INDOTIPIKOR.COM–KILAS INFO….ELEGI SORE HARI—CATATAN KESADARAN UNTUK WARTAWAN: ANTARA IDEALISME, KEADILAN, DAN KEBERLANJUTAN MEDIA
Rekan-rekan wartawan yang kami hormati,
mari sejenak kita bertanya dengan jujur pada diri sendiri:
Untuk apa kita terus memberitakan kegiatan-kegiatan yang sarat pencitraan individu, pejabat, kelompok, atau institusi,
jika tidak ada kejelasan manfaat bagi media yang memberitakan?
Jika sebuah pemberitaan:
* Hanya menguntungkan satu pihak
* Meningkatkan citra, popularitas, dan legitimasi mereka
* Sementara media dan wartawannya justru babak belur secara operasional




Maka patut kita renungkan bersama:
di mana keadilannya?
Sudah saatnya kita meninggalkan pola lama dan polarisasi pemberitaan
yang hanya membuat media bekerja keras,
namun hasilnya dinikmati sepihak oleh mereka yang diberitakan.
Kerja jurnalistik bukanlah kerja gratis tanpa arah.
Karena itu, kerja sama yang jelas, profesional, dan berkomitmen
adalah hal yang wajar, bermartabat, dan tidak melanggar etika,
selama disepakati kedua belah pihak dan dijalankan secara transparan.




Namun perlu ditegaskan satu hal penting:
👉 Ketika kita memberitakan kemaslahatan umat
👉 Ketika kita mengangkat jeritan rakyat yang kelaparan, miskin, tertindas, dan terzalimi
👉 Ketika kita menyampaikan fakta-fakta kebenaran yang sesungguhnya terjadi di tengah masyarakat
Maka pada titik itu, tanpa keuntungan materi pun kita tetap berdiri tegak,
karena itulah hakikat jurnalisme yang sejati:
membela kebenaran dan kemanusiaan.




Yang perlu kita hentikan adalah:
● Memberitakan pencitraan elite tanpa manfaat timbal balik, sementara media yang memberitakan justru terpuruk.
Yang perlu kita kuatkan adalah:
● Kesadaran, keberanian, dan kecerdasan dalam menempatkan berita
antara idealisme dan keberlangsungan media.
● Media yang sehat bukan media yang miskin,
dan wartawan yang bermartabat bukan wartawan yang terus dikorbankan.
Mari tercerahkan, mari berdaulat atas karya kita sendiri.
Salam jurnalisme yang adil, sadar, dan berdaya
RED





