JAKARTA–INDOTIPIKOR.COM-MEDIA LOYALIS BNN RI—Badan Narkotika Nasional (BNN) menerima kunjungan kerja delegasi De Facto Authority (DFA) of Afghanistan pada Senin (9/2). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kerja sama internasional dalam penanggulangan permasalahan narkotika yang bersifat lintas negara.
Delegasi Afghanistan diterima secara resmi oleh Sekretaris Utama (Sestama) BNN RI, Tantan Sulistyana, di Ruang Rapat Moh. Hatta, Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur. Kunjungan kerja yang dijembatani oleh UNODC ini direncanakan berlangsung selama empat hari dengan fokus pada pertukaran pengalaman, strategi, serta praktik terbaik dalam penanganan persoalan narkotika.
Dalam sambutannya, Sestama menegaskan bahwa persoalan narkotika yang tidak mengenal batas negara telah menimbulkan dampak luas, baik kesehatan, sosial, ekonomi, hingga keamanan.
“Pertukaran pengalaman dan kerja sama antarnegara serta antarinstitusi internasional menjadi sangat penting mengingat kejahatan narkotika tidak mengenal batas-batas negara,” ujarnya.
Pada 2026, Sestama melanjutkan, Indonesia melalui BNN menetapkan lima pilar kebijakan dalam menangani permasalahan narkotika, yakni pendekatan pencegahan yang presisi, pemberantasan sindikat secara terintegrasi, penguatan rehabilitasi berbasis masyarakat dan digital, transformasi digital dan sistem data, serta tata kelola organisasi yang akuntabel.




“Kami berharap setiap sesi memberikan pembelajaran operasional yang dapat diterapkan dalam upaya penanggulangan narkotika di Afghanistan,” tuturnya.
Sementara itu, Chief of Staff Deputy Ministry of Counter Narcotics, Ministry of Interior (MoI), DFA of Afghanistan, Hasibullah Ahmadi, menyampaikan apresiasi kepada BNN atas penerimaan yang baik dalam kunjugan kerja ini.
“Terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah berkenan menerima kunjungan ini, kedatangan Kami merupakan bentuk komitmen Afghanistan dalam menanggulangi narkotika,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa narkotika merupakan ancaman serius yang merusak masyarakat. Ke depan, delegasi Afghanistan berencana mengembangkan program pencegahan dan rehabilitasi bagi korban penyalahguna narkoba sebagaimana standar internasional.
Selama berada di Indonesia hingga 12 Februari mendatang, selain menerima materi terkait program rehabilitasi dan pencegahan dari BNN, Hasibullah bersama para delegasi Afghanistan juga akan, mengunjungi kampus UNJ untuk mempelajari Program Intervensi Ketahanan Keluarga Anti Narkoba, mengunjungi desa percontohan intervensi berbasis masyarakat, serta meninjau Balai Besar Rehabilitasi BNN.
#warondrugsforhumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN





