INDOTIPIKOR.COM–MEDIA LOYALIS TNI—Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Jakarta). Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., menghadiri Forum Diskusi Reformasi Kampanye Militer dan Operasi Gabungan TNI Guna Menghadapi Ancaman Perang Modern, dalam kesempatannya diwakili oleh Kepala Staf Korps Marinir (Kaskormar) Mayjen TNI (Mar) Muhammad Nadir, M.Tr.Opsla. turut didampingi Asisten Operasi Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Sugianto, S.Sos., M.M., M.Tr.Opsla. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Letjen TNI Bobby Rinal Makmun, S.I.P., dan berlangsung di Gedung Hercules Persada, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (08/12/2025).
Forum diskusi tersebut digelar sebagai langkah responsif TNI dalam menghadapi dinamika ancaman perang modern yang kini berkembang secara cepat, kompleks, dan bersifat multidimensi. Perkembangan teknologi peperangan, siber, kecerdasan buatan, serta operasi lintas matra menjadi fokus utama pembahasan untuk memperkuat strategi pertahanan negara.
Pada kesempatan itu, para peserta forum mendalami konsep reformasi kampanye militer dan operasi gabungan, termasuk integrasi kemampuan tiap matra TNI dalam skenario pertempuran masa depan. Ditekankan pula pentingnya kesiapan personel, interoperabilitas alutsista, serta penguatan doktrin untuk menghadapi ancaman hybrid yang melibatkan aspek militer maupun nonmiliter.
Sambutan Asops Panglima TN mengatakan “Perang di abad ini telah memperlihatkan wajah baru yang jauh lebih kompleks dibandingkan pola peperangan tradisional pada masa lalu. Perkembangan teknologi menjadi representasi nyata dari meningkatnya kekuatan militer berbagai negara, mulai dari kemajuan satelit, kecerdasan buatan, penggunaan senjata presisi, peperangan siber, drone, hingga sistem komunikasi yang semakin canggih.
Ragam teknologi tersebut kini menjadi faktor utama yang menentukan perimbangan kekuatan militer global. Dominasi medan perang tidak lagi semata mengandalkan kekuatan fisik atau jumlah pasukan, tetapi pada kemampuan untuk memanfaatkan
RED PUSPENMAR





