Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi akan mengevaluasi penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jabar.

0
3

JABAR–INDOTIPIKOR.COM—Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi akan mengevaluasi penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jabar. Evaluasi ini dilakukan imbas peristiwa keracunan massal akibat MBG di wilayah Jabar.

KDM; “Saya minggu depan mengundang Kepala MBG yang membidangi di wilayah Jabar untuk melakukan evaluasi secara paripurna, secara terbuka agar berbagai problem yang terjadi, keracunan siswa tidak terulang lagi,” ucap Dedi kepada wartawan di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa (23/9).
Dedi menyebut peristiwa keracunan MBG ini terjadi karena makanan yang disajikan telah basi. Makanan yang dibagikan dimasak pada malam hari dan dibagikan kepada siswa pada saat jam makan siang.
“Itu secara umum problemnya adalah di makanan itu basi, karena masaknya itu malam, kemudian didistribusikan dan dimakannya oleh siswa itu sangat siang hari. Jadi terlalu lama antara dimasak dan dimakan,” kata gubernur yang akrab disapa KDM atau Kang Dedi Mulyadi itu.
KDM mengatakan, kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi. Para pendistribusi MBG harus memperhitungkan waktu memasak dan pendistribusian makanan.
“Itu harus menjadi bahan evaluasi agar mereka yang memiliki tugas atau dapat order untuk melakukan upaya menyiapkan makanan MBG bagi siswa harus bisa memperhitungkan jam antara jam dimasak dan jam dimakan. Ini problemnya adalah itu penjelasan Kepala Dinas Kesehatan,” ujar Dedi.
“Jadi saya meminta untuk mereka yang menjadi penyelenggara, pemegang dapur-dapurnya itu harus menyesuaikan dengan jam makannya anak jam berapa, jadi jangan masaknya terlalu sore atau malam, kalau bisa agak mepet pagi agar nasi dan makanannya disajikan masih dalam keadaan fresh.
“Hingga pukul 23.56 WIB (Senin), jumlah orang keracunan sebanyak 301 orang. Jumlah korban bertambah menjadi 352 orang,” kata Kapolsek Sindangkerta, Iptu Sholehuddin, Selasa (23/9).
Sholeh mengatakan, korban-korban tersebut di antaranya berasal dari SMK Pembangunan Bandung Barat (PBB), MTs Darul Fiqri, hingga SD Negeri Sirnagalih
sumber : kumparan