Program Ketahanan Pangan Hewani Sapi Satu Persatu Lenyap Jadi Pertanyaan..Ko Bisa Ya,,??

INDOTIPIKOR.COM/FRN TASIKMALAYA || Program Dana Desa  peruntukan buat Ketahanan Pangan Tahap II di Tahun 2023 dengan hampir menyeluruh sudah di cadangkan anggaranya, tentunya dengan kebutuhan kebutuhan untuk setiap kampung wilayah.

Di salah satunya Desa Tanjungsari Tasikmalaya Jawa Barat yang mana tahap dua di tahun tersebut sudah mencadangkan peruntukanya untuk pembelian ternak sapi.

Senin. 22/1/2024 kami selaku awak media Indotipikor dan rekan rekan media lain, mencoba menggali/ mencari informasi serta Monitoring ke Lapangan Mengenai Program Ketahanan Pangan Ternak Sapi, yang ada kabar simpang siur yang beredar di masyarakat pada saat ini.

Mengamati debgan adanya Dengan delik aduan kekecewaan masyarakat yang tidak mau di sebutkan namanya mengungkapkan, Bahwa di tahun 2023 di kisaran pertengahan tahun telah turun bantuan sapi sebanyak 15 ekor, meyakinkanya seperti itu, tapi dengan kenyataan yang berbeda fakta saat ini, sapi itu di tahun awal 2024 menjadi hanya ada 4 ekor sapi, kemudian  yang dia ketahui  menerangkan;   dari sapi yang semuanya  15 ekor itu kemudian,  diantaranya, 2 ekor mati, 1 di ambil oleh orang yang tak di kenal ( suruhan kepala desa ) katanya di malam hari sekitaran jam 19 : 00 WIB yang katanya di jual untuk menghadapi Hari Raya Qurban, Katanya.

Di sekitaran tengah hari, Senin 22/1/2024 Kami Sebagai Awak Media beserta Rekan rekan Tim Investigasi mencoba menemui Kepala Wilayah ( Punduh ) untuk di mintai keterangan kronologisnya demi kejelasan yang signipikan untuk sebuah informasi dan untuk mecoba menelusuri fakta yang sejelasnya, serta terperinci kronologisnya seperti apa dan bagaimana..??

Dari Penelusuran beliau yang Dapat kami serap infonya Ia mengatakan bahwa;, Benar itu sapi bantuan dari Program Desa Ketahanan Pangan T.A 2022 / 2023 dengan semuanya sebanyak 15 ekor, kemudian di tambah yang Awal T.A 2022 hanya 3 ekor sapi dari sisa pembuatan Kandang Sapi  katanya,  sehingga dari sisa Anggaran T.A 2022 hanya 3 ekor sapi, Dengan Total  semuanya menjadi 18 ekor sapi, kurang lebih keteranganya seperti itu.

Namun katanya sapi tersebut di pertengahan 2023 ada mulai penyusutan, entah apa maksudnya,  sehingga 8 ekor sapi di jual dengan harga Rp. 50.000.000._ ( Lima Puluh Juta Rupiah ) yang katanya dikarenakan sakit, kemudian  juga 2 ekor sapi di sembelih serta 1 ekor sapi di ambil oleh kepala desa, Dengan jumlah penyusutan sapi 11 ekor dan yang ada di kandang hanya 7 ekor sapi, masyarakat belum mendapatkan manfaat apapun,  dan untuk lebih lanjutnya langsung saja tanyakan ke kepala desa biar lebih jelas, langsung, Katanya.

Setelah kami mendapatkan keterangan antara masyarakat dan kepala wilah kami mecoba, menemui Kepala Desa Tanjungsari Berinisial “M” tapi tidak ketemu kemudian kami mecoba melalui telepon seluler menghubunginya via WA telpon , tapi sama sekali tidak mau memberikan balasan chat atau mengangkat telpon selulernya, Ada apa di balik itu “M” di mau di ajak komunikasi…?, semuanya menjadi miskomunikasi, Jangan jangan program tersebut di duga ada pemamfa,atan untuk dirinya sendiri…?pembaca nanti yang menilai tentunya.

Untuk mengenai hal tersebut kami informasikan untuk Kepala Desa Tanjungsari Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten agar pihak infektorat  terjun ke wilayah itu, supaya  dilakukan audit mengenai Program Dana Desa Ketahanan Pangan T.A 2022/2023, biar semuanya tranfaran akuntabel serta, tidak adanya keraguan apapun, masyarakat berharap keadilan dari apa yang seharusnya mereka dapatkan sesuai juklak juknisnya tentunya kata warga.

Mohon Sebagai Pemerintahan Daerah, Provinsi atau Pusat agar supaya Cros Cek ke, lapangan  atau dipanggil bila perlu,  Pengawas dari berbagai Pihak Pemerintahan Daerah, Inspektorat, Kepolisian dan Kejaksaan mengenai bantuan tersebut, kalau seandainya di biarkan, Pemerintahan Desa Tanjungsari Kabupaten Tasikmalaya bagai mana untuk kedepannya dalam hal program program yang akan di jalankan.

Tentunya mediapun akan menginformasikan hal ini kepada pemerintah pusat, maupun ke publik bila tidak adanya tindak lanjut yang signipikan, harapan kami tentunya tidak adanya pembiaran dari pihak terkait.
Bersambung…

A. Firmansyah & Tim Investigasi.

Redaksi
Redaksi
REDAKSI INDOTIPIKOR.COM-- BERSAMA; ORGANISASI MEDIA; FRN LOYAL KEPADA KORPS POLRI/TNI/PEMERINTAH/KEJAGUNG RI/KEMENTERIAN, LOYAL KEPADA -DEWAN PERS SERTA ORGANISASI PERS; AWDI,- PWI- AJI- SMSI-PWRI--ITJI--SWI-- AWI-AWPI PPWI-SPRI-FPII DLL...MENTAATI KODE ETIK JURNALISTIK, MENGIKUTI .UJI KOMPETENSI WARTAWAN/DIKLAT..KOMPETEN. SAJIKAN BERITA TANPA HOAX,,LOVE NKRI.,,BHINEKA TUNGGAL IKA,,-LOVE PANCASILA...LOVE INDONESIA RAYA....BOX REDAKSI SEMENTARA DISEMATKAN DEMI KEPENTINGAN KEAMANAN REDAKSI DARI HACKER...YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB, DAN SEDANG DI REPISI ULANG,,,,INDOTIPIKOR ANTI HOAX.,,UTAMAKAN SAJIKAN BERITA AKTUAL FAKTUAL TAJAM TERPERCAYA, MENGUTAMAKAN EDUKASI KERUKUNAN MENUJU INDONESIA YANG SEMAKIN KONDUSIP SERTA BERMARTABAT AMAN NYAMAN DAMAI SEJAHTERA.

Tetap Terhubung

Ikuti Media Sosial Kami Untuk Mendapatkan Update Warta Terbaru

Warta Terkait

error: Content is protected !!