrove, yang menjadi salah satu agenda prioritas lingkungan Indonesia di mata internasional.
3. Diplomasi Budaya dan Citra Bangsa
Mengingat latar belakangnya sebagai mantan Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) sekaligus Juru Bicara Kemlu, ia sangat piawai dalam membangun citra positif Indonesia.
* Promosi Karya Anak Bangsa: Pada Februari 2025, ia berhasil mempromosikan film Indonesia hingga terpilih menjadi penutup di sebuah festival film internasional di Rotterdam dan mendapatkan sorotan positif di Oslo.
* Literasi Publik: Melalui platform digital dan wawancara media (seperti Radio Elshinta), ia aktif mengedukasi publik Indonesia mengenai keberhasilan Norwegia dalam mengelola Oil Fund sebagai referensi bagi pengelolaan dana abadi di tanah air.
Meski dibesarkan di Bandung, Faizasyah masih fasih berbahasa Aceh yang ia pelajari dari neneknya. Ia sering menggunakan kemampuan bahasanya ini saat pulang ke Aceh atau dalam pertemuan informal dengan tokoh-tokoh asal Aceh di perantauan.





