INDOTIPIKOR.COM-MEDIA—Kehadiran langsung Hakim Agung RI dalam proses seleksi ini menjadi simbol keseriusan lembaga peradilan dalam memastikan transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas sejak tahap awal penjaringan calon hakim.
Komitmen menghadirkan peradilan hubungan industrial yang profesional dan berintegritas kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Ujian Tertulis Calon Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Kantor Pengadilan Tinggi Gorontalo, dan disaksikan langsung oleh Hakim Agung Republik Indonesia, YM. Dr. Lucas Prakoso, S.H., M.Hum.
Ujian tertulis ini diikuti oleh tujuh peserta yang telah melalui tahapan seleksi sebelumnya. Kehadiran Hakim Agung ini menjadi simbol keseriusan Mahkamah Agung dalam menjaga kualitas proses rekrutmen Hakim Ad Hoc PHI.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Gorontalo, Dr. Yapi, S.H., M.H., serta Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Gorontalo, Annas Mustaqim, S.H., M.Hum. untuk memastikan suasana ujian berlangsung tertib, khidmat, dan penuh nuansa profesionalisme.
Dalam arahannya, KPT Gorontalo Dr. Yapi, S.H., M.H. menegaskan bahwa seleksi ujian tertulis Hakim Ad Hoc PHI merupakan proses yang serius, objektif, dan kompetitif. Ia mengingatkan seluruh peserta agar tidak meremehkan materi ujian serta mempersiapkan diri secara maksimal.
“Proses ini bertujuan menjaring Hakim Ad Hoc PHI yang benar-benar profesional, kompeten, dan berintegritas tinggi. Kami optimistis seluruh peserta merupakan individu yang telah membekali diri dengan penguasaan hukum yang memadai, khususnya hukum acara Perselisihan Hubungan Industrial,” ujarnya.
Setelah mengawali acara dengan pembukaan dan sambutan Ketua Pengadilan Tinggi Gorontalo sebagai pengantar kegiatan. Selanjutnya, pembacaan tata tertib ujian disampaikan oleh WKPT Gorontalo Annas Mustaqim, S.H., M.Hum. Momen krusial terjadi saat pembukaan naskah soal ujian yang dilakukan secara terbuka di hadapan para peserta, disaksikan langsung oleh Hakim Agung Dr. Lucas Prakoso, KPT, dan WKPT Gorontalo. Setelah itu, naskah ujian dibagikan kepada peserta untuk memulai ujian tertulis.
Ujian dilaksanakan dalam dua sesi, menguji pemahaman peserta terhadap aspek hukum materiil dan hukum acara PHI, sekaligus mengukur ketajaman analisis dan integritas calon hakim. Usai ujian, kegiatan ditutup dengan pembuatan dan penandatanganan Berita Acara Penyelenggaraan Ujian Tertulis sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi proses seleksi.
Seluruh rangkaian kegiatan mendapat pengawasan langsung dari Hakim Agung RI YM. Dr. Lucas Prakoso, S.H., M.Hum. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjunjung tinggi tanggung jawab moral, etika, dan integritas apabila kelak dipercaya mengemban tugas sebagai Hakim Ad Hoc PHI.
Pelaksanaan ujian tertulis ini menjadi bukti bahwa dari Gorontalo, semangat pembaruan dan penguatan kualitas peradilan terus digaungkan demi melahirkan hakim-hakim yang mampu menegakkan keadilan secara adil, profesional, dan bermartabat.
Penulis: Juang Samadi
Humas MA, Jakarta
Kamis 5 Februari 2026





