KILAS INFO—INDOTIPIKOR.COM—Pernah dianggap aneh bahkan “gila” oleh sebagian warga, Mbah Sadiman dari Dusun Dali, Desa Geneng, Wonogiri, kini dipandang sebagai pahlawan lingkungan. Selama lebih dari 25 tahun ia konsisten menanami bukit-bukit tandus di wilayah pegunungan rawan kekeringan.
Mulanya, area itu menjadi gersang setelah kebakaran besar di Gunung Lawu pada 1964 yang membuat sungai-sungai mengering. Melihat kondisi tersebut, Mbah Sadiman tergerak untuk menanam pohon beringin dan ficus—jenis yang diyakininya mampu menyimpan banyak air. Dengan baju safari dan topi yang menjadi ciri khasnya, ia bekerja tanpa henti membawa bibit dan menanamnya satu per satu.
Hingga kini, lebih dari 11.000 pohon beringin dan ficus telah ia tanam, mencakup area sekitar 250 hektare di Bukit Gendol dan Bukit Ampyangan. Akar pohon-pohon itu membantu menahan air tanah dan mencegah erosi. Mata air baru mulai muncul di tanah yang dulu sangat kering. Warga pun merasakan manfaat nyata, dari air yang mengalir ke rumah-rumah hingga irigasi yang membuat petani bisa panen beberapa kali setahun.
Di awal perjuangannya, hanya sedikit yang menghargai. Banyak yang mengejek karena ia membawa bibit beringin—pohon yang sering dikaitkan dengan hal mistis. Ada pula yang menyangka ia tidak waras saat menukar kambing peliharaannya dengan bibit pohon. Namun hasilnya kini berbicara. Air bersih tersedia untuk masyarakat di beberapa desa, dan bukit-bukit yang dulu tandus kembali hijau.
Pekerjaan ini terus ia biayai melalui pembibitan tanaman lain seperti cengkeh dan nangka yang ia jual atau barter. Ketekunannya membuktikan bahwa satu orang pun bisa mengubah lingkungannya secara nyata.—red
INFO MEDSOS





